Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Istriku? Suamiku?! HUWAA
Su Wanwan membawa Heyu dan tuan nya kedalam halaman kamarnya. Karena ruangan kamar mereka sekarang terjarak halaman dan dinding tebal, jadi kedatangan kedua orang itu ke dalam ruangan tidak dapat membuat ketiga pelayan bujang nya datang.
"Baringkan ke di sofa"
Heyu terdiam bingung. "Sofa?"
Su Wanwan menepuk jidatnya dan segera menunjuk sofa di sana. "Disini, paham?"
Heyu mengangguk. "Paham"
"Pergilah" Usir Su Wanwan.
"Tapi..."
"Kau ingin tuan mu selamat atau tidak, jika tidak bawa saja tubuhnya untuk jadi mayat." Su Wanwan memutar matanya, dia sudah menjadi penolong nya pun orang ini masih mewaspadai nya.
"S-saya keluar senior..." Heyu segera keluar dan Su Wanwan langsung menutup pintu depan kencang.
Setelah menutup dan mengunci pintu, Su Wanwan langsung membuka pintu dimensi dan masuk ke dalamnya.
"Buku ruang, apakah mantra penyembuhan bisa menyembuhkan racun?"
[ Jika racun tingkat rendah, mantra penyembuhan masih bisa menyembuhkan nya sampai 80% namun jika racun tingkat menengah dan tinggi, tingkat keselamatan nya sangat rendah ]
Su Wanwan pikir Jendral perang Huo tidak akan langsung tumbang hanya dengan racun tingkat rendah. Jadi selain tingkat menengah, kemungkinan juga tingkat tinggi.
"Apakah ada mantra yang bisa menyembuhkan racun tingkat menengah dan tinggi?"
[ Tentu ada, mantra pemurnian, teknik akupuntur dan formasi ]
"Aku mau mantra pemurnian!"
[ Otoritas anda belum cukup ]
Wajah Su Wanwan seketika menatap ruang buku dengan datar. "Kau mempermainkan ku?"
[ Buku ruang tidak suka bermain, buku ruang lebih suka belajar ]
Su Wanwan menghela napas kasar, dia menengadah ke atas langit. Mencoba untuk tidak mengumpat dan panik, dan tetap menjaga ketenangan nya.
"Oh yah!"
"Buku ruang, bagaimana dengan air di dalam ruang? Bagaimana jika air itu di gunakan untuk racun?"
[ Racun tingkat menengah ke bawah bisa langsung di sembuhkan. Namun untuk racun tingkat tinggi tidak akan berhasil ]
"Bagaimana jika di gabungkan dengan mantra penyembuhan?"
[ Bisa di coba, tingkat kesembuhan nya bisa mencapai 80%-90% ]
"Baiklah"
Su Wanwan mengambil segelas air dari kolam dan segera keluar, dia berjalan menuju sofa tempat tokoh utama atau jendral Huo berbaring. Penerangan di dalam kamar cukup baik berkat lampu minyak, saat ia sampai di dekat nya-- Mata Su Wanwan seketika terbelalak.
"Tunggu!" Su Wanwan menyimpan gelas air ruang nya di meja dan mendekat melihat Jendral Huo dengan lebih jelas.
Ia memegang dagu nya, melihat kiri dan kanan silih berganti selama beberapa kali hingga akhirnya melompat dengan jantung yang berdebar.
"Suamiku!! Wajah ini kenapa mirip sekali dengan suamiku yang mati muda itu?!"
"Astaga..." Mata Su Wanwan terbelalak dan mulutnya terbuka lebar.
Karena hal ini ia ingin terus berpikir dan berteori mengenai kebetulan yang terjadi, namun melihat luka darah di perutnya ia segera mengesampingkan hal itu.
Su Wanwan membuka satu persatu pakaian atas Jendra Huo. Melihat luka nya yang dalam dan darahnya yang berwarna kehitaman, sudah pasti ini bukan racun tingkat rendah.
Ia terlebih dahulu meminumkan tiga sendok air ruang ke dalam mulut Jendral Huo, menunggu selama beberapa saat tidak memberikan efek yang bagus. Maka ia segera mengubah rencana.
Mengendalikan air tersebut di telapak tangan nya dan menggunakan mantra penyembuhan ke luka tersebut, Efek penyembuhan dua kali lipat. Beberapa detik setelah melakukan mantra penyembuhan dengan air ruang, asap hitam mulai keluar dari luka jendral Huo.
Mata Su Wanwan sedikit terbelalak, sampai berasap seperti ini. Sudah pasti racun tingkat tinggi kan?
Su Wanwan langsung mengerahkan tenaga yang lebih besar, hal ini terus di lakukan selama berulang-ulang kali sampai asap hitam itu berhenti keluar baru akhirnya racun tersebut dapat di hilangkan sepenuhnya. Ia bahkan harus bolak-balik mengambil lima gelas air ruang untuk terus menyambung penyembuhan.
Sekarang, setelah racun nya menghilang ia dapat melanjutkan dengan mantra penyembuhan biasa agar luka bisa mengering. Membalutnya dan untuk berjaga-jaga meminumkan nya sesendok air ruang.
Su Wanwan menguap beberapa kali, lalu menatap wajah Jendral Huo selama beberapa waktu. Ia melirik ranjang nya, lalu memindahkan nya ke ranjang empuk miliknya.
"Sudahlah, siapa tahu kamu memang benar-benar suamiku. Aku bagi ranjang ku, jika tidak pun... Anggap saja sebagai biaya pengobatan"
Su Wanwan menempatkan Jendral Huo di samping ranjang nya dan ia tidur di samping lainnya. Tanpa memedulikan Heyu yang menunggu dengan H2C di luar sana bersama nyamuk-nyamuk kuno, Su Wanwan langsung tidur nyenyak di ranjang modern nya.
**
Pagi harinya.
Jenderal Huo perlahan membuka matanya. Kesadarannya masih samar, tubuhnya terasa lemah, tetapi ia bisa merasakan sesuatu menempel di tubuhnya.
Ia mengernyitkan kening, mencoba menggerakkan kepalanya. Hingga akhirnya, kesadarannya pulih sepenuhnya dan matanya langsung membelalak saat melihat rambut panjang terurai di dadanya.
Seorang perempuan?!
Jenderal Huo seketika menegang. Tanpa sempat berpikir panjang, ia langsung mendorong orang yang menempel di tubuhnya itu dengan keras.
GUBRAK!
"ADUH!!"
Su Wanwan rasanya sedang berjalan-jalan santai di taman, namun entah mengapa tiba-tiba muncul sebuah lubang got yang membuatnya seketika terjatuh hingga akhirnya saat membuka matanya ia hanya melihat lantai kayu kamar zaman kuno nya.
Ia mengerutkan keningnya, mengapa ia bisa sampai ada di lantai? Su Wanwan mendongak ke atas, bertepatan dengan itu Jendral Huo yang juga sedang menatap nya tertegun. Mata mereka saling tertegun.
"Ra-raya..." Gumam Jendral Huo tanpa sadar dengan tak percaya.
Mata Su Wanwan melotot, ia segera berdiri mendekat dan menggebrak ranjang. "MINGHAN? LU MINGHAN?!"
Tak berhenti terkejut melihat wajah yang mirip dengan istrinya, Jendral Huo seketika di kejutkan kembali dengan panggilan perempuan di depan nya.
"Istriku!?"
"Suamiku?!"
"Huaaa"
Kedua tangan mereka terentang lebar dan dan dalam detik kemudian keduanya saling memeluk haru.
1 Sichen kemudian.
Jendral Huo terus mengeluarkan ingus dengan tisu yang di berikan Su Wanwan. Setelah bercerita pengalaman dan perjalanan yang menyiksa, akhirnya ia dapat lega bertemu belahan hati.
"Jadi setelah kecelakaan kau sebenarnya bereinkarnasi ke tubuh putra sah kediaman jendral?"
"Benar,,," tangis Jendral Huo kembali pecah. "Aku lahir sebagai putra utama kediaman jendral bernama Huo Beichen, namun aku tidak bisa seperti reinkarnasi lain yang membuat benda-benda bagus. Aku hanya bisa berakting dan berlatih keras sebagai pewaris, huhuhu... Aku sangat menderita"
Su Wanwan menatap iba suami modern nya ini. Suaminya hanyalah seorang aktris yang pandai berakting, hanya bisa bermanja dan mengurus rumah. Tentu sangat berat jika tiba-tiba harus memegang pedang dan membunuh.
"Apakah kau tau jika di dunia ini juga ada kultivator?"
#Jangan Lupa LIKE ya readers