“Terimakasih, untuk pengkhianatan yang kau lakukan dengan sahabat ku! karena dengan itu, aku mendapat kan laki-laki yang membuat merasa beruntung setiap hari..”
~~~Ayumi Diwangkara~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26 Keluarga Iskandar
“Ya buat cari bukti kalau itu bukan anak nya Leo, Mama mau buktikan pada Leo kalau perempuan itu gak bener Pa!
Kalau Leo tinggal jauh dari kita, akan sangat susah mengawasi mereka, dan pasti Leo akan dicuci otak nya!”
“Apa mama yakin akan berhasil!” Nilam menyesap teh nya.
“Sudah.. Papa jangan berpikir terlalu jauh, tugas kita sekarang hanya pura-pura merestui mereka saat mereka minta restu untuk menikah, kita.. Pura-pura tidak tahu saja soal kehamilan Tika Pa..”
“Oke... Ternyata sifat detektif ku menular ke kamu ya Ma.. Papa bahkan gak berpikiran sampai sana,”
Nilam mengutas sebuah senyuman, ia juga berpikir akan memberi pelajaran berat pada gadis sundal itu.
**
Keesokan hari nya, Tika sedang beres-beres untuk pindah dari kontrakan nya yang kecil ke apartemen Leo. Sedang asyik beberes tiba-tiba Tika mendadak mual dan langsung muntah-muntah. Leo yang melihat calon istri nya seperti itu langsung dengan gerak cepat membantu Tika.
‘Brengsek sekali anak ini! menyusahkan saja.. Kalau tidak karna ku butuh uang dan harta nya Leo.. Serta busa menjatuhkan Ayumi, sudah aku gugurkan dari kemarin-kemarin!’ umpat nya kesal dalam hati, tentu saja seorang Tika tidak mau direpotkan oleh seorang anak.
“Are you okay?” tanya Leo panik, ia berasa kasihan Tika menanggung semua itu sendirian,
“Gak apa-apa mas, menjelang trimester kedua nanti mual nya akan hilang, begitu kata dokter..”
“Yaudah ayo duduk dulu..” Leo memapah Tika untuk duduk di kasur agar lebih enakan.
“Mas... Ini apartemen nya terlalu kecil, aku berasa gak nyaman mas.. Sesak tahu.. Ayolah secepat nya cari rumah!” Tika membujuk Leo agar segera pindah dari sana, sebenar nya Apartemen itu cukup besar kalau hanya ditinggali berdua, namun Tika tidak mau rugi..Rasa tamak dan serakah yang mendarah daging ditubuh nya begitu kuat. Dia harus bisa mendapat kan rumah yang jauh lebih besar dari rumah Ayumi.
Sedangkan Leo, ia berasa bingung... Bagaimana bisa ia mencari rumah dalam waktu dekat, Ayah nya ada di usaha properti, akan lebih susah mengingat mereka tidak merestui hubungan nya dengan Tika.
“Sayang.. Gimana kalau kita untuk sementara tinggal di rumah keluarga Iskandar, rumah utama.. Sembari kita mencari restu Papa sama mama...Kamu mau kan?”
Tika nampak berpikir, kediaman Iskandar memang cukup besar, tidak buruk juga kalau dia tinggal disana, pelan-pelan ia akan mengambil semua aset milik keluarga Iskandar, kapan lagi dia akan menjadi orang kaya.. Selain bisa menjatuhkan Ayumi karena keluarga Iskandar diatas keluarga Diwangkara, ia juga bisa menjadi orang terpandang.
“Boleh mas, kalau begitu ayo kita langsung kesana?”
“Ayo..”
Leo dan Tika berangkat ke kediaman utama keluarga Iskandar. Sesampai nya disana Nilam dan Samba sedang berada di ruang makan menyantap sarapan mereka dengan tenang.
“Pa.. Ma.. ” Sapa Leo takut-takut.
“Leo.. Kenapa kamu kesini? tanya Samba acuh.
“Emm.. Ini Pa.. Sebentar lagi kan Leo akan menikah dengan Tika, 5 hari lagi Pa.. Boleh kan Tika langsung tinggal disini, minimal sampai kami bisa dapat rumah yang cocok untuk kami berdua..” Samba nampak pura-pura berpikir, ia sedikit melirik istri nya, Nilam memberikan kedipan mata nya untuk suami tanda agar Samba setuju dan melakukan apa yang mereka rencanakan.
“Baiklah.. Papa pikir, untuk apa papa mendebat kamu.. Cuma kamu anak kami satu-satu nya.. kalau begitu kami izinkan dia tinggal disini, tapi kalian jangan pernah coba-coba cari rumah lain.. Setelah menikah kalian harus tinggal disini, rumah ini terlalu besar kalau hanya kami berdua yang tinggal didalam nya,” terang Samba, ia berharap Leo mempercayai ucapan nya, padahal dalam hati ia muak sekali melihat perempuan licik dihadapan nya ini.
Mata Tika berbinar bahagia, calon mertua nya telah memberi lampu hijau untuk nya tinggal dirumah bak istana ini.
“Benarkah Pa.. Papa sudah merestui hubungan kami?” tanya Tika dengan binar bahagia, pasal nya niat nya untuk menguasai harta keluarga Iskandar berjalan mulus, nampak nya Dewi Fortuna tengah berpihak padanya.
Samba menatap intens calon menantu nya itu, sebelum akhirnya ia merubah mimik wajah nya agar Leo tidak curiga.
“Bukan hanya Papa, Mama juga!” tambah Nilam.
“Mas apa aku mimpi?” bisik Tika di telinga Leo.
“Enggak.. Kamu gak mimpi Tik.. Aku bilang juga apa.. Mama sama Papa lama-lama pasti akan luluh.” jawab Leo.
“Syukurlah akhir nya Mama sama Papa mau menerima pilihan ku.. ” Leo datang memeluk Papa serta Mama nya.
“Kami tahu, darah lebih kental daripada air, semarah-marah nya kami pada mu, kau tetap anak kami kan.. Jadi, mulai sekarang kami membebaskan kamu untuk memilih dengan siapa kamu akan menikah!”
‘Yes yes yes.. Akhirnya..’ Tika bersorak sorai dalam hati merayakan kemenangan nya.
“Kalau Mama sama Papa merestui kami, berarti boleh dong acara pernikahan kami diselenggarakan dengan besar-besaran!” timpal Tika tak tahu malu nya.
Samba dengan Nilam saling pandang satu sama lain, seperti mereka sedang mengumpat kesal wanita tidak tahu malu dihadapan mereka itu.
“Tetserah kalian saja!” akhirnya Samba buka suara.
“Tuh denger mas, apa kata Papa.. kan 5 hari lagi ini, ayo kita buruan cari Wo dan cetak undangan, ini harus selesai hari ini juga mas..” Tika nampak tidak sabaran untuk menggelar pesta yang mewah dan meriah. Ia akan buktikan pada Ayumi terutama kalau dia memang berada diatas nya saat ini. Ia berniat mengundang Ayumi, Bara dan Dokter Kiara.. Pasti seru batinnya dalam hati.
“Hei kamu!” Panggil Tika pada salah satu pelayan disana.
“Tolong bawa barang-barang saya ke kamar Leo ya...Mulai sekarang saya akan tinggal disana, kemasi juga dan letakan dalam lemari!” titah nya pada pelayan, pelayan itu hanya mengangguk tanda mengiyakan.
Nilam yang melihat itu, memicingkan mata tak suka pada Tika.
‘Baru dikasih izin tinggal disini lagak nya sudah seperti Ratu, dikasih apa sih Leo ini hingga nurut-nurut aja!’ gerutu Nilam dalam hati, ia merasa kesal Leo gak merespon sikap arogan dari calon istrinya itu.
Samba menarik lengan istrinya untuk menjauh dari sana.
“Mama lihat kan, seperti apa sifat sombong nya itu!”
“Tenang Pa.. Ini gak akan lama.. ”
“Kalau saja dia bukan perempuan, sudah Papa tendang dari tadi, tidak sopan!”
“Sabar Pa.. mama juga Muak, heran banget sama Leo, dia tampan, karir juga punya.. Selama ini dia selalu sukses nangani masalah berat sekalipun! kenapa soal ini dia mendadak bodoh sih!” geram Nilam. Kasus yang Leo tangani selama ini selalu sukses dan kerap ia menangkan. Tapi soal Tika... Sudah jelas perempuan itu culas dan punya niat buruk, kenapa Leo seolah tutup mata dan tutup telinga?