Warning alert 21+
Di sini juga banyak kata-kata kasar,,,
Perjodohan berujung luka dapatkah Ega yang sudah berhasil bercerai dengan suaminya menemukan kisah cintanya.
Sebagai pemanis aku tambahkan cerita Chris dan Taka yang ingin mendapatkan cinta sesungguhnya.
Chris mencintai Ega yang ia kira menjalin hubungan dengan Galih.
Taka mencintai Kania yang ia kira bertunangan dengan Poldi.
Bagaimana kisah mereka.
Simak ya 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViRuz04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Pertama Calon Kedua 25
Marah.
Gejolak emosi yang di tunjukan setiap manusia, saat pelik muncul ke permukaan. Sekelebat rasa yang timbul dengan percik api menyala terang.
Percik api menyulut gejolak rasa panas dalam darah. Emosi besar atau kecil akan membawa dampak buruk. Mereka yang dikuasai emosi berakhir mencelakai, melukai, dan yang terburuk mampu membunuh jika kepuasan bisa di dapat dari hal buruk itu.
*******.
Kepuasan yang di dapat dari hal buruk. Tidak ubah nya untuk mampir dalam ruang pengap serta dingin, dari hutan prodeo dengan ruang kamar sempit dan lembab. Bullshit. Perlu di garis bawahi, bagi mereka kaum jetset semua itu tidak berlaku. Mereka dengan mudah mendapat fasilitas mewah. Tentu lagi-lagi uang yang berkuasa.
Chris menutup mata sejenak melebur rasa marah yang berkobar dalam dada. Dekapan si gadis mampu meredam api yang berkobar terang. Terlebih Isak merintih lirih itu sangat mengganggu telinga. Percik api tetap menyala membakar seluruh saraf dalam otak. Bersyukur ia mampu memegang kendali.
Hari masih siang. Chris membawa Ega pulang ke apartemen selepas Mika datang ke kantor. Wanita paruh baya itu sempat menangis. Melihat semua lembaran foto tidak senonoh Ega. Beruntung juga logika Mika masih ada. Dia tidak menampar atau memaki Ega.
Sang ibu sempat berpikir itu benar adanya. Sebelum datang ke kantor ternyata wanita paruh baya itu sudah lebih dulu datang ke kantor Singgih. Ingin tahu kebenaran hal yang dia anggap sangat mustahil. Singgih cepat tanggap. Memberi informasi yang membuat senyuman indah mampir, sekaligus marah besar di wajah Mika.
Mika menyuruh Chris membawa Ega pulang. Memberi rasa tenang pada hati gadis itu. "Sayang kau harus tenang, apapun yang tercetak dalam foto itu aku percaya itu tidak benar."
Mengusap wajah kasar. Ega melepas dekapan kekasih nya. "Aku tidak mengerti, apa motif di balik semua yang terjadi, itu keterlaluan. Orang lain pasti mengira itu benar." Tersedu dengan Isak menyayat.
Chris paham dengan perasaan Ega. Rasa takut dari penilaian buruk publik berbuah dampak pada kehidupan kelak. Sekalipun bilang tidak, mereka yang bodoh selalu mencerna baik tanpa meneliti kebenaran.
Sial.
Chris menangkup sisi wajah terkasih. "Aku akan cari pengirim paket kaleng itu. Sekarang kau istirahat." Mencium kening juga kedua pipi Ega. "Perlu ku pesan sesuatu? Kau harus mengisi perut." Tambah nya.
Mengingat Ega hanya sarapan roti dengan teh hangat pagi ini.
"Aku tidak lapar, nanti saja."
"Janji kau harus makan," ponsel nya bergetar nama Singgih tertera di sana.
Ega menarik napas, bersandar pada bahu Chris manja. Pria itu menerima telepon sambil melirik. Tangan nya bergerak mengelus puncak kepala kekasih.
Sambungan terputus. Kepala nya maju bergerak mencium kening kekasihnya, "aku harus pergi mereka sudah menunggu, kau tak apa aku tinggal sebentar?"
Kepala Si gadis terangguk. "Hu'um, aku tidak apa kau hati-hati, jangan terbawa emosi." Mengantar sampai pintu dan memberi kecupan di pipi tirus Chris.
"Kabari aku, kalau ada sesuatu!."
"Iya."
Mencium bibir kekasih nya Chris pergi dengan berat hati. Ia tidak ingin Ega sendiri saat seperti ini. Tapi sungguh ia harus lakukan sesuatu, ini harus selesai dengan baik. Menjauh dari sana dengan tangan terkepal kuat.
Satu nama terlintas jika itu benar, ia tidak akan memberi maaf. Tidak akan.
🌟🌟🌟
"Bagaimana?"
Pintu apartemen terbuka. Baritone langsung mengintimidasi penuh. Tanpa basa-basi. Mereka tahu itu pertanda tidak baik.
Taka menaruh pulpen kamera di atas nakas. Helaan napas berat terdengar, "Ibu menghubungi ku, suara nya seperti orang kesurupan dan meledak. Saat aku sampai di kantor Singgih, aku melihat foto yang membuat ku mual. Aku turut sedih." Taka berujar dengan mimik jijik. Namun juga iba atas kesialan calon adik ipar.
Chris angkat gelas berisi kafein tanpa bertanya lalu meminum nya.
"Woy, itu punya ku." Sungut Nando mendengus keras, memandang penuh cibir pada Chris.
"Bikin lagi sana." Mutlak.
Nando memutar mata, "Waktu ku berharga, dia menyuruh ku seperti budak, manusia k*p*r*t." Berdiri melangkah ke pantry membuat kopi lagi, tidak peduli pada Chris yang masih memasang wajah masam.
Taka dan Singgih terkekeh, mereka sudah biasa. "Apa kalian berpikir seseorang yang sama dengan ku?"
Taka dan Singgih mengangguk lalu menghela napas. "Sama persis ku kira, sebelum alamat si pengirim terlacak, tunggu sebentar." membeo dengan diri sendiri.
Singgih membuka code untuk membobol CCTV kota. Pria itu sangat cekatan. Berhasil. Di sana terlihat orang yang dia kenal masuk ke salah satu jasa pengiriman ekspres.
"CCTV yang terpasang di sana masih di bawah kualitas, di perbesar percuma." Menggeser laptop pada Chris dan Taka. "Tapi kalian pasti kenal itu siapa?" tambah nya.
Taka berdecak dan Chris mengumpat keras.
Saka yang baru sampai ikut mencemooh. Menatap layar laptop dengan mata membulat. "Kurang paham jalan pikiran orang itu, its crazy dude. Membuat harga diri seseorang jatuh dan hina itu kriminal." Tanpa melepas pandangan pada laptop.
Menghembus karbondioksida, netra itu bergulir menatap lamat sahabatnya. "Aku sudah menduga dia berulah, sangat keterlaluan." Chris geram meninju paha nya sendiri.
Taka melempar dengus samar dengan nada muram. "Mereka sama-sama perempuan, kenapa dia begitu rendah, itu lebih buruk dari sampah."
"Otak nya tersumbat kotoran." Sungut Saka dan Nando bersamaan.
Nando membuka bungkus camilan dengan sedikit semakin geram, "Aku anggap Ega juga seperti adik ku. Mungkin Galih juga akan membunuh manusia itu jika tahu Ega seperti ini." Mengapit potongan keripik tempe pedas di jari dan masuk ke dalam mulut.
Bungkus itu di ambil alih Singgih, beralih pada Saka yang hanya melirik meminum soda kaleng yang baru ia ambil dari lemari pendingin.
Saka menipiskan bibir lalu setuju, "Aku ingat pesan wasiat istrinya. Apa mereka tahu?" meneguk sedikit, meraih garpu menusuk satu potong martabak telur di piring, ia mengunyah pelan setelah martabak tadi di celup ke dalam kuah cuka.
Chris menggeleng. "Belum. Nanti saja. Sekarang fokus pada inti masalah."
"Untuk urusan seperti ini, aku yakin kau mampu." Taka menepuk pundak Singgih.
Singgih mengangguk memberi jempol, saat mulut nya penuh makanan. Ambil selembar tisu ia bersihkan sisa tepung garing di tangan. "Nanti malam aku kabari," meneguk soda kaleng yang sudah ia buka.
"Kau ingin berbuat apa?"
Belum sempat menjawab, ponsel Chris dalam celana bergetar. Pria itu meringis menjauhkan ponsel dari telinga saat suara di seberang sana naik tiga oktaf.
Chris menghela napas. Kembali menaruh ponsel pada telinga, "Aku sedang di apartemen, mereka semua di sini—"
Suara nya terputus sejenak. Mengerut dahi dan menjawab santai. "Tidak, Ega di apartemen nya. Aku kembali ke sana kalau sudah selesai."
Kepalanya terangguk mengerti. "Ok."
"Galih?" Taka melirik.
Mengusap wajah lelah Chris jawab lirih. "Istrinya menghubungi Ega tapi yang di dengar Ega seperti habis menangis. Dia hanya panik."
"Kau kembali ke sana?"
Chris berdiri. "Tentu saja, aku masih khawatir dia sendiri." Melangkah masuk ke kamar dan mandi.
Selang dua puluh menit Chris keluar kamar. Sudah rapi bersiap pergi dengan 1 paper bag di tangan. Hanya ada Taka yang lain sudah pergi.
"Kau masih mau di sini?" Melihat Taka sedang asyik dengan ponsel.
"Cih, adik sialan kau mengusir ku?"
Chris angkat bahu.
Taka berdiri. "Aku mau menjemput Kania," jelas nya saat Chris memandang aneh.
Melangkah bersamaan keluar dari apartemen Chris.
🌟🌟🌟
Wildan memandang nanar cincin pertunangan di jari manisnya. Cerita Taka dan para sahabat lain nya tidak bisa di anggap angin lalu. Bukan juga tidak percaya dengan tunangan alias calon istri yang dipilih nya.
Namun kenyataan memberi tamparan keras. Sifat ego untuk bertahan mencintai Jessy seorang kini tertelan hina. Wildan rela kehilangan banyak waktu serta lain nya hanya untuk Jessy. Wanita yang sangat ia puja dalam hidup selain sang ibu yang telah berpulang pada sang pencipta.
Melepas cincin dengan gemuruh besar dalam dada. Rasa kecewa menyelimuti pekat hatinya. Dia tahu, semua nya. Saat ia butuh dukungan dalam keadaan antara hidup dan mati. Ia berjuang untuk melihat kenyataan pahit. Wanita nya bermain gila.
Tertipu wadah cantik yang menyimpan racun di dalam nya. Mampu membunuh dalam hitungan detik.
Tangan nya terkepal.
Susu dibalas tuba kah?.
Menaruh cincin dalam laci kerja. Air mata siap tumpah namun ia cegah. Mengerjap beberapa kali, menahan udara sesak dalam dada. Ia berpikir air mata nya sangat berharga untuk jatuh, menangisi seorang pel*cur. Yang bahkan tidak punya hati dan pantas untuk ia hormati lagi.
Berdiri dekat dinding kamar. Menatap jauh ke arah taman belakang rumah. Beruntung ia harus katakan itu. Semua belum terlambat untuk melepas. Menarik napas panjang saat dada sesak itu lebih sulit dari pada harus menahan tangis.
Tubuhnya berbalik. Tatapan Wildan lurus dan menatap benci. Satu gambar cantik pigura besar yang ada di ruang kerja. Tangan nya meraih pigura besar dengan geram.
"Ber*ng*ek." suara benturan kaca dengan lantai marmer sangat kencang. Melepas sunyi sejak ia di dalam ruang kerja.
Dada nya naik-turun hati nya hancur. Pertahanan nya untuk tidak menangis gagal, air mata lolos dari mata bening Wildan. Membuka pintu, Wildan terkejut, sudah ada asisten rumah tangga di sana. Yang mungkin saja takut untuk mengetuk.
"Bereskan" perintah nya keluar dari sana dan masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu.
.
.
.
Tbc
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.
SALAM DARI ANGGOTA VIE_GV
THANKS
tapi sudah sangat lengkap dan menyakitkan
tapi sungguh rumit hati ini
dan kemudian.......keadaan yang berubah
cibiran, kata-kata syirik di sekitar, begitulah manusia
andai benar Criss suka kepada Ega, apa nya yang salah 🤔🤔
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
sebelum tidur😴 jangan lupa nganu dulu,
alias baca "NGANU" chat story.
nganu banget sih, asli🤰🏻
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖