“Lanjutan dari The World Emperor System....”
Baca dulu cerita TWES kalau ingin, hehehe...
°°°
Menceritakan perjalanan Reinar dan para istrinya di Dunia Surgawi, dan menjadikan Dunia Surgawi menjadi pijakan untuk menjadikan Reinar sebagai Penguasa Galaksi.
Kisah dan petualangan baru akan Reinar lalui di Dunia SurgawiSurgawi. Banyak rintangan akan menjadi penghambat tujuannya. Kisah cinta dan pengkhianatan akan menjadi bumbu dalam perjalanannya.
Sanggupkah Reinar mencapai tujuannya menjadi seorang Penguasa Galaksi?.... Ikuti terus jalannya cerita Novel Galaxy Sovereign System yang akan update setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Penilaian
Nyala api menerangi gelapnya malam saat jutaan jasad prajurit yang berasal dari istana kegelapan di bakar tepat di bekas medan peperangan.
Dibakarnya jasad-jasad itu menandai berakhirnya kekacauan di Benua Langit, namun kekacauan masih melanda di tiga benua lainnya. Ribuan prajurit telah Reinar sebar ke segala penjuru tempat yang berada di Dunia Surgawi. Tugas orang-orang itu hanya satu, yaitu mencari sebab utama kekacauan yang terjadi di Dunia Surgawi.
Di saat yang bersamaan, di area pemakaman khusus milik Sekte Menara Surgawi, saat ini juga diadakan upacara pemakaman khusus untuk para murid Sekte yang menjadi korban perang.
Walau mendapatkan kemenangan mutlah, pihak yang berada di sisi Sekte Menara Surgawi juga kehilangan banyak anggota. Setidaknya hanya empat puluh persen orang yang selamat dalam peperangan yang baru saja usai.
Para Patriak dan tetua Sekte yang lain, satu demi satu mereka telah kembali ke Sekte mereka setelah berakhirnya perang. Dengan harta hasil rampasan perang dan jutaan koin emas pemberian Reinar, para Patriak dan tetua Sekte itu berencana membangun ulang Sekte mereka yang sebelumnya telah dihancurkan oleh pasukan istana kegelapan.
Menjelang tengah malam, keadaan Sekte Menara Surgawi telah kembali berjalan seperti biasanya, walau masih terlihat cukup banyak orang yang masih berduka setelah kehilangan kerabat ataupun anggota keluarganya.
Di aula utama Sekte Menara Surgawi.
Patriak Zao Tian, Tetua Agung Zao Huan, serta Tetua Zao Yi sedang menunggu kedatangan Reinar, Shen Daiyu, Sun Mo, dan dua orang lainnya yang belum dikenali oleh ketiganya.
Tak lama menunggu, sekelompok orang yang dipimpin oleh Reinar telah memasuki aula utama Sekte Menara Surgawi. Dengan sedikit menundukkan kepalanya, Patriak dan dua orang yang bersamanya menyambut kedatangan Reinar.
Reinar dengan tegas tak mengizinkan siapapun berlutut di hadapan nya, kecuali untuk musuhnya. Karena itu, sekalipun Patriak Zao Tian dan dua orang yang bersamanya telah tau identitas asli dari Reinar, tak ada satupun dari mereka yang berlutut memberi hormat pada Reinar.
Setelah Reinar dan empat orang yang bersamanya telah duduk dengan nyaman di kursi mereka, Patriak Zao Tian mulai mengatakan apa yang menjadi tujuannya mengumpulkan semua orang yang dia percaya di aula utama Sekte.
“Aku merasa kekacauan di benua ini belumlah berakhir, dan peperangan yang baru berakhir hanyalah awal dari dimulainya kekacauan yang sesungguhnya....” Ujar Patriak Zao Tian.
“Apa yang Patriak rasakan, sama dengan apa yang aku rasakan.....” Balas Reinar lalu dia mengeluarkan ratusan botol obat yang berisi pil peledak kultivasi dari tingkat rendah sampai ke tingkat tinggi.
“Yang Mulia, bukannya ini terlalu berlebihan?....” Kata Patriak Zao Tian saat seluruh botol obat yang dikeluarkan Reinar diberikan kepadanya.
Reinar menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. “Patriak, gunakan pil peledak kultivasi ini untuk meningkatkan kekuatan seluruh murid Sekte, dan gunakan ini untuk meningkatkan kekuatan Patriak, Tetua Agung, serta guru Yi....” Tiga buah botol obat yang masing-masing botol berisi dua buah pil diberikan Reinar pada Patriak Zao Tian, Tetua Agung Zao Huan, dan juga pada Tetua Yi.
Reinar menjelaskan tentang pil yang diberikan pada mereka. Pil itu adalah pil peledak kultivasi tingkat sempurna, dan mereka tak boleh menolak apa yang diberikannya.
Ketiganya hanya bisa menuruti keinginan Reinar, tapi kali ini mereka ingin sedikit membasuh kebaikan Reinar. Tetua Yi memberikan hadiah sebuah kediaman khusus di dekat danau kristal yang berada di bagian utara Sekte. Sementara itu, Patriak Zao Tian dan Tetua Agung Zao Huan, keduanya sepakat memberikan sebuah token yang merupakan kunci utama untuk memasuki menara kultivasi.
Selama token itu berada di tangan Reinar, dialah yang memiliki kuasa utama atas siapa saja yang boleh memasuki menara kultivasi.
Tampak Reinar ingin menolak pemberian Patriak Zao Tian dan Tetua Agung Zao Huan.
“Yang Mulia tidak boleh menolak apa yang sudah kami berikan....” Kata Tetua Agung meniru apa yang selalu dikatakan Reinar saat memaksa mereka menerima hadiah darinya.
“Kalian ini, kenapa juga kalian mengikuti caraku?....” Ujar Reinar yang disambut gelak tawa seluruh orang yang berada di aula utama Sekte Menara Surgawi.
“Bukannya kami tidak ingin menuruti apa yang menjadi keinginan Yang Mulia, tapi hanya ini lah yang bisa kami berikan untuk sedikit membalas kebaikan Yang Mulia....” Kata Patriak Zao Tian.
Reinar akhirnya menerima apa yang diberikan kepadanya. “Aku berharap selanjutnya kalian tidak perlu membalas apapun yang aku berikan kepada kalian. Patriak, Tetua Agung, dan guru Yi, kalian sudah aku anggap sebagai keluarga ku, jadi kalian tak perlu sungkan kalau kedepannya membutuhkan bantuan ku....” Ujarnya.
Reinar memandang Tetua Yi. “Guru, setelah masa berkabung Sekte berakhir, untuk sementara waktu aku akan pergi meninggalkan dari Sekte....” Katanya.
Tetua Yi menganggukkan kepalanya. Dia tahu takdir yang dimiliki muridnya itu, jadi sangat tidak mungkin baginya untuk tetap menahannya berada di Sekte Menara Surgawi.
Setelah percakapan ringan, dan memperkenalkan pada semua orang tentang siapa sosok Lilia serta Mulan. Reinar, Lilia, dan Mulan langsung pergi ke sebuah kediaman yang telah dipersiapkan oleh Tetua Yi.
Sementara itu, Shen Daiyu dan Sun Mo, mereka kembali ke kediaman khusus mereka bersama dengan Tetua Yi.
“Adik Huan, apa kamu tidak ingin melihat keadaan rakyat mu di Kekaisaran Naga Cahaya?....” Tanya Patriak Zao Tian saat tersisa dirinya dan Tetua Agung Zao Huan di aula utama Sekte.
“Kakak Tian, sebenarnya aku akan meminta izin pergi menemui para rakyat ku setelah masa berkabung Sekte berakhir....” Balas Tetua Agung Zao Huan.
Patriak Zao Tian pelan menganggukkan kepalanya. Walau tidak melarang kepergian Tetua Agung Zao Huan, dia juga tak akan memaksa adiknya itu pergi sebelum dia ingin pergi.
“Kembali ke kediaman mu dan beristirahatlah....” Kata Patriak Zao Tian lembut.
Dengan terlebih dahulu memberikan sebuah senyuman pada Patriak Zao Tian, Tetua Agung Zao Huan kemudian pergi meninggalkan aula utama Sekte, dan dia langsung melesat menuju kediamannya.
Setelah kepergian semua orang, Patriak Zao Tian segera masuk ke Menara kultivasi. Dengan berada di dalam Menara kultivasi, setidaknya dia akan lebih cepat memulihkan kekuatannya yang telah terkuras habis saat pertarungan yang hampir membuatnya bertemu dengan Dewa Kematian.
°°°
Sekte Menara Surgawi.
Suasana pagi Sekte Menara Surgawi kembali ramai dengan para murid yang melakukan pelatihan. Terlihat halaman latihan sudah dipenuhi beberapa tetua dan ribuan murid yang sedang melakukan rutinitas latihan pagi. Di sisi lain halaman Sekte, Tetua Yi tengah melakukan penilaian terakhir pada hasil pelatihan ketiga muridnya yang tak lama lagi akan pergi meninggalkan sekte.
Untuk memberi penilaian pada mereka, Tetua Yi meminta bantuan pada Tetua Agung Zao Huan.
“Apa yang harus kita nilai dari mereka, sementara kekuatan mereka hampir setara dengan kekuatan para tetua di Sekte ini?.... Apa lagi kekuatan Yang Mulia, aku bahkan tak dapan mengukur seberapa tinggi tingkatan kultivasi nya....” Kata Tetua Agung Zao Huan melalui telepati pada Tetua Yi.
Tetua Yi tersenyum mendengar itu. “Sun Mo telah berada di tingkat Dewa Emas Putih tahap puncak, sementara Shen Daiyu telah menjadi seorang kultivator tingkat Dewa Emas Hitam tahap menengag. Aku yakin tak lama lagi mereka dapat melampaui kekuatan kita....” Balasnya melalui telepati.
Setelah menyelesaikan penilaian dari Tetua Yi. Reinar, Shen Daiyu, dan Sun Mo, mereka telah resmi menyelesaikan seluruh pelatihan di Sekte Menara Surgawi, dan kini ketiganya berhak atas tanda kelulusan yang menyatakan mereka telah menjadi bagian keluarga besar Sekte Menara Surgawi.
Hah.... Reinar bernafas lega setelah mendapatkan nilai sempurna dari penilaian yang dilakukan Tetua Yi dan Tetua Agung Zao Huan.
Reinar sebenarnya masih enggan meninggalkan Sekte Menara Surgawi yang membuatnya terasa berada di rumahnya sendiri. Namun demi kedamaian Dunia Surgawi, dia tak ingin menunda-nunda kepergiannya untuk menjelajahi seluruh tempat yang ada di Dunia Surgawi. “Dalam waktu dua tahun, aku akan berusaha keras membuat damai Dunia ini, dan aku tak akan lupa untuk memberi sedikit pelajaran pada orang tua itu!.....” Kata Reinar dalam hatinya.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....