menceritakan pemuda tampan minim ekspresi, tapi sialnya wajahnya begitu tampan bak dewa Yunani, ditambah diusianya yang masih begitu muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan keluarganya sendiri membuatnya begitu didambakan kaum hawa di sekitarnya, tapi sayangnya pesonanya tak mampu membuat seorang gadis pindahan dari Jerman yang bahkan tak meliriknya sedikitpun.
"minggir",
"kenapa harus gue yang minggir",
"cowok ribet",
"menarik".
akankah gadis bar bar nan galak itu akan membuka hatinya untuk sang CEO muda, ataukah malah pada akhirnya si gadis yang akan dibuat bucin dengan si CEO muda itu?
yuk ikuti kisah cinta mereka berdua,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Pagi ini, Chiara kembali diantar cello ke sekolah, mereka akan menghabiskan waktu berdua sebelum cello kembali ke Australia.
"siapa Lo?", tanya datar axelio pada cello saat hendak berbalik masuk mobil, gantian dibuat panas saat lagi lagi melihat Chiara yang begitu manja dan perlakuan istimewa laki laki didepannya ini di hadapan Chiara, gadis incarannya, ditambah sebelum Chiara masuk laki laki itu malah mencium kening dan kedua pipi Chiara, axelio geram bukan main, dirinya saja belum pernah mencium Chiara,
Eeeiiiittt...
emang siapa dirinya sampai bisa mencium Chiara, bisa ditabok bibir sexynya kalau asal nyosor saja.
"lo ngomong sama gue?", tanya cello Denga wajah polosnya, axelio, ingin sekali mencekik laki laki menyebalkan itu, kalau bukan Dengan dirinya dengan siapa lagi axelio berbicara, disana hanya ada mereka berdua,
"apa hubungan loe sama Chiara?", tanya axelio memperjelas, seringai miring terbit dibibir cello, bisa dia lihat cowok didepannya ini tengah menhan kesal saat ini, sepertinya cowok ini ada perasaan terhadap adiknya,
"kenapa gue harus jawab pertanyaan Lo?", ucap cello seolah acuh dan hendak masuk mobil,
"lo tinggal jawab, apa hubungan Lo sama Chiara", sumpah axelio saat ini benar benar diuji kesabarannya oleh lelaki didepannya ini,
"kalau gue bilang gue tunangan dan calon suaminya Chiara Lo mau apa?", ucap cello kembali berbalik menatap wajah axelio yang sudah terlihat merah padam menahan kesal, sedangkan cello masih Dengan gaya cool nya.
"gak usah membual", ucap axelio,
"terserah Lo", ucap cello seraya meninggalkan axelio yang masih Dengan ekspresi kesalnya sedangkan cello sudah mesem mesem didalam mobil, puas juga ngerjain axelio.
Axelio berjalan menuju kelas, suasana sudah sepi karena bel sudah berbunyi 5 menit lalu, tapi axelio kali ini tidak ingin masuk kedalam kelas, pikirnya sedang kacau.
Pengakuan lelaki tadi mengusik hatinya, calon suami Chiara, apa benar seperti itu? lebih baik dirinya keruangan nya saja daripada tidak fokus belajar.
hingga bel istirahat berbunyi, dia segera kebawah tujuannya saat ini adalah mencari keberadaan gadis yang membuatnya uring uringan sejak kemarin, dan saat berhasil bertemu axelio langsung membawa Chiara menuju ruangannya dan mengkode teman temannya yang lain untuk mengajak Gabby makan siang bersama.
"lio, apaan sih, gue mau kekantin",
grep...
axelio memeluk erat Chiara saat pintu ruangan itu sudah ditutup, tubuh Chiara membeku seketika, axelio menumpukan kepalanya di bahu Chiara.
"lio", cicit Chiara Dengan suara tercekat,
"bentar aja, biarin seperti ini", kata axelio hingga akhirnya Chiara hanya bisa pasrah menuruti permintaan axelio, tangan yang tadinya enggan membalas pelukan axelio kini perlahan mengelus punggung lebar axelio, memberikan ketenangan, yang dapat Chiara simpulkan saat ini adalah axelio sedang tidak baik baik saja.
hingga bel pintu berbunyi, itu pasti Mike mengantarkan makan siang untuk mereka, axelio melepaskan pelukannya dan membuka pintu mengambil makanannya, meskipun masih ingin terus memeluk tubuh ramping Chiara tapi dia juga tidak bisa abai, Chiara harus makan siang.
axelio membawa Chiara duduk disofa dan mengeluarkan semua makanan dari paper bag yang tadi dibawakan Mike,
"kita makan dulu ya", ajak axelio, Chiara hanya mengangguk menurut, dia mengambil makanan untuknya dan mulai memakannya, tapi axelio justru hanya melihat Chiara sedangkan dirinya sendiri Tidak makan.
"kenapa gak makan?", tanya Chiara,
"suapin", ucapnya manja, Chiara hampir saja tersedak, benarkah rumor yang mengatakan seorang axelio adalah cowok dingin datar dan tak tersentuh, sedangkan yang dihadapannya saat ini malah mirip seperti anak kecil yang sangat manja.
Chiara pun menyuapi axelio bergantian dengan dirinya sendiri, makan Dengan menggunakan sendok yang sama tanpa mengenal rasa jijik, hingga makanan mereka habis tak tersisa, axelio membersihkan sudut bibir Chiara yang sedikit belepotan,
"belepotan kayak anak kecil", kata axelio terkekeh gemas, sedangkan Chiara cemberut,
"kenapa sih suka banget nyulik gue kesini?", tanya chiara kesal,
"aku pengen makan berdua sama kamu", kata axelio mencubit pipi cubby Chiara.
ponsel Chiara berbunyi, ada nama sang kakak disana yang ingin melakukan panggilan video, chiara segera mengangkatnya dan terpampanglah wajah tampan sang kakak.
"hallo sayang", sapa cello dari seberang, mendengar sapaan sayang itu axelio langsung saja mendekat dan ikut menampilkan wajannya di ponsel Chiara agar laki laki itu tahu kalau Chiara sendang bersamanya, persetan kalau benar mereka adalah tunangan, kalau bisa buatkan mereka putus, pikir axelio,
"heh, siapa itu sayang, dimana kamu kenapa bisa berduaan Dengan cowok itu?", tanya cello bertubi tubi, axelio semakin menampilkan wajah tengilnya,
"aku abis makan kak, dan ini ada diruangan khusus anak pemilik sekolah", jawab Chiara, ekspresi axelio berubah seketika saat Chiara menyebut kata kak, apa lelaki itu adalah kakaknya Chiara,
"ngapain berduaan, kenapa gak kemarin saja sama Gabby, dan apa hubungan kamu Dengan cowok itu?", kepo cello, membuat Chiara jengah juga,
"lo bilang Lo tunangan dan calon suami Chiara", kata axelio menatap layar ponsel Chiara yang juga menampilkan wajah cello disana, kini gantian Chiara yang melongo,
"kapan kakak gue bilang kayak gitu, dan apa maksud kakak ngomong kayak gitu?", tanya chiara bergantian pada kedua lelaki itu,
"tadi lov abis kamu turun aku samperin dia digerbang aku tanyain", jawab axelio,
"he he he apa apaan pake lov lov segala, panggil nama adik gue yang bener", semprot cello, dia kalau sudah menyangkut sang adik pasti akan berubah jadi bawel dan protektif.
"suka suka gue", axelio tak mau kalah, Chiara sungguh jengah dengan tingkah dua lelaki itu.
"stop, kalian bikin gue pusing, Kak cello aku sama axelio cuma teman dan kita emang sering makan berdua Disini tapi kita hanya makan gak ada yang aneh aneh, dan Lio, ini kakak gue namanya kak cello saudara kandung gue satu satunya gak ada yang namanya tunangan atau calon suami, Lo dibohongin kakak gue", jelas Chiara, seketika axelio lega, tapi dirinya juga kesal karena sudah dibohongi kakak dari Chiara itu.
"dek, sekolah yang benar, gak usah aneh aneh, kalau Daddy Sampai tahu kakak gak akan bisa bantu buat ngomong sama Daddy", ucap cello memperingatkan,
"gak ada yang aneh aneh kakak, sekolah aku lurus lurus aja kok gak bikin ulah juga", kata Chiara membela diri,
"ya itu, gak usah pacar pacaran, sekolah yang benar nanti setelah kuliah baru boleh pacaran atau langsung nikah juga gak masalah", nasihat cello, membuat Axelio mendengus sebal, bisa bisanya di tipu.
"aish kenapa pembahasannya malah jadi nikah sih kak, jauh banget, udah udah aku tutup dulu udah mau bel, bye bye", Chiara memutuskan panggilan sepihak jengah juga mendengar ceramah sang kakak, tanpa dia tahu diseberang kakaknya sedang misuh misuh karena kesal.
"jadi benar dia kakak kamu?", tanya Axelio lagi, dia ingin memastikan sekali lagi,
"iya Lio, dia kakak gue, kakak kandung gue, saudara gue satu satunya, usianya terpaut 2 tahun dari gue dan sekarang dia kuliah di Australi cuma lagi libur jadi dia kunjungi gue kesini", jelas Chiara Dengan begitu detailnya.
Axelio Kembali memeluk Chiara, suasana hatinya sudah membaik, rasanya beban pikirannya luruh begitu saja.
"lo kenapa sih?", tanya Chiara tak paham,
"aku lega karena dia hanya bohongin aku", jawab axelio,
"lo dibohongin malah lega, gak paham gue", ucap Chiara bingung,
"udah gak usah dipikirin ,udah mau bel kita balik ke kelas", ajak axelio menarik pelan tangan chiara, sampah makanan sudah dibuang ketempat Sampah dan mereka berdua menuruni lift turun ke lantai 2.
menjadi pusat perhatian, lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian karena berjalan berdua dan keluar dari lift turun dari lantai 4 tempat khusus axelio berada, pasti mereka menghabiskan waktu berdua di ruangan axelio, apakah mereka sudah resmi jadian, kalau benar pasti bakal banyak sekali hati yang patah, para fans axelio garis keras tentunya.
Sampai dikelas Gabby dan ketiga teman axelio sudah duduk anteng di bangku mereka masing masing.
"kebiasaan, ngilang gitu aja", cibir Gabby,
"axelio tuh narik gue seenaknya, marahin sana", kata Chiara menunjuk axelio dengan dagunya, Berani?,
Tentulah tidak, jangankan mau marahin lihat ekspresi datar axelio saja Gabby sudah ngeri ngeri sedap.
Guru masuk dan semua langsung fokus mengikuti pelajaran, kalau sekolah elit dan isinya anak anak Dengan otak encer emang beda, tidak ada yang namanya ribut atau malas belajar, karena notabennya penghuni kelas itu adalah anak anak penuh ambisi untuk mendapatkan nilai bagus agar bisa membuat bangga orang tua mereka yang rata rata Memang pengusaha sukses.
Untuk tugas kali ini guru membagi tugas kelompok yang dalam satu kelompok isinya dua orang, guru mengundi nama mereka Dengan kertas yang berisi nomor, dan yang mendapat nomor yang sama adalah satu kelompok.
Entah keberuntungan apa yang sedang berpihak pada Chiara, Gabby axelio dan ketiga temannya, karena kali ini Chiara satu kelompok Gabby satu kelompok dengan zean, sedangkan kiano berdua Dengan virgo, banyak yang kecewa sebenarnya karena tidak bisa satu kelompok dengan axelio dan ketiga temannya, kapan lagi bisa dekat dengan mereka kalau bukan saat tugas kelompok seperti ini.
"kita kerjain pulang sekolah gimana?", tanya Chiara, karena tugas itunharus dikumpulkan besok jadi hari ini harus selesai.
"aku ada meeting, nanti malam aku kerumah kamu kita kerjain dirumah kamu", kata axelio,
"eeehhh gak usah kerumah gue, kita ketemu di kafe atau dimana gitu biar nanti gue minta anter kakak gue buat dapat izin dari opa", kata Chiara,
"pokoknya nanti malam aku datang kerumah kamu, aku balik dulu", Pamit axelio tak mau mendengarkan penolakan dari Chiara, sedangkan Chiara mencak mencak sendiri ditempatnya, dasar axelio gak pernah bisa dibantah apapun yang sudah jadi keputusannya.