" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Mendadak nikah ( 1 )
" Bening benerrrr "
Juleha bergumam pelan sembari melangkahkan kakinya memasuki kantor urusan agama.
Tampak Sarah hanya tertunduk diapit oleh Wak Wahab dan istrinya yang sedikit kurus karena sakit sakitan.
Gak banyak yang bisa hadir karena Wak Wahab dan orang tua Abdul sama sama saudara, ya jadi gak ada yang namanya dari pihak pengantin pria maupun dari pihak pengantin wanita.
Terlihat Mahmud juga ada di dekat Wak Wahab.
Kalau dengan Mahmud, hubungan antara Sarah dengan Mahmud, sepupu dekat karena ibunya Sarah adik dari Bapaknya Mahmud.
" Apanya dek "
Zainal berbisik pelan disebelahnya.
" Kak Sarah bang, lagian bang, ini si Abang sok jual mahal, padahal di dihatinya beuh "
Juleha berdecak.
Zainal hanya tertawa kecil, dia sangat menikmati Abdul yang saat ini menjadi bulan bulanan ocehan dari mulut Juleha yang enggak bisa diam.
" Coba Abang bayangkan, nikah gak pakai modal, semua terima beres, nikahnya juga di bulan Ramadhan, gak perlu keluar duit karena gak mungkin ada makan makan, si Abang cuma modal badan doang, setelah itu, ongkang ongkang kaki, uang datang sendiri "
Juleha mencebikkan bibirnya kedepan mengejek.
" Juleha adek Abang yang cerewet tidak mau diam, Abang mohon untuk hari ini, diam-lah ! tolong mengerti jika perasaan Abang saat ini sedang gak karuan "
Suara Abdul menggeram jengkel.
Zainal tergelak dengan menyembunyikan wajahnya di bahu Juleha.
Manis kali bang Zai kalau gitu, Mak othor juga mau disandarin bahunya.
" Dek, sepertinya bang Abdul langsung jatuh cinta melihat calon istrinya "
Zainal ikut ikutan membully Abdul, kapan lagi ada kesempatan seperti ini kalau bukan sekarang.
" Awas kau Zai, tunggu pembalasan dariku ! "
Abdul menatap horor pada Zainal.
" Wo wo wo, yang mendadak jadi pengantin, kenapa wajahmu memerah ? Siapa yang telah membuatmu marah wahai Abdullah sepupuku yang semakin dekat, saking dekatnya hingga sampai .... "
Mahmud tergelak mengejek sekaligus menyebalkan, membuat Abdul semakin jengkel.
Kalau bukan karena hari ini dia jadi pengantin, pasti Abdul sudah membalas perbuatan sepupu dan adik iparnya.
Abdul membuang pandangannya ke sembarang arah, tapi justru salah arah karena Abdul membuangnya justru ke arah Sarah.
Sarah tersenyum tipis, antara sedih dan rasa bersalah.
Abdul terpaku, tapi bukan karena jatuh cinta, lebih tepatnya iba.
Betul kata Bapaknya, Abdul tidak bisa menyakitinya, dan juga bukan karena rasa sayang seperti sepasang kekasih tapi karena Sarah sudah seperti adiknya.
Aaarrggghh, Abdul ingin menjerit karena frustasi, andai dia tidak cepat pulang kerumah, masih berlayar mengarungi samudera dari satu negara ke negara lain, pasti dia tidak terjebak pada situasi yang sangat tidak mengenakkan baginya.
Andai yang duduk diujung sana bukan Sarah, tapi orang lain, juga tidak perlu terlalu cantik, dijodohkan juga tidak masalah bagi Abdul, sama seperti adiknya Juleha, yang mau mau aja di lamar oleh Zai yang notabene gak pernah pacaran, toh terlihat adiknya bahagia dan justru menyebalkan karena suka pamer kemesraan dengan Zainal.
Tapi sebenarnya Zainal saja yang keganjenan, gak tahu malu suka ciam sana cium sini, memang sih si Zai mencium jidat, kepala atau pipi Juleha dan Juleha juga istrinya bukan istri tetangga apa lagi selingkuhan tapi apa dia tidak iba dengan Abdul.
Jiwa jomblo Abdul yang sudah butuh belaian kan meronta-ronta ingin juga dibelai, eh.
" Cie cie... Katanya nganggep adek tapi dari tadi dipandangin terus, sudah mulai cinta ya ? "
celetukan rese dari bibir Juleha yang sudah semakin lentur mungkin akibat Zainal terus melatih kelenturan bibi Juleha, maksudnya apa ya ? mulai terdengar ditelinga Abdul, menyadarkan diri Abdul juga yang dari tadi menatap Sarah tanpa berkedip.
Mana suara Juleha kenceng lagi, otomatis semua keluarga melihat ke arah Abdul.
Dan jangan lupakan senyum bahagia Bapak dan Ibu Abdul, mereka menduga Abdul sudah sangat ikhlas sepenuh hati menikahi Sarah.
Abdul kan jadi salah tingkah, bukan salah tingkah karena jatuh cinta, tapi karena malu diketahui semua orang dia tengah menatap Sarah.
" Sabar Dul, ini masih pagi, puasa lagi, nanti malam boleh lah kau tidak tarawih, kami bertiga tidak akan mengganggumu seperti yang kita lakukan kemarin pada Zainal "
Imbuh Mahmud semakin membuat Abdul ingin menerjang Mahmud.
Zainal mencibir lucu.
Sebelum Abdul yang akan terus menjadi bulan bulanan Juleha dan Mahmud, yang menjadi suporter-nya Zainal dengan terus tertawa, Abdul sudah tiba saatnya untuk melakukan ijab qobul.
Dan sesuai permintaan Abdul, setelah menikah Abdul tidak mau tinggal dirumah Wak Wahab, dia ingin tetap di rumah Bapak dan ibunya sampai mereka memilih ngontak atau memiliki rumah secara menyicil seperti yang dilakukan Zainal.
Kalau tinggal di rumah Wak Wahab, dimana harga diri Abdul, bisa semakin anjlok turun ke bawah.
Zainal sendiri, setelah tahu jika Abdul akan membawa istrinya tinggal di rumah mertuanya, ia hendak mengajak Juleha pindah kerumah miliknya sendiri tetapi Bapak, Ibu dan Abdul melarang.
" Dul, ingat ini bulan puasa, tunggu malam ya ! "
Bisik Mahmud ketika bersalaman saat mengucapkan selamat atas pernikahan yang baru berjalan sukses dan lancar tanpa hambatan, jalan tol aja kalah lancar dari Abdul ketika mengucapkan ijab qobul.
" Jangan sampai ku tabok mulutmu ya ! "
Ancam Abdul geram, Mahmud justru tergelak, mana mungkin Abdul berani memukulnya, secara diakan masih jadi pengantin.
" Cie cie, yang udah jadi pengantin "
mulai mulut Juleha bersuara lagi.
" Astagfirullah, Zai, bisa kau amankan istrimu ? "
Abdul mendadak amnesia, Juleha bukan saja istri Zainal tetapi adiknya juga.
...*****...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻