Ilham Abdulrahman, seorang pemuda sholeh dan baik hati yang diidolakan oleh para santriwati mampu menarik hati seorang gadis bernama Myesha Safeera kusuma Wijaya.
Hingga membuat gadis itu rela masuk ke dalam pondok pesantren agar bisa dekat dan menarik perhatian pemuda tampan itu.
Sayang, Myesha atau Shasa harus menelan kekecewaan saat pemuda yang biasa di sapa Gus Ilham itu di jodohkan dengan wanita lain.
Wanita cantik, sholehah, bertutur kata lembut yang berbanding terbalik dengan nya yang merupakan seorang gadis yang cukup dikenal sebagai wanita yang bar bar.
Akan kah Shasa berhenti mengejar cinta Gus Ilham saat tahu jika sang pria sudah memiliki calon pendamping yang di pilih oleh kedua orang tuanya??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.24
...🌸🌸🌸...
...*Happy Reading*...
*
“Jadi, Pak Ardi ini dulu mantan suami dari istri saya?” tanya Abi Ilyas lagi setelah mendengarkan kisah antara Umma Mayra, Bunda Realyn dan juga Ayah Ardi di masa lalu.
“Seperti itulah kenyataan nya Pak Ustadz, namun saya turun berbahagia karena akhirnya Mayra mendapatkan kebahagiaan nya bersama dengan anda dan keluarga,” jawab Ayah Ardi yang memang cukup merasa lega saat melihat jika mantan istrinya kini sudah memiliki keluarga lagi dan berbahagia dengan keluarga baru nya.
Sementara itu, di lantai atas, Myesha tengah menunggu dengan tidak tenang. Pasalnya, sudah 30 menit berlalu, namun Myesha belum di jemput juga untuk menemui pria yang berniat meminang nya.
"Abi, Pak Ardi. Maaf menyela pembicaraannya, tapi apa bisa kita mulai acara inti nya?" ucap Ilham menyadarkan kedua paruh baya itu akan niat awal kedatangan mereka.
"Astaghfirullah, maaf. Saya sampai lupa akan niatan di adakannya pertemuan ini. Baiklah Nak Ilham, silahkan di mulai. Apa yang ingin Nak Ilham sampaikan pada kami. Meski saya sudah mendengar dengan jelas, namun tentu saja hal itu belum di dengar oleh istri saya dan saat ini, saya beserta istri ingin kembali mendengar niatan Nak Ilham datang kemari," jawab Ayah Ardi yang memang sebelum nya sudah di datangi oleh Ilham secara pribadi di kantornya untuk meminta ijin untuk melakukan pendekatan pada putrinya, Myesha.
Dan tentu saja hal itu di sambut baik oleh Ayah Ardi. Toh memang Ayah Adik sangat menginginkan jika putrinya bisa bersama dengan seorang pria yang baik dan bertanggung jawab seperti Ilham.
"Seperti yang sudah saya utarakan satu minggu yang lalu kepada Bapak, bahwasanya saya datang kemari untuk meminta izin dan juga restu untuk mendekatkan diri kepada Putri Pak Ardi dan Bu Realyn, yaitu Myesha Safeera Kusuma Wijaya.
Kedatangan Saya kemari juga beserta keluarga ingin sekaligus bersilaturahmi dan saling memperkenalkan diri satu sama lain. Karena jujur di usia saya yang sekarang ini, saya bukan lagi mencari seorang wanita untuk saya jadikan kekasih namun untuk saya jadikan pendamping hidup. Yang akan menghabiskan sisa usianya bersama dengan saya, maka dengan itu saya pun membawa serta keluarga saya agar kedua belah pihak bisa saling mengenal satu sama lainnya.
Bukan hanya Myesha dan saya Namun kedua orang tua saya dan juga kedua orang tua Myesha harus bisa saling mengenal satu sama lain untuk menjaga tali silaturahmi kita tetap terjaga dan bisa berjalan dengan baik," jelas Ilham begitu tegas dan lugas.
"Jadi, dengan ini saya utarakan kembali. Berkenan kah Pak Ardi dan ibu Realyn memperkenalkan putri Bapak kepada saya untuk saya jadikan calon pendamping hidup saya?" lanjut Ilham.
Lagi, yang membuat kedua orang tua Myesha berdecak kagum pada pemuda itu. Karena dengan gagah beraninya dan dengan suara yang lantang Ilham meminta langsung izin dan juga restu kepada mereka untuk menjadikan Myesha sebagai pendamping hidupnya.
Tentu saja sebagai orang tua, ayah Adi dan Bunda Realyn sangat terharu dan juga ikut bahagia Seandainya saja Myesha menerima lamaran dari Ilham. Namun, kembali lagi. Semua keputusan ada di tangan putrinya.
"Sejujurnya, Saya sangat bahagia dan juga senang karena pada akhirnya nak Ilham datang kemari untuk meminang putri kami. Karena jujur saja, saya begitu menyukai Nak Ilham dan berharap dan Ilham bisa menjadi bagian dari keluarga kami. Meski begitu saya sebagai ayahnya Myesha tidak bisa mengambil keputusan itu secara sepihak. Putri kami yang akan menjalani pernikahan ini dan putri kami jugalah yang berhak menjawab atas permintaannya Ilham ini. Semoga jawaban dari putri kami sesuai dengan harapan kita semua," jawab Ayah Ardi yang tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada sang putri.
"Baik Pak saya mengerti dan saya juga akan memaksa. Saya akan menghormati dan juga menghargai keputusan yang diambil oleh Myesha," jawab Ilham lagi.
"Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar saya akan Panggil kan Myesha kemarin," sambung Bunda Realyn.
Bunda Raline pun segera bergegas bangkit dari duduknya dan beranjak menuju ke kamar Myesha.
Tok
Tok
Tok
"Ayo Nak, kita keluar sekarang," ucap Bunda Realyn mengajak putrinya itu keluar dari dalam kamar untuk menemui tamu Spesialnya malam ini.
Dengan jantung yang berdebar kencang Myesha pun melangkah, mengikuti setiap langkah Bunda Realyn menuju ke ruang tamu. Di mana tamu Spesialnya berada saat ini dan tengah menunggu kedatangan dirinya.
Tap
Tap
Set
Myesha pun di bawa duduk tepat di tengah tengah. Dan di apit oleh kedua orang tua nya, karena terus menundukan kepalanya.
Myesha pun sampai tidak menyadari siapa pria yang saat ini tengah duduk di depan nya. Yang dapat Myesha lihat hanya bagian kaki dari si pria dan kedua orang tua nya.
“Nah, sekarang Myesha sudah ada di antara kita. Bagaimana jika kita bertanya langsung pada Myesha sendiri, ayo silahkan Nak. Kamu saja yang bertanya,” lanjut Ayah Ardi setelah putrinya ada di antara mereka dan memberikan waktu dan ruang pada Ilham untuk mengutarakan niat baik nya.
“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Dek Myesha,” sapa ILham mulai membuka suara nya.
Deg
Jantung Myesha berdetak jauh lebih kencang saat pertama kali mendengar suara pria yang akan mengkhitbahnya malam ini.
Suara yang sangat Myesha kenali dan dia rindukan hampir di setiap hari nya. Namun detik kemudian Myesha pun menggelengkan kepala nya pelan demi membuang firasat nya tentang pria yang baru saja menyapa nya itu.
“Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Myesha lirih, tanpa mengangkat kepalanya yang sejak awal datang terus menunduk.
“Begini, saya beserta keluarga sudah menyampaikan niatan saya datang kemari. Namun, disini, yang akan menjalani semua nya itu adalah Dek Myesha dan juga saya tentu nya. Jadi, dengan ini Izinkan saya bertanya kepada Dek Myesha sendiri, berkenan kah Dek Myesha menjadi calon pendamping saya? Dan menerima khitbahan dari saya ini?” jelas ILham yang membuat hati Myesha berdetak tidak karuan.
“Tapi, sebelum Dek Myesha menjawab pertanyaan dari saya tadi. Bisa kah Dek Myesha mengangkat kepala Dek Myesha, agar kedua orang tua saya tahu bagaimana wajah dari Dek Myesha,” lanjut Ilham lagi.
Mendengar permintaan baik baik dari pria itu, membuat Myesha pun akhirnya mengangguk lalu secara perlahan mulai mengangkat kepalanya.
Dan.....
Set
Deg
Jantung Myesha serasa jatuh dari tempat nya saat bertatap muka dengan ketiga orang yang tentunya Myesha kenali betul siapa mereka.
Bahkan tubuh Myesha langsung membeku saat melihat Abi Ilyas dan juga Umma Mayra duduk mengapit Ilham yang duduk di antara keduanya.