Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB(Syarat )
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Kia masih diam di belakang kursi roda ,dia menatap ke arah Burhan yang masih duduk dengan di kursi roda . Kia merasa kesal ,harus nya sebelum perawat dan dokter tadi pergi. Burhan bisa meminta bantuan nya kan ,bukan malah menyuruh nya membantu ke ranjang pasien.
"Kenapa diam saja ?" tanya Burhan dan kia berdehem sebentar, dia bingung bagaimana menyampaikan nya tapi dia tetap harus mengatakan nya karena tubuh Burhan tidak lah kecil .
Burhan memiliki tubuh yang besar ,tinggi dan kekar. Mana mungkin dirinya bisa mengangkat tubuh itu ke atas ranjang, pasti butuh bantuan juga. Apalagi kaki burhan yang di nyatakan patah oleh dokter ,dia tak yakin bisa memapah tubuh besar itu
"Kenapa ngak panggil perawat saja lagi om ,aku eh saya ngak kuat kalau sendirian bantu om naik ke atas ranjang " jawab Kia dengan pelan ,dia jelas ngak sanggup sendirian .
Suara kia terdengar begitu manja menurut Burhan ,padahal sebenar nya kia hanya berbicara sedikit pelan karena takut tersinggung dengan Burhan. Tapi di pendengaran burhan ,terdengar kalau suara kia merdu dan manja .
"Bantu aku ,sini " ucap Burhan sambil menarik tangan Kia ,membuat Kia yang belum siap akhirnya jatuh di pangkuan nya .
"Aaaakhhhh.....sssshhhhh" teriak Burhan, kaki nya terasa nyeri karena kia menduduki paha nya yang luka dan patah.
"Eh....ma maaf om ,lagian tadi kan om yang narik tangan aku "ucap Kia sambil bangkit dari duduk nya, dia mengelus paha Burhan dengan perlahan tapi malah membuat miliki Burhan berdiri dengan tegak.
Kia mengernyitkan dahi nya cukup dalam saat merasakan sebuah benda keras berada di kedua kaki Burhan. Karena memang selama sembilan belas tahun ini dirinya tak pernah sama sekali memikirkan hal hal yang berhubungan dengan urusan masalah percintaan,dia tidak mengerti akan hal itu hanya pernah melihat orang berciuman.
Tangan kia menyenggol benda keras disana ,Kia berpikir kalau Burhan merupakan seorang aparat negara. Membuat diri nya merasa semakin ketakutan dan khawatir dengan keadaan ayah ke depan nya ,dia merasa ingin menangis tapi dia harus menahan nya agar tidak membuat Burhan kesal .
"Aku....eh Saya panggilin dokter ya om ,biar di liat sekalian apa yang perlu di lihat " ucap Kia sambil menunduk, wajah nya sudah memerah .
Burhan menarik nafas nya dengan panjang dan membuang nya, dia menggelengkan kepala nya . Kaki nya memang terasa nyeri ,dia mengangkat tangan nya ke arah Kia dan kia pun menyambut nya .
"Bantu aku berdiri sebentar ,pelan pelan saja " ucap Burhan dan kia pun membantu nya dengan pelan ,kaki burhan yang sehat pun menapak dan menahan tubuh nya hingga akhirnya dia bisa duduk di pinggiran ranjang rumah sakit.
Kia sedikit terengah ,nafas nya mengenai bagian leher Burhan karena posisi mereka yang cukup dekat . Seketika jantung Burhan berdetak dengan cepat, tubuh nya menegang . Tapi perut nya tak mual seperti biasa jika dekat dengan wanita, gelenyar aneh merambat di tubuh nya hingga dia menahan nafas nya sebentar
Kia tak melakukan nya karena sengaja,tapi karena memang dia merasakan tubuh nya yang lelah akibat harus menahan tubuh Burhan yang berat. Tubuh Burhan yang kekar dan berotot, tinggi dan jelas berat untuk Kia yang hanya seorang wanita saja .
Burhan memejamkan mata nya, dia mengepalkan tangan nya dengan kuat saat menyadari kalau ternyata dirinya begitu cepat ber naf su pada wanita didepan nya . Wanita yang merupakan anak dari pria yang sudah menabrak nya ,dia menjadi terobsesi dengan diri kia.
"Om....saya ingin memohon pada om ,maafkan ayah saya dan saya harap om mau memaafkan ayah juga tak memasukan ayah ke penjara " ucap Kia, ini kesempatan nya untuk meminta pengampunan agar ayah nya di maafkan.
Burhan yang masih berusaha meredakan naf su yang begitu cepat datang dalam tubuh nya hanya karena tubuh kia yang mendekati atau tak sengaja menyentuh nya ,kini dia harus bisa menahan rasa yang begitu menuntut nya sedari tadi.
"Kau ingin ayah mu bebas ?" tanya Burhan dengan tatapan yang kini begitu tajam ke arah wajah cantik alami milik Kia, kia langsung menganggukan kepala nya dengan sedikit takut takut.
"Baiklah ,saya akan membebaskan ayah mu dan tak akan melaporkan nya ke polisi tapi dengan beberapa syarat " ucap Burhan sambil tersenyum lebar ,walaupun ada sedikit rasa khawatir kalau kalau Kia menolak syarat dari nya .
"Sya.....syarat apa om?" tanya Kia dengan nada khawatir, dia mengernyitkan dahi nya cukup dalam berharap nanti nya Burhan tak meminta sesuatu yang tak dia bisa.
"Pertama, kau harus merawat ku hingga aku sembuh . Sendirian ,tanpa ada bantuan pelayan lain . Apa kau bersedia ?" jelas Burhan dan kia pun tersenyum lalu mengangguk ,dia merasa tak masalah jika harus menjadi perawat Burhan
"Kedua ,kamu harus memberikan kenyamanan dan ketenangan pada ku selama yang aku mau " ucap Burhan dengan tatapan mata yang serius ,kia pun mengangguk
"Saya akan datang kapan saja jika om memanggil saya" jawab Kia, dia akan berusaha memenuhi segala persyaratan yang diberikan oleh Burhan
"Hhmmm......Kau harus siaga dua puluh empat jam ,itu berarti kau harus tinggal di rumah saya sampai saya melepaskan mu " ucap Burhan dengan tenang dan kia yang masih ragu hanya melirik ke arah Burhan, dia bingung harus apa tapi jelas dia akan berusaha untuk kebaikan ayah nya.
"Om bisa panggil saya ,saya bekerja di toko kue milik istri nya pak Bokak. Nanti saya kasih nomor telpon di toko itu om " ucap Kia dan Burhan langsung tertawa kecil, dia menggelengkan kepala nya karena merasa lucu mendengar ucapan kia .
"Kamu ngak tau ,kamu sudah dipecat dari sana . Ayah mu juga, sekarang kalian pengangguran "ucap Burhan membuat Kia terdiam,dia harus bekerja walaupun hanya mendapatkan sedikit gaji.
Kia masih diam, dia bingung. Kenapa bisa dia di pecat ? Selama ini dia bekerja dengan baik, tak pernah meminta gaji lebih. Menuruti apa pun yang di suruh oleh istri Bokak, tapi kenapa tiba tiba dia di diberhentikan secara sepihak.
Kia memang tak bisa menuntut apa pun dari istri Bokak,di terima disana saja dia sudah sangat bersyukur. Tak pernah mengharapkan lebih dari itu, apalagi Vivi begitu baik pada nya .
"Lebih baik begitu, kamu bisa fokus mengurus aku saja " ucap Burhan yang kini mulai memejamkan mata lagi ,dia merasa nyaman didekat Kia walaupun mereka tidak saling bersentuhan.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author