Kaisha Melviano adalah gadis cantik dari keluarga terpandang di negara Indonesia, Kaisha menyamar menjadi gadis imut nan menggemaskan,
mata asli Kaisha yang berwarna biru di tutupi dengan softlen hitam, menjadi gadis yang super cantik membuatnya merasa tidak aman hingga memilih menyembunyikan identitasnya menjadi gadis biasa.
Galaxy adalah pemuda tampan disebut sebagai Raja mafia yang pantas di sandingkan dengan sosok Abdi negara yaitu Dylan Mahardika Melviano,, Gala tidak pernah bersinggungan dengan Dylan jadi tidak pernah terlibat dalam masalah apapun.
Gala jatuh cinta pada sosok Kaisha yang menyamar.
"dia sudah mati!! " ujar Kaisha mengerjab polos.
pertama kalinya Gala melihat raut wajah yang begitu polos saat dirinya sedang menghabisi musuh..
bagaimana kisah cinta mereka? lanjut? Cuzzz....!! Like dan Komentar, Favoritkan supaya dapat notifikasi update...!
Novel ini sekuel dari :
1. Cinta pertamaku seorang Bos Mafia
2. Sikembar sang Penguasa 2
.
.
.
Update setiap hari jam 6 pagi,
Happy Reading...!!
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
baru kemarin
.
.
Matrev kembali (pemilik acara balapan negara J),
"ada apa? " tanya nya dengan bahasa Negara J.
bawahannya hanya menggeleng-geleng dengan wajah pias saja,,
"hah..? paman tampan ngapain kesini key? " bisik Kaisha melirik Gala dan Andreas jadi pusat perhatian turun dari mobilnya.
Keyzo melirik ke arah Gala yang melepas masker yang menutupi wajah mereka hanya topi saja yang di pakai Gala dan Andreas.
"dia tidak mengenalimu". Keyzo berkata menonyor kening Kaisha.
"issh... " decak sebal Kaisha
"kamu harus mengujinya dek " bisik Keyzo
Kaisha mengerutkan keningnya, "kenapa harus aku? "
"siapa lagi? tidak mungkin aku kan? " cibir Keyzo
Kaisha mencebikkan bibirnya tak bisa berkata-kata.
Gala melihat kiri-kanan lalu Andreas memberi petunjuk kalau Keyzo ada diatas sedang bersama kekasihnya,
"ck.. kenapa dia tidak membawa gadis kecilku? " gerutu Gala
Andreas memutar bola matanya jengah akan kebucinan tuannya.
"mari kita tanyakan langsung tuan!" seru Andreas mempersilahkan Gala berjalan duluan dengan segala hormat.
Gala mendengus saja lalu segera berjalan terlebih dahulu seperti biasa Andreas mengikutinya dengan jarak 1 langkah dibelakang Gala.
Gala kini tiba di ruangan Keyzo yang mana Keyzo sudah meminta Matrev membiarkan Gala masuk,
Gala melihat sekitar ruangan VIP itu,
"lihat siapa? " tanya Keyzo bersidakap dada tersenyum miring ke Gala.
"adikmu". jawab Gala dengan senyum kikuknya.
"dia tidak akan mau datang keacara seperti ini" jawab Keyzo dengan tenangnya.
"oh ya? apa dia tidak suka dunia balapan? " tanya Gala terlihat serius.
"hmm.. bisa dikatakan begitu". jawab Key meninggalkan Gala dengan santainya tanpa berkata lagi.
Andreas hanya menahan senyum saja dengan tingkah Key yang lebih arogan dari tuannya, sementara Gala tidak bisa membentak atau sekedar protes takutnya Gala tidak diizinkan menemui Gadis kecilnya.
baru kali ini Gala merasa statusnya sebagai Bos Mafia the Wolf tidak berguna sama sekali didepan calon kakak iparnya.
"kenapa harus dia yang menjadi kakaknya Shasha? " gerutu Gala
"mari silahkan duduk tuan" pinta Andreas.
Gala melihat punggung kekasih Key yang pastinya cantik dan terlihat dewasa, Rambut panjang Sha begitu indah siapapun yang melihat Sha dari belakang sudah pasti bisa menebak Sha adalah Gadis yang cantik.
"haloo Nona..? " sapa Andreas sopan dan menunduk ke Sha.
Sha memaksakan bibirnya untuk tersenyum melihat Gala dan Andreas bergantian, Gala melihatnya sekilas itupun tidak menyapa hanya sekedar menundukkan sedikit kepalanya dan duduk agak jauh dari Sha.
Andreas berdecak kagum dengan kekasih Key yang memili wajah dewasa namun terlihat mempesona,,
"apa nona seorang Mahasiswi? " tanya Andreas.
Sha alias Kaisha mengangguk tanpa bersuara ia takut Gala dan Andreas mengenali suaranya
"sepertinya aku memang harus membedakan sedikit suaraku". batin Kaisha berpikir sejenak.
Kaisha dengan sengaja membedakan suaranya saat Key sudah berada di garis awal,,
"pacar ideal". gumam Andreas merasa kagum dengan sorak semangat Sha ke Key.
Gala menutup kedua telinganya dengan Earphone menyetel musik yang pastinya full volume,
mata Gala memperhatikan area tanding Keyzo sedangkan telinganya tidak mendengar sorak semangat dari para penonton,,
Rossa, Catoon dan Cerly tentu ada di sana sebagai penguntit setia Key idola pujaan mereka.
Vikro juga ada di tempat itu dengan tatapan ke arah Sha seorang,,
"kenapa dia makin cantik? sialan... dimana Key bisa menemukan gadis sepertinya". geram Vikro merutuki kesialan dirinya yang tak pernah mendapatkan perempuan yang ia suka.
sebelumnya Vikro menyukai Kaisha dengan wajah aslinya di dalam pesawat, sekarang wajah Kaisha sebagai Sha,, berbeda jika Kaisha jadi Shasha malah suka mengganggu Shasha mengajaknya bernegoisasi supaya bisa mendapatkan wanita pujannya dan si gadis biasa (Shasha) akan mendapatkan Key pastinya.
"apa lagi rencanaku? " geram Vikro yang benar-benar sudah dibutakan oleh pesona Sha hingga lupa diri kalau Key orang yang tidak bisa di remehkan.
"semangat Key.... yuuuhuuuu... Pllluuuuiiit....!! " Kaisha berulang kali menghembus pluit yang mengalung di lehernya.
Andreas bukannya marah malah tertawa cekikikan, tapi ia tau diri juga kalau Sha tidak pantas untuknya, Andreas hanya seorang pengagum rahasia bukan playboy yang suka gonta-ganti pasangan.
Kaisha bahkan lupa akan tugas yang disuruh oleh Keyzo untuk menggoda Gala,, Keyzo ingin Kaisha menguji ketulusan Gala terhadap adiknya yang berwajah biasa.
Vikro melambai-lambai ke Kaisha, Kaisha pura-pura tidak melihat malah berpura-pura berselfi ria dengan ponselnya.
"waah... emang tidak enak jadi perempuan cantik". gumam Andreas yang tau Vikro tengah berusaha mencari perhatian Kaisha.
"hahaha... hebat Key... hebat... " Kaisha merekam aksi Key yang sangat kencang berlomba dengan Nikolas si juara pertama acara balapan di negara J sebelum Key bergabung,,
Nikolas terlihat berusaha menyerempet Key hingga Kaisha terlonjak kaget melihatnya,,
"Hei.. jangan curang woooii... "maki Kaisha melempar sebuah jeruk di mejanya yang disiapkan oleh Matrev untuk tamu VIP mereka.
tentu lemparan Kaisha tidak meleset membuat laju motor Nikolas sempoyongan seolah Kaisha sedang mengerahkan semua tenaga dalamnya hanya untuk melempar jeruk ke kepalanya beruntung pakai Helm jika tidak mungkin sudah benjol akibat lemparan ganas Kaisha.
Gala terkejut melihat aksi Kaisha.
"woow...! " decak kagum Andreas melihat lemparan Kaisha juga bagus seperti pemain lempar bola jauh saja,
Rossa, Catoon dan Cerly bersorak mengejek Nikolas bahkan dengan berani mereka juga melempar minuman mereka ke badan Nikolas dan mengejeknya curang,,
Nikolas menggeleng kepalanya berusaha memfokuskan pikirannya dimana Key sudah melewati nya lagi berarti Nikolas ketinggalan 1 putaran,,
Nikolas menarik tali gasnya dan mengejar motor Keyzo yang sialnya lagi-lagi Nikolas kalah di tikungan, siapa yang sanggup menarik tali gas motor di tikungan tajam kalaupun ditarik pasti dikurangi,, karna pembalap motor juga manusia yang takut terluka tapi Key seolah bukan manusia yang tidak takut terluka.
jika Dylan disebut dewa perang yang tidak akan mati di medan perang,, maka Key di sebut tangan Tuhan di dunia Mafia karna kehebatan tangannya merakit bom dan menjinakkan bom, tapi Key juga disebut Dewa kematian di dunia balapan karna Key tidak pernah jatuh di acara balapan manapun, Key dianggap berteman dengan dewa kematian.
"kalahkan dia Key... yuhuuu....!! " Teriak Kaisha terus saja menghembus pluitnya hingga telinga siapapun pasti merasa suara itu terlalu berlebihan besarnya bahkan orang tuli pun bisa mendengarnya begitulah pemikiran siapapun itu.
"hei... apa kau tidak bisa diam? " tanya Gala dengan sabar akhirnya menyerah melepaskan Earphone nya.
Kaisha terkejut seketika lalu menggerakkan kepalanya perlahan ke arah Gala yang tengah menatap datar dan dingin ke dirinya.
Glek..
"maaf om..! siapa suruh om kesini? biasanya juga orang disini tau kalau aku memang berisik.. tapi om baru datang kan kesini? kenapa tiba-tiba om ada disini? " sambar Kaisha berkacak pinggang
Gala melebarkan matanya. "ini bukan pertama kalinya aku disini pacar calon kakak ipar" tukas Gala
Andreas menepuk jidatnya sendiri.
Kaisha diam sesaat lalu menyemburkan tawanya, Kaisha tertawa terbahak-bahak.
"Om? om mau jadi adik ipar pacarku? " tanya Sha dengan ekpresi tak percaya
"ada apa dengan tatapanmu itu? " tanya Gala dengan tajam.
"om sudah tua... ingat umur dong... Shasha masih kecil... hahaha... " ejek Kaisha dengan lantangnya padahal jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat saat ini.
Gala mengepalkan tangannya tak suka perangai Sha,, "aku masih 21 tahun.. dan aku akan beritau watak aslimu ke Key yang tidak sopan! "
"aku? kenapa aku? tidak ada yang salah denganku? aku berpacaran dengan Key sudah lebih 3 tahun dan anda baru datang kemarin berlagak dekat dengan kekasihku... anda fikir dia akan percaya..? justru aku yang bisa bilang ke Shasha kalau anda bukan pria yang cocok dengannya"
Gala jadi gelagapan mendengarnya.
Andreas menahan tawanya sekuat tenaga mendengar kata-kata Sha yang sangat menusuk ulu hati Gala pastinya.
"sial...! ". batin Gala merutuk
"haha.. kenapa paman sangat lucu? hahahaha". tawa geli Kaisha di dalam hati bersamaan dengan tawa lepasnya sebagai Sha..
.
.
.
daripada ribet mending nulisnya fakultasnya hukum, fakultas kedokteran
balas