Berniat liburan di Pantai, Nara malah harus bertemu dengan seorang pria yang membuatnya mabuk berat dan akhirnya bermalam bersama. Semuanya terjadi begitu saja, dan keduanya hanya berpikir hanya untuk melakukan saat ini dan melupakan keesokan harinya.
Tapi nyatanya tidak seperti itu, pria itu malah muncul kembali sebagai anak pemilik Perushaan besar tempat dirinya bekerja. Entah harus bagaimana? Nara tidak akan bisa bersembunyi lagi darinya.
"Aku hanya seorang simpanan dan aku sadar tidak akan bisa memilikimu sepenuhnya" Anara Malika.
"Setelah malam itu, aku seperti orang gila yang tak bisa melupakanmu. Siapa kau, hingga membuatku tergila-gila seperti ini. Sayangnya takdir belum berpihak pada kita" Arya Zayyan Sugarda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Diizinkan Berpisah!
Nara merasa heran dengan Zayyan hari ini, dia terlihat kurang fokus dengan pekerjaan. Saat tadi dia yang menahan Nara di ruangannya, sekarang saat waktu pulang kerja pun sama. Zayyan menahan Nara di Apartemennya. Hanya memeluk Nara dengan manja, membuat Nara sedikit bingung dengan kekasihnya ini.
Nara yang mengelus kepala Zayyan yang berada di dadanya. Dari tadi hanya seperti in, dan Zayyan sama sekali tidak berbicara apapun.Membuat Nara kebingungan.
"Sayang, ada apa?" tanya Nara.
Zayyan melerai pelukannya, dia menatap Nara dengan lembut. Lalu, memberikan kecupan di bibir kekasihnya itu. Kecupan yang sekarang berubah menjadi ciuman lembut. Bagaimana Nara yang tidak bisa menghindar lagi. Pada akhirnya dia hanya memejamkan matanya dan mulai menikmati ciuman itu. Zayyan menahan tengkuk leher Nara dengan terus melu*mat bibi Nara.
Setelah melepaskan ciuman mereka, Zayyan menyatukan kening mereka. Terdengar hembusan nafasnya yang tidak teratur, seolah dia memang sedang gelisah saat ini. Zayyan meraih tangan Nara dan mengenggamnya dengan lembut. Dia memberikan kecupan di punggung tangan Nara.
"Sayang, aku hanya minta kamu jangan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi" ucap Zayyan.
Nara sedikit mengerutkan keningnya karena bingung, sekarang bahkan dia saja tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi pada kekasihnya ini. Jelas sekali jika Zayyan memang sedang mempunyai masalah saat ini.
Nara mengecup tangan Zayyan yang mengenggam tangannya itu. "Ada apa si Sayang? Kalau ada masalah bisa cerita sama aku"
Zayyan tersenyum, dia kembali mengecup bibir Nara. "Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memastikan saja kalau kamu tidak akan pergi meninggalkan aku saat sedang ada masalah"
Nara memegang kedua pipi Zayyan, dia mengecup dagu Zayyan dengan lembut. "Sayang, ketika aku memutuskan untuk membuka hatiku untukmu. Maka aku sudah siap menerima kekurangan kamu. Jadi kalau misalkan aku pergi disaat kamu ada masalah, untuk apa aku mencoba bersamamu jika tidak berani menyelesaikan masalah bersama"
Zayyan tersenyum, dia mengecup beberapa kali bibir Nara karena merasa gemas. Menghujani pipinya juga dengan kecupan-kecupan lembut.
*
Setelah mengantarkan Nara ke rumahnya, Zayyan langsung pulang ke rumah. Dia sudah cukup yakin ketika sudah mendapatkan amunisi dari kekasihnya itu. Malam ini dia hanya ingin menyelesaikan semuanya dengan Maura. Zayyan tidak mau terus terjebak dengan dua wanita seperti ini. Meski hatinya sudah jelas memilih siapa.
Ketika sampai di rumah, Zayyan terdiam saat melihat orang tuanya dan juga orang tua Maura yang berkumpul disana. Membuat Zayyan bingung sekarang, kenapa mereka semua bisa berkumpul di rumahnya. Dia menatap Maura, dan dia yakin pasti dia yang mengundang orang tua mereka ini. Karena tadi siang Zayyan sudah sempat mengirim pesan pada Maura dan mengatakan akan datang ke rumah untuk membicarakan hal serius.
"Akhirnya kamu pulang juga, Honey. Habis darimana dulu? Atau ada kerjaan mendadak yang harus di selesaikan ya?" ucap Maura yang langsung menghampiri Zayyan.
Zayyan langsung menghindar saat Maura akan mencium pipinya. Hatinya memang sudah lama mati pada Maura, padahal dulu dia begitu mencintai wanita ini. Bahkan Zayyan selalu rela melakukan apa saja agar Maura bahagia. Tapi, semua yang dia lakukan malah di balas dengan sebuah pengkhianatan.
"Zayyan, kamu baru pulang ya. Pasti sibuk sekali saat memulai mengurusi Perusahaan" ucap Ayahnya Maura.
Zayyan hanya tersenyum tipis dan tidak menjawab. Dia langsung melirik Maura dengan tajam, Zayyan tahu jika semua ini adalah rencana dari istrinya ini. Zayyan segera menghampiri mereka semua dan menyalaminya. Dia masih harus bersikap sopan pada semuanya.
Zayyan duduk di sofa dengan Maura yang langsung menempel padanya. Seolah sedang menunjukan keromantisan mereka di depan orang tua mereka. Namun, Zayyan berusaha melepaskan tangan Maura yang merangkul lengannya.
"Karena kalian semua ada disini, jadi sekalian saja ada yang ingin aku bicarakan. Penting" ucap Zayyan.
Maura terdiam, dia sudah tahu apa yang ingin di bicarakan oleh suaminya ini. "Em, sebaiknya kita makan malam saja dulu"
"Sebentar Ra, ini suami kamu ingin berbicara dengan kita. Kamu malah ngajak makan malam" ucap Ayahnya Maura.
Maura langsung terdiam, dia mulai tegang. Berpikir untuk menggagalkan rencana Zayyan malam ini. Padahal dia sengaja mengundang orang tuanya dan mertuanya ini, hanya untuk menggagalkan rencana Zayyan. Tapi ternyata suaminya itu sudah tidak gentar lagi dengan keberadaan orang tua mereka. Padahal biasanya Zayyan akan selalu mengurungkan niatnya untuk menceraikan Maura jika dia sudah membawa orang tua mereka. Tapi sekarang sepertinya kesabaran Zayyan sudah benar-benar habis.
"Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada kalian semua. Disini, aku mengatakan kalau pernikahan aku dan Maura sudah tidak bisa di lanjutkan lagi. Sudah tidak ada kecocokan diantara kami"
Dengan lantang dan tanpa ragu lagi Zayyan mengatakan itu. Membuat semua orang disana terkejut, kecuali Papa yang memang sudah tahu hal ini sejak tadi siang.
"Zayyan, apa maksud kamu? Ada masalah apa ini? Kenapa tiba-tiba ingin berpisah dengan Maura?" teriak Mama dengan sangat terkejut dengan ucapan anaknya.
Padahal dia mengira jika pernikahan anak dan menantunya ini sangat harmonis. Bahkan Mama sudah berharap akan segera mendapatkan cucu dari mereka. Namun sekarang dia malah mendengar hal seperti ini dari anaknya sendiri.
Maura langsung berdiri dan menghampiri orang tuanya. Dia memeluk Ibunya dengan tangisan yang pecah. "Bu, aku masih mencintai Zayyan. Kenapa dia malah ingin mengakhiri pernikahan ini.. Hiks,, Hiks.."
Melihat anaknya menangis seperti itu, membuat Ayahnya Maura langsung naik pitam. Dia merasa sangat dipermainkan dan tidak dihargai oleh keluarga Zayyan ini.
"Kalian ini memang keluarga yang tidak tau balas budi. Anak kalian ini sudah membuat anak saya terluka seperti ini. Ingat ya Zayyan, kamu tidak akan seperti ini jika tidak di tolong oleh Kakaknya Maura. Kamu benar-benar melupakan semua pertolongan kami"
Pak Edgar langsung berdiri, dia tahu apa yang sudah diberikan keluarga Maura itu memang cukup berjasa bagi keluarganya, apalagi untuk Zayyan.
"Saya minta maaf Pak Fadli. Nanti akan saya bicarakan lagi pada anak saya ini. Mungkin dia sedang emosi sesaat saja. Nanti akan saya bicarakan lagi"
Zayyan langsung menatap Ayahnya dengan menghela nafas pelan. "Pa, apapun yang akan Papa katakan padaku, aku tidak akan merubah keputusan ini"
Mama langsung menghampiri Zayyan dan menampar Zayyan dengan keras. "CUKUP ZAYYAN! Kamu tidak berpikir dengan ucapanmu itu, sekarang kita pulang dan bicarakan semuanya di rumah. Sampai kapan pun Mama tidak akan setuju dengan keputusanmu ini"
Mama menarik tangan anaknya itu dan membawanya keluar dari rumah ini. Sementara Pak Edgar hanya meminta maaf terus menerus pada keluarga Maura sebelum ikut menyusul keluar rumah.
"Lepas Ma, aku berhak memutuskan kehidupanku sendiri" teriak Zayyan.
Mama langsung menatap tajam pada anaknya itu. "Berani kamu berbicara keras pada Mamamu ini? Sampai kapan pun kamu tidak bisa menceraikan Maura. Wanita mana yang sudah menggodamu?!"
Deg, Zayyan langsung terdiam mendengar kalimat terakhir Ibunya itu. Dia paling takut jika Nara akan ketahuan oleh keluarganya ini.
Bersambung
TERPENJARA DENDAM PENGACARA LIN
💖💖💖💖💖
lanjut kak semangat 💪💪💪
lanjut kak semangat 💪💪💪
lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
semangat kak author 💪💪💪
semangat juga buat kak author buat upnya 💪💪💪