Wanita Keras Kepala dan tak suka diatur selain menurut pada satu orang yaitu Kingnya, ia adalah sosok yang keras dan acuh.
Namun, ada hal dibalik sikap bengis itu muncul membuat ia dijahui banyak orang bahkan tak satupun pria yang mampu menyentuh hatinya.
Bagaimana jika ia di jodohkan dengan pria yang tak kalah Arogan dan keras kepala, kasar bahkan sama sekali tak menyukainya sedari awal bertemu?
Akankah mereka bertahan, atau malah berpisah ditengah ketidak cocokan Perasaan dan Kekerasan hati itu?
Na'as hati itu mulai mencair, masa lalu kelam datang menghampiri menerjang pondasi yang sama sekali tak kokoh karna hanya satu hati yang menopangnya. membuat goresan luka yang membekas dalam.
"Akan ku lepas, jika kau bahagia,"
Satu lirihan kata yang terucap dengan netra Elang yang menatap sendu kepergian seseorang yang sudah membuat jiwanya terbelah untuk yang kedua kalinya.
Sudah cukup rasanya Mencinta! tak ada yang menghargai hingga mereka pergi begitu saja.
Bagaimana kelanjutannya, apakah mereka tetap bersama atau malah kembali hidup keras masing-masing.
Simak ceritanya di Novel Author kesayangan ini😂..
Mohon Mampir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Grandma!
Langkah pasti wanita Tua dengan penampilan selalu Glamor dan megah itu tampak lansung menapaki Lantai Studio Dance yang terlihat sangat-sangat megah dan berkelas.
Tak ada sedikitpun debu dengan keliaran para Manusia yang begitu tak lesehan mempunyai penampilan yang sangat memukau.
"Selamat Datang, Nyonya besar Hotmartew!!!"
Sapa Pemilii Agensi Dence JYT yang menyambut hangat kedatangan wanita Bangsawan ini, mereka seketika terdiam berkumpul takut Wanita dengan gestur Elegan dan kacamata hitam itu malah membuat ulah disini.
"Lama tak berjumpa, Mrs Deep!"
"Ouhh, iya Nyonya! aku sering sibuk mengurus Hobby Putriku!"
Jawab Mrs Jennifer yang segera mengiring Grandma Zamlya menuju tempat hangat dan sejuk untuk berbincang dengan para Pelayan di Gedung ini mulai menyiapkan penyajian rapi dan sangat berkelas.
"Bisnis Dence Privat mu sangat ramai!"
"Ini karna kerja keras putriku, Nyonya! dia selalu sibuk hingga sampai melupakan dirinya sendiri!"
Keduanya terkekeh seraya membahas tentang Kehidupan masing-masing, setiap pembahasan dari Mrs Jennifer sangat menarik bagi Grandma Zamlya yang memang berencana mencari Menantu sesuai Kriteria Keluarga Bangsawannya.
"Kau tahu, Rhoselina Putriku sangat menyukai Si Tampan mu itu, Nyonya!"
"Benarkah?"
Tanya Grandma Zamlya tersenyum merekah senang seraya menegguk kopi di cangkirnya dengan sangat bergestur.
"Iya, dia bahkan berencana untuk memulai pendekatan! tapi yah..!"
Mrs Jennifer menaikan bahunya pasrah saat berita Pernikahan besar Nareus si Tampan itu malah meruak keatas membuat Putrinya patah arah dan sekarang hanya fokus ke Bisnis saja.
"Yah apa?"
"Dia mengubur rasa itu! lagi pula Istri Presedir Nareus sangat Cantik!"
Bibir Grandma Zamlya terangkat jijik, membayangkannya saja ia sudah menggeliat geli, wanita berwujud Preman itu sampai kapapun tak akan bisa masuk dalam kategori cantik.
Melihat Grandma Zamlya yang terlihat masam membuat Mrs Jennifer menjadi bingung mengerutkan dahinya.
"Apa ada masalah?"
"Wanita yang kau bicarakan itulah Masalahnya, Mrs Deep!!"
"Kenapa?"
Grandma Zamlya mengipas wajahnya dengan kipas yang ada ditangannya, ia sudah panas membahas ini tapi apalah daya, ia harus memisahkan wanita itu dari Susnya.
"Dia itu tak seperti yang di beritakan!"
"Maksudnya?"
Mereka menatap seorang wanita yang memakai Bera Sprot dengan Lejing ketat yang membentuk Body semoknya membuat senyum di wajah Grandma Zamlya merekah menatap Bidadari yang menyambar Pertanyaan tadu.
"Ouuh, Rhose!!!"
"A..Apa maksud Grandma tadi?"
Tanya wanita berambut ke'emasan dengan tai lalat di leher itu membuat penampilannya sangat mendukung, apalagi ia rajin olahraga, sungguh ini sangat cocok menjadi menantunya dengan gaya yang berkelas.
"Duduklah dulu! kau harus sabar!"
Rhosaline yang biasa di panggil Rhose itu lansung duduk dengan sangat Elegan dan bergestur, begitu masuk dalam Buku perminatan Grandma Zamya.
"Begini! Istri Cucuku itu sangat jauh berbeda dengan mu, Cantik!"
"Maksudnya?"
"Dia itu berpenampilan seperti laki-laki, kasar bahkan bicaranya seperti wanita yang tak berpendidikan!"
Rhose dan ibunya pun terkejut dengan wajah yang tak paham dan tak percaya, sudah jelas saat di Pernikahan itu Boddynya saja sudah meliut bahkan Rhose tertelak mundur akan kekhasan mata dan aura memikat dari Ketajaman batin itu.
"Gra..Grandma! a..aku..!"
"Hm! Kau itu sangat cocok bagi Cucuku!"
Rhose seketika terlonjak kaget, ada rasa senang bahkan sangat didalam hatinya mendengar ucapan Grandma Zamlya yang begitu terlihat mensuportnya.
"Dia sudah punya istri dan..!"
"Cantik! Dia itu tak mencintai Istrinya, dia menikah karna Paksaan dari Wanita tak tahu diri itu dan Besannya!"
Rhose tersenyum senang dengan mata yang kembali berbinar menggenggam tangan Mrs Jennifer yang merasa sangat penasaran dengan sosok yang dibicarakan ini.
"Kita adalah Keluarga terpandang dan Terhormat, memang Keluarga Eliotes tak bisa di anggap remeh, tapi Putrinya sangat Cuihhh!"
Grandma Zamlya mendecih jijik membuat Rhose benar-benar melayang, ia sudah tak sabar untuk melihat Rumah tangga Pria dambaannya itu apalagi ia akan bersaing dengan Premant kampungan itu.
"Kapan? Kapan aku bertemu dengan Presedir Nareus, Grandma?"
"Ouh, Sayang! kau bisa datang saat makan malam nanti!"
Rhose lansung memeluk Grandma Zamlya yang sudah lama kenal dengannya di Dunia per Zumbahan, ia jadi punya jembatan untuk meraih si Pangeran impian itu.
...........
Sedangkan ditempat yang sunyi ini terlihat seorang pria yang sudah tak mampu menahan kerinduan itu, ia menatao Foto di tangannya dengan sangat lemah dan sendu.
"Aku janji! Aku akan menemuimu setelah semuanya selesai, aku akan memenuhi semua syarat yang Ibumu pinta!"
Gumam Stephen mengecup si Nona Manis di Foto itu, setidaknya Perusahaannya sudah di lindungi dan di Naungi oleh Perusahaan AIC dan MCC hingga ia bisa bebas masuk kepasar Internasional.
Dreet..
Ponselnya berdering membuat lamunan Stephen yang sedang merindu itu seketika buyar berganti tatapan lemah melihat nama yang tertera disana.
"Sayang!!"
"Hm, Yah?"
"Kau kenapa lama menjawab Telfonku, hm? apa sangat sibuk?"
Stephen seketika terdiam seraya menatap foto ditanganya dengan rumit, kenapa ia malah terkurung dalam Masa lalu sang Adik hingga membuat ia kehilangan kebahagiaan.
"Disini banyak pekerjaan, Sayang! bagaimana kabarmu dan Faby?"
Terdengar hela'an nafas di seberang sana dengan suara Si Mungilnya itu mulai mengoceh.
"Dady!"
"Iya, Nak! ada apa hm?"
"Kami sangat merindukanmu! kapan kau pulang, Sayang?"
Stephen mencengkram Ponselnya kuat, justru ia tak ingin pulang karna takut dan tak kuat harus selalu berwajah berbeda dihadapan Fanya yang begitu baik padanya.
Wanita itu berusaha menjadi seorang Istri yang baik, bahkan sangat baik mengurusnya selama ini.
"Sayang?"
"Hm?"
"Apa kau sangat lelah? kalau kau mau istirahat tak apa, Sayang!"
"Tidak! hanya berfikir saja, karna tadi ada Pekerjaan dari Presedir!"
"Ya sudah, Istirahat yang cukup! jangan terlalu lelah bekerja, kau bisa sakit nanti! makananmu di jaga, dan..!"
"Iya, Sayang! aku tahu."
"Ya sudah! Cepat pulang dan aku mencintaimu!"
"Hmm! Selamat Pagi!"
"Pagi Sayang!"
Stephen mematikan sambungannya lalu mulai menyibak selimut untuk pergi Mengelilingi kota ini mencari Refresing, ia sangat penat dan butuh penyaluran Hobby bertreveling.
..........
"Reus!"
Alen terlihat bingung dengan semua pelayan yang mendesian Kediaman ini dengan sangat indah dengan Nuansa mewah yang begitu pas, seperti akan ada acara bergengsi nanti.
"Reus, apa akan ada acara?"
"Entahlah!"
Jawab Nareus seraya mendudukan Alen hati-hati ke Sofa panjang sana dari gendongannya karna wanita ini masih belum kuat berjalan.
"Apa masih sakit, hm?"
Tanya Nareus mengelus perut serta pinggang Alen yang tadi mengeluh nyeri dan pegal, tentu ia selalu sigap memijat bahkan mendengar omelan wanita ini.
"Sebelah sini!"
Alen dengan leluasa membuka Jaketnya namun Nareus mencengkalnya karna disini bukan mereka saja yang berkeliaran.
"Jangan di buka, ini bukan kamar! ayo mana yang sakit!"
"Pinggangku terasa mau patah! Itu semua karna kau!!"
"Hm!"
Jawab Nareus pasrah saja seraya memijat pinggang Alen yang menyandarkan tubuh ke dada Nareus yang dengan senang hati menyokongnya. Alen terlihat geli meraba leher Nareus yang begitu merah karnanya.
"Seharusnya aku buat disini!"
Cupp..
"Lain kali lakukan dengan lembut!"
Ucap Nareus setelah mendaratkan kecupan mesranya ke bibir Alen yang sama sekali tak menolak, tapi terima saja cubitan kasar dari wanita itu ke dadanya.
"Apa tak sakit di gigit begini?"
"Kalau kau yang gigit tak masalah!"
Plakkk..
"Lain kali akan ku Ketam wajahmu ini!"
Geram Alen gemas mencomot bibir Nareus dengan tangannya membuat pria itu sangat merasa berbeda, sikap kasar Alen namun begitu berarti baginya.
"Ouhhh!!!"
Pekikan Momy Carolin dari atas sana melihat pasangan yang ia harapkan ini sudah sampai dengan wajah kesal Nareus dan Alen yang membuat Momy Carolin geli.
"Bagaimana? apa sudah jadi?"
"Mom! kenapa Momy melakukan itu? Alen bisa saja sakit karna Dosis yang terlalu tinggi!"
Sarkas Nareus yang sungguh tak bisa mengatur Momynya, ia ingin marah tapi tak mungkin, ia serba salah, lagi pula itu berdampak baik bahi hubungan mereka.
"Menunggumu bersatu Momy bisa gantung diri terlebih dahulu, Reus! kalian ini harus dipaksa!"
"Tapi..!"
"Aaauuu!! Kau sangat menuruni bakat Momy, Nak!"
Momy Carolin memeluk Alen dengan sangat senang melihat pipi leher dan dagu Nareus yang begitu banyak bekas Kismark tak di sembunyikan Nareus.
"Mom! Alen bisa sakit!"
Nareus menarik Alen kepangkuannya seraya tangan yang masih memijat pinggang wanita itu membuat Momy Carolin benar-benar bahagia dan tak sabar memberi tahu besannya.
"Pertahankan dan Kembangkan! Kalian serasi, jangan terpisah!"
"Hm! Tapi ini ada acara apa. Mom?"
Tanya Alen seraya menatap seluruh ruangan yang tampak berbeda, begitu juga Momy Carolin yang baru tahu kalau Kediamanya sudah dihias dan di ganti Nuansanya dengan sangat mewah.
"Kenapa kalian mendesain ini?"
"Maaf, Nyonya! tapi Nyonya besar memerintahkan kami Merubah Desain supaya lebuh mewah dan Dewasa serta menyiapkan makanan banyak untuk nanti malam!"
Nareus terdiam dengan Momy Carolin dan Alen yang saling pandang rumit atas jawaban Pelayan itu. memangnya ada acara apa? aku rasa tak ada Agenda pesta malam ini?
Batin Alen bertanya tapi Momy Carlin sudah mengepalkan tangannya kuat menduga kalau Wanita tua itu kembali membuat ulah.
"Shitt, Merua sialan!"
"Mom!"
Nareus menatap Momy Carolin tajam, mau bagaimanapun ia tak mungkin membiarkan Permusuhan ini terus berlangsung.
"Kau tak tahu apapun, Reus! Diam dan menurut!"
Nareus lansung terdiam membuat Alen perlahan mengerti bagaimana Kondisi bagian dalam Keluarga Moureen sebenarnya, Momy Carolin yang terlihat ramah dan Penyayang itu menyimpan sesuatu yang hanya ia yang paham.
"Reus! kau pergilah Bekerja!"
"hm!"
Ucap Nareus lalu menggendong Alen menuju kamar mereka, ia yakin ada hal yang tak beres dengan Grandmanya, dan tentu nanti pasti akan mempermalukan istrinya lagi.
"Nareus!"
"Hm?"
"Kemana Alicia?"
Nareus terdiam sesaat menatap pintu kamar Alicia yang selalu tertutup rapat tanpa ada yang masuk.
"Dia sudah biasa mengurung diri di kamar!"
"Ayo kita lihat"
Nareus menatap Alen yang tersenyum sinis mencubit hidung mancungnya kuat membuat bagian itu memerah bak kedinginan.
"Kau tak boleh terlalu acuh! lagi pula ada yang ingin aku bicarakan denganya!"
Nareus mengangguk dan melangkah ke kamar Alicia dengan Alen yang menatap benda itu Rumit.
Tok..
"Cia!!"
Tak ada jawaban dari seberang sana membuat Nareus dan Alen saling pandang mulai semangkin mendekat.
"Alicia!"
Ceklekk..
"Hm!"
Alicia yang keluar dengan wajah datar dan masam itu menatap aneh Nareus dan Alen yang seketika lega menatap gadis ini.
"Hm, Cia!"
"Iya Kak?"
"Reus! Tinggalkan aku disini, nanti akan ku susul ke Kamar!"
Nareus menggeleng tetap kekeh menggendong Alen yang merotasi malas saja, entah kenapa pria ini sangat sulit melepasnya sesenti saja?
"Sayangku, ayo pergi dulu! nanti Majikanmu ini menyusul!"
Alicia tersenyum melihat Perlakuan Alen yang terlihat sangat berbeda pada Kakanya yang tak pernah di perlakukan sembarangan begini, ia salut bahkan menurutnya Alen dan Nareus sama-sama membutuhkan.
"Majikan?"
"Hm! ayo ke kamarmu, Istirahat yang benar! nanti gatal-gatal mu ini mangkin jadi!"
Kekeh Alen yang semangkin menyulut kekesalan Nareus yang hanya diam membawa Alen kedalam kamar Alicia dan mendudukan wanita itu ke Tepi ranjang sana.
"Kau panggil aku apa tadi?"
"Babu!"
Pletakk..
"Aku serius!"
Geram Nareus setelah menjentik dagu lancip Alen membuat wanita itu jengah membaringkan tubuhnya ke tempat Alicia yang menikmati semua ini.
"Ayo katakan!"
"Sayang!"
"Lagi!"
"Sayang! Sayangku, Cihh.. Sudah la..!"
Cup..
"Kalau ada apa-apa panggil aku!"
Ucap Nareus tersenyum lembut melangkah pergi setelah mengecup bibir Alen yang mematung memandangi kepergian Nareus.
"Lihatlah, Dia sangat bebas melakukan apapun!"
Alicia terkekeh mendekati Alen yang mendumel kasar sendiri.
"Ada apa Kakak memanggilku?"
Alen seketika terdiam, ia tadi mempunyai rencana untuk berkeliling ke kota ini, ia yakin Step ada disini karna sudah mencari Informasi kemanapun bahkan Perusahaan pria itu sudah ia ketahui.
"Tidak ada, temani aku Keluar saja!"
"Kak! Kak Reus bisa marah kalau Kakak keluar tanpa ijin!"
"Sudahlah, lagi pula dia itu fokus bekerja, dia tak akan mencari ku nanti!"
Alicia hanya menghela nafas berat, yang ia lihat sangat berbeda, bisa saja Kak Reusnya akan marah besar nantinya.
.........
Vote and Like Sayang..