NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bocah SD.

Malam harinya Alana dan Naya pergi ke club yang di katakan Alfian. Malam itu keduanya sedikit terlambat karena drama baju yang selalu Alana tolak untuk di pakai. Karena menurut Alana baju itu terlalu seksi dan terbuka ia takut jadi korban pemerkosaan atau pelecehan nanti. Padahal mini dress yang di sarankan Tante Rina sudah pas dengan tujuan dan acara mereka malam ini. Setelah perdebatan panjang akhirnya Alana memutuskan untuk mengunakan mini dress hitam, berkerak Sabrina.

Sedangkan Naya sendiri mengunakan mini dress tanpa lengan berwarna navy. " Nay kamu yakin ini tempatnya, kita nggak salah tempat kan?" Tanya Alana begitu keduanya tiba di parkiran club. Sembari melihat sekelilingnya, ada beberapa pria bertubuh kekar yang berjaga dimana-mana serta dua orang yang berjaga di parkiran dan pintu masuk. " Kok seram ya Nay, pulang aja yuk! Hadiahnya kita titipkan ke Alfian aja, di sekolah." Ucap Alana lagi sambil memeluk lengan kanan Naya.

" Nggak bisa gitu dong Al, kita kan udah sampai disini." Sahut Naya. " Lagian tempat ini nggak semengerikan yang kamu bayangkan juga kali. Percaya deh sama aku setelah ini kamu bakalan ketagihan ke sini." Naya kembali meyakinkan Alana, tetapi sahabatnya itu tidak memberikan respon apapun, namun dari raut wajahnya, ia terlebih begitu enggan untuk masuk ke dalam sana.

Semangat Naya mengeluarkan ponsel dari Sling bag nya kemudian mengirim pesan kepada Alfian.

... Alfian...

Ian! Aku dan Alana sudah di parkiran club.

^^^Ya udah langsung masuk aja, aku tunggu kalian di pintu masuk.^^^

Oke, Ian.

Naya kembali menyimpan ponsel ke dalam Sling bag nya, kemudian menarik tangan Alana. " Al, ayo."

" Nggak Nay, aku tunggu aja di mobil." Sahut Alana sembari menarik pergelangan tangannya hingga tubuh Naya sedikit tertarik kepadanya.

Naya mendengus kemudian menatap wajah sahabatnya itu untuk beberapa saat. " Kenapa?"

" Nggak papa sih? Cuman Aku nggak nyaman aja disini. Belum lagi pakaian kita juga terlalu terbuka__ Udahlah kamu masuk aja aku tunggu di mobil."

" Al, kita udah sepakat untuk pergi bersama kan! Kenapa harus berubah pikirannya sekarang! Di dalam itu aku cuma kenal sama Alfian dan sisinya nggak! dia juga nggak mungkin terus temani aku. Kamu tega biarin aku sendiri di dalam! Lagian kita cuma sebentar." Bujuk Naya. " Ayolah Alana, aku janji, setelah kita ngucapin selamat dan kasih hadiahnya kita langsung pulang."

Alana menatap wajah Naya, gadis itu sesekali mengangguk kepalanya. Berharap Alana setuju. " Janji ya! Nggak Lama."

" Gitu dong, itu baru sahabat aku. Ayo." Ucap Naya sembari memeluk tubuh Alana, kemudian menarik tangannya lagi.

" Janji dulu Nay."

" Iya Alana-ku sayang, aku janji kita nggak lama."

Setelah itu tidak ada bantahan lagi dari Alana, ia membiarkan Naya menariknya masuk. Saat di depan pintu, Alana dan Naya di periksa kartu identitas mereka dan kartu akses untuk masuk kedalam. Keduanya pun di izinkan masuk, karena memenuhi persyaratan tujuh belas tahun keatas dan memiliki akses untuk masuk.

Saat melewati pintu masuk, suara dentuman musik Sunda menyambut mereka. " Katanya sudah di parkiran. Kok lama banget! Aku udah mau jamuran ini, nunggunya." Keluh Alfian, Begitu melihat Alana dan Naya.

" Sorry Ian." Sahut Naya.

" Nggak papa kok Nay, santai aja. Aku cuma becanda. Yuk aku kenalin sama kakak dan teman-teman aku." Naya dengan semangat menganggukkan kepalanya, berbeda dengan Alana yang terlihat begitu malas.

Setelah itu keduanya mengikuti langkah Alfian. Naya menggenggam tangan Alana dengan begitu eratnya, ia tidak ingin sahabatnya itu jauh darinya, mengingat ini pertama kalinya Alana datang ke tempat seperti ini. Berbeda dengan dirinya, yang sudah pernah di ajak kakak dan pamannya yang tak berakhlak itu.

Dentuman musik terdengar semakin menyakitkan di telinga Alana, pandangan matanya yang silau karena lampu kelap-kelip serta aroma sesak dari asap rokok bercampur aneka parfum serta minuman berbaur menjadi satu, membuat kepala Alana langsung pusing dan tenggorokan seakan kering saat melewati pria dan wanita yang sedang berjoget dengan bebas tanpa ada yang mengusik satu sama lain.

Langkah mereka berhenti di sebuah table yang berada di tengah-tengah ruangan itu dan berhadapan langsung dengan dance floor yang sedikit tinggi di mana sebuah tiang tertancap di sana.

" Nay, dia ngapain?" Tanya Alana sembari menunjuk seorang wanita yang sedang melakukan pole dance dengan pakaian yang sangat seksi.

" Itu pole dance Al."

" Dance apaan! Yang gesek-gesek gitu. Buat kepala aku makin pusing tahu."

" Ya udah nggak usah di liatin."

" Pulang aja yuk." Naya langsung memutar kedua bola matanya. Pergi bersama Alana seakan ia sedang membawa bocah SD, dikit-dikit minta pulang.

" Sabar kita kasih hadiah sama ucapin selamat dulu." Wajah alana yang sudah cemberut semakin cemberut.

" Hai semua, kenalin ini teman-teman baru aku. Alana dan Naya." Ucap Alfian sedikit berteriak kepada teman-temannya yang berada di table itu. Untuk memperkenalkan Alana dan Naya." Naya, Alana, ini kakak Aku Alina, Sahabat-sahabat Aku. Egi, Gio, Leo dan Nilam kekasih aku yang cantik juga baik hati." Lanjutnya lagi, sambil menunjuk wanita dewasa yang duduk di kelilingi teman-teman Alfian dan pacarnya yang berada di table yang bersebelahan dengan tablet yang diduduki kakak Alfian.

Mereka pun saling berkenalan dan menyebut nama satu sama lain. " Yang di undang cuma ini aja?" Tanya Naya.

" Nggak? Kok, table yang itu teman-teman kakak aku semua. Ada juga yang turun ke lantai dansa." Jelas Alfian langsung di angguki Naya.

" Nay cepat dong." Alana yang sudah tidak kerasan di sana, menyenggol lengan sahabatnya itu. Untuk mengingatkannya.

" Iya Al, sabar."

" Al, Nay duduk dulu. Aku akan pesan minuman buat kalian."

" Ian nggak usah kita mau langsung pula__"

" Iya makasih Ian." Naya memotong ucapan Alana dan menariknya duduk di sisi kiri Nilam sementara ia duduk di sisi kanannya dengan posisi Nilam di tengah . Ia sengaja melakukan itu untuk menghindari rengekan Alana yang ingin pulang dengan bercerita dengan Nilam dan Alina.

Naya yang sudah sangat kesal dan tenggorokannya yang semakin kering. Mengambil gelas minuman yang ada di hadapannya tanpa bertanya dan langsung meneguknya dalam satu kali tegukan.

" Eekkh minum Apa ini kok nggak Enak." Teriak Alana begitu nyaring. Sehingga semua orang di table itu menatap kepadanya begitu juga dengan Naya.

" Al, apa yang kamu minum?" Tanya Naya, gadis itu mulai panik saat melihat gelas cangkir spinning yang di pegang Alana hanya menyisakan es batu di dalamnya.

" Nggak tahu, tenggorokan aku nggak enak." Tanpa pikir panjang, Alana mengambil gelas piala yang kosong kemudian mengambil Vodka yang di kira air putih, lalu di tuangkan kedalam gelas itu sampai penuh.

" Al itu bukan air putih." Tegur Naya, tapi gadis itu terlambat karena Alana sudah lebih dulu meneguk nya.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading..💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!