NovelToon NovelToon
Anakku Yang Membawamu Kepadaku

Anakku Yang Membawamu Kepadaku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Duda / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rasta

Seorang wanita yang menolong bayi umur satu bulan, yang ternyata anak dari CEO yang paling populer di kalangan wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaikan langit dan bumi

Di peruaahaan GM menyiapkan laporan untuk meeting besok. Ferdi yang melihat Glen mengerjakan laporan itu pun tersenyum licik.

"Kalau kerja sama perusahaan GM dan Harja Croup berjalan lancar maka aku akan melancarkan rencanaku untuk merebut perusahaan ini" kata Ferdi dengan senyum licik

Keesokan harinya waktu meeting pun di mulai kedua pendapat dari GM dan Harja Croup dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Dua jam telah berlalu meeting pun selesai Rey dan Glen berjabat tangan. Glen pun meninggalkan Harja Croup menuju ke perusahaannya GM.

Rey pulang kerumahnya dan menyuruh Iyan dan Sisil menghandle semua urusan kantor karena dia ingin menemani anaknya di rumah.

Beberapa menit Rey pun sampai di mansion Harja dan memarkirkan mobilnya lalu masuk.

"Assalamualaikum" kata Rey

"Waalaikumsalam, Rey kok kamu udah pulang inikan masih jam kerja" kata nyonya Firda

"Rey cepat pulang karena ingin meluangkan waktu untuk Rafa anak Rey ma" kata Rey sambil menyalim tangan nyonya Firda

"Ya udah kamu mandi dulu lalu temanin Rafa main mama mau masak untuk makan siang" kata nyonya Firda

"Siap ma" kata Rey sambil berjalan menuju kamarnya

Sedangkan di Harja Croup Iyan memanggil Sisil untuk mengecek semua berkas keuangan perusahaan.

"Hallo ada yang bisa saya bantu pak" kata sisil

"Kamu keruangan saya sekarang" kata Iyan langsung menutup telfon tanpa menunggu jawaban dari sisil

"Dasar sekertaris dingin belum juga di jawab malah main matiin aja tuh telfon bikin kesel aja" kata sisil kesal

Tak lama sisil pun mengetuk pintu ruangan iyan.

Tok...tok...tok..

"Masuk" kata iyan

"Ada apa bapak memanggil saya" kata sisil

"Kamu cek semua berkas keuangan itu dan samakan dengan yang ada di dalam leptop dengan yang ada di berkas keuangan, jangan sampai ada yang salah" kata iyan

"Baik pak, kalau begitu saya ambil berkasnya dan kembali ke meja saya untuk mengeceknya" kata sisil

"Tidak usah, kamu pakai aja leptop ini yang sudah saya siapkan dan kamu cek berkas itu disini saja" kata iyan

"Nih orang kesambet ape kok tumben baek bener sama aku, kemaren dia nolongin aku sampai tangannya luka, sekarang ah tau dah" kata Sisil dalam hati

Sisil berjalan menuju sofa dan duduk, dia mengambil berkas yang ingin di cek dan mencocokkannya dengan yang ada di dalam leptop. Sisil dengan wajah serius mengerjakannya berkas keuangan dengan teliti.

Iyan melihat Sisil tanpa berkedip dan bergumam dalam hati.

"Nih cewek cantik banget kalau lagi serius ngerjain sesuatu, aku kayaknya jatuh hati kepadanya" kata Iyan dalam hati

Sisil yang di lihat pun jadi risih dan malu

"Nih orang gak ada pekerjaan apa, liati aku mulu, aku kan jadi salting" kata Sisil dalam hati

"Jangan liatin saya terlalu lama pak nanti anda jatuh cinta, saya tidak akan tanggung jawab bila bapak jatuh hati kepada saya" kata Sisil dengan tatapan yang tak lepas dari leptop

Pipi iyan pun memerah karena ketahuan melihat Sisil. Iyan langsung memalingkan wajahnya takut kalau sisil melihat wajahnya yang merah.

Jam makan siang pun tiba Iyan sedang merapikan mejanya melihat Sisil yang masih setia menatap leptop, dia menghampirinya.

"Apa kamu sudah selesai" kata Iyan

"Belum pak masih banyak yang belum saya cek, ada apa pak" kata Sisil

"Ini sudah waktunya makan siang kamu gak pergi makan siang dulu" kata Iyan

"Nanti aja pak, saya belum lapar dan masih banyak yang harus saya cek" kata Sisil

"Kalau kamu telat makan, kamu mau kena penyakit maag, masalah cek berkas masih bisa ditunda. Sehabis makan siang nanti saya bantu cek berkasnya" kata Iyan

"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu" kata Sisil

"Kamu mau kemana" kata Iyan

"Tadi nyusuh untuk pergi makan siang sekarang di cegah, maunya apa sih" kata Sisil

"Saya bukan mau mencegah kamu, saya mau ngajak kamu makan siang" kata Iyan

"Tapi bapak yang teraktir" kata Sisil sambil senyum

"Iya, ayo" kata Iyan membantu Sisil membersihkan meja

Tiba-tiba Sisil merasa pusing dan sakit bagian perut, Iyan yang melihatnya dengan sigap menangkap tubuh Sisil. Pandangan mata Iyan bertemu dengan mata Sisil

"Kenapa jantungku berdebar kencang ketika melihatnya" kata Iyan

"Kalau dilihat dari dekat pak Iyan ganteng juga. Ah jangan ngaco kamu Sil, gak mungkin pak Iyan melihat kamu

 Kamu itu orang miskin dan wajahmu pas-pasan. Dia juga pasti milih cewek yang cantik, kaya, gak seperti kamu, kamu dengannya bagaikan langit dan bumi. Tapi lama melihatnya membuat jantungku berdebar kencang gini yah" kata Sisil dalam hati

Keduanya pun tersadar dari lamunannya, dan menyadari mereka masih dalam keadaan berpelukan. Keduanya melepas pelukan dan memalingkan wajahnya karena memerah.

"Terima kasih pak udah tolongin saya" kata Sisil

"Iya sama-sama, ayo saya udah lapar nih" kata Iyan sambil menggenggam tangan Sisil keluar dari ruang. Sisil yang di genggam pun terdiam melihat tangan yang digenggam Iyan dan hanya memgikuti kemana Iyan membawanya.

Sementara di mansion Harja Rey dan mamanya makan siang berdua karena papa Rey masih berada di rumah sakit, dia mempunyai pasien yang akan di operasi siang itu.

Mereka telah selesai makan siang nyonya Firda memindahkan piring kotor dan mencucinya, meskipun ada art tapi dia telah terbiasa memcuci piri sesudah makan. Sedangkan Rey pergi mengecek Rafa di kamarnya.

Rey yang masuk ke dalam kamar melihat Rafa menangis, dia pun menggendongnya tapi tangisan Rafa tak kunjung henti. Akhirnya Rey membawa Rafa ke mamanya.

"Rafa kenapa nangis Rey" tanya nyonya Firda

"Gak tau ma, tadi Rey cek ke kamarnya Rafa udah nangis" kata Rey

"Mungkin dia lapar atau popoknya udah penuh" kata nyonya Firda

"Tadi kan dia sudah makan ma sebelum kita makan siang, popoknya juga masih kering" kata Rey

Di tengah kebingungan Rey dan nyonya Firda, Rafa pun berceloteh sambil nangis.

"Ma...ma...ma...ma...ma" celoteh

Terlintas di pikiran Rey tentang El karena El adalah satu-satunya orang yang di panggil Rafa dengan sebutan mama.

"Apakah Rafa sedang merindukan El, kalau itu mau mu dan dapat membuatmu senang papa akan lakukan" kata Rey

Akhirnya Rey menelfon nyonya Eli karena dia tidak punya nomor telfon El.

...****************...

Hai semuanya, ini cerita pertama aku semoga kalian suka dengan ceritanya😊 dan jangan lupa dukunganya melalui vote😊 jika kalian suka ceritanya jangan lupa like untuk menyemangati author

Makasih yang udah mau mampir baca novel pertama yang aku buat😊😊😊

 

1
Alya Yuni
Hade si Farida trllu bodoh si
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya ga berbelit2 👍👍👍
susi 2020
🙄🙄😘🥰
susi 2020
😎😎🤭
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
,🙄🙄
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🙄🙄🙄🤭
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😎😎😎
susi 2020
🥰😘
susi 2020
🥰🥰😘😲
susi 2020
😲😲😎😔
susi 2020
😘🥰🥰😘
susi 2020
😔😔
Ratna Soraya
cakeep
Mmhh Al Fatih
lanjut tor semngat semoga lebih banyak lg karya nya.aku penggila novel tertarik sama ceritanya juga
Erlinda
ini nenek nya yg luar biasa goblok nya. lagian katanya Rey orang kaya tapi kok ga punya baby sitter dan bodyguard sih.
Shuhairi Nafsir
siska bakal menghadapi sama Elsa membuat perhitungan dengan dia
ceritanya bagus Thor tapi lembab kerana tidak terlalu peka dengan keadaan sekelilingnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!