Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.
Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.
Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.
Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 ( Cara Membuat CEO Jatuh Cinta )
Pagi hari saat Alena bangun dari tidurnya, Alena menatap langit-langit kamarnya.
Semalaman Alena merasa sedikit susah tidur, hingga akhirnya ia tertidur subuh tadi.
Kali ini bukan karena sekolah Dimas atau cicilan hutang rumahnya.
Melainkan karena satu masalah baru yang menghantui pikirannya.
" Gimana caranya bikin orang jatuh cinta ? "
Alena berguling-guling dikasurnya.
" Ya Tuhan, kenapa dari banyaknya pekerjaan kenapa gue ga minta pekerjaan biasa aja sih "
" Tau gitu mending gue minta jadi OB aja deh sekalian "
Disaat dirinya tengah merasa frustasi.
Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
Pesan itu dari Arven :
[Arven : Hari Pertama]
[Arven : Progress ?? ]
Alena menatap sinis kearah ponselnya.
" Panjang umur rupanya " ucapnya asal
Alena pun membalas pesan Arven
[Alena : Arven.. Ini masih pagi, gue baru bangun ]
Tak sampai hitungan detik Arven langsung membalasnya.
[Arven : Lambat ]
Alena yang merasa kesal pun langsung membalasnya
[Alena : Lo kira jatuh cinta itu bisa di download ? ]
Tak ada balasan lagi dari Arven setelah itu.
Alena yang kesal membanting ponselnya ke kasurnya.
" Dasar cowok nyebelin, kalau bukan karena duit lo ogah gue kayak gini "
....
Sesampainya di kampus Alena langsung mencari keberadaan sahabat nya Nabila.
Seperti biasanya, Nabila sudah menunggu Alena di kantin untuk makan bersama.
" Bil lo harus tolongin gue "
Ucap Alena dengan antusias
" Tolongin apa ? Gue ga punya duit Alena "
" Bukan soal duit Nabila "
" Terus ? Lo minta tolong apa ke gue ? "
" Kasih tau gue, gimana caranya bikin cowok jatuh cinta sama kita ? "
Nabila yang saat itu sedang minum, langsung tersedak karena ucapan Alena.
" ASTGA ALENA "
Nabila berteriak cukup keras, membuat keduanya menjadi pusat perhatian kantin saat itu.
" Nabila, pelan-pelan "
" Sorry sorry, gue kaget Alena "
Nabila pun kembali mengecilkan volume suaranya
" Lo lagi jatuh cinta sama siapa ? "
" Adalah gue ga bisa cerita sekarang "
" Jahat, main rahasia sama gue "
" Udah sekarang lo kasih tau gue, gimana caranya bikin cowok jatuh cinta ? lo kan banyak pengalaman nih "
" Yaudah, lo catet nih "
Alena mengambil buku dari dalam tasnya, kemudian ia dengan fokus mendengarkan Nabila berbicara.
" Cowok itu suka sama cewek yang perhatian, jadi lo harus bisa kasih perhatian ke dia sekecil apapun "
" Ya terus "
" Cowok suka cewek yang manis, jadi lo jangan galak galak, jangan marah marah. Ya bersikap manis lah, paham kan ? "
" Ya paham, terus "
" Cowok itu suka sama cewek yang sering ngasih makanan "
" Emangnya mereka ga bisa beli sendiri, Bil ? "
" Alena, mereka bisa aja beli sendiri. Tapi akan terasa beda kalau kita yang kasih, pasti dia mikir kalau kita ini tuh perhatian banget sama mereka "
" Ohh gitu " Alena mengangguk singkat
" Lo tulis semua ga apa yang gue bilang "
" Tulis Nabila "
Alena sejak tadi mendengarkan ucapan Nabila dengan serius dan mencatat dibuku miliknya
....
Sore ini Alena diminta Arven untuk datang ke perusahaan miliknya.
Alena menjalankan percobaan pertamanya.
Sore ini, Alena membawa sekotak donat untuk Arven.
Begitu Alena masuk, Alena langsung meletakkan kotak donat itu di meja kerja Arven.
" Buat lo Arven "
Arven menatap kotak tersebut.
" Apa ini ? "
" Donat "
" Kenapa lo kasih gue donat ? "
" Biar lo bahagia Arven "
" Apa hubungannya donat dengan bikin gue bahagia ? "
" Ya hubungannya, makanan manis itu bikin bahagia"
" Kalau Gue diabetes ? "
" Hah ? "
" Kalau enggak, kenapa tiba-tiba lo kasih gue donat ? "
" Ga ada makasihnya banget sih, yaudah kalau ga mau gue aja yang makan "
Alena yang merasa kesal
Alena mengambil kotak itu
Ia langsung memakan donat itu didepan Arven
Misi pertama Alena gagal.
...
Kali ini percobaan kedua Alena
Sejak Alena datang, Arven terus fokus dengan pekerjaannya.
Akhirnya Alena pun mulai berpikir untuk misi selanjutnya.
" Arven "
" Hmm "
" Lo capek ga ? "
" Engga "
" Lo laper mungkin ? "
" Engga "
" Ohh gue tau, lo pasti haus kan ? "
" Engga juga "
" Arven lo manusia bukan sih, ayolah sewajarnya jadi manusia normal aja "
Alena merengek
Namun bukannya Arven kesar, justru laki-laki itu tertawa
Dan itu pertama kalinya Alena melihat Arven tertawa cukup lama.
....
Saat Arven sedang fokus dengan pekerjaannya.
Tiba-tiba Arven terbatuk cukup parah
Alena langsung menghampiri Arven
Wajah Arven terlihat pucat untuk sesaat.
" Lo beneran ga sakit ? "
" Engga "
" Jangan bohong Arven "
" Misi lo itu bikin gue jatuh cinta, bukan jadi dokter Alena "
Alena mendengus kesal mendengar ucapan Arven
Tapi ia juga khawatir dengan Arven.
....
Malam hari sebelum Alena tidur
Alena mengambil buku miliknya
Ia melihat selembar halaman dengan bertuliskan
" Misi Membuat Arven Jatuh Cinta "
Kasih Makanan - Gagal
Perhatian - Setengah gagal
Bikin Arven ketawa - Setengah Berhasil
Alena menjatuhkan kepalanya di bantal yang ada didepannya.
" Ya Tuhan.. "
" Kenapa bikin CEO jatuh cinta lebih susah daripada menyusun skripsi sih "
Disaat yang bersamaan
Ponsel milik Alena mendapatkan pesan masuk
Pesan itu tentunya dari Arven
[Arven : Hari pertama selesai Alena]
[Arven : Untuk hari ini gue kasih nilai 4/10]
Alena langsung membulatkan matanya.
[Alena : EMPAT ??]
[Arven : Lo banyak ngomel Alena]
[Alena : Besok gue juga bakal kasih lo nilai Arven]
[Arven : Silahkan Alena]
Alena menatap ponselnya
Tanpa ia sadar
Ia tersenyum membaca pesan Arven
...
Dirumah Arven..
Ia baru saja mengirimkan pesan kepada Alena
Sebuah penilaian mengenai progres misinya.
" Lo harus bisa Alena, lo harus berhasil "
Arven meletakkan ponselnya
Ia berdiri didepan balkon kamarnya, menatap langit yang sudah gelap.
" Jangan pernah jatuh cinta sama gue Alena, jangan pernah sedikitpun "
Arven menarik nafasnya dalam dalam, ia memejamkan matanya menikmati angin yang mengusap lembut wajahnya.