NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: tamat
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Sang Singa Keluar dari Bayangan

​Di bawah todongan ratusan moncong senjata taktis dan kilatan laser merah yang mengunci setiap titik vital pasukannya, Fernando Enrique merasa lututnya benar-benar lemas. Deru hujan yang membasahi aspal jalan lingkar luar terasa begitu dingin, kontras dengan keringat panas yang mengucur di pelipisnya.

​"D-Dallas..." suara Fernando bergetar, kesombongannya sebagai penguasa Enrique Group menguap tanpa sisa. "Siapa... siapa orang di belakangmu ini? Tidak mungkin anak pelayan sepertimu memiliki koneksi militer swasta sedahsyat ini!"

​Dallas menghentikan langkahnya tepat tiga meter di depan Fernando. Air hujan menetes dari ujung rambutnya, mengalir melewati rahangnya yang tegas. Di bawah temaram lampu sorot mobil taktis, sepasang mata Dallas memancarkan kegelapan yang begitu pekat—kegelapan yang sama sekali tidak pernah Fernando lihat selama belasan tahun menyiksa anak itu.

​"Kau selalu menyebutku anak pelayan, Fernando," ucap Dallas, suaranya rendah namun bergaung berat menembus suara gemercik hujan. "Kau sangat terobsesi pada ibuku hingga membutakan matamu dari fakta bahwa pria yang paling dibenci di hidupmu... tidak pernah benar-benar meninggalkan kami."

​Javier yang berdiri di belakang ayahnya berpegangan pada pintu mobil SUV, tubuhnya gemetar hebat melihat titik laser merah tepat di tengah keningnya. "Papa... apa maksud dia? Siapa... siapa Diego Costa yang sebenarnya?!"

​Sebelum Fernando sempat menjawab, pintu mobil taktis lapis baja yang berada di barisan paling depan terbuka. Langkah kaki dengan sepatu bot kulit mahal terdengar mantap menapak di atas aspal yang basah. Seorang pria paruh baya dengan mantel hitam panjang melangkah keluar. Wajahnya yang matang memiliki kemiripan struktur rahang yang sangat tegas dengan Dallas, dan sepasang matanya yang sedingin es langsung mengunci sosok Fernando.

​Begitu melihat wajah pria itu, jantung Fernando rasanya seperti berhenti berdetak. Wajahnya berubah menjadi seputih kertas, bibirnya bergetar hebat. "D-Diego... Diego Costa... Kau... kau masih hidup?!"

​Diego Costa berjalan perlahan, melingkarkan tangannya di dalam saku mantel tanpa mempedulikan hujan yang mengguyur tubuhnya. "Lama tidak berjumpa, Fernando. Belasan tahun ini kau memperlakukan anak dan wanitaku dengan sangat baik menggunakan pecutan kudamu, bukan?"

​"Kau... kau pria miskin berandalan itu! Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini?!" raung Fernando, menolak mempercayai penglihatan matanya sendiri. Pria yang dulu ia usir dan buat miskin kini berdiri dengan pasukan militer privat yang sanggup meruntuhkan Enrique Group dalam hitungan jam.

​"Miskin?" Diego terkekeh rendah, sebuah tawa dingin yang terdengar sangat kejam. "Aku hanya membiarkanmu merasa menang, Fernando. Aliansi keluarga Minerva tidak akan pernah membiarkan darahnya diinjak-injak oleh cacing tanah sepertimu. Selama belasan tahun ini, aku membiarkan Dallas berada di rumahmu hanya untuk mengawasi seberapa jauh keserakahanmu akan membawa Enrique Group menuju tebing kehancuran."

​Dallas melirik ayahnya sekilas, lalu kembali menatap Fernando. "Semua pengalihan aset distrik barat, manipulasi saham yang dilakukan oleh Tobias, hingga kejatuhan Javier malam ini... semuanya adalah rancangan yang kami susun dari balik bayangan rumahmu sendiri, Fernando."

​Cklek.

​Pintu mobil sedan Dallas terbuka. Bellamy melangkah keluar dengan anggun, mengabaikan gaun sutra hitamnya yang kini basah terkena air hujan. Dengan langkah santai dan senyuman cegil-nya yang khas, ia berjalan mendekat lalu dengan manja melingkarkan lengannya di siku kokoh Dallas.

​"Wah, wah... drama reuni keluarga yang sangat menyentuh," ucap Bellamy, matanya berkedip jenaka menatap Javier yang sudah hampir menangis ketakutan. "Javier, sayang... kenapa wajahmu pucat sekali? Bukankah tadi di panggung kau sangat gagah saat memukuli Damian?"

​"Bellamy... kau... kau pelacur licik..." desis Javier dengan bibir gemetar.

​"Jaga mulutmu, Rongsokan," Bellamy menaikkan sebelah alisnya, kilat matanya mendadak berubah menjadi sangat kejam. "Suamiku sudah cukup bersabar menerima cambukan dari keluargamu. Jika kau berani menghinanya lagi, aku sendiri yang akan meminta penembak jitu di atas sana untuk melubangi kepalamu."

​Diego Costa menatap Bellamy, lalu beralih menatap Dallas. Sebuah senyuman tipis muncul di wajah sang mafia bayangan. "Pilihan yang sangat bagus, Dallas. Gadis Guinevere ini benar-benar memiliki darah Sylvester di dalam nadinya."

​"Terima kasih atas pujiannya, Papa Mertua," sahut Bellamy tanpa rasa malu sedikit pun, membuat Dallas lagi-lagi salah tingkah di tengah situasi yang menegangkan itu.

​Dallas berdeham kecil untuk menguasai kembali ekspresinya, lalu menatap Fernando dengan dingin. "Bawa pasukannya dan pergi dari sini, Fernando. Laporkan kasus ibuku besok pagi jika kau berani. Tapi ingat, dokumen pemerasan, penggelapan dana publik Enrique Group, dan bukti kekerasan rumah tangga yang sudah kukumpulkan selama sepuluh tahun ini akan langsung mendarat di meja Jaksa Agung sebelum kau sempat menyusun kalimat laporanmu."

​Fernando mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Ia tahu ia sudah kalah telak. Tidak ada kartu as yang tersisa di tangannya. Dengan tubuh yang gemetar menahan malu dan amarah, ia berbalik. "Javier... masuk ke mobil. Kita pulang."

​"Tapi Papa—"

​"Masuk!" bentak Fernando kasar.

​Rombongan SUV keluarga Enrique akhirnya mundur perlahan, memutar balik di bawah kawalan ketat pasukan taktis Diego Costa. Mereka pergi membawa puing-puing kehancuran harga diri yang tidak akan pernah bisa dipulihkan kembali.

​Setelah area jalan lingkar luar kembali sepi, Diego melangkah mendekati Dallas dan Bellamy. Ia menepuk pundak tegap Dallas dengan pelan—sebuah gestur kasih sayang seorang ayah yang selama belasan tahun ini terpaksa ia sembunyikan.

​"Kau melakukan tugasmu dengan sangat baik, Dallas. Ibumu sudah aman di vila. Sekarang, pergilah menemui James," ucap Diego, matanya menyimpan sebuah rahasia besar yang mendalam. "Ada sesuatu yang harus kuselesaikan dengan pamanmu itu."

​Dallas mengernyitkan alisnya. "Paman...?"

​"Pergilah. James tahu apa maksudku," Diego membalikkan tubuhnya, melangkah kembali ke dalam mobil taktisnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, meninggalkan Dallas dan Bellamy yang saling pandang di bawah rintik hujan yang mulai mereda.

1
umie chaby_ba
udah tamat Thor?
Ariska Kamisa: udah kak 🙏
total 1 replies
lin sya
tamat kah thor, atau ada konflik lgi
Ariska Kamisa: stay read ya kak... 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor
lin sya
trllu ceroboh membiarkan musuh 2 kli lolos, pdhl gelar mafia, tp tdk ada kekejaman dan setengah2 dlm memberantas musuh
umie chaby_ba
lanjutkan thor . update nya yang banyak dong thor.. aku ga sabar pliss ..
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
ya tuhan kasihan dallas thor... author mah mempermainkan hati dallas /Chuckle/
Ariska Kamisa: sabar ya kak... semua akan indah pada waktunya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
berani banget si Nick mati kan lo jadinya/Right Bah!/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Livana di tempat sebenarnya badas juga
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... ada karakter cowok lain nih... buset bakal gimana nih
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
yah .. sedih banget dong baru juga dallas bahagia baru nikah dengan wanita yang dia cintai diam-diam. /Cry/
Ariska Kamisa: ini ujian buat dallas dan Bellamy 🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ceritanya menarik banget ,
Ariska Kamisa: terimakasih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jadi mereka harus berpisah /Grimace/
Ariska Kamisa: iyah kaak, 🤭
total 1 replies
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik 👍
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor🙏
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 2 replies
Aditya Rian
lanjut dong
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 1 replies
umie chaby_ba
kok odelia bisa kabur taa🤭
Ariska Kamisa: iyah ada bantuan kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
oh jadi penulisnya ibunya mereka berdua.
D itu ternyata Deborah?? 🤣
Ariska Kamisa: betul kak... stay read yaa🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan kamu sendiri yang tidak menginginkan Bellamy bege... siapa yang selingkuh duluan juga cih... /Facepalm/
Ariska Kamisa: iyan aneh banget ya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
siapa lagi nih thor... /Whimper/
Ariska Kamisa: musuhnya mereka kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!