NovelToon NovelToon
Sebatas Ibu Sambung

Sebatas Ibu Sambung

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: samudra lee

Meninggalnya Sang Istri saat melahirkan membuat Tama Wijaya enggan membuka hati untuk wanita lain, termasuk gadis bernama Kinara Larasati, wanita yang baru saja dirinya nikahi beberapa saat yang lalu.

"Kamu hanya ibu sambung untuk kedua anakku. Jadi, jangan pernah berharap kalau aku akan menganggapmu istri. Ingatlah! Pernikahan kita hanya sebuah kesepakatan. Aku sudah membantumu melunasi semua hutang tante dan pamanmu. Sebagai gantinya kamu sudah setuju untuk menjadi ibu dari kedua anak kembarku. Jadi, jangan pernah berharap lebih dari itu!" Tama memberi peringatan keras kepada wanita yang saat ini berdiri di hadapannya.

Derai air mata yang jatuh di kedua pipi Nara-wanita itu biasa disapa, tak lantas membuat hati Tama luluh. Laki-laki itu semakin kokoh membangun dinding pembatas antara dirinya dan Nara.

Bagaimana kelanjutan rumah tangga Tama dan Nara disaat tujuan keduanya hidup berumah tangga itu berbeda? Dan mampukah Nara mengambil hati Tama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sebelum mandi, Kinara menyiapkan baju ganti untuk Tama. Dia mengambil setelan jas berwarna hitam, kemeja putih, dan dasi berwarna putih abu. Ia meletakan semua pakaian ganti itu di atas tempat tidur.

Tama dan Kinara memang tidur di ranjang yang sama, namun keduanya sepakat untuk tetap berada di kamar yang sama. Kinara tidur di atas tempat tidur, sedangkan Tama tidur di sofa atau kadang dia tidur di ruang kerjanya.

"Apa-apaan sih dia? Sudah dibilang gak usah berlagak jadi istri, masih aja ngeyel," gumam Tama saat melihat sudah ada pakaian kerja di atas tempat tidur. Dia sengaja mengabaikan baju ganti yang Kinara siapkan dan malah mengambil baju ganti sendiri dari dalam lemari.

"Lho... Pak, kok pakai itu? Kan sudah aku siapin baju gan.... "

"Berhenti berperan seperti istri sungguhan karena sampai kapanpun aku nggak akan pernah menganggapmu sebagai istri. Ingat itu!" Tama memotong perkataan Kinara sebelum wanita itu menyelesaikan perkataanya.

Kinara terdiam mendengar perkataan Tama barusan. Ia kira setelah menghabiskan waktu bersama seharian kemarin, lelaki yang berstatus suaminya tersebut akan bersikap lembut. Tetapi ternyata lelaki itu kembali ke mode awal yakni kulkas 4 pintu.

"Tapi, Pak.... "

"Apa?!" sentak Tama yang membuat nyali Kinara menciut. "Jangan mengajakku berbicara kecuali urusan pekerjaan dan anak-anak. Mengerti!"

Kinara mengangguk, dia terpaksa menuruti perintah suaminya yang menyuruhnya untuk tak lagi berbicara, padahal Kinara berniat memberitahu suaminya akan sesuatu.

"Sebaiknya kita segera sarapan, aku tidak mau telat ke kantor!" ajak Tama. Laki-laki itu berjalan lebih dulu meninggalkan kamar.

"Dasar! Padahal niatku baik, tapi sudahlah terserah dia," gerutu Kinara. Dia pun mengekori Tama menuju ke ruang makan.

Tanpa banyak bicara Tama duduk di kursinya seperti hari-hari biasa, di sana juga sudah ada Taki dan Maki. Kedua bocah itu tertawa cekikikan saat papanya datang.

"Ayo sebelum makan kita baca doa dulu!" Tama mengajak anak dan yang lainya untuk berdoa sebelum mulai menyantap makanan mereka. Namun, Taki dan Maki masih cekikikan.

"Taki, Maki, kenapa kalian masih ketawa? Ayo doa dulu!" seru Tama lagi.

"Habisnya Papa lucu kayak anak kecil," jawab Taki.

"Iya, Papa lucu." Maki ikut menyahut.

Tama menatap kedua putranya bingung. Dan bertambah bingung ketika Bik Sumi juga ikutan menahan tawa.

"Bik Sum, ada apa? Kenapa Bibik dan yang lainya malah ketawa sih?" Tama bertanya kepada Bik Sumi.

"Itu Tuan.... "

"Tuan salah masukin kancing jas yang Tuan pakai," jawab Mirna. "Pasti Nyonya sengaja ngelakuin itu supaya Tuan malu," tambahnya.

Sontak Tama melihat ke arah kancing jasnya, ternyata benar dia salah masukin kancing.

"Aku? Sengaja?" Kinara menunjung dirinya sendiri.

"Iya. Nyonya sengaja kan ngelakuin itu biar Tuan jadi bahan tertawaan bawahanya?" Mirna bertingkah seolah dialah istri dari majikanya tersebut.

Kinara hanya memutar kedua bola matanya dan enggan menanggapi perkataan pengasung anaknya tersebut.

"Biar saya bantu benerin, Tuan." Mirna hendak membantu membetulkan kancing tersebut, namun Tama langsung memundurkan tubuhnya.

"Aku bisa sendiri," ujar Tama dengan nada tegas.

"Maaf, Tuan. Saya hanya berniat memban.... "

"Kamu cuma pengasuh disini, jadi bersikaplah selayaknya pengasuh. Mengerti!"

Mirna menunduk takut. "I... Iya, Tuan," jawabnya dengan sedikit terbata.

"Maaf, apa kita bisa mulai sarapan sekarang?" Kinara menginterupsi. Dia sengaja melalukan itu untuk mengurai ketegangan yang terjadi.

"Iya, Pa. Taki udah lapar, kita bisa kan sarapan sekarang?" Taki bertanya kepada papanya.

"Aku juga sudah lapar," ujar Maki sambil cemberut.

"Ya sudah kita sarapan sekarang, tapi ingat harus doa dulu," jawab Tama.

"Oke, Papa."

Setelah membaca doa, mereka semua mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.

Usai sarapan Kinara memasukan bekal makanan milik Taki dan Maki ke dalam tas. Dia tidak mau dua anak itu jajan sembarangan di sekolahnya.

"Taki, Maki, inget ya bekalnya harus dihabiskan. Kalau sampai tidak habis, mama bakalan marah sama kalian. Nanti mama akan suruh Mbak Mirna buat ngawasin kalian, ngerti," tutut Kinara.

"Ngerti, Ma," jawab kedua bocah kembar tersebut.

Mirna tersenyum. Dia berharap dua bocah itu akan memakan habis bekal yang Kinara siapkan.

"Ma, Pa, kami berangkat sekarang ya. Assalammualaikum," pamit Taki dan Maki.

Taki dan Maki bersama dengan Mirna diantar oleh supir ke sekolah. Sementara Kinara berangkat ke kantor bersama dengan Tama. Setidak suka-sukanya Tama terhadap Kinara, ia tidak mungkin menyuruh wanita itu berangkat ke kantor sendiri karena bagaimana pun mereka adalah suami istri dan akan aneh jika mereka berangkat sendiri-sendiri.

1
Engkar Sukarsih
Alhamdulillah...ikut senang melihat kebahagiaan keluarga Tama dan kinara.makasih kak author 🥰🥰🥰
Engkar Sukarsih
ada apa dengan om Susanti...
Engkar Sukarsih
🤣🤣🤣🤣🤣 ketahuan ada yang lagi nguping 🤭🤭🤭
Engkar Sukarsih
bos Tama lagi salting niye🤪🤪🤪🤪
Engkar Sukarsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Engkar Sukarsih
ada yang cemburu nih ye 🤭🤭🤭
Engkar Sukarsih
ya ampun itu orang..kenapa masih di pertahankan sih🤬🤬🤬
Engkar Sukarsih
sudah dong Bu Dewi..iklaskan kematian kiara.karena .
Engkar Sukarsih
huh dasar kampret kamu mirna🤬🤬🤬
Engkar Sukarsih
kayanya si dewi deh yang datang 🤪🤪🤪
Engkar Sukarsih
bukannya bertobat malah makin menjadi gila tu orang 🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
sebel banget sama kamu Mirna 🤬🤬🤬
Engkar Sukarsih
Bu Dewi kamu pun dulu siapa🤔🤔cuma teman bintang yang naik pangkat karena di nikahi asisten Rangga 🙄🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
semangat terus Thor 🥰🥰💪🏼💪🏼
Engkar Sukarsih
saya suka ini semua kisah anaknya bintang dan Rangga 🥰🥰🥰
Engkar Sukarsih
siap kak author 🥰🥰🥰
Engkar Sukarsih
mimpi kali ye..Mirna pembokat aja belagu banget Lo mirna🤬🤬🤬🤬
Engkar Sukarsih
semangat terus Thor 💪🏼💪🏼💪🏼
Engkar Sukarsih
dasar muka badak🤣🤣🤣dah di bilangin juga masih saja bebal🙄🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
dasar orang sinting ... bukannya di sayang punya ponakan dah yatim piatu.ini malah jadi sapi perah 🤬🤬🤬🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!