NovelToon NovelToon
CINTA DADAKAN

CINTA DADAKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:471.9k
Nilai: 5
Nama Author: AfkaRista

Tidak kenal, tiba-tiba melamar?

Begitulah yang dilakukan oleh seorang Sagara Ibrahim terhadap Florensia Agata, gadis yang ditemuinya ditaman komplek rumah kakaknya. Pria jomblo yang belum menemukan tambatan hati itu tiba-tiba saja melamar seorang gadis yang ditolak orang tua kekasihnya. Entah apa yang pria itu pikirkan.

Akankah lamaran Saga diterima? Lalu, jika mereka menikah, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Banyak yang bilang, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu. Apakah itu juga berlaku bagi keduanya, disaat kekasih Floren masih gencar mendapatkan hati istri Saga kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Florensia Agatha!."

Deg

Flo membeku, jantungnya berdegup kencang. Kakinya terasa lemas seketika saat suara yang begitu familiar itu memanggilnya. Suara itu? Suara itu milik pria yang tadi dilihatnya bersama seorang wanita. Pria yang dulu menikahinya dan pria yang menjadi Ayah dari putranya.

Dengan perlahan Flo berbalik. Deg. Sekali lagi jantungnya berdegup kencang. Tubuhnya hampir limbung kalau saja dia tidak berusaha menekan perasaannya. Pria itu masih sama seperti dulu, tampan dan gagah. Namun kali ini tatapannya terlihat begitu dingin. Saga memperhatikannya dari atas hingga bawah, membuat wanita itu merasa di telanjangi dengan tatapan remehnya.

"Ah... Benar. Rupanya kamu memang Florensia Agatha. Wanita yang sama dengan seseorang yang mencampakkanku empat tahun lalu."

Flo menatap Saga dengan sendu. Jujur... Dirinya belum siap bertemu dengan Saga. Apalagi pria itu sudah memiliki kekasih. Harapan yang sempat ia pupuk kini benar-benar harus ia musnahkan.

Kamu kuat, Flo. Tunjukkan padanya kalau kamu bisa hidup baik tanpanya. Tunjukkan padanya jika kamu bukan wanita lemah.

"Senang bertemu dengan anda kembali, tuan Ibrahim."

Saga tersenyum sinis. "Kau terlihat baik-baik saja setelah meninggalkanku. Bahkan aku lihat kau hidup dengan sangat baik."

Jujur, Saga senang bisa melihat Flo kembali. Dia juga dibuat terpesona oleh wanita yang masih berstatus istrinya itu. Perempuan itu semakin cantik. Tubuhnya juga lebih berisi. Dan aura yang terpancar dari wajahnya terasa meneduhkan. Tapi Saga segera menepis semua rasa kagumnya ketika mengingat rasa sakit yang Flo tinggalkan. Bagaimana Flo menyalahkan dirinya atas kematian Ayah dan pergi tanpa sepatah kata.

Perempuan itu mengulas senyum, "Tentu saja. Hidupku jauh lebih baik tanpamu. Tidak ada alasan untuk tidak hidup lebih baik setelah berpisah dari pria yang membuatku kehilangan satu - satunya keluarga yang aku miliki, bukan?."

Wajah Saga berubah dingin disertai tatapan yang begitu tajam. Tapi siapa yang mau memperdulikan itu, Flo justru berjalan hendak meninggalkan Saga. Dia harus segera masuk dan memastikan Rega tidak keluar menyusulnya. Anak itu tidak boleh bertemu dengan Ayahnya. Jika dulu, mungkin Flo akan memberikan kesempatan mereka untuk bertemu. Saling mengenal dan melepas rindu. Sekarang, semua dirasa percuma. Toh, Saga sudah memiliki kekasih atau mungkin calon istri. Keberadaan Rega hanya akan jadi penghalang bagi hubungan mereka. Tentunya Flo tidak mau anaknya nanti merasa tidak nyaman jika mengetahui Ayahnya sudah menjadi milik orang lain. Lagipula, perempuan itu belum tentu bisa menerima keberadaan Rega.

"Kau mau pergi begitu saja setelah meninggalkanku tanpa kabar?!." Saga mencengkram lengan wanita itu dengan cukup erat.

"Bukankah kita sudah tidak memiliki urusan apapun. Jadi anggap saja pertemuan ini tidak pernah terjadi."

"Kau terlalu menggampangkan semuanya, Flo. Kau bahkan tidak merasa bersalah setelah melakukan semua itu padaku."

"Lalu apa maumu?."

Ingin sekali dia terteriak. Namun di urungkan karena takut putranya melihat mereka dan justru bertemu dengan Saga.

"Kau harus meminta maaf atas perbuatanmu padaku empat tahun yang lalu!."

Flo terkekeh sinis, "Untuk apa aku melakukan itu? Bukankah maaf itu seharusnya meluncur dari bibirmu?Apa kau lupa siapa yang membuatku menjadi anak yatim? Kau.... Kaulah orangnya Sagara Ibrahim."

Saga mengendurkan cengkeramannya dan itu Flo manfaatkan untuk meninggalkan mantan suaminya tersebut.

Pria itu menatap kepergian Flo dengan perasaan tak karuan. Marah, senang, sedih, kecewa semua bercampur menjadi satu. Pernah sesekali dia mencari istrinya atas permintaan Bunda. Tapi tidak ada petunjuk atau apapun yang berhubungan dengan Flo. Perempuan itu bak hilang di telan bumi. Tapi siapa sangka, sekarang tanpa ia minta, takdirlah yang mempertemukan keduanya.

"Jadi disini kamu bersembunyi selama ini? Baiklah... Mulai detik ini, aku pastikan kau akan hidup seperti di neraka, Florensia Agatha. Dan aku... Tidak akan pernah melepaskanmu!."

Flo menatap kepergian Saga dari balik jendela galery. Setelah memastikan pria itu benar-benar pergi. Flo meminta izin untuk untuk pulang lebih dulu bersama Rega. Suasana hatinya sedang tidak baik. Berapa di galery pun membuatnya tidak fokus bekerja.

"Bunda... Tadi aku beltemu Om tampan. Dia milip aku. Kalo kami belengan, kami kayak anak cama Ayah."

Deg

Flo menghentikan langkahnya, dia menatap putranya dengan tatapan khawatir. Jangan - jangan, Om yang dimaksud Rega adalah Saga. Apa mereka tadi bertemu? Tapi kalau iya, tentu Saga akan menanyakan hal ini. Rupa keduanya bak pinang di belah dua. Saga pasti merasa aneh dengan hal ini. Tapi tadi dia tidak membahas apapun. Artinya, Om yang dimaksud Rega bukan Ayahnya.

"Ayah kapan pulang, Bunda. Udah lama Ayah ndak pulang. Lega pengen digendong Ayah kayak teman-teman Lega."

Flo menatap putranya dengan sendu, rasa bersalah menyelimuti hatinya. Rega bukan tidak punya Ayah. Tapi dirinyalah yang menyembunyikan keberadaan Ayahnya pada sang putra.

"Ayah masih kerja sayang. Ayah ngumpulin uang buat belikan Rega banyak mainan."

"Tapi kenapa lama cekali, Bunda. Lega udah ulang tahun tiga kali, tapi Ayah belum juga datang. Lega kila, Om tadi itu Ayahnya lega."

Flo berjongkok dan menatap Rega dengan senyum teduhnya. "Ingat pesan Bunda kan? Rega nggak boleh bicara sama orang asing. Karena kita nggak tahu dia orang baik atau bukan. Rega sayang Bunda, kan?," bocah kecil itu mengangguk, "Bunda nggak mau Rega kenapa - napa. Jadi, Rega harus nurut sama Bunda ya. Rega kan sudah janji akan jadi anak baik dan nggak buat Bunda sedih."

"Iya Bunda. Lega janji. Rega cayang Bunda banyak - banyak."

Flo menggendong putranya dan mereka kembali berjalan menuju rumah. Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah minimalis dengan halaman yang cukup luas. Bukan rumah mewah, tapi terlihat bersih dan nyaman. Flo mengambil kunci dalam tas lalu membuka pintu. Setelah masuk, tak lupa menguncinya kembali.

"Kamu main dulu ya, sayang. Bunda mau siapkan makan siang."

"Oce Bunda."

Beruntung Rega adalah anak yang penurut. Walau sedikit jahil, tapi Rega termasuk anak yang pintar dan mudah mengerti apa yang dikatakan orang dewasa.

Flo mengeluarkan beberapa sayuran dari dalam kulkas. Pikirannya tidak terlalu fokus. Dia masih mengingat pertemuannya dengan Saga. Dan yang paling Flo khawatirkan, bagaimana kalau Saga tahu keberadaan Rega. Bagaimana kalau dia merebut Rega dari sisinya.

"Awh...."

Perempuan cantik itu segera membasuh tanganya yang tak sengaja terkena pisau. Setetes air mata mulai membasahi pipinya. Bukan perih akibat irisan pisau, melainkan terbukanya kembali luka yang selama ini berusaha dia sembuhkan.

Kenapa sesakit ini? Kenapa aku belum juga bisa melupakan dia. Aku tidak kuat, aku tidak setegar itu. Nyatanya semua terasa begitu menyakitkan.

Flo urung memasak, dia tenggelam dalam tangis pilu yang hanya dia sendiri yang tahu seberapa berat beban yang selama ini di tanggungnya. Seberapa banyak derita yang dia lewati sendiri hingga berhasil berada di titik ini.

"Bunda.."

Flo segera mengusap air matanya. Dia berusaha tersenyum di depan putra semata wayangnya. "Ya, sayang. Kenapa hm? Tega sudah lapar? Maaf ya... Bunda baru mau memasak."

Pria kecil itu menghampiri dan memeluk kaki Bundanya. "Lega belum lapal. Lega lihat Bunda nangis. Lega ndak cuka. Maafin Lega kalau tanya soal Ayah. Lega janji ndak akan tanya Ayah lagi dan buat bunda cedih. Lega ndak apa cuma hidup beldua cama Bunda. Lega cayang Bunda."

Flo memeluk putranya dengan erat, biarlah dia egois sekarang. Sejak awal dia hanya punya dirinya. Tidak ada Saga bahkan sejak bayi hingga besar, tidak ada campur tangan Saga terhadap putranya.

Maafkan Bunda, Nak. Bunda memang bersalah tapi Bunda janji, Bunda akan bahagiakan kamu. Memenuhi semua kebutuhan kamu. Juga menjadi Bunda dan Ayah sekaligus untuk kamu. Bunda janji itu dan Bunda akan melakukan apapun untuk mewujudkannya.

1
Rofik Aulian
🤣🤣🤣
keknya kamu lebih hyper saga
Naufal hanifah
bagus,sat set ceritanya
C I W I
kereeen
Tira Aneri
sukaaaa
𒈒⃟ʟʙᴄ🅲🅰🅽🆃🅸🅺𝐀⃝🥀
sagara baik suka tidak tegaan sama orang, dewasa cakep langsung gass lamar tanpa mikir kebelakangnya bagaimana. keren anak mama gita yang satu ini.
saga lebih dewasa dan tidak oon dari pada azka sang kakak.
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Shifa Burhan
dinovel wanita egois 2 sosok yang begitu spesial, yaitu pemeran utama wanita dan pebinor
*pemeran utama wanita apapun kesalahanya, melukai hati suami, merendahkan harga diri suami, pergi tinggal suami, pisah anak dan ayah, terang2 mencintai pria lain, ucapanya selalu melukai perasaan suami tapi apa yang terjadi semudah itu dimaafkan dan malah dibalik suami yang dibuat berjuang dan mengemis cinta

*pebinor apapun kesalahanya, merusak rumah tangga orang, melukai perasaan istrinya, merendahkan harga diri istrinya tapi apa semudah itu dimaafkan, malah saking spesialnya pebinor, istri dibuat jadi wanita bodoh dan mengemis cinta pada yang selalu mencintainya dan rela diperlakukan seperti apapun

coba banding (dinovel mu saja lah) jika
*pemeran utama pria yang membuat kesalahan pasti dibuat menyesal, menderita, dapat karma, mengemis maaf, dan berjuang mati2an untuk dapat kesempatan, dan posisi bisa tergantikan pria lain

*pelakor sudah pasti dilaknat, diperlakukan kasar dan hina, dan akhirnya dibinasakan

dengan pemikiran yang tidak adil dan egois kayak gini kalian membuat novel dan kalian bangga
mungkin novel kalian bagus dari segi karya seni tapi dari sisi moral dan keadilan novel kalian sangat miris sekali
Sri Wahyuni
Luar biasa
Evi
😅😅😅😅😅😅😅
N Wage
dari awal2lah kalau mau nyari si ale2 ya cari info ke istrinya kan tau di mana istrinya kerja.katanya bayar orang utk mencari ale2 dan flo...knp tdk bertanya ke orang terdekatnya dulu.bisa ketetangga tempat tinggal mereka.heran...
N Wage
itulah makanya dilarang memakai emosi.tidak bisa mengendalikan emosi ya begini jadinya.tidak sengajia memang tp fatal akibatnya.
runyam kan?
N Wage
othornya hobi angka 69😂😂😂😂😂😂
falea sezi
saga udah pernah tidur belom. sama. milen
Fifa stick
semua cerita kak Rista bagus2...

semangat kaka🥰🥰🥰
Salawati Ray
Flo terlalu egois, mementingkan perasaannya saja tanpa mel8hat usaha dan pengorbanan saga, dimatanya mantannya yg sll baik dan dicintainya, cari yg lain aja saga
Lidia Tampubolon
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Wahyu Poenying
luar biasa
Suherni Erni
Flo perempuan ngga tau diri..murahan.
bunda nawki
good ceritanya,,, g panjang2 episode nya jadi g bosan.. cepet n Heppy ending
@haerani-d
seru dan menggemaskan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!