NovelToon NovelToon
Dendam Wanita Yang Tersakiti

Dendam Wanita Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:193.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gresya Salsabila

Follow IG 👉 Salsabilagresya
Follow FB 👉Gresya Salsabila

Athana Morgan adalah wanita berdarah dingin yang sangat ditakuti. Dia tidak hanya pandai bermain racun, tetapi juga andal memainkan senjata. Membunuh puluhan orang dalam waktu singkat bukanlah hal sulit baginya.

Namun, kehidupan Athana berubah total sejak membakar novel 'Wanita yang Tersakiti'. Athana mendadak pingsan dan setelah sadar sudah menjadi tokoh utama dalam novel tersebut. Dia menjadi Dewi Melati—wanita lemah yang selalu tunduk dengan suami dan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Johan dan Larry

Derap langkah yang terdengar cepat menarik perhatian Mike. Dalam sekejap dia langsung menoleh dan menatap ke sumber suara. Dove, dokter andalan Red, tampak berlari dengan napas yang terengah-engah, dan wajah pula terlihat panik layaknya orang yang baru saja menghadapi hal mengerikan.

"Mike, gawat!" teriak Dove dengan napas yang terputus-putus.

Dia memang bukan anggota yang punya kemampuan dalam bidang bunuh membunuh. Keahliannya hanya dalam bidang medis.

"Ada apa?"

"Di gerbang depan ada kerusuhan. Banyak penyusup yang menyerang dan membunuh anggota kita. Tolong mereka, Mike!"

Mike terkejut. Begitu pula dengan Athana. Dia masih tak bisa membaca situasi yang sedang terjadi.

"Kau tahu dari mana jika ada kerusuhan di depan?"

Mike menatap curiga. Pasalnya, di gerbang depan dilengkapi alat canggih yang sangat lengkap. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, para penjaga cukup memencet satu tombol untuk memberitahukan situasi darurat. Sedangkan ini tadi tidak ada pergerakan semacam itu. Satu hal lagi yang membuat Mike curiga, ruang kerja Dove ada di lantai atas. Pria itu jarang keluar, kecuali ketika dia akan pulang, dan hari ini bukanlah jadwal pulangnya.

"Kita rekan, tapi pertanyaanmu seolah-olah mencurigaiku. Terserah kau saja, Mike. Jika ragu tetaplah di sini, biar aku saja yang turun."

Dove melewati Mike begitu saja. Masih dengan gerakan cepat, dia mengambil pistol milik Athana yang tergelatak di lantai. Gurat wajahnya tetap menggambarkan kepanikan, tidak ada simpati sedikit pun meski Athana terkapar dan hampir sekarat di depannya.

"Kau tidak bisa berkelahi!" bentak Mike yang lantas membuat gerakan Dove terhenti.

"Ikat dia dan jangan sampai kabur! Tunggu di sini, aku akan segera kembali!" sambung Mike.

"Aku percaya padamu, Mike." Dove mengangguk sambil tersenyum.

Setelah Mike melangkah pergi, Dove juga melangkah mendekati Athana. Kemudian, meraih tangan lentik itu dan menaruh pistol dalam genggamannya. Dove tidak mengucapkan satu kata pun, tetapi memberikan kode lewat tatapan mata. Athana langsung paham. Dengan sisa-sisa tenaga, dia mengarahkan pistolnya ke punggung Mike. Meski jaraknya sudah mulai menjauh, tetapi masih tepat sasaran.

"Ahh!"

Mike tersentak dan terhuyung seketika. Namun, ia masih berdiri walau punggungnya sakit dan panas. Emosinya meledak-ledak karena sudah menyadari pengkhianatan yang nyata.

"Kau!" geram Mike. Dia berbalik dan siap melepaskan tembakan. Namun, Athana lebih cepat bergerak. Satu lagi peluru melesat dan menembus jantung Mike.

Dalam detik yang sama, Mike ambruk tak berdaya. Pistolnya terlepas seiring darah yang merembas dan menggenangi tubuhnya.

Athana tersenyum puas. Namun, makin lama pandangannya makin mengabur. Sampai akhirnya, semua menjadi gelap dan ia tak ingat apa-apa lagi.

Pada saat yang sama di tempat yang berbeda, Johan sudah tiba di tempat Larry. Namun, ia masih berada di gerbang dan beradu mulut dengan penjaga.

"Cepat panggil atasanmu! Aku sudah membawa apa yang dia inginkan. Jika atasanmu bukan pengecut, panggil dia ke sini dan bawa serta putriku!" bentak Johan.

"Ini adalah pesan dari tuan kami. Anda silakan masuk dan temui beliau di dalam."

"Aku tidak akan masuk dalam jebakan kalian. Cepat panggil dia kemari!" Johan makin emosi. Dia merasa dipermainkan oleh lawan.

"Jika Anda tidak mau masuk, silakan pulang. Tuan kami tidak akan pernah keluar untuk menemui Anda." Jawaban penjaga membuat Johan makin berang.

"Tuan kalian benar-benar pengecut!" Lagi-lagi Johan membentak penjaga.

"Terserah bagaimana penilaian Anda. Tapi, memang seperti itu aturannya. Sekarang, pilihan ada di tangan Anda, masuk atau pulang."

Karena tidak ada pilihan, Johan terpaksa masuk. Dia rela menggadaikan keselamatan demi putri satu-satunya. Lawan kali ini sama sekali tidak menerima negoisasi.

"Aku membawa dua pistol dengan peluru beracun, juga asap mematikan dari Mike. Mudah-mudahan ini bisa membantuku keluar dari tempat laknat ini," batin Johan sambil mengikuti langkah penjaga yang membawanya memasuki rumah mewah bak istana.

Johan masuk seorang diri, sedangkan bawahan yang tadi menemani dipaksa tinggal di gerbang depan bersama senjata dan uang yang dibawa dari Red.

"Mana tuanmu?" teriak Johan ketika tiba di ruang tamu. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan seseorang.

"Beliau menunggu Anda di dalam. Mari, sebentar lagi Anda akan bertemu!" jawab penjaga.

Sembari menahan kesal, Johan meneruskan langkahnya, melewati ruang tamu dan memasuki ruangan luas dan mewah. Di tengah-tengah ruangan terdapat satu set kursi lengkap dengan meja kaca yang di atasnya berisi rokok dan beberapa botol minuman beralkohol.

Di atas kursi yang membelakangi Johan, terlihat seorang lelaki dengan rambut lurus dan sedikit panjang berwarna kecokelatan. Dia duduk sambil mengangkat satu kaki, dengan rokok yang terselip di antara jemari. Dia adalah Larry.

"Tuan, tamu Anda sudah tiba." Penjaga melapor dengan sopan dan sedikit membungkuk.

"Siapa dia? Gerak-geriknya beraura dingin dan kejam. Sepertinya dia sosok asing, tapi ... kenapa mencari gara-gara denganku? Apakah Athana yang membujuknya? Ah, dasar wanita murahan. Pasti dia menjual tubuhnya pada pria ini. Heh, dia sok angkuh padaku, tapi malah bersikap memalukan pada orang lain. Benar-benar tidak tahu terima kasih." Johan mengumpat Athana dalam batinnya.

Akan tetapi, umpatan Johan patah dalam hitungan detik. Sosok lelaki yang sejak tadi hanya membelakangi, kini sudah berdiri dan mendekat ke arahnya.

"Bagaimana kabarmu? Masih ingat aku, kan?" Larry menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum remeh.

"Larry," gumam Johan dengan suara pelan dan tertahan.

Tubuhnya seakan membeku saat menatap Larry berdiri tegak di hadapannya. Lelaki yang pernah ada dalam masa lalunya, lelaki yang sudah dianggap mati olehnya, kini masih sehat dan tampak makin kuat.

"Apa yang sudah kulewatkan?" batin Johan.

Bersambung...

1
Hervanetti Boer
Kereeeennnn melati.. kocaakk🤣🤣
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih, Kak
total 1 replies
Weni Kasandra
bagus
Eni Eni
👍👍👍 cerita nya seru....
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kak
total 1 replies
Eni Eni
👍👍👍👍
Eni Eni
bikin tambah penasaran aja...
Eni Eni
lanjut...👍👍👍
Eni Eni
👍👍👍
Eni Eni
cerita nya sangat seru...👍👍👍
Sri Tati
Luar biasa
YNa Msa
di Biar kan hidup Nnt berulah Lagi
YNa Msa
🤣🤣🤣 Emang enak
YNa Msa
Hati" Athana Jangan d Makan
YNa Msa
kalian yg Serakah Terima Aja Nasib Kalian
YNa Msa
hahaha Anston ketakutan
YNa Msa
Ayo pengen Lihat pasti dgn Sadis pembalasan ny
YNa Msa
Emang iya Athana harus balas dendam ke keluarga palsu ny
YNa Msa
Mgkn
YNa Msa
kurir yg Membantu Athana Neror Laura
YNa Msa
Larri kau Menipu ku d kira kena Racun Asap
YNa Msa
Semoga Selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!