WARNING hanya untuk 21+ 🔥🔥🔥 !!!
Keadaan kacau ketika penggerebekan di sebuah club malam, Lana, Sita, Maya, Dion, Putra, Teguh, Marvin dan Surya kocar kacir terpencar yang tadinya satu meja mereka buyar semua entah dimana mereka berada. Mereka semua yang ada di club berusaha keras keluar dari tempat itu berlari sekuat tenaga, bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kepungan razia rutin dari kepolisian.
Karena panik Lana dan Surya bersembunyi di gudang. Maya, Marvin dan Dion berada di dapur club sedangkan Sita, Teguh dan Putra berhasil meloloskan diri keluar dari parkir dan bersembunyi di mobil dan ketika aman mereka pergi meninggalkan mereka semua. Ya memang benar persahabatan kadang terpisah saat razia, disitulah kokoh dan rapuhnya persahabatan dibuktikan. Polisi menyidak sampai dapur dan tak terelakkan Maya, Dion dan Marvin tertangkap dan di gelandang ke Polsek. Seorang satpam karena ingin menyelamatkan miras harus mengunci gudang agar selamat dari razia, tanpa tau di dalam ada Lana dan Surya. Akhir Masa remaja saat yang indah adalah di puncak kelulusan, yaa mereka merayakan kelulusan mereka di club malam, sebuah perayaan untuk melanjutkan hidup mereka atau masalah baru dalam kehidupan mereka. Bagaimana nasib mereka? Dan juga nasib Lana dan Surya yang harus bermalam di gudang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback : Pertengkaran
Hati Lana berkecamuk, begitu juga hati Surya. Pikirannya masih berputar- putar tentang diamnya Lana.
Apakah Lana bingung dan takut karena Marvin menyusulnya? Ataukah Lana ingin berubah pikiran? Ataukah dia ingin kuliah disini saja? Marvin.. kenapa lo begitu menyebalkan? Surya.
Begitu gue pergi, Surya bisa menjalin hubungan dengan siapapun.. termasuk Rima.. tapi gue harus ikhlas kan? Seperti yang dia lakukan.. Rima bahkan ingin merelakan.. ahh kenapa gue nggak rela gini.. Lo sedekat apa sampai bahas virgin begitu? Lo pada ngapain di belakang gue? Lana.
"Bos kita mampir ke pom bensin dulu" kata Dion memecahkan keheningannya.
Surya mengambil beberapa pecahan ratusan ribu untuk mengisi bensin, lalu diserahkan kepada Dion.
"Lo mau beli sesuatu Lan? atau mau ke toilet?" tanya Surya.
"Enggak makasih" kata Lana datar.
Aaah... mulai lagi dia. Surya
Surya keluar mobil dan menuju supermarket yang berada di area pom bensin. Setelah selesai mengisi bahan bakar, Dion melajukan mobilnya ke parkiran supermarket.
"Lo kenapa sih Lan" tanya Dion.
"Nggak apa- apa" jawab Lana.
"Lo nggak mau cerita?" tanya Dion.
"Nggak penting" kata Lana.
"Buat lo mungkin nggak penting tapi bagi si bos sangat penting" kata Dion.
"Males bahasnya gue ngantuk" kata Lana.
"Hahahah... kenapa lo selalu melarikan diri, dengan tidur?" tanya Dion.
"Ehm.. daripada mikirin yang enggak- enggak mending tidur" kata Lana.
"Apa lo tau dia nggak bisa tidur semaleman?" kata Dion.
"Terlalu banyak ngladenin penggemar kali" kata Lana ketus.
"Maksud lo" tanya Dion.
Pintu mobil belakang dibuka dan Surya masuk dengan beberapa kantong cemilan untuk di perjalanan.
Dion pun melajukan mobilnya kembali menerus perjalanan mereka. Surya memberikan minuman kopi kaleng dan air mineral untuk Dion.
"Baby.. mau minum coklat?" tanya Surya.
"Enggak" kata Lana datar.
"Baiklah.. ini semua makanan dan minuman ada disini ya" kata Surya meletakkan belanjaannya di jok depan.
Surya membuka kaleng kopi Cappuchino lalu meminumnya dan menyodorkan kembali ke arah Lana.
"Enggak !" kata Lana memalingkan wajahnya melihat ke sisi jalanan.
Surya meletakkan kaleng minuman di samping pintu lalu merubah posisinya menghadap Lana. Tangannya menyentuh rambutnya lalu meraih tubuh Lana, namun di tepis oleh Lana.
"Lana, lo kenapa sih jangan bikin bingung dong" kata Surya.
"Nggak apa- apa" jawab Lana ketus.
"Lo nggak mau cerita ada apa?" tanya surya.
"Nggak ada apa- apa" jawab Lana tambah ketus.
Lana memejamkan matanya dengan posisi duduk dan memiringkan badannya membelakangi Surya.
"Apa lo ngantuk? Sini tidur dipelukan gue kaya kemarin" kata Surya meraih tubuh Lana namun kembali ditepiskannya lagi.
"Nggak mauuu.. berhenti ngurusin hidup gue!" kata Lana.
"Apa maksud lo, apa gue ada salah" kata Surya meraih tangan Lana dan ditepiskannya lagi.
"Kenapa sih lo selalu nanya!" kata Lana ketus.
"Bos sorry ya, kayanya ada yang salah paham, tadi gue bilang ke Lana lo nggak bisa tidur, kata Lana lo kebanyakan ngladenin penggemar kali bos, Sorry ya Lan, " kata Dion memberitahukan ke Surya dan minta maaf karena Dion bisa saja di anggap pengadu.
"Penggemar?" kata Surya melihat Dion lewat kaca spion.
"Lana apa maksud lo penggemar?" kata Surya menegang.
Ponsel Surya tiba- tiba berdering, Lana melirik ke arah layar ponsel Surya dan tertera nama Rima muncul di layar itu. Lana tertawa menyeringai.
"Tuh penggemar lo yang pengen nyerahin keprawanan nya udah antri!" kata Lana membuat Surya dan Dion saling berpandangan lewat kaca spion.
Jadi gara- gara ini? Yaa Tuhann kenapa gue nggak sadar. Surya.
"Kenapa nggak lo angkat, lo takut gue denger kencan lo dimana, tenang aja.. gue nggak mau tau urusan lo, toh besok gue udah cabut dari sini" kata Lana kesal.
Surya dengan cepat menerima panggilan Rima.
Rima : "Halo kak Surya.. kakak dimana ya?"
Surya : "Bukan urusan lo!"
Teriakan Surya mengagetkan Dion dan Lana, Surya langsung mematikan ponselnya karena ingin segera mengakhiri panggilan ini.
"Kenapa akting begitu lo depan gue?!" tanya Lana ketus dan memalingkan badannya lagi. Kata- kata Lana seperti petir yang menyambar telinga Surya.
"Lo pikir itu akting hah?!" kata Surya memegang lengan Lana kuat.
"Lepasssiinnn gue!" kata Lana mendengus kesal.
Surya membuka chat di ponselnya dan diberikan kepada Lana.
"Lan.. lihatt!!.. lihat baik- baik.. gue bales apa.. lo baca Lan.. baca ampe atas.. lo periksa aja semua.. lo akan tau apa gue berakting apa enggak!" kata Surya melempar ponselnya kepangkuannya.
"Gue nggak mau baca!" kata Lana masih ketus dan melempar kembali ponsel Surya.
"Jadi ini yang lo maksud tadi? Semua laki- laki sama aja? Lo pikir gue sama Rima akan... arghhh!! Lo pikir gue sama kaya Marvin? Gila...!! Lan gue nggak bakalan mau ama dia atau siapapun!!" kata Surya memukul jok mobil di depannya.
"Lan, gue sama Surya 24 jam.. gue tau persis Surya ngapain aja, ketemu berdua aja nggak pernah" kata Dion.
"Lo tau cuma lo yang gue inginkan, hati gue, jiwa gue, otak gue cuma ada lo! Bagaimana bisa lo berpikir gue akan menerima tawarannya? Kenapa lo nggak baca balesan chat gue ke Rima biar lo tau bagaimana gue bersikap?!" kata Surya kesal.
"Itu bukan urusan gue, lo mau ngapain aja itu terserah lo!" kata Lana ketus.
"Laan.. kalau itu urusan gue ngapain lo marah- marah?" kata Surya melunak.
"Gue nggak marah, gue nggak nyangka aja lo kaya gitu.. seseorang nggak mungkin main mau menyerahkan begitu saja tanpa ada kedekatan sebelumnya, ga masuk akal!!" kata Lana berapi- api.
"Lan!!!.. lo liat ini, gue bales 'aku nggak tertarik denganmu'.. dan gue bilang lagi honey moon sama lo!!" Surya kembali menarik lengan Lana.
"Gue nggak perduli... Lepassss!" kata Lana meluap amarahnya.
"Gue nggak akan lepasin lo sampai lo percaya sama gue!!.. Lo tau Amelia? Lo pikir dia hanya sekedar ngasih dasi ke gue tanpa maksud apapun di cafe Domino itu? Dasi itu cuma permintaan maaf dia, karena dia pernah mau menyerahkan kesuciannya buat gue, dia pernah bugil di ekskul berenang dan gue suruh Dion untuk mengurusnya, gue tinggalin dia begitu aja asal lo tau!! Apa lo pikir gue deket ama dia?! Gue bahkan nggak kenal ama dia!! Bahkan mata gue aja nggak bisa berkhianat Lan!!" kata Surya benar- benar kesal.
"Apaaa?! Lo menyembunyikan ini dari gue?! Kalau lo bisa menyembunyikan hal ini dari gue.. Lo juga dengan mudah menyembunyikan tentang Rima dari gue!! dan gue nggak tau apa yang udah kalian lakuan sama dia!! Dia adiknya Sita.. apa lo udah gila?!!" kata Lana dengan muak.
"Apa gue harus cerita semua ke lo?! Siapa lo buat gue hah?! Emang lo cerita semua ke gue tentang Marvin?! Gue selalu sadar Lan, gue bukan siapa- siapa lo! Saat Marvin cerita dapet first kiss lo di hari ulang tahunnya, gue tetep percaya lo Lan! dan saat lo bilang gue first kiss lo di promnight, gue juga tetep percaya sama lo! Walaupun gue kadang bingung siapa yang berbohong, tapi gue selalu berusaha untuk percaya apa yang gue rasain ke lo Lan.. Gue nggak pernah kan berarti buat lo?!! Tolong jangan uji kesabaran gue Lana.. jangan kekanak- kanakan begini! " kata Surya menghantam hati Lana, air mata jatuh juga setelah berusaha keras menahannya.
"Karena emang first gue adalah Lo, hiks!! Gue nggak pernah ngapa-ngapain, apalagi ngasih bibir gue ke Marvin asal lo tau, hiks! Terserah lo mau percaya siapa!! Kalau lo nggak berarti ngapain gue kasih lo, bodohhh!! hiks huhuhu.. sekarang lepasinnn gue" Lana terisak dan meronta ingin lepas dari cengkeraman Surya.
"Apa perlu gue pinggirin mobil dulu biar kita semua aman?" tanya Dion.
"Enggak usahhh!!!" jawab Lana dan Surya secara bersamaan.
"Ooo...oookaay" kata Dion pias di semprot keduanya.
"Gue percaya sama lo Lan!! tapi gue mohon lo juga percaya sama gue!! Gue hanya tertarik sama Lo!! Kalau gue kaya Marvin, gue udah main sikat aja, jangankan Rima, Amelia atau siapapun dengan mudah gue dapetin! Tapi gue nggak pernah tertarik! karena gue cuma jatuh cinta sama lo!!" kata Surya mendengus kesal, matanya menatap tajam ke arah Lana, lengannya Lana sampai memerah karena di cengkeram Surya.
"Itu karena lo belom dapat kesucian gue!! Setelah lo dapet kemaren gue yakin lo akan meladeni siapapun, apalagi kita akan berjauhan! tapi jangan kuatir, gue akan ikhlas seperti kata lo kemaren.. Lo akan ikhlasin gue! benar begitu kan?! dan lihat.. Rima diantrian setelah gue!!" kata Lana keceplosan di depan Dion.
Ban mobil terdengar berdecit dan Dion menghentikan mobil di pinggir jalan, di tengah pegunungan.
"Apaaa?! Suryaa !! Apa yang lo lakukan?! Lana bisa lo jelasinn semua ini ?!!" kata Dion kaget mendengar apa yang barusan Lana katakan.
"Ini nggak seperti yang lo pikir! Kita melakukan dengan kesadaran sepenuhnya! Kita melakukannya pakai hati terutama gue!! Dan hati- hati bicara lo, awas cuma lo yang tau akan hal ini!" Ancam Surya membuat Dion melongo.
"Lo masih berpikir gue nggak pake hati?!" kata Lana terisak.
"Bukan kah lo nyuruh gue, menganggap itu semua seperti menang lotre?" kata Surya mengingatkan. Lana terdiam dan mengingat ucapannya.
"Lo liat!!!!!.. Lo nggak bisa mengendalikan diri lo, sampai Dion tau tentang kita!!" kata Surya melepaskan cengkeraman nya.
"Bodoaamattt..!! gue nggak perduli jika seluruh dunia tau tentang kitaa!! gue nggak perduli lagi!!!" kata Lana membabi buta. Disisi lain Surya merasa hatinya senang, namun disisi lain dia merasa ini menyakitkan.
"Dionn!! bukaa pintunya!!" perintah Lana yang membuat Dion yang masih bengong tak percaya, secara reflek membuka central lock di mobil itu.
Lana keluar dari mobil lalu membanting keras pintunya dan Surya buru- buru keluar mendekati ke arah Lana dan mengurungnya dengan kedua tangannya dipintu mobil. Dion pun keluar dari mobil dengan panik.
"Lo nggak perduli dunia tau?!" kata Surya. Lana diam dengan derai air matanya.
"Guys.. mending kita masuk mobil" kata Dion.
"Laan, apa perlu gue ingetin bahwa apa yang gue bilang kemarin- kemarin?! Setelah gue dapet apa yang berharga dari lo, gue akan bertahan untuk tetap memiliki lo?! Apa lo lupa?! Bahwa cuma lo satu- satunya wanita yang akan gue nikahi di sisa hidup gue?!!! Jangan menguji kesabaran gue Kelanaaa Deermawaann!! gue mohonnnn.. ataauu-... " kata Surya berteriak keras di wajah Lana, dengusan nafasnya terasa menampar wajah Lana.
"Booss, sabar boss.. lo sangat menakutkan kalau marah begini" kata Dion panik.
"Atau apa?!! Lo mau mukulin gue?!" kata Lana memberanikan diri menatap Surya walaupun hatinya semakin menciut.
"Lo pikir gue laki- laki serendah itu hah?! Gue akan menyeret lo ke catatan sipil asal lo tau!!! Aarggghh!!" Surya meluapkan amarahnya dengan menendang bumper belakang mobilnya, sampai terlihat penyok.
Dion melihat itu, menghela nafas panjang dan memijit keningnya.
Lana mendengus kesal, dia membuka pintu mobil, Surya dan Dion pikir Lana akan masuk ke mobil namun ternyata salah, Lana mengambil tas nya dan berlari menuju jalan besar.
Sebuah truk melaju kencang ke arah yang sama, klakson panjang terdengar memekak kan telinga mereka semua.
"Laaaannnnnnnaaa... awaaaasss !!!!!!!!" teriak Dionnn.
"Laaannnnaaaa!!!! Tidaaaaakkkk!!!!" Teriakan Surya bersatu dengan klakson panjang truk yang melaju kencang.
💐Dear My lovely Reader...💐
**Maaf ya pembaca yang baik... Aku hanya bisa Up satu bab perhari.. setiap jam 08:28 karena novel ini padat isi ceritanya.
Novel ini perbabnya 2000 kata lebih, jadi seperti membaca antara 2-3 bab di novel lain.
Selamat menunggu Kelana dan Mataharinya...
Dan terima kasih atas komen, like dan votenya..
Jangan lupa untuk bahagia.. salam cinta dari ku.
With all my heart ❤💐
Alsib**