NovelToon NovelToon
Cinta Yang Datang Terlambat

Cinta Yang Datang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: M. Aipp

Follow IG @samsularipin_101

"Beberapa hati baru disadari berharga justru setelah mereka memutuskan untuk menyerah".

Alana Gabriela Indira selalu tahu bahwa hidupnya tidak sepenuhnya milik dirinya sendiri. Sebagai putri dari pengusaha sukses, Raden Wijaya dan Retno Indira, ada harga mahal yang harus ia bayar, termasuk menyetujui perjodohan bisnis dengan Jevandra Pratama, CEO muda dari Pratama Group. Alana menerima pernikahan ini dengan hati terbuka, siap belajar mencintai pria yang dipilihkan orang tuanya.

Namun, bagi Jevandra, pernikahan ini adalah sebuah penjara. Hatinya sudah terkunci rapat untuk Silvia Anita, kekasih yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun. Terpaksa tunduk di bawah tekanan sang ayah, Bimo Pratama, dan ibunya, Diana Prameswari, Jevandra melimpahkan seluruh rasa frustrasinya kepada Alana. Ia bersumpah tidak akan pernah memberikan ruang bagi Alana di hidupnya.

Di bawah satu atap, Alana bertahan dalam keheningan dan penolakan yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M. Aipp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Pintu Kamar

Apartemen penthouse milik Jevandra menyambut mereka dengan kemewahan yang sunyi saat jam digital di dinding menunjukkan pukul dua pagi. Begitu pintu utama berbahan baja itu terkunci otomatis dengan bunyi *klik* yang familier, atmosfer di antara mereka berdua mendadak berubah menjadi sangat intim. Tidak ada lagi supir, tidak ada ajudan, tidak ada Kakek Haryo, dan tidak ada ancaman dari Baskoro. Hanya ada mereka berdua.

Alana berjalan lebih dulu, meletakkan tas tangannya di atas meja konter dapur bersih, lalu menghela napas panjang. Ia melepas blazer kerjanya, menyisakan tank top sutra hitam yang melekat pas di tubuhnya.

Jevandra berjalan di belakangnya, melepaskan jam tangan mewahnya dan meletakkannya di samping tas Alana. Ia memperhatikan garis bahu Alana yang tampak tegang. Tanpa berkata apa-apa, Jevandra melangkah mendekat, berdiri tepat di belakang Alana.

Alana bisa merasakan embusan napas Jevandra di tengkuknya sebelum sepasang tangan kekar pria itu mendarat lembut di kedua bahunya, mulai memberikan pijatan perlahan untuk meredakan ketegangan ototnya.

Alana sempat terkejut, tubuhnya refleks menegang sejenak, namun perlahan ia membiarkan dirinya rileks di bawah sentuhan Jevandra. "Sejak kapan seorang Jevandra belajar menjadi tukang pijat?" sindirnya dengan suara serak, namun tidak ada nada penolakan di sana.

"Sejak aku menyadari bahwa istriku memikul beban yang sama beratnya denganku hari ini," jawab Jevandra lembut, jemarinya bergerak lihai di pangkal leher Alana, menemukan titik-titik lelah wanita itu. "Kamu terlalu banyak berpikir hari ini, Alana. Otakmu butuh istirahat."

Alana memejamkan matanya, menikmati sensasi hangat yang menjalar dari tangan Jevandra. "Aku harus berpikir. Jika tidak, kita berdua sudah mengenakan baju tahanan atau didepak dari lingkaran keluarga kita sendiri."

Jevandra menghentikan pijatannya, namun tangannya tidak menjauh. Ia perlahan membalikkan tubuh Alana sehingga kini wanita itu menghadap ke arahnya. Jarak di antara mereka begitu terkikis; Alana bisa mencium aroma parfum kayu cedar Jevandra yang bercampur dengan sisa wangi laut.

"Sekarang semuanya sudah selesai untuk sementara," ucap Jevandra, menatap lurus ke mata Alana yang tampak sayu karena kelelahan namun tetap memancarkan pesona yang kuat. "Berhenti menjadi Alana sang konsultan taktis atau Alana dari keluarga Wijaya. Di sini, di dalam rumah ini... kamu hanya Alana."

"Dan siapa 'Alana' itu, Jevandra?" tanya Alana menantang, suaranya nyaris menyerupai bisikan yang menggoda. "Selama ini, aku mendefinisikan diriku berdasarkan kegunaanku bagi orang lain. Bagi ayahku, bagi perusahaan, dan... bagi kontrakmu."

Jevandra mengulurkan tangan kanan-Nya, dengan lembut menyelipkan beberapa helai rambut Alana yang jatuh di pipinya ke belakang telinga. Jarinya sempat mengusap rahang tegas namun halus milik Alana. "Bagi aku, kamu adalah wanita yang menyelamatkan hidupku. Dan belakangan ini, aku mulai sadar bahwa aku tidak ingin berbagi wanita ini dengan siapa pun, atau dengan alasan apa pun di luar sana."

Kata-kata Jevandra malam itu bukan lagi bagian dari naskah sandiwara yang biasa mereka latih sebelum menghadiri makan malam keluarga. Itu adalah pengakuan yang murni, keluar dari seorang pria yang telah melihat maut dan pengkhianatan, namun menemukan jangkar hidupnya pada wanita di hadapannya.

Alana menatap Jevandra, mencari tanda-tanda kebohongan atau manipulasi di mata pria itu. Namun yang ia temukan hanyalah ketulusan yang telanjang. Pertahanan rasional yang selama bertahun-tahun dibangun Alana runtuh sepenuhnya malam itu.

Alana perlahan mengangkat kedua tangannya, melingkarkannya di leher Jevandra, menarik pria itu sedikit lebih dekat hingga dada mereka saling bersentuhan. "Kamu tahu... ini berbahaya, Jevandra. Kita melanggar pasal utama dalam perjanjian kita."

Jevandra tersenyum tipis, kedua tangannya kini turun dan melingkar kokoh di pinggang ramping Alana, mengunci wanita itu dalam dekapannya. "Persetan dengan kontrak itu. Aku yang menulisnya, jadi aku juga yang berhak merobeknya."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Jevandra menundukkan kepalanya dan menautkan bibirnya pada bibir Alana.

Sentuhan itu awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian, seolah-olah mereka sedang menegosiasikan wilayah baru yang belum pernah terjamah. Namun dalam hitungan detik, ciuman itu berubah menjadi intens dan penuh gairah yang selama ini tertahan di balik topeng profesionalisme mereka. Alana membalas ciuman Jevandra dengan kepasrahan sekaligus tuntutan yang sama besarnya, mempererat pelukannya di leher Jevandra.

Seluruh rasa lelah, ketegangan dari kejaran di Tanjung Perak, dan tekanan dari ruang kerja Haryo Wijaya melebur dalam kehangatan malam itu. Di dalam penthouse yang sunyi itu, mereka berdua akhirnya melintasi garis batas yang selama ini mereka jaga dengan ketat. Pernikahan yang dimulai dari selembar kertas kontrak di atas meja kaca, malam itu berubah menjadi sebuah ikatan nyata yang tak lagi bisa dipisahkan oleh tanda tangan apa pun.

1
Anonim
Lanjut 💪💪
Anonim
Heeemmm semakin mantap
Anonim
😍😍😍😍
Anonim
Heemmmm😍😍
Anonim
🤭🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪
Anonim
Mantap😍😍😍
Anonim
Mantap
Anonim
Lanjut 🤭🤭
Anonim
Mantap
Anonim
Lanjut
Anonim
😍😍😍
Anonim
Menarik
Anonim
Outor buat alana kuat dong jangan cemgeng😍😍
Aripin: kak coba baca ke bab Berikutnya
total 1 replies
Anonim
Heeemmm 💪💪💪
Anonim
😍😍😍
Anonim
Menarik 😍😍😍
Adinda
bagaimana Kalau simpanan jevandra hamil anak jevandra pasti seru thor
Aripin: hm🤔 menarik, ditunggu ya kak, dan jangan lupa juga mampir yaa di karya aku yang terbaru judulnya "Anak yang Tak Pernah Dianggap"
total 1 replies
Lasa Hardianti
Pantesan aja Pak Bimo milih Alana buat jadi istri Jevandra. udahlah cantik, otak pinter, pluss nya jadi trofi berharga buat perusahaan😌
Lasa Hardianti
Gila badas banget Alana, suka deh sama karakternya😌😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!