NovelToon NovelToon
Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dark Romance / Tamat
Popularitas:82
Nilai: 5
Nama Author: Larissa Marcelle

Dijodohkan dengan putra seorang bos mafia? Fiorella Ferraz, delapan belas tahun, sudah bertekad menolak. Dia diseret dari Berlin ke Sydney untuk pesta pertunangan yang tidak pernah dia inginkan, dan di depan semua orang dia berani berkata: aku tidak mau menikah.

Satu orang tidak terima dibantah. Argo Romanov, bos mafia Australia sekaligus calon mertuanya, pria dingin yang tak pernah ditentang siapa pun. Gadis keras kepala itu langsung dia tahan di rumahnya, "sampai tahu aturan".

Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit Fiorella menjelaskan kenapa tubuhnya bereaksi setiap kali pria itu mendekat. Dan semakin keras Argo berusaha menjauh, semakin ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Di tengah peperangan antar mafia, kontrak pernikahan yang membelenggu dua keluarga, dan rahasia yang menunggu terbongkar, siapa yang sebenarnya sedang menaklukkan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larissa Marcelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 - Dia Tidak Berhak Mengaturku

...FIORELLA FERRAZ...

Aku terbangun dengan sinar matahari menimpa wajahku, rasanya seperti mau mati. Seluruh badanku sakit, punggung, kaki, vaginaku. Begitu kejadian semalam kembali menghantam kepalaku, aku cemas. Aku sudah tidak perawan, bagaimana ini? Apa bisa pura-pura masih perawan? Aku harus cari tahu. Kalau Papa tahu aku sudah bercinta sebelum pernikahan ini, dan lebih buruk lagi bukan dengan pria yang dijodohkan denganku, dunia bisa terbalik.

Dia menjagaku begitu ketat, 18 tahun menjauhkanku dari semua laki-laki, hanya untuk berakhir begini. Aku bangun dan berjalan ke cermin, tubuhku penuh bekas. Dadaku memerah, ada cupang tepat di bawah payudaraku. Pria itu menghancurkanku, perlu ya sekasar itu, sialan? Aku benar-benar kehabisan tenaga. Kupakai baju seadanya dan kembali berbaring.

"Fiorella?" Itu suara Jared.

Aku bangun dan membuka pintu. Supaya dia tidak melihat bekas-bekasnya, aku berbaring dan menutupi tubuhku sampai leher. Dia masuk dan duduk di tepi ranjang.

"Kenapa? Kamu sakit?"

"Badanku sakit semua, aku tidak biasa dengan hal-hal begini."

"Ibuku panik waktu menemukan pengawalmu pingsan, dia meneleponmu tapi kamu tidak mengangkat."

"Lalu bagaimana Blake?"

"Aku tidak tahu, mereka membawanya pergi."

"Selamat pagi." Loretha masuk ke kamar karena pintunya terbuka. "Sarapan sudah siap."

"Aku kurang enak badan, Loretha. Aku juga tidak lapar, aku di sini dulu sebentar."

"Kamu sakit apa? Mau obat?"

"Mau, badanku sakit semua."

"Kamu benar-benar berkelahi, Fiorella?"

"Kamu berkelahi?" tanya Jared.

"Bukan apa-apa. Itu juga bukan perkelahian."

"Baiklah, aku ambilkan obatmu." Dia bangkit dari ranjang. "Ayahmu mau bicara denganmu, Jared."

"Papa sudah pulang?"

"Baru saja sampai."

Jantungku berdegup kencang waktu dia bilang Argo sudah pulang. Dadaku mulai sakit, aneh sekali. Loretha keluar, meninggalkanku berdua dengan Jared yang membelai rambutku.

"Kayaknya aku mulai membaik." Aku ingin sekali melihatnya.

"Syukurlah, soalnya hari ini aku mau mengajakmu ke suatu tempat, ingat?"

Sial! Aku lupa, padahal aku cuma ingin berbaring.

"Setelah minum obat, aku pasti cepat sehat."

"Ibuku pasti bilang ke 'yang mahakuasa' kalau kamu keluar, dia akan cari tahu siapa yang membantumu, kalau belum ketahuan."

"Sialan, aku tidak mau menyusahkanmu."

"Biar aku yang menanggung amukan Papa, aku sudah biasa."

"Kamu luar biasa, Jared."

Loretha kembali membawa obat. Aku memutuskan turun untuk sarapan. Aku mandi, menyikat gigi, menyisir rambut. Setidaknya aku harus tampak layak. Sudah waktunya menghadapinya setelah apa yang kami lakukan.

Aku turun sarapan, di meja sudah duduk Jared dan Loretha. Melihat mereka berdua tanpa dia, aku lesu. Susah payah aku bangun dari ranjang dengan harapan melihatnya, dan nihil. Aku makin gelisah karena takut dia menghindariku.

"Senang melihatmu sudah lebih sehat, Fiorella." Aku tersenyum pada Loretha dan duduk.

"Tidak makan, cantik?"

"Aku agak tidak lapar, Jared."

Kumakan sepotong kecil pancake, dan kuputuskan minum kopi sedikit, mungkin kafein bisa memperbaiki suasana hatiku.

"Selamat pagi!" Kudengar suara serak Argo.

Tanganku gemetar dan kopinya hampir tumpah ke bajuku saat kulihat dia menarik kursi dan duduk di samping istrinya. Dia tampak lebih tampan dari biasanya, memakai kaus lengan panjang yang ketat sekali di badan, menonjolkan dadanya yang keras.

"Selamat pagi, Sayang." Loretha mengulurkan satu tangan dan membelai tengkuknya.

Mata kami bertemu, dan keinginan menangis yang besar menyerbuku. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku ingin menangis. Dia cepat-cepat memalingkan pandangan, aku juga. Aku tidak boleh goyah, aku di rumahnya, di samping istri dan anaknya.

Kami makan dalam diam beberapa lama, aku sebisa mungkin menghindari menatap pria yang nyaris menghancurkanku ini.

"Pa, minta uang dong, gue mau ajak tunangan gue jalan hari ini." Begitu Jared bicara, aku mengangkat mata dan melihat Argo menatapku.

"Kalian mau ke mana?" tanyanya pada putranya, masih memandangiku.

"Mengenalkan kota padanya, sudah waktunya dia kenal lebih banyak orang."

"Kamu mau dia kenal siapa? Teman-temanmu?" Jared tidak menjawab. "Fiorella, kamu mau keluar hari ini?" tanyanya, dan semua orang menoleh padaku.

Kalau dia kira aku akan menolak gara-gara tatapan itu, dia salah.

"Aku mau keluar dengan tunanganku." Jared tersenyum, sementara ayahnya, aku yakin, tidak suka jawabanku.

"Tenang, Nak, Mama kasih uang." Loretha ikut bicara, mencoba membantu.

"Uang yang kutransfer kemarin kamu apakan, Jared?"

"Sudah habis, Pa."

"Bukankah sudah waktunya kamu bekerja?" Kulihat nyawa Jared seperti keluar dari tubuhnya saat ayahnya bertanya. "Kamu akan menikah, bagaimana kamu menghidupi keluargamu?"

"Aku bisa bekerja," selaku, dan kulihat tiga kepala menoleh ke arahku. "Aku sudah memikirkannya dan aku tidak tahan seharian tanpa kegiatan."

"Kamu mau bekerja, Sayang? Aku yakin ayahmu tidak akan suka."

"Dia sudah tidak mengaturku lagi, Loretha. Aku akan jadi perempuan bersuami." Aku tersenyum pada Jared dan sama sekali tidak berani melirik ayahnya.

"Uang bulananmu kupotong, Jared. Kamu 20 tahun, sudah lewat waktunya berbuat sesuatu yang berguna dalam hidup."

"Oke, Pa. Papa benar." Semua kaget mendengar ucapan Jared, termasuk aku. Kukira dia akan membantah mati-matian.

"Kamu serius, Nak?"

"Iya, Ma, Papa benar."

"Bagaimana Blake, Sayang?"

"Dia baik-baik saja, Senin kembali bertugas." Kulihat Argo menatapku, kulitku serasa terbakar. Tidak mungkin aku menginginkannya lagi setelah apa yang dia lakukan padaku semalam.

"Sekalian aku mau minta, Blake cukup berjaga di luar bersama yang lain, Sayang. Tidak perlu dia ada di dalam rumah."

"Tidak perlu? Fiorella keluar tanpa ada yang melihat, dan kamu masih bilang tidak perlu?"

"Maaf, Tuan Argo. Aku tahu aku salah, aku tidak akan mengulanginya."

"Blake tetap di depan kamar bocah ini."

"Aku bukan bocah." Aku geram, tapi kujaga nada suaraku tetap tenang. Dia bergeser tidak nyaman di kursinya. "Jadi sudah diputuskan, kalau Jared harus bekerja, aku juga mau."

Percikan api keluar dari mata cokelat Tuan Romanov itu.

"Aku harus mengurus beberapa hal." Argo berdiri, melempar serbet ke atas piring, lalu pergi.

"Kalian bertengkar lagi, Jared?"

"Papa makin hari makin parah."

Dan kalau bergantung padaku, dia akan makin gila. Aku berusaha menyembunyikan senyum iblis di wajahku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!