NovelToon NovelToon
Kekasih Sementara Sang Duke

Kekasih Sementara Sang Duke

Status: tamat
Genre:Masuk ke dalam novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:246.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eva IM

Duke Soveil, Lionel Soveil menderita kutukan keluarga turun temurun. Tidak banyak orang yang tahu. Seorang wanita biasa yang tidak sengaja masuk ke dalam dunia novel berjudul "Red Rose Tragedy" tahu cara menenangkan kutukan itu.
"Ketika pemeran utama wanita muncul mari tinggalkan pemeran utama pria dengan damai. Setidaknya dia tidak akan membunuhku karena kita pernah memiliki hubungan yang baik."
Itulah yang Yanneta percayai.
"Yanneta sayang, aku tidak akan melepaskanmu."
Mata Lionel berkobar saat mengucapkannya. Yanneta tersadar jika alur dalam novel yang dia baca sudah tidak sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25 Ceritanya Mulai Salah (Verdian Zagc)

Kesibukan Lionel tidak ada habisnya. Meskipun tinggal di tempat yang sama, hampir sulit melihat wajahnya kecuali di malam hari.

Pria ini selalu tepat waktu pulang sebelum makan malam. Makan malam bersama kemudian memperpanjang kegiatan malam mereka.

Yanneta sampai dibuat tercengang dengan dirinya yang masih baik-baik saja setelah setiap malam dia habiskan tanpa tidur. Saat fajar menyingsing Lionel akan siap-siap keluar setelah memastikan Yanneta tidur dengan nyaman.

Sebenarnya Yanneta tahu apa yang membuat Lionel sangat sibuk. Dia sebagai komandan ksatria ikut serta dalam acara ulang tahun kaisar Zagc. Akan ada parade ksatria tahun ini. Itu artinya waktu pertemuan Lionel dan Rose tinggal menghitung hari. Kurang lebih 20 hari lagi.

Bukannya Lionel tidak pernah menceritakan apa yang dia lakukan sehari-hari, Yannet lah yang menghindarinya. Setiap Lionel menyinggung soal pesta ulang tahun kaisar, Yanneta secara alami akan mengalihkan pembicaraan.

Hatinya pedih. Seperti sedang diperas tak karuan. Dia tidak ingin melepaskan Lionel.

Sekali lagi, dia ingin terus dicintai seperti sekarang ini.

Seperti berjalan di es yang tipis, hari-hari Yanneta habiskan dengan merenung. Dia telah terbiasa hidup di mansion Soveil, jika nanti waktunya tiba bagaimana dia bisa hidup tanpa bergantung pada seseorang.

Sepertinya dia tidak sanggup hidup di Ibu Kota Nachtion lagi. Melihat Lionel bersama Rose lebih baik dia mati saja.

Saat dirinya yang semakin tenggelam, sebuah ketukan membuyarkan pikiran Yanneta.

Fabian masuk dengan wajah panik.

"Apa terjadi sesuatu?"

"Ada tamu yang datang."

Yanneta perlahan bangkit.

"Tamu Duke?"

Fabian menggelengkan kepalanya. Jika itu tamu Duke dia tidak akan sepanik ini. Semua tamu Duke pasti akan mengirim surat terlebih dahulu. Karena Duke sedang tidak di tempat makan dia menemui Yanneta.

"Yang Mulia Putra Mahkota datang."

"Ya?" Suara Yanneta naik satu oktaf.

"Duke sedang tidak di tempat bagaimana bisa?"

"Putra Mahkota datang untuk bertemu dengan Lady Rainhart."

"Hah? Dimana dia sekarang, tidak maksudnya dimana Yang Mulia Putra Mahkota sekarang."

"Yang Mulia sedang menunggu anda di ruang penerima lantai satu."

"Pastikan untuk tetap diam. Jangan sampai Duke tahu. Saya akan menemui Putra Mahkota dulu dan mencari tahu apa motifnya."

"Baik Lady."

Fabian membuka jalan untuk Yanneta pergi. Dia mengikuti Yanneta hingga ke ruang penerima. Begitu pintu terbuka Fabian mempersilahkan Yanneta masuk. Dia sendiri tidak ikut masuk karena harus mempersiapkan teh dan camilan.

"Salam kepada Matahari Kecil Zagc, saya Yanneta Rainhart menghadap Yang Mulia Putra Mahkota Verdian Zagc, semoga keluhuran Zagc selalu menyertai anda." Yanneta membungkuk sedikit.

"Silahkan angkat kepala anda Lady Rainhart." Suara lembut Verdian terdengar.

"Wow!" Seru Yanneta dalam hati. Saat mata mereka bertemu Yanneta hampir lupa bernafas. Apakah karena dia sudah kebal dengan ketampanan Lionel maka melihat Verdian seperti minum air es di tengah padang pasir.

Dia duduk di kursi dekat jendela. Dengan membelakangi sinar matahari sosoknya tampak sangat jelas. Berkilau dan tentu saja indah.

Dibanding wajah dingin Lionel yang mampu membuat banyak wanita menangis, Verdian adalah tipe soft boy yang menjadi buah bibir para wanita. Dunia ini sungguh tidak adil. Dua karakter utama tidak ada yang jelek. Semua punya pesona masing-masing.

Namun tetap, favoritnya adalah Lionel. Baginya menjinakkan binatang buas lebih menantang dibanding seekor kelinci yang sukarela ditangkap.

Yanneta segera menggelengkan kepala akan pikiran-pikiran konyolnya. Dia menegakkan punggungnya kemudian melangkah pelan namun pasti.

"Apa yang membawa Yang Mulia hingga kemari? Saya mendengar dari Kepala Pelayan jika Yang Mulia mencari saya." Tanya Yanneta tanpa basa-basi.

Sebelum dipersilahkan duduk, Yanneta dengan berani mengambil tempat kosong di seberang Verdian.

Saat Verdian hendak menanggapi, Fabian masuk dengan nampan berisi teh dan beberapa makanan tingan. Begitu pintu ditutup Verdian mulai berbicara.

"Saya tahu jika ini tidak sopan karena tidak mengirim surat pemberitahuan sebelumnya tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Lady Rainhart."

"Tidak. Tidak. Yang Mulia Putra Mahkota berhak untuk melakukannya." Timpal Yanneta dengan senyum manisnya.

Rasa penasarannya semakin meruncing, apa sebenarnya tjuan Verdian datang untuk menemuinya. Sejuta pertanyaan berputar-putar.

"Saya mencari kesempatan saat Duke tidak di tempat. Sudah pasti Duke akan menolak jika saya mengirim permintaan untuk bertemu."

"Ya gila aja. Siapa juga yang mau dikunjungi Putra Mahkota. Apalagi riwayat permusuhan Zagc dengan Soveil. Kalian ini musuh kalau anda lupa ya. Tapi luar biasa sekali, sekelas Putra Mahkota datang mencarinya." Tawa Yanneta meledak dalam hati.

"Yang Mulia bisa berbicara dengan nyaman." Yanneta mengambil cangkir tehnya kemudian menyesapnya. Rasa hangat segera mengendorkan sarafnya yang tegang.

Verdian tampak gusar.

"Sekitar tujuh hari yang lalu saya mulai bermimpi." Ucap Verdian seraya melirik Yanneta. Dia ingin memastikan jika Yanneta memperhatiannya.

"Mimpi yang aneh." Tegasnya.

"Seperti disebuah pesta. Saya melihat Duke Soveil dengan wanita yang tidak saya lihat sebelumnya. Di tengah hiruk pikuk suasana pesta, di tengah ruangan ada saya dan Lady Rainhart yang sedang fokus memperhatikan mereka. Saya pikir ini mimpi yang aneh, tapi saya terus memikirkannya. Maka saya menemui Lady Rainhart untuk mencari jawaban."'

Mimpi ini sama seperti mimpi yang Yanneta punya. Ketenangan Yanneta runtuh. Kepercayaan diri yang dia bangun selama ini hancur berkeping-kepang.

Bagaimana bisa ini terjadi. Bukan hanya dia tapi orang lain juga mengalami seperti dirinya.

"Apa, apa yang salah?" Jerit Yanneta dalam hati.

Besar kemungkinan jika bukan dirinya saja yang masuk ke dunia Ref Rose Tragedy, Verdia bisa jadi juga orang yang masuk sepertinya.

Yanneta berusaha untuk mengendalikan dirinya. Namun ketenangan itu sulit diatur. Jantung berdetak kuat seperti siap melompat kapan saja. Lidanya kelu dan tenggorokannya pahit. Tak ada satu katapun yang bisa keluar.

"Maaf jika saya terlihat tidak sopan, mungkin Lady Rainhart memiliki mimpi yang sama? Saya hanya ingin mencari tahu. Saya hampir gila karena memikirkannya."

Wajah Verdian terdistorsi. Pandangan Yanneta mengelana jauh. Dia mengingat kembali mimpi itu. Dia hanya fokus pada Lionel dan Rose, jadi dia tidak melihat ada Verdian.

"Yang Mulia, saya tidak mengerti maksud anda. Saya tidak pernah memiliki mimpi seperti itu." Yanneta mencengkeram gaunnya hingga kusut. Hanya ini yang bisa dia lakukan. Berbohong.

"Huh. Sudah saya duga. Hanya saya yang terlihat aneh disini" Verdian menghela nafas kasar.

"Maaf jika saya telah menyita waktu Lady." Verdian segera bangkit.

Tanggapan Yanneta sederhana. Dia ikut bangkit dan membungkuk untuk mengantar kepergian Verdian.

Begitu pintu ruang penerima ditutup, tubuh Yanneta seketika runtuh. Kepalanya berputar-putar. Dia segera menyandarkan tubuhnya ke sofa. Langit-langit khas mansion Soveil terlihat.

Rasa dingin menjalari tubuhnya. Apa yang baru saja terjadi. Kenapa Verdian memiliki mimpi yang sama dengannya. Apakah ini sebuah kebetulan, ataukah Verdian adalah orang yang sama dengannya, merasaki tubuh karakter dalam novel.

Pertanyaan ini tidak mampu dia uraikan. Yanneta terlalu gugup untuk menangani Verdian. Nyalinya sangat ciut. Melihat wajah Verdian membuatnya gamang luar biasa.

"Apa yang salah? Apakah dunia novel berjalan tidak sesuai dengan semestinya?"

Satu persatu karakter dalam novel mulai berhubungan dengannya. Tubuhnya menyusut. Dia takut sesuatu yang besar akan terjadi.

Bersambung...

1
Pa Muhsid
awkward wkwk
elsaanisya
Bintang 5 buat novel ini lah. ga sampe 50 bab tapi isi cerita berbobot, ga bertele-tele dan juga ga yang di paksa cepet selesai. Awal sampe akhir sifat dari berbagai tokoh tetap terjaga, ga mlenceng. Apalagi Duke soveil, tanpa visual hanya dari penjelasan aja udh uwow bangetttt 🥵 2 hari marathon bikin nagis ga ke Skipp 🤏👍💚
elsaanisya
ya ampun luruh hati Eike, sat set tanpa ba bi bu, pembaca aja dibuat uwahhh 🤣
elsaanisya
di panggil juga ga tu rose buat jelasin makin maluu ahh ternyata dia salahhh 😭
elsaanisya
yg ini gasuka banget sama pemikiran annet. gemas juga ya ternyata. pengen tak hihhhh

yg verdian juga ih ngirim surat balas"an tapi ga cerita klo loa gadaa hubungan apa" sama rose. mimpi annet salah
elsaanisya
kenapa si harus ada adegan tabrakan segala ? 😭😭
elsaanisya
👍
elsaanisya
ini tu novelnya bagus banget loohhhhhh 🥹
elsaanisya
ahhh ya ampunnn annet
elsaanisya
berharap annet punya kekuatan diam" hehe
elsaanisya
curiga dalang semua ini si gwinia
elsaanisya
punya kuasa, tampan, sempurna, posesif, pengertian, bucin akut. siapa yg gamau ???
elsaanisya
/Drool/
elsaanisya
amsyonggg gileeeeeee apa ga edan cintanya di balas sama si tampan pemberani 🤣
elsaanisya
widihhh z👍🤭
elsaanisya
/Facepalm/
elsaanisya
asli bagus sih ceritanya sampe sini
Anonim
Si othor terlalu memperbesar kekuatan si duke soviel , nyari piso aja gak mampu klo gak dibalikin 😆
Pa Muhsid
dasar egois udah tau alur melenceng tetap aja pada keyakinan sendiri yang sudah tak berdasar lagi kok jadi gemes lebih ke EGOIS
Faizah Faizah
sukses selalu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!