untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita mesum
sampainya di perusahaan, Lardo dan juga Risa keluar dari mobil, beberapa karyawan yang melihat kedatangan bos mereka selalu menjadi perhatian, apalagi sekarang... bukan hanya sendiri tapi bersama Risa yang di ketahui adalah sekretarisnya bos mereka.
biasanya Lardo akan berangkat bersama dengan supir pribadi, namun karena ini hari pertama dengan sang kekasih, akhirnya dialah yang membawa mobil sendiri.
Risa terlihat gugup mendapat tatapan penuh tanya dari karyawan yang melihatnya bersama bos idola para karyawan.
"apa tugas kalian hanya menatap orang berjalan?" tanya Lardo kepada para karyawannya.
semuanya langsung bubar kembali ke tempatnya masing masing.
huffffttt....
"ayo..." perintah Lardo pada Risa agar segera menuju ruang kerjanya.
"iya pak..."
sampainya di depan ruangan Ceo, Lardo memeluk tubuh kekasihnya dan mencium keningnya begitu lama, segera Risa mendorong dada bidang milik Lardo, takut jika ada yang melihat apa yang di lakukan bosnya itu.
"ini kantor, gimana kalau ada yang lihat dan mikir macem macem" ucap Risa memanyunkan bibirnya.
gemasnya... kenapa dia bisa terlihat imut kalau manyun gitu ya.../Lardo
"gak akan ada yang lihat sayang," Lardo mencubit bibir yang pernah ia kecup itu.
"tapi gue yang udah lihat..." ucap Juan yang sudah jengah dengan kebucinan Lardo
"ingat ini kantor..."tegas Lardo terpaksa melepaskan tangan kokohnya dari pinggang ramping Risa.
"Nona, anda bisa bekerja, dan pak Lardo saya ingi menyampaikan sesuatu penting" ucap Juan masuk lebih dulu ke ruangan Lardo. berasa dialah bosnya hehe.
Lardo geleng geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.
"aku masuk dulu, semangat bekerja," kata Lardo tersenyum lembut pada Risa
"semangat juga.." jawab Risa
di dalam ruangannya, Lardo sudah mendapatkan beberapa laporan atas tindak kecurangan dari perusahaan Alx Corp, dimana pemimpin perusahaan tersebut adalah Alex, orang yang sudah menghamili Rena dan juga menampar Risa.
Lardo tersenyum miring melihat banyaknya kecurangan juga skandal dari seorang Alex Jarenda.
"apa lo ingin ketemu dia" tanya Juan
"buat apa gue ketemu Alex, dia yang bakal datang dan memohon disini, kita lihat sebentar lagi dia pasti datang" kata Lardo begitu angkuh
"benar juga ya... lalu bagaimana hubungan lo sama Risa? sepertinya lo sudah jadian"
"hmmm.. iya gue dan Risa sudah resmi, kenapa?"
"pasti kalau orang kantor tau, akan menjadi hari patah hati para karyawan kantor" ucap Juan membuat Lardo menyatukan keningnya.
apa begitu banyak yang menyukai Risa di kantorku.../Lardo
"kenapa bisa?" tanya Lardo
"karena banyak karyawan yang menyukai kekasih lo disini, bahkan sepanjang jalan kantor aku sering dengar pujian pujian tentang kecantikan kekasihmu" ucap Juan membuat Lardo meradang
"catat nama karyawan yang berani menyukai Risa," perintah Lardo
Juan terheran dengan sikap Lardo yang tidak seperti biasanya, bahkan dulu Lardo tidak seperti ini dengan Aurin.
"lo benar benar serius cinta sama Risa do?" tanya Juan ingin memastikan sendiri.
"kalau gue gak serius, buat apa gue pacari" kata Lardo menatap jengah dengan sahabatnya yang kadang dongo ini.
"apa lo sudah move on?" tanya Juan pelan pelan
Terlihat jelas Lardo bingung untuk menjawabnya, tapi dari lubuk hati yang paling dalam, dia benar benar menyayangi Risa dan tidak ingin berjauhan dengannya.
"gue... sayang Risa" ucap Lardo
"gue minta lo jangan melepas Risa, karena dia cocok sama lo, gue rasa perasaan lo ke Risa lebih besar dari perasaan lo ke Aurin dulu"
"gue rasa juga begitu, barang sedikit saja dia gak balas chat, gue sudah pusing 7 keliling" Lardo terkekeh mengingat kegusaran dirinya menunggu balasan dari Risa.
"jaga dia, jangan sampai jika Aurin kembali lo kehilangan dia... gue tau sikap Aurin dan lo juga pasti tau itu"
lagi lagi ucapan Juan membuat Lardo takut, bukan takut karena akan kembali dengan Aurin, tapi takut jika Aurin melakukan hal yang tidak diinginkan.
"gue gak akan biarin Aurin menyentuh Risa sedikit pun, itu gak akan terjadi" Lardo melihat wallpaper ponselnya, dan tersenyum.
***
"ci... nanti malam lo ada waktu? tanya Gio
"gak ada, emang ada apa"
"gue mau ajak lo jalan, bisa kan ci?" tanya Gio lagi
"bisa... pasti Suci bisa kok gi, lo tenang aja" bukan Suci yang menjawab melainkan Oliv yang diam diam menyimak percakapan mereka.
"apaan soh lo liv, main nyerocos mulu, pantes jomblo" kesal Suci. walaupun yang dikatakan Oliv adalah kebenaran.
"eitsss.... jangan bawa bawa jomblo, lo juga jomblo kali"
Gio menghela nafasnya, jika wanita wanita sudah berdebat, pasti berisik.
"gimana ci, bisa kan" ucap Gio meminta jawaban pada Suci
"bisa kok gi, jemput aja ya..." kata Suci tersenyum malu malu
"dasar bucin..." sahut Oliv
"IRI BILANG DONG..." serempak Suci dan Gio sambil tertawa melihat kekesalan Oliv.
"ck... mending gue buat kopi, untuk menjernihkan otak gue biar gak ketular kalian"
Oliv pergi keluar untuk menuju dapur kantor, malas melihat ke uwuan sahabatnya.
selsai membuat kopi, Olive kembali membawa nampan berisi kopi dan cemilan, namun belum saat ingin melangkah keluar dapur ,tiba tuba seseorang masuk dan terjadilah....
"astaga kopi..." teriak Oliv
"****... panas" desis seseorang yang sangat di kenali Oliv.
"p...pak" ucap Oliv lagi lagi kesialan datang jika bertemu asisten bosnya.
"apa hah, kenapa setiap ketemu kamu, saya selalu sial.." Juan menahan rasa nyeri karena air kopi yang panas mengenai kemeja putihnya.
"maaf kan saya pak... ayo pak saya bantu" Oliv menarik Juan masuk ke dalam dapur dan tak lupa mengunci pintu dari dalam.
segera Oliv membuka kancing kemeja Juan untuk melihat lukanya.
"apa yang kamu lakuin wanita bar bar.." ucap Juan yang sudah malu karena ulah Oliv
sedangkan Oliv mematung dengan apa yang ia lakukan, namin perut kotak kotak di depannya sangat menawan jika di lewatkan.
isi pikiran Oliv sudah berkelana kesana kemari, bahkan tangan refleks menyentuh perut kotak kotak itu.
ni cewek gila apa gimana, gak sadar yang di lakuin itu bahaya.../Juan
"wanita bar bar mesum... hentikan tangan lo ini" ucap Juan menjauhkan tangan Oliv dari tubuhnya
"astaga... pak ma...maaf gak sengaja" ucap Oliv menunduk takut sekaligus malu.
astaga... apa yang gue lakuin, gini nih akibat keseringan nonton drakor, gak bisa lihat roti sobek dikit aja..../Oliv
"lo sudah sadar hmmm..." Juan tersenyum sinis menatap Oliv yang takut padanya
glek...
Oliv benar benar dalam masalah besar sekarang...
"pak, saya gak ada niat buat perkosa bapak kok, tadi hanya reflek ingin periksa luka di tubuh pak Juan" ucap Oliv, tidak ingin jika pria di depannya salah paham...
"ohh periksa..., tapi yang gue liat sangat tergoda dan seperti singa yang ingin menerkam mangsa di depan mata" ucap Juan mendekatkan wajahnya ke telinga Oliv.
"kau wanita mesum..." bisik Juan
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
HAI HAI... GIMANA PART INI?
maaf bila ada salah kata dalam cerita ya, dan tolong diberitahu jika ada kata kata typo.😘😘😘
JANGAN LUPA KALIAN LIKE 👍🏻 DAN KOMENTAR 📝 YA...
JANGAN LUPA JUGA SHARE BIAR BANYAK YANG BACA KARYAKU...
SUPPORT KALIAN SANGAT BERARTI BUATKU, DAN ITU MEMBUAT AKU SEMANGAT MENULIS.
TERIMAKASIH