Istriku adalah wanita yang paling cantik bagiku, Meski ia tak semulus para artis tapi, Hatinya begitu bersih, Dia wanita surga ku
Tapi, kenyataan pahit aku saksikan saat aku pulang dari perantauan, mendapatkan perlakuan buruk keluarga ku padanya, Kenapa ia tak pernah cerita padaku tentang siksaan mereka, Hatiku marah saat melihat orang-orang yang aku sayang memperlakukan istriku seperti seorang pembantu, hatiku sakit, Apalagi saat melihat Ibuku lah yang melakukan itu.
Aku bersumpah, akan menjadikan istriku wanita tercantik yang bahkan mereka tak akan mengenali istriku.
"Dia istriku, Bu. Bukan babu"
Hingga kedua-nya memutuskan untuk hidup mandiri dan mengubah diri dengan lebih baik lagi. Akankah cinta akan terus tumbuh sesuai dengan harapan, ataukah akan goyah setelah kehidupan kota yang mereka jalani?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Untuk menjaga rumah tangga tidak ckup dengan cinta dan materi saja, tapi dengan kepercayaan dan keterbukaan. Begitulah Abra saat ini, ia selalu menceritakan setiap kejadian yang terjadi ditempat bekerja, bahkan Abra juga menyebutkan satu persatu nama mereka, sehingga Naya hafal dengan semua pelayan restoran itu meski belum tahu wajah mereka satu persatu.
''Nanti ibu dan ayah akan berkunjung ke restoran, Abang ingin kau juga ikut,'' ucap Abra saat mereka sarapan.
''Apakah tidak apa-apa jika aku ikut, bang? Maksudnya .... Penampilanku tidak akan membuat abang malu?'' tanya Naya
''Sayang, apa yang kau kaakan, abang yang ingin kamu menutup auratmu, abang malah senang karena kau bisa menjaga hak abang agar tidak di nikmati pria lain, abang suka adek yang sekarang, semua yang ada di tubuh hanya boleh abang yang melihatnya,'' ucap Abra seraya menggenggam tangan Naya , Naya tersenyum manis, dengan cepat ia menghabiskan sarapannya.
''Baiklah, abang akan tunggu di ruang tamu, kau bersiaplah,'' ucap Abra.
''Baik, bang,'' ucap Naya seraya melangkah menuju ke kamarnya.
Abra pun menggantikan tugas istrinya untuk mencuci piring, namun ketika baru saja Abra selesai, dering ponelnya membuat Abra langung mengeringkan tangannya dan melihat pada layar ponsel, tertera nama Ibu yang memanggil.
''Assalamualaikum, Bu,'' ucap Abra
''Waalaikum salam, Abra. Terimakasih karena kau masih mengirimkan ibu uang, ibu tahu kau anak yang berbakti, Abra jika istrimu bicara yag tidak-tidak tentang ibu, ibu mohon jangan pernah percaya nak, jangan termakan dengan kepolosannya, Abra ibu ....
''Ibu, Apakah ibu tidak bosan membicarakan hal yang sama, Naya tidak pernah membiacarakan ibu sama sekali, bahkan dia yang mengingatkan aku untuk mengrimkan ibu uang, kenaa bu sangat tidak menykai Naya, Bu? Apa salah istriku pada ibu, Apa salah dia sehingga ibu selalu menfitnah dia seperti ini, Ibu sdah lama tinggal dengan Naya, aku rasa ibu sangat mengenal bagaiaman Naya, tapi ibu masih saja menilai salah istriku, Bu ... Aku kira dengan kita tidak sering bicara ibu bisa berubah dan merenungkan kesalahan bu, tapi ibu tidak berubah sama sekali, Bu ... Naya tidak pernah membicarakan ibu sama sekali, amlah ibu yang membuka aib ibu sendiri,'' ucap Abra.
''Baiklah bu, Abra tutup dulu, Asslamaualaiakum,'' ucap Abra seelum menutup panggilannya.
''Waalaikum salam,'' jawab sang ibu yang mungkin saja sudah tidak di dengar oleh Abra, Selalu begitu jka Abra yang menghubungi ibunya, karena itulah Abra sangat jarang menghubungi ibu dan keluaragnya di kampung. bu Sani tercengang dengan apa yang Abra katakan, ia merasa malu karena sdah selalu menfitnah menantunya itu, padahal ... Rara da Firi sudah mengra jika Naya mengadukan semunya pada Abra atau mungkin Naya mengadukan yang tidak-tidak, tapi nyataya malah tidak sama sekali.
''Bagaimana bu, Apa kata kak Abra? Apakah Naya menceritakan tentang kita?'' tanya Fitri.
''Tidak, seharusnya kita tahu bagaimana Naya, dengan kita bicara seperti itu, sudah pasti Abra semakin jauh dari kita, dan apakah kau tahu.... Naya yang menyuruh Abra mengirimkan uang untuk kita semua, '' ucap Bu Sani.
''Gak asyik ah kak Naya, kenapa dia tidak menggunakan kesempatan untuk semakin membuat kak Abra jauh dengan kita?'' gerutu Rara.
''Rara benar, kita tidak memiliki kesempatan untuk itu, jadi kita gunakan kesmpatan yang lainnya '' ucap Fitri
jika aq ngak sengaja cari dia .. sampai saat inipun kemungkinan dia tetap jd babu di keluarga suaminya.
Alhamdulillah suaminya percaya apa yg aq kirimkan photo,dan vidio.
sekarang mereka hidup bahagia dgn ke3 anaknya di kal bar.
semoga Abra kuat ya ,ga pindah ke lain hati
ky cewe ga laku saja tuh Sinta