"Kamu dan ayah adalah paket kombinasi paling menyebalkan di dunia. Kalian merantaiku dan mengikutiku kemana-mana." Ameera.
"Bila perlu aku akan menjadi Kutumu." Rangga.
Cinta tidak selamanya harus memiliki. Inilah yang terjadi pada Rangga. Baginya menjaga dalam persahabatan adalah bentuk lain dari cinta tanpa harus memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia tentang Rangga
Rangga yang baru saja tiba di rumahnya, langsung menuju dapur, dia membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin. Tidak lama kemudian Aliyah datang menghampirinya.
"Kamu sudah pulang, Rangga?" tanya Aliyah.
"Iya Mah..." jawabnya singkat, lalu meneguk air mineralnya. Ia kemudian berjalan begitu saja menuju ruang tamu dan menjatuhkan tubuhnya di sofa. Aliyah yang melihat raut kesedihan di wajah Rangga pun segera mengikuti langkah anak lelakinya itu.
"Kenapa? Sepertinya kamu sedang kurang semangat. Kamu ada masalah?" tanya Aliyah seraya membelai wajah Rangga.
"Tidak Mah..."
"Tidak, tapi wajahmu kusut begitu... jadi belum mau cerita sama Mama, ya?"
"Ameera, Mah." jawab Rangga singkat. Mendengar nama Ameera di sebut, wajah Aliyah seketika berubah.
"Oo... jadi Amera yang jadi masalahnya."
"Bukan Ameera yang jadi masalah, Mah. Tapi Papa!" Rangga meremas botol air minum yang sudah kosong sehingga menjadi remuk. "Karena papa yang membuat jurang antara aku dan Ameera, sampai aku harus merelakan Ameera di miliki orang lain." tutur Rangga penuh penyesalan.
"Mungkin Ameera bukan jodohmu, Nak." Aliyah mencoba mennghibur Rangga, "Jadi Ameera akan menikah?"
Rangga menjawab dengan anggukan kepala. Aliyah pun ikut merasakan kesedihan Rangga. Ia tahu betapa berartinya Ameera bagi anaknya tersebut.
"Kamu harus ikhlas Rangga, kamu sudah mati-matian menjaga Ameera selama ini dari dendam papamu. Sampai kamu melupakan dirimu sendiri. Kamu sudah melakukan yang terbaik untuk Ameera." ucap Aliyah kemudian.
"Itu tidak cukup untuk membayar duka Ameera kehilangan ibunya, Mah. Dan semua itu karena papa."
Aliyah lalu memeluk Rangga yang sedang frustasi. Ia tahu Rangga bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Namun, sekarang ia terjebak dengan cintanya pada Ameera. Cinta yang begitu dalam namun harus ia sembunyikan.
***
"Ada apa lu panggil gue?" tanya Ramon seraya menghampiri Ozan yang duduk santai di sofa ruang tamu.
"Lama banget lu, habis ngapain?" sahut Ozan, sudah setengah berteriak.
Ramon mendengus kesal dengan panggilan Ozan yang tiba-tiba saat dirinya sedang istirahat.
"Gue ada tugas buat lu. "
"Apaan?"
"Gue mau lu cari info selengkapnya tentang..." tiba-tiba Ozan menggantung ucapannya, seperti sedang berpikir.
Aduh sial. namanya siapa, ya. Kenapa aku lupa menanyakan
nama anak kecil tadi.
"Tentang siapa?" tanya Ramon.
"Sial!" Ozan mengumpat dengan keras. Membuat Ramon kesal.
"Apaan sih lu? Gak jelas jadi orang... "
"Gimana yah...." Ozan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mulai gak normal lu, mentang-mentang bentar lagi nikah." ledek Ramon yang melihat Ozan aneh. Membuat Ozan kesal dengan ledekannya.
"Ram,gue mau lu cari info tentang temannya Ameera, yang cowok tapi. Gue mau infonya yang lengkap secepatnya! Sama foto sekalian." titah Ozan.
"Hah?" Ramon melongo mendengar perintah Ozan.
"Gak usah gitu juga kali muka lu!" bentak Ozan
"Eh lu gak normal perintahnya. Kurang kerjaan banget gue nyari info tentang teman calon bini lu. Yang namanya remaja nih ya, temannya pasti banyak. Lu mau gue selidikin satu-satu temennya? Gimana kalau temannya Ameera ada ribuan?" Sekarang Ramon terdengar lebih galak dari bosnya itu.
"Gue cuman butuh lu selidikin satu orang teman laki-lakinya Ameera. Gue rasa mereka cukup dekat. Sialnya gue gak tau siapa namanya. Lupa gue tanya tadi... "
"Hahaha... " Ramon malah tertawa dengan keras membuat Ozan semakin kesal.
"Dih, mulai gak normal." gumam Ozan "Jangan ketawa lu, awas aja kerjaan lu gak beres!"
"Bilang donk dari tadi. Lu cemburu sama temannya Ameera. Haha, lu cemburu sama ABG?" Ledekan ramon semakin membakar emosi Ozan.
Ozan melempar bantalan sofa dan tepat mengenai wajah Ramon tapi tidak membuat ramon berhenti tertawa.
"Pergi lu sana! Jangan muncul di depan gue sebelum lu dapat infonya."
Setelah di beri perintah, Ramon bergegas meninggalkan kediaman Chandra Jaya. Sedangkan Ozan berencana menemui Hasan untuk menanyakan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Ozan pun bergegas menuju kantor Chandra Jaya Group. Seperti biasa, saat keluar rumah ia di kawal dengan ketat.
Tidak lama kemudian, ia telah sampai di ruang kerja Hasan.
"Papa ada waktu sebentar? tanya Ozan, "ada yang mau aku tanyakan." ucapnya kemudian.
"Apa yang mau kamu tanyakan?" tanya Hasan yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Tentang Ayah dan Ameera." sahut Ozan.
Hasan tersentak mendengar ucapan Ozan. Ia pun menghentikan pekerjaaannya sejenak.
"Ada apa dengan mereka?"
Tanpa basa-basi Ozan pun langsung menanyakan hal yang mengganggu pikirannya.
"Pah... apa benar hidup Ameera di bawah ancaman seseorang?"
Hasan semakin terkejut mendengar pertanyaan Ozan, "Darimana kamu tahu?"
"Ayolah, Pah... jawablah yang jujur. Apa itu benar?"
Awalnya Hasan enggan menjawab, namun Ozan terus bertanya hingga akhirnya Hasan menyerah dan menceritakan masa lalu Rudi pada Ozan.
"Kamu tahu saingan bisnis perusahaan kita? Hendri Agung Darmawan?" tanya Hasan.
Ozan mengerutkan alisnya, mencoba mengingat nama itu.
"Aku pernah dengar namanya." sahut Ozan.
Hasan pun menceritakan segalanya pada Ozan. Tentang Hendri yang memiliki dendam pribadi pada Rudi, sehingga mengincar Ameera sebagai objek balas dendam.
Ozan tercenggang mendengar penjelasan ayahnya. Sekarang dia mengerti apa maksud perkataan Rangga.
"Kamu belum jawab pertanyaan papa, kamu tahu darimana tentang ini?" tanya Hasan kemudian.
"Oh itu... dari temannya Ameera, Pah."
"Teman Ameera?"
"Iya, Pah... nanti aku ceritakan, aku sedang buru-buru sekarang." ucapnya seraya meninggalkan ruang kerja ayahnya. Masih ada hal penting yang harus di kerjakannya.
***
Rangga sedang berada di sebuah ruangan kecil yang menyatu dengan kamarnya. Menatap dinding yang di penuhi dengan foto. Tatapan Rangga hanya tertuju pada senyum manis seorang gadis di dalam foto tersebut. Dengan cahaya lampu yang temaram, tetapi Rangga masih dapat melihat dengan jelas raut wajah dengan senyuman terindah di dunia versi Rangga itu. Foto-foto tersebut adalah foto Ameera. Mulai dari foto masa kecilnya sampai beranjak remaja yang di ambil dari berbagai sudut. Mulai dari ekpresi senang, marah, sedih, semuanya ada di sana dan mungkin jumlahnya ribuan.
Rangga yang sangat menyukai fotografi menyalurkan hobinya tersebut dengan objek orang yang paling di cintainya. Seandainya dia dan Ameera dapat bersatu di kemudian hari, mungkin Rangga akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini.
Ameeraku sayang, seandainya takdir berbaik hati padaku dengan memberi pilihan, aku akan memilih untuk tidak terlahir di keluarga Agung Darmawan. Terserah aku mau lahir di keluarga manapun yang di inginkan takdir. Karena aku pasti akan mengejar cintamu. Akan ku lakukan apapun untukmu. Tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu. Tapi lihat kenyataan menyedihkan ini. Aku harus menggenggammu sebagai sahabat baikmu, bukan sebagai laki-laki yang mencintaimu. Bahkan aku harus pura-pura mencintai orang lain di depanmu, agar kau tidak memiliki perasaan lebih padaku. Sangat menyakitkan bukan, hidup sebagai diriku. Rasanya aku ingin egois dan membawamu pergi untuk bisa bahagia bersamaku, sambil menunggu sampai usiaku cukup dewasa dan menikahimu. Hehehe! Aku ingin melupakan semua orang yang membuat jurang pemisah diantara kita. Tapi Ameera, pada kenyataannya aku hanya manusia yang menyedihkan. Yang tidak bisa menunjukkan seberapa beratinya dirimu bagiku. Aku mencintaimu Ameera, dengan seluruh jiwaku.
Begitulah kata-kata yang di tulis oleh Rangga untuk Ameera di dalam sebuah kertas dan dimasukkan ke dalam amplop. Kemudian di letakkan di dalam laci. Di dalam laci tersebut sudah ada beberapa amplop serupa. Di dalam surat-surat itulah Rangga menumpahkan semua perasaan nya kepada Ameera. Tapi sayangnya, Surat-surat itu tidak akan pernah sampai ke tangan Ameera.
Sepengetahuan beberapa orang yang mengenalnya, Rangga merupakan anak laki-laki dari hasil pernikahan rahasia Hendri Agung Darmawan dengan Aliyah.
Sejak menikah, Hendri dan Aliyah tinggal terpisah. Hendri memberikan segalanya kepada Rangga, kecuali pengakuan. Karena alasan menjaga nama baiknya, Hendri menyembunyikan dari publik tentang keberadaan Rangga dan ibunya.
Di masa lalu Rudi, Hasan dan Hendri adalah sahabat baik. Namun, kini semuanya berubah, Hendri yang juga merupakan saingan bisnis Chandra Jaya Group, memiliki dendam masa lalu pada Rudianto Hutomo.
Rudi menikahi Ratna Ayu yang adalah mantan kekasih Hendri. Obsesi Hendri kepada Ratna membutakan hatinya, sehingga membenci Rudi dan selalu berusaha mencelakakannya. Namun, Rudi bahkan tidak memiliki celah, ia sangat sulit di jangkau.
Kecelakaan yang menewaskan Ratna sapuluh tahun lalu merupakan bagian dari rencana Hendri untuk melenyapkan Rudi. Akan tetapi rencana jahatnya salah sasaran, sehingga membuat Ratna menjadi korban.
Bukannya menyesali perbuatannya, Hendri semakin dalam membenci Rudi. Bahkan ia bersumpah akan membuat Rudi menangis darah dengan kematian anaknya.
*****
kalo dia bawa warisan dari pak Hasan, boleh deh aku yg adopsi Rangga
😂😂😂
makin rumit thor