NovelToon NovelToon
Silent

Silent

Status: tamat
Genre:Komedi / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:879.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Kamu bisu!! Karena itulah Malik lebih sempurna darimu!!"kalimat menusuk dari Anggeline pada Yoka. Seorang pemuda yang mencintainya.

Pemuda yang tidak dapat bicara sama sekali. Kaya? Tentu saja, memiliki banyak kepandaian. Namun, bagaikan duyung yang tidak dapat mengeluarkan suara, kala berada di daratan. Menyaksikan wanita yang dicintainya menikah dengan saudara tirinya yang lebih sempurna.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Dora, wanita yang memiliki rupa mirip dengan Anggeline. Dirinya meraba pipinya yang kebas, menangis terisak.

Hingga bertemu dengan Yoka yang membawa spidol dan papan putih. Menuliskan sesuatu dengan cepat.'Tetaplah berada di sampingku! Aku akan membantu membalas perbuatan mereka!'

Hanya menjadikan Dora sebagai pengganti Anggeline?Itulah yang terjadi pada awalnya. Namun, hal berbeda yang terjadi kala Yoka mulai dapat bicara. Pemuda mengerikan yang melindungi Dora sebagai wanita yang dicintainya. Bahkan melempar sahabat yang mengkhianati Dora ke meja perjudian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mbah Dukun Tolong Juga Saya

Ini adalah hari pertama dirinya tinggal sekamar dengan Dora. Mengapa dirinya begitu menyukai Dora? Apa karena wajahnya menyerupai Anggeline? Entahlah, pemuda yang benar-benar lugu jika sudah menyangkut soal perasaan.

'Aku mandi dulu, sepertinya semua orang sudah tidur,' itulah kata-kata yang tertulis di papan putihnya, ditunjukkannya pada Dora.

"Hati-hati lukamu jangan sampai kena air!" ucap Dora dengan mulut penuh dengan makanan.

Memang tidak cukup sulit bagi Yoka. Ayah tiri Dora, pak Warto hanya memiliki anak dari pernikahan pertamanya sebelum menikah dengan Vera. Anak yang sudah menikah dan tinggal jauh.

Sedangkan pak Warto sendiri pergi meladang dari pagi bersama Vera, rumah yang kosong mempermudah dirinya untuk pergi ke kamar mandi yang berada di dekat sumur.

Yoka selalu menelan ludahnya setiap mendekati sumur. Berimajinasi jika ada tangan putih pucat yang basah merangkak dari bibir sumur. Dengan pemilik yang mulai terlihat naik, seluruh rambut dan tubuhnya basah, rambut panjang menutupi seluruh wajahnya. Pakaian putih lusuh mengerikan, merangkak, kemudian berdiri tiba-tiba menghilang sejenak. Berada di hadapannya dengan cepat. Persis seperti film-film horor yang ditontonnya.

Tapi itu tidak terjadi, sang pemuda menghela napas berkali-kali. Mulai membuka pakaian di dalam bilik kamar mandi yang kecil. Bak mandi sudah lumutan, dinding yang tidak di cat, bahkan lantainya pun tidak ada ubin. Hanya ada gayung yang terlihat kotor, serta sabun batangan yang mungkin harganya berkisar 3000 rupiah di warung.

"Tidak apa-apa, bertahanlah! Hanya enam hari, setelah itu kurung dia di villa. Jika masih kabur juga, hamili dia..." batin Yoka yang otaknya benar-benar telah dicemari Arsen.

Perasaannya pada Dora? Apa ini cinta? Entahlah, namun hatinya memang bahagia, berdebar tak menentu. Perasaan yang tidak pernah dirasakannya pada siapapun termasuk pada Anggeline.

Tubuhnya mulai basah, gayung yang digerakkannya mencuci rambut, tidak mempedulikan lukanya yang mulai terkena air.

*

Sedangkan di dalam kamar, Dora tengah meringkuk tertidur, usai memakan pisang goreng buatan ibunya. Tempat ibunya berada saat ini? Wanita itu tengah membantu acara hajatan di tetangga sebelah. Pekerjaan sampingan yang dilakukannya, terkadang pada malam hari. Pasalnya acara akan dimulai pagi-pagi sekali.

Inilah kesempatan bagi Warto, pria yang mengingat tubuh putri sambungnya. Benar-benar cantik, berbalut kebaya hitam.

Setidaknya sebelum menikah, dirinya ingin merasakan tubuh anak sambungnya sekali saja. Sebelum Sutoyo yang seumuran dengannya merasakannya, setelah menikahi Dora.

Dora perlahan akan menyukai rasa yang dibuatnya. Mungkin itulah yang ada di fikirannya. Benar-benar beruntung, pintu kamar tidak dikunci sama sekali. Bagikan gadis itu tengah menunggu seseorang memasuki kamarnya.

Warto menutup pintu dengan pelan. Tubuh yang tidak berbalut selimut tengah tertidur. Celana pendek diatas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya. Kaos katun ketat berleher V, terlihat tertutup. Namun lekuk tubuh tidak terjamah itu semakin menantang untuk dijelajahi.

Ini adalah hidangannya, setelah Chery gagal dinikmatinya dulu. Kini ada Dora, rencana licik, dirinya mengambil phonecellnya. Menaruhnya dalam mode rekam.

Melecehkan anak tirinya, kemudian mengancam akan menyebarkan rekamannya. Jadi walaupun menikah dengan Sutoyo nanti, Dora tetap akan melayaninya diam-diam.

Wajah lapar yang penuh napsu, menyibak rambut pendek putri sambungnya. Apa dirinya yang akan pertama kali mencicipi bunga yang tengah mekar? Atau sudah ada yang mendahuluinya? Entahlah, mungkin jika beruntung dia akan menjadi pencetak gol pertama.

Hingga bibir pria berkulit sawo matang itu mendekati bibir Dora yang tengah terlelap. Bersiap, menahan pergerakan sang gadis, jika memberontak.

Brak!

Warto jatuh tersungkur tidak sadarkan diri di atas tubuh Dora.

"A...aa!" teriak Dora terbangun tiba-tiba merasa ada yang terjatuh di atas tubuhnya. Dengan cepat menendang tubuh Warto hingga tersungkur di lantai masih tidak sadarkan diri.

Mata Dora menatap ke arah Yoka yang hanya mengenakan sehelai handuk, menutupi pinggang hingga lututnya. Pemuda yang terlihat lebih mengagumkan malam ini.

Tapi tidak, apa yang terjadi? Apa Warto mencoba melecehkannya, kemudian Yoka yang menyelamatkannya?

Yoka hanya terdiam, sebuah diam yang mengerikan bagi Dora. Perlahan pemuda itu tersenyum, meraih rambut Warto, menyeretnya tanpa belas kasih. Apa yang ada di fikirannya? Entahlah.

Mungkin bayangan ibunya yang dilecehkan masih ada. Tidak akan mengampuni pria yang kini diseretnya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pria yang mencoba melecehkan Dora.

Gadis itu menyadari ada yang salah dalam diri Yoka, tatapan tajam yang pernah dilihatnya kala pemuda itu meminum sebotol wine bersamanya. Benar-benar bagaikan sosok yang berbeda bukan si bisu yang baik hati, namun sensitif pada segala hal.

Yoka yang saat ini dilihatnya begitu mendominasi. Mengeluarkan aura mengerikan dalam senyumannya. Apa ayah tirinya akan dibunuh?

Dora dengan segala pemikiran gilanya segera berlari, membawa spidol dan papan putih milik Yoka. Kemudian memeluk pemuda yang tengah menyeret Warto. Pria paruh baya yang tidak sadarkan diri akibat pukulan di bagian tengkuk oleh Yoka.

Mengambil keuntungan? Kita anggap saja begitu, berusaha menenangkan Yoka sekaligus menyenderkan kepalanya pada punggung lebar sang pemuda. Tangannya terulur, memeluk dari belakang, meraba otot-otot dada dan perutnya.

Mengapa sangat nyaman seperti ini? Itulah yang ada di batin Dora. Tapi hanya sejenak, dirinya harus mengikuti tujuan awalnya.

"Yoka, jangan marah..." pintanya, memeluk lebih erat.

Benar-benar sesuatu yang gila, pemuda itu melepaskan cengkeramannya dari rambut pendek Warto. Otot-ototnya terasa kaku menegang, sentuhan jari Dora yang di perut dan dadanya. Darah pemuda itu berdesir hebat.

"Jangan..." pinta Dora, membuat Yoka membulatkan matanya kala pelukan itu lebih erat lagi.

Enak? Mengapa bisa seperti ini? Inikah yang dinamakan sentuhan wanita? Tapi perasaan berdebarnya mendominasi. Ingin menerkam tubuh Dora, yang seakan tengah menggodanya.

Tapi kesadarannya kembali, dirinya melepaskan jemari tangan Dora, membalik tubuhnya sendiri. Wajah gadis itu ditatapnya, meraih papan putih dan spidolnya.

'Hanya sekali, maka aku akan melepaskannya,' itulah hal yang ditulisnya, meraih tengkuk Dora.

Ini gila, benar-benar gila, merasakan jemari tangan gadis itu mencengkeram lengannya erat. Kala gerakan bibir dan lidah bersambut, dirinya sulit mengendalikan diri.

Apa yang terjadi pada dirinya? Entahlah, sepasang muda-mudi yang untuk pertama kalinya menikmati hal yang berbeda. Perasaan yang tumbuh tidak begitu mereka sadari.

Hingga ciuman itu terlepas, dengan beberapa kecupan kecil. Seakan tidak rela itu berakhir, harus kembali ke dunia nyata dimana dirinya memiliki hubungan tidak jelas dengan Dora.

"Aku..." Dora terlihat gelagapan, mengapa dirinya mau-mau saja dilecehkan si bisu?

Yoka menghela napas kasar, menulis pada papan putihnya.

'Kamu beruntung aku ada di sini. Besok atau lusa, bagaimana jika dia mencoba melakukannya lagi? Tanpa kehadiranku untuk melindungimu. Masih lima hari lagi, sebelum kita kembali ke villa,' isi tulisannya panjang lebar. Pemuda yang seakan marah memaki-makinya, mencemaskannya, tidak ingin Dora dilecehkan.

Dora berusaha tidak tertawa, tiba-tiba saja memeluk tubuh Yoka. Kembali lagi, mencari-cari kesempatan dalam kesempitan. Kapan lagi dapat merasakan perlindungan dalam tubuh Yoka?

"Lalu harus bagaimana menghukumnya?" tanya Dora, membuat Yoka tersenyum sejenak memikirkan satu hal. Kemudian membalas pelukan Dora. Ini juga bisa dibilang, mencuri kesempatan di tengah hubungan mereka yang tidak jelas.

Air hangat dengan gula yang pekat dihangatkan Dora sesuai perintah Yoka. Pemuda yang kini, telah memakai pakaian lengkap, meraih phonecell Warto yang diletakkan dalam keadaan merekam di atas meja.

Pemuda yang menghapus rekaman sebelumnya. Berganti membuat rekaman baru, Yoka berjalan ke arah kuburan, dengan posisi, kamera belakang merekam. Seolah-olah dirinya sang pemilik phonecell.

Meletakkan phonecell asal di atas kuburan. Berusaha keras tidak menyorot wajahnya. Kemudian langkah terakhir, memindahkan tubuh Warto ke makam, melepaskan pakaiannya tanpa sisa.

Wajah Yoka tersenyum cerah seperti biasanya, tidak terlihat dingin penuh dendam seperti sebelumnya. Dengan teganya pemuda itu menyiram seluruh daerah pangkal paha dari Warto dengan air gula pekat.

Apa yang akan digunakannya untuk membobol gawang jika kaki ketiganya cacat akibat dikerubuti semut api? Entahlah, di daerah pemakaman itu mungkin ada banyak semut api.

*

Dan benar saja, kala pagi menyingsing. Dirinya kembali tidur di ranjang yang sama dengan Dora. Mendengar keributan, dari Vera dan beberapa warga desa.

"Sudah tidurlah..." batin Yoka, menghentikan Dora untuk bangkit dari tempat tidur. Memeluk tubuh Dora erat dalam senyuman dengan mata kembali terpejam.

Hal yang terjadi di luar sana? Warto menangis, menjerit-jerit merasakan miliknya membengkak, entah berapa semut api dan beberapa semut lainnya yang menggigit.

"Tadi malam saya tidak ke kuburan. Saya ada di rumah!" keterangan dari Warto, meniup-niup miliknya yang paling berharga. Tanpa malu, pasalnya terasa benar-benar menyakitkan.

"Tapi dari rekaman kamera handphone bapak, bapak jalan sendiri ke makam. Mungkin memang ada dedemit yang menculik bapak! Membuat bapak kesurupan!" Asumsi seorang pemuda.

"Mbah ini kopinya," Vera menghidangkan kopi hangat pada paranormal terkenal di kampung tersebut.

Pyur!

Wajah Warto disembur, dilanjutkan dengan komat-kamit mulut Mbah dukun membaca mantra, bagaikan rapper profesional.

1
Kustri
pd cengeng😭
Kustri
klo qu nyari dmn motor'a trus tak bakar dl👍
Gilbert Flo
Lumayan
widya widya
Kenapa sih.. anak angkat sudah diperlakukan baik tapi tidak bersyukur dan balas budi. Kenapa malah balas dengan kejahatan 😭
Violet
Biarpun pelayan tp ngegibahnya gak nanggung2 ngomporin Dora biar bisa manfaatin sombongnya fasilitas mewah dr majikannya kyk wkt mantan gak jd calon nyonya yg dl gaspol bgt morotin Yoka
Dian Indrawati
sukses selalu author 👍
!m_mah
apa Dora jd toko emas brjalan😅😅😅
!m_mah
kembar 3 kah ini mereka 🤔🤔🤔
!m_mah
mungkin dndam sma org yg sdah membuat yoka JD bisu🤔
Dewiazizah
lanjut thorr
Dewiazizah
sangat bagus 👍👍👍
Dewiazizah
hadirr thorr
Lily
ihh apaannsih dasar cowok plin plan.. emosi jiwa raga aku gak ngerti jalan pikirannya narendra gedekkk
Sulati Cus
👍🏻
sukensri hardiati
👍🙏💪/Rose//Watermalon/
sukensri hardiati
paling narendra kemakan omongannya salsa
sukensri hardiati
yokaa...yokaa...selain bisu ternyata juga buta
Maria S
gak puas dgn ending hidup si nanendra..
31__ 31
samy ..... ohh samy...
31__ 31
masih nungguin samy nongol dengan kalimat barbar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!