NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Status: tamat
Genre:Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Anisa seperti terkena tembakan pistol yang telak mengenai hati nya. Entah kenapa rasa nya sesak mendengar ungkapan Bara yang mencintai wanita lain hingga saat ini.


"Kamu tidak keberatan bukan? kita menikah tanpa cinta dan saya yakin belum ada cinta di hati mu, karena kita baru pertama bertemu. Saya harap ini bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk ke depan nya jangan pernah membiarkan hati mu mencintai saya, karena sampai kapan pun saya tidak akan bisa membalas perasaan mu. kita bisa menjadi teman, tapi tidak lebih, meski ada ikatan suci di antara kita," lanjut Bara menatap anisa yang masih terdiam.


"Ya Allah, jika ini jalan takdir yang Engkau garis kan untuk ku lewati, bismilah aku akan jalani," batin Anisa berdoa menyerahkan semua pada sang kuasa.

"Iya Mas, aku tidak keberatan, kita bisa menjadi teman seperti yang Mas katakan, tapi jika suatu saat Mas ingin bersama dengan cinta pertama Mas, katakan saja padaku, aku akan mundur karena aku tidak ingin menjadi penghalang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Terbuka

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Anisa terdiam bingung memikirkan apa dia harus berjalan mendekat memastikan apa yang di dengar itu benar atau bersikap bodoh amat.

Menarik nafas panjang, Anisa memberanikan diri langsung menghampiri.

Saat tiba, belum juga mengatakan sesuatu Bara sudah mengakhiri telpon nya.

"Ada apa?" tanya Bara sedikit terkejut saat berbalik Anisa berada di belakang nya.

"Makanan sudah siap," jawab Anisa mengurungkan niat nya untuk bertanya.

Melihat sikap Bara seperti ini, membuat nya ragu. Semua terlihat jelas jika pria di depan nya ini tak ingin mengatakan apa pun mengenai panggilan telpon nya.

"Oh, ya sudah ayo kita turun," ajak Bara.

"Tidak, Mas saja aku ingin istirahat lebih dulu. Satu lagi aku ingin tidur pisah. Mas bisa tidur di kasur biarkan aku di sofa," ujar Anisa memberitahu apa yang sudah di pikir kan tadi.

"Kenapa? kita suami istri Nisa, tidak baik tidur terpisah."

"Apa kata Mas, tidak baik? lalu kemarin-kemarin apa? itu baik? atau sebalik nya! Stop memaksa kehendak diri sendiri. Kita manusia harus bisa mengontrol diri, jangan terlalu egois ingin orang lain menuruti apa yang kita suka, tanpa memikirkan apa hal itu benar di suka orang tersebut," ujar Anisa marah.

"Kapan aku memaksa kehendak ku padamu? jika itu benar terjadi aku sudah meminta mu memberikan ku hak yang sudah seharusnya aku dapatkan sebagai suami," ucap Bara.

"Jangan lupa aku memiliki hak penuh atas diri mu, kamu adalah istri ku," lanjut Bara lalu pergi meninggalkan Nisa.

Mendengar itu benar-benar membuat Anisa kesal, muak dan marah.

Tak ingin berlama dalam keadaan buruk.

Anisa beranjak dari tempat nya menuju ranjang kasur. Dia mencoba melupakan kejadian hari ini, menenangkan diri agar bisa tidur nyenyak.

Meski awal sedikit sulit, dia terus berusaha hingga akhirnya berhasil.

Memeluk bantal guling, Anisa kini benar-benar sudah berada di alam bawah sadar.

Bara yang baru menyelesaikan makan malam, langsung segera naik ke atas.

Setiba di dalam melihat Anisa tertidur sambil memeluk bantal guling. Bara mendekati kasur, lalu naik ke atas.

"Maaf kan aku Nisa, aku akui aku pria yang tak memiliki pendirian, aku cepat berpindah haluan. Tapi percaya lah semua yang lakukan demi kebaikan mu," ujar Bara pelan sambil membelai rambut Anisa.

"I love you istri ku, semua akan kembali membaik jika tiba waktu nya," lanjut Bara.

Bara mengambil bantal guling yang di peluk Anisa dan memeluk Anisa dengan sangat erat.

Hati nya juga merasa sakit kalau melihat anisa sedih.

Tanpa Anisa sadari, Bara selalu memperhatikan Anisa yang menyemangati diri sendiri untuk selalu kuat tidak lemah.

Semua perkataan Anisa yang mengatai nya buruk pun di dengar, tapi Bara tak pernah marah. Dia memaklumi hal tersebut.

Lalu dia pun tertidur menyusul Anisa dengan tangan masih setia memeluk erat istri nya.

...----------------...

Pagi hari.

Anisa sudah terbangun, tapi dia tak Nisa bergerak bebas. Bara memeluk nya sangat erat.

Bahkan wajah nya kini menempel di dada bidang Bara.

"Mas," panggil Anisa membangunkan Bara.

"Mas Bara."

Namun lagi dan lagi hasil nya nihil pria itu tidak juga sadar, pelukan nya semakin erat.

"Mas hari sudah pagi, aku harus membantu Mama masak."

"Diam lah, biarkan Mama di bantu art tetap lah seperti ini," kata Bara.

"Tidak Mas, aku tidak mau cepat bangkit," tolak Anisa tetap dengan pendirian nya.

"Baiklah, tapi sebelum itu dengar kan dulu penjelasan ku. Aku harap setelah ini hubungan kita tidak lagi rusak. Aku mempercayai mu melebihi diri ku sendiri," ujar Bara yang mana membuat Anisa mendengar itu menjadi bingung dan juga penasaran.

"Maksud Mas apa? apa ada sesuatu yang Mas tutupi dari ku?" tanya Anisa.

"Hmmm."

"Jelaskan semua, aku akan mendengar itu."

"Baik lah aku menceritakan padamu," kata Bara.

"Kamu ingat saat kamu menampar ku?" lanjut Bara bertanya.

"Ya, aku ingat itu, aku minta maaf."

"Sudah lupakan saja, lagian itu salah ku karena sudah berkata kasar padamu."

Anisa diam mengangguk mengiyakan.

"Di saat hari itu, aku mulai menaruh curiga dan mulai menyelidiki, meski awal biasa, tapi perlahan aku sadar ada yang aneh," lanjut Bara.

"Tunggu. Maksud Mas apa?" siapa yang curiga dan selidiki?" tanya Anisa penasaran.

"Coba kamu tebak siapa yang aku maksud?" ujar Bara malah meminta Anisa untuk menebak.

"Tadi kamu mengatakan jika kejadian saat aku menampar mu, apa orang itu adalah Rini?"

"Tepat sekali, tanpa kalian sadari saat itu aku mendengar perdebatan kalian. Maaf aku tidak membela mu malah mengatai kamu yang buruk."

"Tunggu. tunggu. Aku benar-benar bingung sekarang. Apa maksud Mas semua yang terjadi hari itu hanya lah sandiwara?"

"Mungkin bisa di kata seperti itu. Aku minta maaf saat itu sudah membuat mu sangat terluka."

"Lalu yang kemarin, Mas meragukan aku, apa itu.... "

"Maaf, kalau itu memang benar adanya. Aku sempat meragukan mu, tapi aku kembali percaya setelah mendengar penjelasan mu. Jika saja dari awal kamu menceritakan semua tidak akan seperti ini," ujar Bara.

Mendengar itu, Anisa tertunduk yang di katakan Bara memang benar adanya.

Jika dia mengatakan lebih awal, mungkin kejadian kemarin tidak akan ada. Tapi mau bagaimana lagi? semua telah terjadi.

"Maaf," ucap Anisa ikut merasa bersalah karena sudah menutupi masa lalu nya.

"Iya, sekarang apa kamu memaafkan ku?"

"Iya Mas, kita sama-sama memaafkan."

"Oh iya, aku belum paham tadi apa yang Mas maksud menyelidiki? apa mengenai kematian Rina?" lanjut Anisa.

"Bagaimana kamu bisa tau? apa kamu sama mencurigai Rini?"

"Entahlah Mas, aku tidak ingin berprasangka buruk. Aku berencana menyelidiki semua."

"Jangan. Biar aku saja. Aku tidak ingin kamu celaka, jika benar Rini dalang nya, berarti dia sangat berbahaya."

"Mas jangan khawatir, aku bisa melindungi diri ku sendiri."

Setelah berbincang-bincang saling terbuka satu sama lain, akhir nya mereka pun berbaikan.

Anisa segera ke kamar mandi lebih dulu, lalu setelah selesai dia meminta Bara untuk bersiap dan dia akan menyiapkan pakaian ganti.

"Mas, hari ini dan seterusnya aku minta izin untuk kerja. Kamu gak keberatan kan?"

"Kerja? kerja di mana? kenapa mendadak? apa tidak sebaiknya kamu di rumah saja, kita tidak kekurangan uang jadi apapun keinginan mu masih bisa aku penuhi."

"Mas, bukan itu masalah nya. Ini adalah cita-cita ku dari kecil. Aku akan bahagia jika cita-cita ku tergapai dan kamu memberi izin."

"Cita-cita apa?"

"Rahasia, aku akan memberitahu mu jika sudah berkembang."

"Baiklah, tapi pulang tidak boleh malam, kalau malam hubungi aku."

"Siap, laksanakan. makasih Mas," ujar Anisa bahagia dengan senyum mengukir di wajah nya.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

Maaf ya semua hari ini author telat up nya.😁🙏

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ma Em
Bara cuma janji2 doang tanpa bukti setiap minta maaf selalu bilang tdk akan kubiarkan airmata ini menghiasi wajah cantikmu tapi diulang lagi diulang lagi menyakiti Anisa dasar Bara suami plin plan angin2an
Ma Em
Ceritanya tarik ulur sebentar baik sebentar tdk lagian Anisa juga gampang banget memaafkan Bara orang plin plan seperti Bara jgn terlalu dipercaya kalau tdk nanti Anisa sendiri yg sakit hati
Ma Em
Luar biasa
Ma Em
Bara kamu pasti akan menyesal setelah Anisa pergi tdk kembali lagi itulah dgn teguh pendirian Anisa semoga Anisa bisa menemukan kebahagiaannya kembali dgn mendapatkan suami yg sayang dan cinta pada Anisa
Ma Em
Bara pasti kamu akan menyesali keputusanmu yg tdk ingin Anisa mencintai kamu karena telah menyia nyiakan cinta tulus Anisa dan setelah kamu tau kebenarannya bahwa yg meracuni Rina adalah adiknya si Rini semoga Bara tdk terlambat untuk mencintai Anisa
Ma Em
Rini sdh terobsesi dgn Bara hingga tdk memikirkan lagi benar apa salah tindakannya seorang adik tega membunuh kakaknya sendiri demi untuk tercapai tujuannya semoga terbongkar semua kejahatan Rini yg tlh membunuh kakaknya
Madelina Puis
aku kecewa dengan penulis ..
Surati
bagus
Mega Ratnawati
ceritanya felix dan rini menikah
Mega Ratnawati
masa ceritnya cuma sedik bagaiman dengan felix dan rini
Mega Ratnawati
lanjut dong ceritanya aisha
Leni Anggraeni
Luar biasa
Yus Warkop
mau menyatu terhalang roti sabaar bara , kalau sudah waktunya pasti
Yus Warkop
iih bener"bego si bara yah
Yus Warkop
😭😭😭begitu ceritanya bara
Yus Warkop
aneh dama si bara benar" dungu
Yus Warkop
setujuuuuu bagus nis greget sama s bara yg bodoh
Yus Warkop
bara laki"bodoh ,gak bisa ngebedain mana perempuan tulus mana perempuan licik
Yus Warkop
oh iya, aku ingat sekarang ,aku pernah baca kubaca ulsng ah biar jelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!