NovelToon NovelToon
Setelah 9 Tahun Bersama

Setelah 9 Tahun Bersama

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Selingkuh
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Selama sembilan tahun, Jena percaya bahwa cintanya dengan Jovian Ardhana akan berakhir di pelaminan.

Saat Jovian masih merintis mimpi, Jena selalu ada di sisinya. Menemani, mendukung, dan mencintainya tanpa pernah melihat harta ataupun status.

Hingga akhirnya Jovian menjelma menjadi CEO muda pewaris keluarga Ardhana yang sukses dan dikagumi banyak orang.

Namun semuanya berubah sejak hadirnya Michelle Ayu Suroso. Gadis cantik, kaya raya, dan berasal dari keluarga terpandang.

Perlahan, lelaki yang dulu begitu romantis itu mulai berubah.

Jena mencoba bertahan. Sampai suatu malam, Jovian mengundangnya menghadiri makan malam keluarga di rumah mewah Ardhana.

Jena datang dengan penuh harapan.

Namun di hadapan para kolega bisnis dan keluarga besar, ayah Jovian justru mengumumkan sesuatu yang menghancurkan dunia Jena dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Akulah Pemenangnya

Jovian kembali ke ruang keluarga dengan wajah yang berusaha dibuat tenang. Jejak air mata itu telah hilang, namun sorot matanya masih menyimpan kelelahan yang sulit disembunyikan.

Tak lama kemudian, keluarga Michelle berpamitan pulang. Pelukan, senyum, dan ucapan selamat kembali terdengar memenuhi ruangan.

"Hati-hati di jalan ya," ucap Sifa sambil mengantar mereka hingga ke teras.

"Besok kita lanjut bahas vendor dekorasi," sahut Michelle ceria sebelum masuk ke mobil.

"Iya," jawab Jovian singkat, memaksakan seulas senyum.

Beberapa menit kemudian, suara mesin mobil menghilang di balik gerbang yang kembali tertutup. Rumah itu kembali sunyi.

Di ruang keluarga kini hanya tersisa Jovian, Bimo, Sifa, dan Jihan.

Bimo menyandarkan punggungnya ke sofa, lalu berdeham pelan. "Oh ya, Jo." Jovian menoleh. "Berhubung kamu dan Michelle akan segera bertunangan, Papa sudah mengambil satu keputusan."

"Keputusan apa, Pa?" tanya Jovian sambil mengernyit kening.

"Besok pagi Papa akan memberhentikan Jena dari jabatannya sebagai sekretarismu."

"Pa!" Suara Jovian meninggi tanpa bisa ia tahan. Semua orang langsung menoleh ke arahnya. "Apa maksud Papa?" tanyanya dengan napas mulai memburu. "Kenapa Papa masih terus menjahati Jena? Bukankah semua yang Papa inginkan sudah terjadi? Aku sudah memilih Michelle. Hubunganku dengan Jena juga sudah berakhir. Kenapa Papa masih ingin menghancurkan hidupnya?"

Tatapan Bimo berubah tegas. "Papa tidak sedang menjahatinya."

"Lalu keputusan yang barusan Papa bilang apa ... kalau bukan menjahati dia?"

"Itu permintaan Pak Mario Suroso," jawab Bimo membuat Jovian terdiam. Rahangnya mengeras."Beliau tidak ingin kamu bekerja setiap hari bersama mantan kekasihmu. Papa juga bisa memahami kekhawatiran itu."

"Tapi, Pa ..."

"Selain itu," lanjut Bimo tenang, "Papa juga tidak mau melukai hati Michelle. Sebentar lagi dia akan menjadi bagian dari keluarga ini. Perasaannya juga harus kita jaga."

Jovian menggeleng pelan. "Jena sudah kehilangan aku, Pa. Sekarang Papa juga mau mengambil pekerjaannya?" Suaranya mulai serak. "Kalau dia berhenti kerja ... dia mau dapat penghasilan dari mana?"

Bimo mengembuskan napas panjang. "Papa sudah menyiapkan pesangon untuknya."

"Pesangon?"

"Iya. Jumlahnya cukup besar. Anggap saja sebagai penghargaan atas sembilan tahun pengabdiannya mendampingimu."

"Pa ..." Kepala Jovian menggeleng berat.

"Papa rasa itu sudah lebih dari cukup."

"Tapi itu bukan solusi!" sahut Jovian. "Yang Jena butuhkan itu pekerjaan, bukan uang yang suatu saat pasti habis."

Bimo tetap bergeming. "Jena perempuan yang pintar. Papa yakin dia bisa mencari pekerjaan lain."

Jovian mengepalkan kedua tangannya. "Tapi, Pa-"

Belum sempat ia melanjutkan, Jihan menyela dengan nada santai. "Udahlah, Mas."

Jovian menoleh kesal.

"Nggak usah dipikirin lagi."

"Apa maksudmu?"

"Mas kan sekarang udah punya Kak Michelle yang cantik, kaya, pintar, dan ... pokoknya wanita sempurna. Ngapain masih sibuk ngebelain cewek miskin kayak Jena?"

"Jihan!" bentak Jovian.

Jihan sedikit tersentak, tetapi tetap memasang wajah tak peduli. "Aku cuma ngomong yang sebenarnya. Sewot amat." Ia mendelikan mata.

Sifa kemudian ikut angkat bicara. "Jihan benar, Jo." Jovian menatap ibunya tak percaya. "Mulai sekarang fokuslah pada Michelle. Dia calon istrimu. Jangan sampai sikapmu malah membuat Michelle kecewa atau merasa tidak dihargai." Ucapan itu keluar lantang. "Kalau kamu terus memikirkan Jena," lanjut Sifa lembut namun tegas, "Rumah tanggamu nanti tidak akan pernah tenang."

Jovian memejamkan mata sesaat. Dadanya terasa semakin sesak. Ia ingin membela Jena. Ingin mengatakan bahwa perempuan itu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. Namun setiap kata yang hendak keluar seolah tertahan di tenggorokannya. Karena pada akhirnya ... orang yang paling menyakiti Jena bukanlah kedua orang tuanya. Melainkan dirinya sendiri.

Jovian hanya bisa menundukkan kepala. Ia benar-benar kehilangan kata-kata saat menghadapi keluarganya. Ia sungguh tak berdaya. Akhirnya setelah menunduk cukup lama, Jovian melangkah gontai menuju kamarnya.

Ia menaiki tangga dengan pelan. Setiap undakan yang ia injak, seolah menjelma menjadi pisau tajam yang menghantam telapak kakinya. Rasa nyerinya sampai menembus ulu hati. "Jena." Ia berhenti sejenak di tengah-tengah. Lalu tak lama, ia kembali melangkah hingga undakan tangga itu habis.

Jovian menggapai daun pintu, membukanya pelan. Begitu pintu tertutup, ia menyandarkan punggungnya pada daun pintu sambil memejamkan mata. Napasnya terasa berat. Tubuhnya jatuh terduduk di lantai. Kedua tangannya mencengkeram rambut sendiri kuat-kuat, seolah ingin melampiaskan semua kekacauan yang berkecamuk di dalam kepalanya. "Arrgh ..." erangnya lirih.

Semuanya terasa menyesakkan. Pertunangan yang terus dipersiapkan. Keputusan ayahnya memecat Jena.

Dan bayangan perempuan itu yang tak juga mau pergi dari benaknya.

Beberapa saat kemudian, Jovian mengangkat wajah. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia merogoh saku celana, lalu mengambil ponselnya.

Ia membuka galeri. Jemarinya bergerak cepat memasukkan kode untuk membuka sebuah folder rahasia yang selama ini tak pernah diketahui siapa pun.

Di dalamnya hanya ada satu album.

Album itu berisi puluhan foto Jena yang diam-diam ia simpan selama sembilan tahun terakhir.

Ada foto Jena yang sedang tersenyum malu saat pertama kali bekerja dengannya.

Foto ketika mereka menikmati kopi di sebuah kafe sederhana.

Foto Jena yang tertidur di mobil saat pulang lembur.

Hingga foto candid favoritnya ... Jena yang sedang tertawa lepas sambil menatap langit sore.

Jovian berhenti pada foto terakhir. Ia mengusap layar ponselnya perlahan, seolah sedang membelai pipi perempuan yang begitu dicintainya. "Bodohnya aku ..." bisiknya serak. "Kalau memang akhirnya seperti ini ... kenapa dulu aku membuatmu percaya bahwa kita akan bersama selamanya?"

Setitik air mata kembali jatuh mengenai layar ponsel. Ia tersenyum pahit. "Jena ... kalau saja waktu bisa diputar kembali ..." Kalimat itu terhenti di bibirnya. Ia tahu, penyesalan tak akan mengubah apa pun.

Jovian menggenggam ponselnya erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Maafkan aku ..." bisiknya lirih. "Aku gagal mempertahankan cinta kita." Tatapannya tak pernah lepas dari wajah Jena di layar. Di balik folder rahasia itu, tersimpan kenangan yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang.

Kini, kenangan itu hanya menjadi pengingat bahwa cinta yang telah ia jaga selama sembilan tahun ... hancur oleh pilihan yang ia buat sendiri.

***

Michelle baru saja selesai mandi. Ia mengenakan gaun tidur berbahan satin berwarna krem, lalu naik ke atas ranjang. Punggungnya bersandar pada kepala ranjang yang empuk, sementara jemarinya lincah memainkan ponsel. Senyum puas tak pernah lepas dari bibirnya.

Satu per satu foto yang diambil saat acara makan malam tadi ia pilih, lalu diunggah ke media sosial. Ada foto saat Jovian menggenggam tangannya. Foto dengan keluarga besar, hingga potret mereka yang tampak tersenyum serasi.

Michelle menatap unggahan itu beberapa saat, lalu terkekeh pelan. "Akhirnya ..." gumamnya puas. "Sebentar lagi aku dan Jovian benar-benar akan meresmikan hubungan ini." Ia menyandarkan kepalanya ke bantal. "Papi memang hebat." Senyumnya semakin lebar. "Papi benar-benar bisa membuat Om Bimo menekan Jovian sampai menerima pertunangan ini." Michelle kemudian terdiam sejenak.

Bayangan wajah Jena yang pucat saat mendengar pengumuman pertunangannya dengan Jovian tadi kembali terlintas di benaknya. "Kasihan juga si Jena," ujarnya lirih, sebelum akhirnya terkekeh pelan.

Namun rasa iba itu hanya bertahan sesaat.

Detik berikutnya, seringai kemenangan kembali menghiasi wajahnya. "Jena ... Jena. Kamu benar-benar menghabiskan sembilan tahun hidupmu cuma buat menjaga jodohku." Michelle tertawa pelan, lalu menggeleng-gelengkan kepala. "Harusnya dari dulu kamu sadar diri. Di dunia ini, keluarga kaya biasanya memang mencari menantu yang sepadan. Status, pendidikan, pergaulan, dan latar belakang keluarga sering kali jadi pertimbangan." Ia menatap foto-fotonya bersama Jovian tadi dengan penuh kebanggaan. "Dan lihat sekarang ... akulah pemenangnya." Ia menyimpan ponsel lalu bertepuk tangan. "Yang berdiri di samping Jovian adalah aku. Bukan gadis miskin seperti kamu, Jena. Hahahaha ...!" Tawa puas penuh kemenangan itu keluar dari bibir Michelle, menggema memenuhi setiap penjuru kamar.

1
partini
ortumu mah Very good 👍
Asphia fia
lanjut thor update LBH byk lg💪
Nining Sariningsih
wah orang tua yang bijak,,,,,gak kayak keluarga si Jovan yang tonik,cocok thoorrrrrr kalau jena dapat keluarga kayak keluarga pak Trisno ma bunda Laila aku doa in mudah2an jodohnya jena,,,,,semangat thooorrr💪💪💪
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🫰
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
namanya unik loh...Obi alias mas Toto 😅
Ama Apr: hahaha, berarti bs aja 2 orh yg beda🤭
total 3 replies
Dartihuti
masya'allah betul ortu yg bijak ...kebahagian yg hakiki lbh utama dr pd gelimangan harta tp hati terasa hampa...harta bisa di cari bersama kebahagian gk akan mampu di beli dng semua yg harta punya aaa...betul " 👍pak Trisnoudah maruk dqn nafsu harta apapun susah tuk menyadarkan kl org dah egois bin srakah
Ama Apr: kan, masih ada orkay yg bijak🫰
total 1 replies
Yeni Astriani
Bimo belum tahu saja kalau Mas Toto itu Obi laki2 yg direndahkan derajat nya oleh anak istrimu kalau ketemu pasti menolak 100%, sebab kelakuan anak istrinya, dan untuk Jihan belum tentu dia masih perawan siapa tau udah jebol duluan melihat pergaulan nya saja begitu sama kaya Michelle
Ama Apr: hihi, kena mental mereka🤣
total 1 replies
partini
wah ternyata ga mulus ya pak Bimo mua main curang Tah jangan" Bimo kepikiran menjebak biar tangung jawab macam obat perangsang mungkin setalah tau siapa anak pak Tris tentu nya
pak Tris ortu yg 👍
Ama Apr: hehe, iya kk
total 3 replies
Andriyati
aku rasa dia punya gangguan mental,,
Ama Apr: michelle kk?
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
terlalu berambisi pengen jodoh in anak nya sama keluarga konglomerat 😏
Ama Apr: betul kk
total 3 replies
Oma Gavin
jangan mau pak trisno temen mu itu licik matre dan sombong
Ama Apr: hoho iya
total 1 replies
Eneng Farida
aduh beneran bkn toto kan anak pak tresno?
Ama Apr: kita lihat nanti
total 1 replies
Dartihuti
Percaya deh dng crita Nikita kl sikap Pak Trisno lbh bijak gk seegois main trima si Bimo main asal jodohi anak hanya buat urusan bisnis...jg bisa bedain sikap org tulus apa fulus
Ama Apr: yap, betull
total 1 replies
partini
semoga ga Jena sama Niki kedepannya ga ada masalah takut nya cinta bertepuk sebelah kaki wehhh🤦
pak Bimo to the point sekali wehhh
pak tri responnya seperti apa yah penasaran langsung gas atau seak seok
Ama Apr: hehe, besok y kk
mau up lagi, nggak keburu🤣
total 3 replies
Amy
semoga pak trisno nggak mau jodohin anaknya sama jihan,,,,tolak mentah2 aja
Ama Apr: wkwkwk
total 1 replies
Dartihuti
Diiih...nafsu amat ingin c4 berbesan orang kaya biar + bonafit biar di pang tak terkalahkan gk tahu tar sok ...Pak Tridno mang kayak anda tuan Bimo yg gila akan sumber kekayaan hingga meremehkan org
Ama Apr: kita buktikan, apa trisno sm gila harta
total 1 replies
Oma Gavin
weleh ngarep banget anaknya bisa tunangan sama anak pak trisno yg sudah kesengsem sama jena jgn harap bisa yg ada kamu terkejut setelah tau jena kerja di perusahaan pak trisno
Ama Apr: hahaha
total 1 replies
partini
sat set sekali mau di jodohin,aihhh ga jadi mendoakan kamu jadi mantu pak tri Jen 🤭
Ama Apr: belum tentu pk tris nya mau🤭
total 1 replies
Yeni Astriani
semoga pak Trisno menolak perjodohan itu sama Jihan jangan Terima keluarga sombong☺☺☺
Ama Apr: wkwkwk, aamiin
total 1 replies
Kota Tegalan
PD BANGET si Bimo 🤣🤣🤣🤣 yg ada ntarr Jihan mewek 😆
Ama Apr: ketawain aja kk
total 1 replies
Dartihuti
Moga di mudahkan ya Jena...
Pak Trisnonya terkesan dng prilaku jg kinerjamu...begitu jg Authour nya🥰
Ama Apr: aamiin, makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!