NovelToon NovelToon
Married With A Stranger

Married With A Stranger

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Berbaikan / Tamat
Popularitas:195.8k
Nilai: 5
Nama Author: el Putri

Niat baik berubah menjadi petaka bagi Raisa, bagaimana menolong pria asing malah membuatnya dinikahkan secara paksa oleh warga yang mengira mereka berbuat asusila. Meski berkali-kali mencoba menjelaskan namun warga yang kolot tidak mempercayai apa yang Raisa dan Bryan katakan hingga mau nggak mereka menikah dengan terpaksa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Kompi Ikut Periksa

Raisa sungguh dibuat repot oleh ketiga papa di rumahnya, gak boleh begini gak boleh begitu sungguh mengesalkan sekali.

"Astaga aku hamil malah dibikin stres begini." Raisa memegangi kepalanya yang pusing melihat tingkah papa-papa dan suaminya.

Papa Bryan membawa susu, papanya membawa jus buah sedangkan Bryan membawa air kelapa.

"Sayang minumlah air kelapa ini, karena ini sangat baik untuk baby kita." Segelas air kelapa Bryan sodorkan.

"Tunggu! ibu hamil diharuskan minum susu supaya anaknya sehat." Papa Bryan tak mau kalah.

Papa Raisa menggelengkan kepala, menurutnya jus buah adalah minuman yang sangat bagus untuk ibu hamil.

"Raisa dengerin papa, mama kamu dulu suka minum jus buah sehingga jadilah kamu yang sangat cantik ini." Papa Raisa menyingkirkan Bryan dan papanya.

Ketiganya malah berdebat minuman mana yang paling bagus untuk ibu hamil sehingga membuat Raisa berteriak kesal.

"Stooooopppp!" teriak Raisa.

Ketiga pria ini menatap Raisa sambil membawa segelas minuman masing-masing, berharap minuman mereka lah yang dipilih Raisa.

Raisa mengambil minuman dari tangan Bryan kemudian meneguk sedikit, gantian papa serta mertuanya.

"Raisa sudah minum semuanya, adil kan?" Raisa memutuskan pergi, kepalanya semakin pusing jika mendengar mereka bertiga saling berebut.

Ketiga pria ini saling pandang meskipun hanya diminum sedikit demi sedikit minimal sudah diminum.

Ya beginilah setiap harinya, nggak Bryan, papa Bryan maupun papanya sendiri selalu memperlakukan Raisa dengan over.

"Mas besok jadwal aku kontrol," kata Raisa.

"Siap sayang, besok pagi sebelum ke kantor aku antar periksa." Bryan tersenyum menatap Raisa.

Perlahan Bryan mendekatkan wajahnya dan ciuman tidak bisa terhindarkan. Makin lama ciuman mereka makin dalam, baik Raisa maupun Bryan saling terbuai.

"Aku menginginkannya sayang." Tangan Bryan terus mengelus pipi Raisa.

"Aku juga mas." Raisa juga mengelus pipi Bryan.

"Yes, akhrinya buka puasa juga." Satu persatu Bryan melepas bajunya.

Kini gantian baju sang istri yang dia lucuti, saat akan melakukan penyatuan terdengar suara pintu diketuk.

"Astaga, siapa sih!" Bergegas Bryan beranjak lalu memakai pakaiannya kembali.

Dengan kekesalan tingkat dewa Bryan membuka pintu melihat siapa yang mengganggu ritual malamnya.

"Ini susu untuk Raisa Bryan." Papa Bryan memberikan susu untuk Raisa.

"Iya pa, nanti biar diminum Raisa."

Papa Bryan nampak senang, dia memperingatkan Bryan untuk tidak meminum susunya karena susu ini khusus untuk Raisa.

"Siap pak bos." Sebuah hormat Bryan berikan untuk sang ayah.

Selepas kepergian papanya, Bryan kembali lagi ke tempat tidur dia segera melepaskan pakaiannya kembali dan untuk kedua kalinya saat akan melakukan penyatuan lagi-lagi pintu kamar diketuk.

"OMG." Bryan mengusap rambutnya dengan kasar, dia sudah menduga kalau papanya yang datang kembali untuk memastikan apakah susunya sudah diminum apa belum.

Bryan memakai pakaiannya kembali kemudian dia berjalan membuka pintu.

Di depan pintu nampak Papa Raisa tengah membawa segelas jus untuk putrinya, katanya jus stroberi sangat bagus untuk ibu hamil oleh sebab itu dia ingin Raisa meminumnya.

"Baik pa." Bryan menerima segelas jus dari papa mertuanya.

Bryan yang tidak ingin diganggu lagi membuat tulisan besar dan menempelkannya di depan pintu kamar.

"Dilarang mengganggu, sedang ujian,"

********

"Kalian mau kemana?" tanya Papa saat melihat Raisa dan Bryan memakai pakaian rapi.

"Mau kontrol pa," jawab Bryan.

Papa Raisa dan Bryan bergegas beranjak mereka rencannya ingin ikut Raisa memeriksakan kandungannya.

"Jangan bilang kalian mau ikut," terka Bryan dengan menatap kedua papa.

"Kami wajib ikut dong, ini kan cucu kami Bryan," sahut para papa.

Bryan mengusap rambutnya dengan kasar, heran dengan para papa yang selalu saja ikut campur soal cucunya.

"Kalau kalian ikut apa kata dokternya pa, masa iya periksa saja satu kompi diajak," protes Bryan.

Para papa masa bodoh, mereka tetap ikut mengantar Raisa untuk periksa kandungan, mereka tidak ingin melewatkan sedikit pun saran dari dokter.

Raisa mengelus punggung Bryan mencoba menenangkan sang suami.

"Biarlah mereka ikut sayang, lain kali kita perginya sembunyi-sembunyi," bujuk Raisa.

Mau nggak mau Bryan mengijinkan para papa untuk ikut periksa dan benar saja setibanya di ruang praktek dokter kandungan, Dokter nampak pusing karena baru kali ini ada pasien yang membawa pasukan saat periksa.

"Maaf Dok, orang tua kami lagi ngidam ikut periksa." Bisikan Bryan sanggup membuat Dokter tertawa.

"Unik family." Bisiknya balik.

Dokter meminta Raisa untuk berbaring di bed pasien, beliau mulai mengoleskan gel dingin di perut Raisa.

Proses USG sedang berlangsung, Dokter menunjukan sebuah titik di layar pada semua yang ada di ruangannya.

"Ini calon bayinya, masih berupa titik lambat laun titik ini akan menjadi janin." Dokter menjelaskan.

Papa Bryan dan Papa Raisa nampak menitikkan air mata, mereka sangat terharu melihat penerus mereka meski masih berbentuk titik di layar.

"Aku sungguh tidak sabar melihat dia keluar David sebelum aku menyusul mama Raisa," kata Papa Raisa.

"Aku juga Anton, aku ingin sekali menggendongnya sebelum Tuhan mempertemukan aku dengan mama Bryan," sahut papa Bryan.

Ucapan papa Raisa dan Papa Bryan membuat Bryan dan Raisa sedih. Mereka tidak pernah sedikit pun berpikiran kalau papa mereka akan pergi meninggalkan mereka.

"Pa, jangan bicara seperti itu, papa nanti tak hanya menggendong anak Bryan namun juga melihatnya tumbuh dewasa Bryan mohon jangan bicara seperti itu." Tangan Bryan mengusap air matanya yang keluar.

Papa Bryan memeluk anak semata wayangnya, meskipun terkadang Papa Bryan suka memaksakan kehendaknya namun dia sangat mencintai Bryan ini juga alasan kenapa Papa Bryan kenapa tidak menikah untuk yang kedua kalinya.

Tak hanya Bryan Raisa juga memeluk papanya, dia sudah kehilangan mamanya dan tidak ingin kehilangan papanya juga meski dia tau kalau umur hanya Tuhan yang punya.

"Tetaplah bersama Raisa pa, kita besarkan anak Raisa bersama-sama." Raisa menangis dalam dekapan papanya.

Dokter yang menyaksikan drama live haru ikut menitikkan air mata, baru kali ini ada tangis haru satu keluarga disini.

"Astaga kalian membuat aku menitikkan air mata." Sang dokter mengusap air matanya yang terus keluar.

Semua saling menghapus air matanya, setelah nangis berjamaah kini mereka semua tertawa berjamaah termasuk dokter.

"Jadi untuk Nona Raisa dimohon jangan stress, karena itu sangat pengaruh terhadap perkembangan janin." Saran Dokter.

"Minum dan makan makanan yang bergizi, sehari tidak ada batasan makan, kalau lapar bisa makan tapi kalau bisa jangan terlalu banyak makan sayur mentah seperti lalapan ya," sambung Dokter.

Kedua papa mengingat dengan jelas apa yang dikatakan sang Dokter begitu pula dengan Bryan.

Seusai mendapatkan resep dari dokter mereka memutuskan untuk keluar dari ruangan dokter kandungan.

Saat keluar banyak sekali pasang mata melihat mereka mungkin semua pada heran karena satu keluarga ikut periksa.

"Astaga kita seperti artis saja,"

1
Novi Anjar
Luar biasa
Ulan Bokietz
mana kelajutan si gilang nya thor,
el Putriᵉˡ̳༆: Gilang siapa kak?
total 1 replies
Ir Ma
😂😂😂
Diana Susanti
lanjut kak
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
Reni Novitasary
menghibur
Jumi-Nem
ke barat...kirain mau cari kitab suci..
othor nya kocak nih 🤣🤣
Jumi-Nem: kak L (aku panggil kak L aja ya..)
kocak bgt sih kak...ketahuan tontonannya satu server...seneng bgt,jadi nyambung ma banyolannya nih...🤗🤗😘

give me ten 🙌
total 2 replies
Erna Pidot Pidot
assalamu'alaikum!mau tanya thor,sebenarnya dlm cerita ini agama mereka apa sih ?kok hampir tidak ada ya pengucapan kata" islami semisal nya Alhamdulillah,sedangkan mereka menikah secara islam
RosMa🌹🌹🌹
Bryan bagus kamu menyegarkan mata para dokter dan perawat wanita 😂😂😂
RosMa🌹🌹🌹
omg obatnya pasti tertukar😂😂😂😂
RosMa🌹🌹🌹
si anu disebut sebut😂😂😂
Fenty Izzi
cuss otw🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Fenty Izzi
waaaahhhh udah end nih??? 🥺
selamat buat rafi dn amanda🌹🥰
buat Gilang... jodohmu masih d pending sama kak el... sabar y🤭😂😂
sukses dn semangat buat kak el... sehat2... semoga karyamu selalu menjadi favorit para readers👍💪🥰😘😘😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹🌹
d tunggu cerita berikutnya😉❤
Fenty Izzi
doble up🤭😂😂😂
Fenty Izzi
sabar Gilang... raisa telah mencarikan jodoh untukmu... semoga cocok y😁
Fenty Izzi
buruan sat SWT Gilang... jangan kalah sama rafi... biar g d buli lagi😁
Fenty Izzi
aduh rafi... untung gagal DP nya... halalin dulu donk bang😆
auto pusing atas bawah tu rafi🤭😂😂😂
Fenty Izzi
udah mewek... lihat kelakuan rafi akhirnya g jadi deh🤭😆😆
rafi somplak
Fenty Izzi
😭😭😭jangan sampai kau menyesal demitri...jangan menyalahkan yuke... benar kata yuke... seharusnya kalian saling menguatkan🥺
astaga rafi... jadi pingin nampol tu mulut😔
Fenty Izzi
🥺😭😭semoga kejadian ini tidak akan mendatangkan masalah antara yuke dn demitri🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!