NovelToon NovelToon
Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:242.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shuci Icuz

Seorang gadis yang menikah dengan seorang Ustadz paling populer di pesantren nya, Dia begitu tidak menyukai dengan pernikahnya itu di karenakan ia masih belum ingin membina rumah tangga, dialah Siti Maura Mubarokah, yang lebih akrab di sapa Sima, singakatan dari Siti Maura.

Akan kah dia bisa ikhlas menjalani dan menerima pernikahanya, atau kah dia memilih mangakhiri saja hubungan pernikahan nya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuci Icuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan

Selesai berganti baju, Maura mengahmpiri Bejo yang tengah menunggu di ruang tamu, ia tampak sedang memainkan ponselnya.

"Ehem, kita berangkat." Ajak Maura begitu tiba di hadapan Bejo.

Bejo tampak terpesona memandmg Maura yang kini tampil Syar'i, hingga memancarkan kecntikan yang islamiyah.

"Ayuk," ucap Bejo kemudian bangkit dari duduknya, meraih jemari Maura untuk di gandengnya.

Mereka berjalan beriringan, seperti orang yang pacaran terlihat jelas di wajah mereka berdua, sinar cinta yang cerah.

Bik Susi dan Mang ujang yang memeperhatikan dari kejauhan pun tersenyum bahagia melihat keduanya tampak harmonis.

"Aku sangat senang Pak, den Bejo mendapat istri yang sangat baik, cantik pula, ia tidak sombong, mau membantu pekerjaan dapur. Jaman sekarang kan sudah langka perempuan mau masuk dapur." Kata bik Susi yang mengagumi sosok Maura.

"Iya Buk, Den Bejo itu kan sangat baik, pasti dapatnya juga wanita yang baik baik Buk, semoga keluarga mereka terus langgeng seperti keluarga kita Buk." Harap Mang Ujang.

"Aamiin pak." Sahut Bik susi mengamini doa Mang Ujang.

sementara itu Maura dan Bejo tengah menikmati perjalanan yang cukup renggang, karena jalan tidak banyak kendaran yang keluar.

"Em, Mas aku kepo loh, tadi siapa yang telpon?" tanya Maura seraya memandang sekilas wajah Bejo.

"Jadi bener ya yang kata teman kamu waktu itu, kalau kamu punya penasaran tinggi terhadapku?" tanya Bejo yang membuat Maura mengerutkan keningnya.

"Kok malah bahas itu sih Mas, aku kan tanya siapa yang telpon kamu tadi?" Protes Maura.

"Hahaha, kamu itu lucu ya,"

"Hah, lucu dari mana sih, kamu kok gak jelas sih Mas," ucap Maura yang semakin mengerucutkan bibirnya.

"Kamu lucu karena punya sifat kepo, untungnya kekepoan kamu itu pada saya, kalau pada pria lain gak akan aku perbolehkan."

"Lah, aku kan keponya sama orang yang menelpon kamu Mas,"

"Iya, karena yang menelponku laki laki. Karena itu tidak akan aku kasih tau siapa orangnya," ucap Bejo seraya tersenyum tipis melihat reaksi maura yang cemberut.

"Sak karep mu lah Mas." Maura menyilangkan kedua tanganya didada dengan wajah kesalnya.

Bejo malah tertawa terbahak bahak melihat Maura yang seperti itu, sungguh ia bahagia bisa mengerjai istrinya.

Sesampainya di parkiran Mall, Maura masih saja memasang wajah kesalanya.

"Masih Marah Dek, udah dong jangan Marah aku cuma bercanda tadi, yang telpon itu paman yang nanyain kabar kita, terus nanti habis magrib katanya Bibi Aisyah mau VC katanya kangen sama kamu." Terang Bejo mencoba membuat Maura tidak marah lagi

"Telat Mas, Aku udah gak penasaran lagi, " ucap ketus Maura dengn berjalan lebih dulu masuk kedalam Mall.

Bejo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia merasa menyesal membuat Maura kesal.

"Tunggu Sayang," ucap Bejo seraya menarik lengan Maura yang hampir juga jatuh karena menghindari orang yang lewat.

"Untung masih bisa ketangkep." Bejo merasa lega karena berhasil mendekap Maura.

"Makasih ya Mas, untung ada kamu kalau gak aku dah jatuh kebawah." Tutur Maura dengan memandang orang yang ia hindari tadi.

"Makanya kalau jalan tunggu Mas Dulu dong sayang, biar gak terjadi hal seperti tadi, niatnya kamu menghindar dari laki laki yang bukan mukhrim tapi malah kamu yang celaka."

"Iya Maaf maaf, gak gitu lagi deh, Sayang." Balas Maura seraya mengaitkan tanganya pada lengan Bejo.

Mendengar kata Sayang yang keluar dari bibir Maura hati Bejo sangat bahagia,

"Jadi begini ya, rasanya pacaran itu, apa lagi kalau udah halal begini, semakin menyenangkan." Batin Bejo yang memang tidak pernah berpacara selama ini.

"Baiklah, kita mulai kencan pertama kita," ucap Bejo yang mendapat kekehan dari Maura, kemudian meraka dengan bergandengan mesra masuk kedalam Mall.

Maura sangat senang bisa melihat dan menikmati pemandngan yang sudah lama tidak ia lihat. Pasalnya dulu ia sering di ajak oleh Abahnya pergi ke mall saat dia libur sekolah.

Tetapi dua tahun belakangan kesehatan Abah menurun sering sakit sakitan, sikap Ummi dan Marsya pun juga semakin keterlaluan pada Maura, karena itu Maura lebih suka berada di samping Abah saat libur dari pondok.

"Kamu mau beli apa?" tanya Bejo setelah berkeliling kesana kemari tetapi Maura sama sekli tidak ada niatan untuk belanja.

"Apa ya, aku gak begitu suka belanja sih, aku cuma suka lihat lahat aja," ucap Maura.

"Ok, kalau kamu tidak menginginkan apa apa ikut Saya aja ya,"

"Emang kamu mau beli apa?" tanya Maura penasaran.

"Ikut aja, nanti kamu juga tau." Bejinmembawa Maura pergi dari Mall.

"Ok, lets go." Maura tampak semangat diajak pwrgi dari Mall.

Bejo dan maura pergi dari Mall untuk menuju tempat yang Bejo ingin kinjungi, Maura tampak terkejut saat mendapati area yang mereka kunjungi.

"Mas kamu mau beli perhiasan, untuk siapa?" tanya Maura setelah mobilnya berhenti di depan salah aatu toko perhiasan.

"Meneurut kamu untuk siapa?" tanya Bejo balik membuat Maura memannyunkan bibirnya. Kemudian menyusul Bejo keluar dari mobil.

Bejo menggadeng mesra Maura menuju toko perhiasan. Semua kariyawan di toko tersebut langsung menyambut kedatangan Bejo dengan hormat. Seperti Bejo ini bos mereka.

Bejo masuk dengan salam kemudian duduk di tempat yang biasanya ia duduki jika berkunjung ket toko tersebut.

"Mas Bejo bagaiman kabarnya, sudah lama tidak datang kemari, saya pikir masih di korea Mas," ucap salah satu karyawan laki laki yang sepertinya orang kepercayaan di toko teraebut.

"Alhamdulilah baik, Ko. Saya sudah lama di indonesia sejak satu bulan yang lalu, maaf tidak mengabari, dan sekarang datang mendadak begini datangnya."

"Tidak papa Mas, kami malah senang Mas kunjungi.

"Oh iya bagaiman tokonya apa ada masalah?" tanya Bejo yang membuat Maura heran, kok Bejo bisa akrab sekali sama karyawan disini.

"Alhamdulilah tidak ada Mas, semuanya aman aman saja," jawab Laki laki yang bernama koko itu.

"Oh iya Ko, minta kamu ambilkan model cincin kapel edisi terbaru ya." Pinta Bejo.

"Oh, cincin Mas," tanya Koko seraya melirik pada Maura. Bejo paham dengan arti lirikan Koko.

"Iya, buruan ya, bawa sini." angguk Bejo.

"Bentar ya Mas." Koko pergi mengambilkan beberapa cincin edisi terbarunya.

"Eh Mas ko, siapa cewek itu yang bareng sama Mas Bejo?" tanya Vita salah satu karyawan toko yang memiliki perasaan pada Bejo.

"Gak tau Vit Mas Bejo belum meperkenalkan, mungkin saudaranya kali, atau calon istrinya," jawab Koko yang membuat Vita langsung cemberut mendengar kata calon istri.

"Udah nanti aku tanyakan, biar kamu gak penasaran, aku bawa ini ke sana dulu." Koko meninggalkan Vita yang tengah menekuk wajahnya itu.

"Ini Mas cincinnya." Koko menyodorkan cincin yang modelnya berbeda beda.

"Coba kamu pilih mana yang kamu suka, terus di coba di jari kamu muat gak." Pinta Bejo pada Maura.

"Mas Belikan buat aku?" tanya Maura dengan wajah yang bahagia.

"Iya, pas kita nikah kan saya belum sempat bekikan kamu cincin, nikahny aja dadakan mana sempat saya beli cincin, lagi pula saya tidak tau ukuran jari manis kamu." Terang Bejo yang mendapat anggukan kepala dari Maura.

"Mas, dia ini ...."

"Dia Maura Istri saya," jawab Bejo pada pertanyaan Koko yang belum terselesaikan tadi.

Seketika jawabn Bejo tadi membuat seluruh kariyawan terkejut karena mereka tidak menyangka jika sang bos tampannya itu telah menikah.

"Oh, Mas Bejo udah nikah kok gak kirim undangan?" tanya Koko seraya tersenyum ramah pada Maura yang sepertinya sudah selesai memilih cincinya.

"Iya nanti kita kirimi undangan kalau resepsinya sudah pasti tanggalnya," Jawab Bejo.

"Emang kita mau bikin resepsi Mas,?" tanya Maura yang kini gantian kaget. Pasalnya Bejo tidak pernah membicarakan masalah resepsi dengannya.

"Insaya Allah Sayang."

Vita yang mendengar kata sayang keluar dari mulut Bejo untuk wanita lain tangannya mengepal tidak terima.

1
Ita Xiaomi
Ampun dah si kakek ambil gampang aja 😁
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga apa yg dicari cpt ketemu ya maura
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini bikin demes 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi penculik nanti ketemu sama penculik juga 😂😂😂
manda_
lanjut maura ini hamil jd hormonnya gak stabil 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kayaknya maura nyidam nih, waduh oma diculik
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga ketauan ya dirmh oma nya maura ada mata2 nda rifat
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semangat mas bejo lindungin keluarga maura dari si rifat sama ibunya itu
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kok dikit sih thor
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini anak orang kaya ya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa sih yg nembak
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ada masalah apa ya sebebernya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa tuh yang mau ketemu sama maura
Neni Neni
lanjut kk siap yg dicari cucuya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor siapa nih yg dicari cucunya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu semoga si rifan tuh cpt ketauan ya
Syukriah Alkaff
gantung ceritanya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu maura liat apa tuh
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor itu musuhnya ada di depan rumah kamu bejo semoga cpt ketahuan ya
manda_
lanjut lagi thor up nya ditunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!