Warning 21+ !!!
Sekuel Dendam Salah Alamat
Follow IG Author
IG ( naura_shafa95 )
FB ( Naura Shafa Mahbubbah )
Up setiap jam.
07 pagi, 11 siang, 15, sore dan jam 19 malam.
Nasib malang Amira di jual oleh tetangganya sendiri. Amira lolos dari tempat mesum pria hidung belang, membuat dirinya bertemu seorang Duda tampan.
Darren seorang Duda tampan dan casanova membuat dirinya hilang kendali.
Apakah mereka akan bertemu kembali? Dan bagaimana kisah mereka selanjutnya. Saksikan terus kisah selanjutnya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lampu merah
Darren membukakan pintu untuk Amira, Darren berlari kecil memutar mobil dan segera masuk ke dalam. Tiba-tiba saja Darren mendongkakan wajah ke arah Amira, nafas mint Darren tercium oleh Amira. Jantung keduanya berdegup kencang, Amira segera memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"Kau belum memasang sabuk pengamanmu," ujar Darren segera memasangkan sabuk pengaman untuk Amira.
Amira merasa malu dan juga tidak tahu harus berkata apa pada Darren, wajah tampan Darren membuat dirinya tidak karuan. Siapa saja pasti akan terpana melihat wajah yang cool Maco seperti Darren.
Tapi tidak banyak yang tahu bahwa Darren seorang duda beranak satu. Sampai sekarang Ken dan anak buahnya belum juga menemukan sosok anak Darren itu siapa.
Selang beberapa menit Darren segera mengidupkan mesin mobil untuk segera berangkat ke kantor bersama Amira. Di dalam perjalanan tidak ada yang berucap satu kata pun termasuk Amira, mereka masih terdiam satu sama lain.
Lampu merah menyala, terdapat anak pengamen mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil. Amira segera membuka kaca mobil untuk menyapa anak jalanan tersebut.
"Kak, tolong saya belum makan," ujar anak jalanan yang bernama Aida.
Amira tersenyum dan segera mengambil uang di dalam tas miliknya. Terlihat wajah Aida yang sangat cantik, akan tetapi ketutup oleh wajah cemongnya.
Darren hanya bisa melihat interaksi dua wanita tersebut. Namun, di saat Aida melihat ke arah sebrang, dirinya merasa ketakutan yang amat sangat.
"Kak tolong aku!" Pekik Aida.
Amira turun membuka pintu mobil, matanya mengedarkan ke arah lampu merah. Melihat wajah Aida yang sangat ketakutan membuat Amira segera membawa Aida masuk ke dalam mobil.
"Masuklah," ujar Amira membuka pintu belakang. Aida segera masuk untuk melindungi dirinya.
Darren mengerutkan keningnya melihat Amira membawa Aida masuk ke dalam mobil. Lampu merah berganti hijau, mobil Darren segera melaju. Seorang Pria memakai topi hitam dan juga kaca mata hitam terus mengawasi dan segera mengikuti mobil Darren.
"Sial! Anak itu sudah berani mau pergi," ujar Pria jahat.
Di dalam mobil, Aida hanya bisa duduk diam dan mengucapkan kata terima kasih kepada Amira dan juga Darren. Karena sudah menyelamatkan dirinya dari atasannya yang selalu memaksa dirinya untuk mengamen di lampu merah.
"Kau ini sudah gila, kenapa anak itu kau bawa," Darren berdecak kesal kepada Amira.
"Kau tahu, anak ini dalam bahaya, aku melihat dia di awasi terus oleh seorang Pria. Kita harus melindunginya," ujar Amira melihat ke arah Aida.
"Tapi, dia anak siapa, kita tidak boleh maen bawa saja anak orang. Kau mau kita di bilang penculik hah! Kalau kau mau anak kita bikin, tapi jangan bawa anak orang," seru Darren.
"Kau sudah gila," kesal Amira.
Mereka pun berhenti di tepi jalan, untuk menanyakan Aida. Darren menghembuskan nafasnya kesal, Aida hanya bisa menunduk dan sesekali melihat ke arah Darren.
"Terima kasih telah menolongku kak," ujar Aida.
"Nama kamu siapa sayang," ucap Amira lembut.
"Namaku Aida," ujar Aida tersenyum kepada Darren dan Amira.
"Rumahmu ada di mana, biar kita antar kamu," seru Darren.
Darren seketika ingat kenangan masalalu di mana dirinya dulu pernah menyarankan kepada Nancy untuk memberikan nama anaknya Aida kepada Nancy. Darren menatap Aida yang ada di hadapannya, ada sedikit ketenangan dan kerinduan di benaknya.
"Aku tidak punya rumah, aku di buang oleh orangtuaku sejak aku masih kecil," ujar Aida meneteskan Air matanya. Amira yang tidak tega segera membuka pintu untuk pindah ke belakang untuk menenangkan hati Aida.
"Sudah jangan menangis, Darren kalau bisa dia kita urus saja. Umur kamu berapa tahun?" Tanya Amira.
"Tiga belas tahun," jawab Aida.
Darren seketika juga langsung tercengang mendengar ucapan Aida. Dirinya teringat masalalu bersama Nancy, umur Nayra memang beda jauh dengan Aida. Sebelum Nancy di katakan hamil Nayra, Nancy di kabarkan hamil dan mengalami ke guguran. Karena Mamah Shiren tidak mengijinkan Darren berhubungan lagi bersama Nancy. Hingga Nancy menghilang dari kehidupan Darren, sejak saat itu mereka jarang sekali bertemu. Hingga suatu saat mereka menjalin hubungan asmara kembali dengan status Nancy menjadi wanita penghibur. Mereka pun menikah secara siri tanpa sepengetahuan dari keluarga Mamah Shiren.
Selang beberapa tahun, Nancy hamil lagi dan mengaku anak dari Darren. Entahlah ini semua membuat Darren pusing mengingat masalalu-nya yang rumit.
"Mungkin ini hanya kebetulan saja," batin Darren.
"Oke, kita bawa saja dia, mungkin aku akan menaruh dia di apartemenku," ujar Darren. Amira tersenyum mendengar ucapan Darren untuk melindungi Aida dari kejaran para penjahat.
Darren meraih ponsel dari saku celananya untuk menghubungi Ken yang ada di kantor.
"Hallo Ken, hari ini aku ada urusan hingga akan telat masuk kantor. Kau urus saja di sana, satu lagi bila Nancy datang kau harus mengusirnya dari kantorku," ujar Darren menutup kembali ponselnya.
"Kita segera ke apartemen, sebelum kita ke sana Aida harus beli baju baru dulu," ujar Darren dingin dan segera menghidupkan mesin mobilnya kembali.
Di rumah Darren.
Nancy berdecak kesal, hatinya marah menggebu-gebu. Barang yang ada di sekitarnya Nancy lemparkan, belum selesai urusan Darren yang berubah drastis terhadapnya. Nancy mendapat berita bahwa anak yang sering dia suruh mengamen untuk mencari uang untuknya berhasil kabur dan di bawa oleh orang yang tidak di kenal.
"Sialan! Siapa orang yang berani sekali membawa bocah tengik itu. Hanya anak itu yang aku punya untuk mencari uang yang banyak, brengs*k sekali orang itu," pekik Nancy mengepal geram.
Nancy merasa frustasi dan segera mengubungi Aldo. Namun, sambungan ponsel Aldo tidak aktif, Nancy tambah marah dia membanting barang lagi yang ada di kamarnya.
"Pokoknya Darren harus bisa aku dapatkan lagi, dia tidak boleh jatuh cinta kepada wanita kampung itu," hardik Nancy menatap tajam dirinya di depan cermin.
Di apartemen.
Darren dan Amira sudah selesai membeli baju untuk Aida ganti, mereka juga membeli cemilan banyak untuk Aida. Darren merasa senang melihat Aida nyaman berada di apartemen miliknya.
"Kamu istirahat saja dulu, Nanti Bi Rita akan segera ke sini untuk menemani kamu di sini," ujar Darren.
"Terima kasih, kamu sangat baik kepada anak itu," ujar Amira duduk di depan Darren.
"Untuk kamu apa yang nggak, kau menyuruhku untuk menolong anak itu. Sudah aku kabulkan, dan sekarang kau harus memaafkan aku," pinta Darren.
"Tidak semudah itu, lebih baik kita pergi ke kantor saja. Aku sudah sangat rindu suasana kantor," seru Amira.
"Aku tahu, kau hanya ingin bertemu Ken saja," ketus Darren.
"Aku sama Pak Ken tidak ada apa-apa kok, jangan bikin gosip yang tidak jelas," timpal Amira.
Darren segera beranjak dari tempat duduknya untuk mendekati Amira. Tiba-tiba saja dia duduk di sebelah Amira dan mendongkakan wajahnya ke arah Amira hingga wajah mereka beradu pandang.
Darren.
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR.
LIKE
KOMEN
HADIAH
VOTE
RANTINGNYA JANGAN PELIT YAH!!!