[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Begitu pintu terbuka;
"Selamat pagi Nona Bella Arunika!"
ucapan ramah Neo bersama senyuman khasnya. Pria tua itu sudah berpakaian rapi dengan seragam kantornya.
"Selamat pagi juga Pak Neo!" sambutan senyuman ceria Bella.
"Pagi-pagi begini, Pak Neo sudah bersiap berangkat ke kantor ya?"
"Benar sekali Nona!"
"Oh Iya Nona, kedatangan saya kesini, sejenak ingin memandu pelayan untuk membawakan sarapan dan memberikan seragam pengasuh yang baru!"
"Waaaah, ternyata seragamnya beneran ada? Syukurlah, terima kasih Pak Neo. Jujur, saya kurang nyaman memakai pakaian terlalu bagus seperti ini saat bekerja nanti?"
"Maafkan saya Nona, isi lemari memang belum sepenuhnya lengkap, karena saya masih terlalu sibuk?"
"Ouh, tidak apa-apa Pak Neo!"
"Tapi jangan khawatir Nona, hari ini saya akan memerintahkan pelayan untuk melengkapinya."
"Terima kasih!" ucap Bella semakin bersemangat.
"Satu lagi Nona, hari ini Tuan Jay sudah mengambil cuti untuk memandu Nona dalam bekerja, setelah selesai sarapan, Nona Bella bisa langsung menghubunginya. Ia pasti sudah menunggu di kamarnya!"
"Ouh, baiklah kalau begitu!"
"Saya permisi dulu Nona, sampai jumpa nanti!"
"Iyah, Hati-hati Pak Neo, semangat bekerja!" ucap riang Bella merasa nyaman dengan keramahan Haruba Neo.
*
Bella terlihat sudah mengenakan seragam pengasuh kucing. Warna seragam yang dipilihkan Neo adalah pink dan putih, ceria, sesuai dengan warna kesukaan gadis-gadis muda pada umumnya.
"Wah, ada aksesoris bando berbentuk telinga kucing, lucu-lucu-lucu-lucu!" ucap Bella kesenangan, usia Bella yang masih muda tentu sangat menyukai aksesoris unik dan menggemaskan.
"Tlililit!" panggilan datang dari Tante Rodiah.
"Bel, kamu susah banget sih dihubungi, apa disana tidak ada sinyal atau WiFi!" repetan Rodiah langsung menembus gendang telinga Bella.
"Yang benar Tante, sinyal Bella full kok!"
"Kamu jangan kak, kok, kak, kok, coba diperiksa dulu, dari pukul lima pagi, Tante terus mencoba menghubungi kamu, tapi enggak bisa!"
Bella pun sibuk memeriksa pengaturan jaringan di ponselnya, sampai menggoyang-goyangkan ponsel itu diatas kepalanya.
"Sinyalnya baik-baik saja Tante?"
"Atau ponsel kamu low bat yah?"
"Tidak, Bella selalu mengisi baterainya!"
(Sejak gadis itu resmi menjadi staf Jay Kavindra, Jay mulai membatasi jam telpon untuk Bella di malam hari, agar gadis itu bisa tidur dengan pulas dan keesokan paginya mampu bekerja secara maksimal dengan kucing-kucingnya. Jay berjanji pada dirinya agar lebih ekstra mengawasi dan memperhatikan kinerja pengasuh yang baru. Selama ini Jay cukup lalai akibat terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga ia sering kebobolan oleh pengasuh sebelumnya yang berhati jahat dan tidak jujur.
Jay belajar dari pengasuh-pengasuh sebelumnya yang suka bertelepon ria pada malam hari dengan keluarga, teman, selingkuhan sampai dini hari, sehingga keesokan harinya, mereka tidak maksimal bekerja, sering tidur di siang hari dengan alasan lelah dan mengantuk.
Jay memang sengaja tidak memasang cctv di area kerja pengasuh karena ia ingin mencari staf yang benar-benar jujur. Hal itu justru menjadi kesempatan pengasuh untuk berniat jahat)
*
"Ah sudahlah, Tante hanya ingin memastikan kamu itu baik-baik saja disana?"
"Bella baik-baik saja Tante, ya semoga saja bisa betah?"
"Syukurlah!" jawab lega Rodiah.
"Bel, kalau kamu ditindas sama Bos kamu atau diperlakukan jauh dari kata manusia, jangan pernah takut untuk melawannya, kamu tinggal adon dia, cetak, diamkan, lalu langsung goreng!" ucap kocak Rodiah.
"Buat jadi donat maksud Tante?"
"Haha, kurang lebih begitulah?" tawa tidak bersalah Rodiah.
"Tapi kalau dia baik, penyayang, perhatian, tidak ada salahnya juga, kalau kamu bungkus, lalu bawa pulang!" celoteh Rodiah.
"Hihi, sudah yah Tante, jika tidak adalagi yang penting, Bella bekerja dulu! Bella ingin menunjukkan sikap profesional!"
"Iyaaaaaa, iya, mudah-mudahan saja kamu tidak panas-panas tai ayam" jawab Rodiah yang memahami sang keponakan lagi semangat-semangatnya bekerja.
"20 juta Tante, jadi harus tetap semangat!"
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik!"
"Bay"
"Bay, Tante!"
Panggilan berakhir.
"Huuuft, ada-ada aja si Tante, jadi ngangenin sih!" ucap Bella.
*
Bella sudah tampak siap, namun belum ada panggilan dari Jay. Ia pun berinisiatif untuk menelepon Jay sesuai arahan Neo.
"Semoga dia juga sudah benar-benar siap?" gumam Bella bersiap menghubungi Jay.
"Huuuft! Tarik nafas dulu!" ucap Bella mulai memencet nomor tujuan Jay.
"Selamat pagi Tuan, saya Bella sudah bersiap untuk bekerja!" ucap ceria Bella terdengar jelas di telinga Jay.
"Tunggu di depan kamar ku!"
"Baiklah Tuan!" Jawab manis Bella.
Menutup panggilan itu dan segera menuju lift tujuan kamar Jay Kavindra.
*
"Semoga hari ini baik-baik saja, semangat Bella!" gumam gadis itu menyemangati dirinya, ia terlihat sudah berdiri di depan pintu kamar Jay. Bella tidak berani memencet bel ataupun mengetuk pintu kamar majikannya.
Begitu Jay membuka Pintu.
"Selamat pagi Tuan, saya Bella sudah benar-benar siap bekerja untuk para kucing hari ini!" ucap ceria Bella.
"Iyah-yah-yah!"
Jay sedikit terkejut melihat warna ceria pink putih dan bando kucing Bella.
"Siapa yang memilihkan seragam kamu"
"Tadi pagi Pak Neo yang memberikannya." Jawab jujur Bella.
"Hem, kali ini, Neo pasti benar-benar bekerja keras untuk mencari warna seragam si baby shark (Bocah Bella)" Jay sampai tersenyum tertahan.
"Apa ada yang salah Tuan?"
"Tidak!" Jawab cepat Jay.
"Oh iya? Apa kamu sudah membaca buku panduan?" tanya Jay
"Hem..." Bella mulai berpikir mencari alasan yang tepat.
"Sepertinya, saya yakin sudah!" senyum nyengir Bella.
"Sudah?" nada terkejut Jay mulai jengkel dengan Bella yang belum bekerja namun sudah berani berbohong.
"Ouh, maksud saya Tuan, saya sudah membaca judul-judul bukunya, belum membaca isinya, tapi saya yakin, sedikit banyaknya, isi buka itu sudah akan ditransfer ke otak saya, lewat mimpi, karena saya, sudah mengajak mereka tidur bersama tadi malam!"
Mendengar pernyataan Bella.
Jay serasa ingin menangis dan guling-guling histeris di atas lantai. Mengapa mencari pengasuh yang memang benar-benar sesuai dengan keinginannya itu sulit sekali bahkan tidak bisa dia temukan di atas bumi.
Jika pengasuh sebelumnya cukup cerdas, profesional, rajin membaca modul namun suka berbuat curang, kali ini Bella yang ia pilih karena yakin dengan kejujurannya justru tidak cerdas dan malas membaca.
"Uuuukh!" Jay reflek meremas jantungnya dan merasakan oleng.
"Tu...tuan baik-baik saja!" Bella cukup panik lalu memegang lengan Jay agar tidak terjatuh.
"Seeeer!" Jantung Jay langsung berdetak normal, dengan sentuhan lembut Bella ia merasa lebih tenang. Namun pria itu tidak menyadarinya.
"Tuh tangan, jangan biasakan menyentuh!" ucap dingin Jay.
"Ouh... hehehehe, maafkan saya Tuan, saya tidak sengaja?"
*
Pagi itu, Jay terpaksa mengelus dadanya, ia mulai tampak galau dan terus bertanya-tanya, mampukah Bella mengurus kucing-kucingnya.
Bella Arunika benar-benar tidak meyakinkan di mata Jay. Ia juga masih sangat jengkel dengan Bella yang sudah menyemprotkan kentutnya tadi malam, demi mengobati rasa jengkelnya, diam-diam Jay sudah menyusun rencana bagus untuk menjahili Bella tipis-tipis hari itu.
"Yah sudah kita langsung kelapangan?" ajak santai Jay.
"Let's go!" Jawab semangat Bella mengikuti langkah Bosnya dari belakang.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga