Melati gadis yatim piatu yang harus mencari nafkah buat diri sendiri dan untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya.
Setiap hari ada saja yang datang buat menagih hutang orang tuanya.
Rasa putus asa karena tak pernah dapat melunasi hutang peninggalan ayahnya membuat Melati menerima pernikahan kontrak, yang memintanya mengandung anak seorang pria yang arogan dan dingin.
Melati selalu menerima apapun yang dilakukan Jino pada dirinya. Ia berusaha menjadi istri yang baik walau Jino selalu berlaku kasar.
Tapi Jino sang suami masih saja tak pernah menganggap kehadirannya.
Hingga suatu hari Melati merasa lelah atas pernikahannya. Ia pergi meninggalkan suaminya ketika ia sedang mengandung anak keduanya.
Ketika Melati telah pergi, Jino baru mengetahui Nia istri pertama yang sangat dicintainya ternyata menipu dirinya dan telah berselingkuh.
Saat semuanya telah terungkap , Melati telah pergi jauh dari kehidupannya. Jino pada akhirnya sadar jika ia telah jatuh cinta pada Melati. Akankah cinta sang suami membawa Melati kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Enam
Raka mendatangi rumah Melati pada pukul sembilan pagi. Ia mengetuk pintu sekali dan langsung dibuka Melati.
"Kamu udah siap...."
"Ya, Raka. Aku nggak sabar ingin memeluk Rendra sambil menyusuinya"
"Ayo kita berangkat..."
Melati menutup pintu dengan tergesa karena sudah tak sabar ingin bertemu puteranya.
"Pelan pelan Melati. Kamu baru seminggu habis lahiran"
"Iya, Raka...."
Raka membukakan pintu mobil buat Melati. Dan setelah Melati masuk, ia menutup pintunya.
Raka mengendarai mobil sambil sesekali melirik ke arah Melati yang tampak gembira dengan senyum terus merekah dibibirnya.
"Sayang, akhirnya bunda akan dapat melihatmu lagi nak. Bunda akan berikan semua ASI bunda buatmu. Bunda ingin kamu sehat."
Raka memasuki halaman rumah Jino setelah satpam membukakan pintu pagar.
Melati kaget melihat rumah Jino yang jauh lebih besar dari rumahnya.
Ia tak mengira Jino dan Nia yang hanya berdua saja , tinggal di rumah yang bisa ditempati oleh keluarga dengan anak yang sangat banyak.
Jarak dari pagar rumah ke depan pintu utama aja cukup jauh.
Raka langsung menekan bel setelah mereka berdiri di depan pintu rumah. Pembantu tumah tangga yang membukakan pintu rumah mempersilakan Raka masuk.
"Jino sudah pergi kerjakan ,bi " tanya Raka
"Udah tuan..."
"Nia dimana. Apa di kamar putera Jino"
"Iya tuan...."
"Boleh aku langsung ke atas menemui Nia"
"Silakan , Tuan"
Raka berjalan diikuti Melati dibelakangnya. Ketika akan menaiki tangga, mereka melewati ruang keluarga.
Melati melihat foto Jino dan Nia yang terpajang sangat besar. Foto mereka berdua yang sangat serasi.
"Mbak Nia cantik banget. Pantas mas Jino sangat mencintainya" lirih Melati tapi masih dapat di dengar Raka.
"Sayang, hatinya tak secantik wajahnya"
"Raka, jangan ngomong begitu. Nanti mbak Nia dengar. Kita nggak tahukan masalah apa yang terjadi di antara mereka"
"Melati, kamu juga tak kalah cantik dengan Nia. Apa lagi hatimu juga cantik...."
"Kamu terlalu memuji , Raka. Aku tak sebaik yang kamu pikirkan."
Tak terasa kaki mereka telah sampai di tangga paling atas. Raka langsung menuju kamar Rendra.
Raka melihat Nia yang duduk dekat jendela. Sedangkan Rendra sedang diberi susu oleh perawatnya.
"Boleh aku masuk" ucap Raka di depan pintu yang terbuka
"Raka...silakan masuk. Kamu sama siapa. Apa kamu jadi membawa Melati" ucap Nia dengan ramah. Ia bersandiwara seakan semua ini ia yang pinta.
"Selamat pagi mbak Nia"
"Selamat pagi, Melati masuklah. Kamu bisa tinggalkan kami" ucap Nia dengan perawat itu.
Melati mendekati tempat tidur, ditengahnya Rendra sedang berbaring.
Melati naik ke tempat tidur dan langsung menggendong puteranya. Air mata tak bisa ia bendung lagi. Melati menangis terharu karena dapat melihat lagi, Rendra puteranya.
"Terima kasih ,mbak. Karena mengizinkan aku melihat Rendra lagi" ucap Melati
"Kenapa harus berterima kasih, Melati. Kamu kan ibunya Rendra. Kamu juga berhak atas diri Rendra" ucap Nia sambil tersenyum.
Raka memandang sinis ke arah Nia yang tampak begitu baik di depan Melati.
"Dasar rubah betina. Kamu bisa saja berpura pura baik di depan orang . Tapi aku sudah tahu jika kamu tak lebih dari wanita jalan*n. Kamu hanya menginginkan uang Jino. Kamu rela setiap malam menghangatkan ranjang Jino hanya untuk mendapatkan uangnya walaupun dihatimu hanya ada nama Alex"
"Raka, kita tinggalkan saja Melati berdua Rendra. Mungkin Melati ingin menyusuinya. Melati pasti malu jika ada kamu"
"Melati, aku tunggu kamu di bawah ya. Nanti jika sudah merasa cukup bersama Rendra , kamu bisa menyusul aku dan Nia di bawah. Aku tunggu di ruang keluarga"
"Baik, Raka"
"Melati, aku pamit ke lantai bawah ya. Jika Rendra telah tidur. Letakan aja di dalam tempat tidurnya...."
Nia berjalan beriringan dengan Raka menuju lantai bawah.
"Raka, kamu udah sarapan..."
"Udah...."
"Mau aku buatkan minum apa..." ucap Nia begitu Raka mendudukan tubuhnya di sofa ruang keluarga.
"Aku nggak haus. Kamu nggak usah repot membuatkan aku minum"
"Raka, untukmu aku tak pernah merasa repot"
"Aku nggak mau minum..."
Nia mendekati Raka, dan duduk disamping Raka.
"Jika kamu nggak mau minum...kamu mau apa. Mau bercinta denganku" bisik Nia
"Jangan macam macam Nia. Apa kamu nggak takut jika Jino tau. Bukankah rumah ini dipasang CCTV di semua sudutnya."
"Aku telah mematikannya tadi setelah kamu mengatakan akan datang. Aku tak mau mengambil resiko jika Jino tau kamu kesini. Aku tak mau Jino melukaimu, Raka. Aku sangat peduli denganmu "
Raka membalikan tubuhnya menghadap Nia. Ia lalu berbisik
"Tapi aku nggak peduli dan tak tertarik bercinta dengan wanita seperti kamu...."
Wajah Nia tampak memerah menahan amarahnya mendengar ucapan Raka. Selama ini ia selalu melihat tatapan kekaguman dari semua kaum adam ataupun hawa jika melihatnya. Apa lagi ketika ia menggunakan pakaian seksi.
Ia tadi sengaja hanya mengunakan tanktop dan hot pants ketika tau Raka akan ke rumah.
"Kamu yakin nggak tertarik. Atau kamu hanya pura pura jual mahal" ucap Nia dengan bibir yang sengaja dimajukan agar terlihat seksi
"Telanjangpun kamu di depanku saat ini, aku tetap tak tertarik ingin tidur denganmu"
"Kenapa...kamu nggak percaya diri karena harus tidur dengan wanita cantik sepertiku. Aku bisa memuaskanmu..."
"Aku nggak tertarik dengan wanita yang gampang tidur dengan pria dan juga sengaja menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang pria"
"Bagaimana dengan Melati, ia juga menjual diri dan tubuhnya demi uang. Aku tau kamu tertarik dengan Melati" ucap Nia sedikit emosi
"Kamu dan Melati tidak bisa disamakan, Nia"
"Kenapa...kami sama sama rela ditidurin Jino untuk mendapatkan uangnya"
"Melati terpaksa melakukan semua itu..."
"Aku juga terpaksa...."
"Apa yang membuatmu terpaksa mau melakukan itu"
"Aku terpaksa melakukan semua ini hanya untuk membalas dendamku"
"Dendam apa...."
"Jika aku menceritakan semuanya padamu apa kamu nanti akan bisa berubah pikiran"
"Tergantung ceritamu...bisa saja kamu berbohong"
"Buat apa aku berbohong..."
"Nia, yang aku tau kamu melakukan semua ini demi Alex. Uang yang kamu dapatkan dari Jino kamu berikan buat Alex"
"Siapa yang mengatakan itu. Kamu tak bisa menuduhku"
"Aku sudah pernah katakan, jika aku tau semuanya. Aku hanya tinggal mengumpulkan bukti yang kuat untuk membuat Jino percaya atas kelicikanmu selama ini"
"Jino tidak akan percaya dengan ucapan siapapun. Aku akan bisa merayunya kembali"
"Jangan terlalu percaya diri , Nia...."
Raka memandangi Nia yang tampak menggeram menahan amarahnya.
"Kenapa tidak kamu lupakan saja Alex atau dendammu itu. Jadilah istri yang baik buat Jino. Bukankah Jino sangat mencintaimu. Apa kamu tak takut jika Jino tau kebusukanmu, ia mencampakanmu"
"Aku akan dengan senang hati pergi darinya. Aku bisa kembali pada Alex..."
"Apa kamu yakin Alex akan menerimamu. Apa kamu yakin Alex tidak menduakanmu...."
Nia terdiam mendengar ucapan Raka.
"apa mungkin saat ini Alex menduakanku. Karena ia tampak berbeda. Ia tak sesering dulu menghubungiku. Dan juga ia saat ini susah buat dihubungi. Apa Alex akan meninggalkan aku. Aahhhhh...tak mungkin. Aku percaya Alex mencintaiku, ia tak akan pernah menduakanku. Aku tak boleh terpengaruh ucapan Raka. Ia pasti sengaja mengatakan itu agar aku sakit hati"
*****************
Terima kasih
walopun belum sepenuhnya buat Kimberley, but it's okay..
seiring berjalannya waktu, semoga Raka benar2 bisa mencintai Bee sepenuhnya seperti dulu lg..
selalu suka sama semua cerita novelmu mam..
walopun banyak komen pro dan kontra, hal itu sudah wajar dan lumrah..
mau seperti apapun bagusnya kita, pasti ada aja yg gak sepaham..
sabar dan tetap semangat ya mam..
para reader setia tetap mendukung kok, termasuk aku, hehe..
oke deh, cus lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat berkarya meski beragam komen yg berdatangan..
semoga sukses selalu dimanapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕