NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manusia vs Setan

Suasana di kampung dalam menjadi sangat sepi.

Begitu sunyi karena ditinggal oleh orang-orang.

Para warga diperintahkan untuk mengungsi barang semalam.

Terkhusus untuk malam hari ini.

Karena malam hari ini adalah malamnya purnama yang sempurna.

Hanya ada satu manusia yang masih tinggal di dalam rumahnya seorang diri.

Keturunan darah penjaga yang bernama Unang.

Di ruang tamu anak pertama itu sudah seharian menunggu.

Kemana dua saudaranya yang lain?

Kenapa mereka yang sangat bisa diandalkan belum juga pulang?

Sekarang sudah lewat jam sembilan.

Tengah malam nanti nasib dan nyawa akan menjadi taruhan.

"Asalamualaikum",

"Waalaikumsalam",

Sabdo sampai terlebih dahulu.

"Bagaimana dengan tugas mu?",

"Apakah kamu bertemu dengannya?",

"Bagaimana tanggapannya?",

Sabdo menenggak air dari mulut kendi sebelum menjawab cecar pertanyaan.

"Namanya sekarang Wina",

"Syukur Alhamdulillah",

"Sekarang dia sudah berkeluarga, punya satu anak",

"Dan yang paling utama, dia menikah dengan laki-laki yang baik",

"Apa tanggapannya tentang keluarga kita?",

Unang terlihat sangat antusias tentang keberadaan saudarinya yang sengaja diasingkan sejak lahir.

"Betul dia memang sempat tinggal di panti asuhan, sebelum diadopsi dan dijadikan sebagai anak angkat",

"Dia masih belum bisa menerima seutuhnya",

"Hati dan pikirannya masih mencerna",

"Berkecamuk",

"Antara yakin dan tidak percaya",

"Yang paling penting dia dan keluarganya sudah selamat dari ancaman pembunuhan para setan",

"Aku mau tidur dulu, bangunkan aku sebelum tengah malam",

"Tidurlah",

"Aku akan berjaga sampai Karyo datang",

Unang pun juga ikut ketiduran.

"DUAR!",

"DUAR!",

Dua kali dentuman dahsyat menghantam atap rumah Unang.

Sabdo dan Unang sama-sama terbangun.

"Mereka datang",

"Kita siap-siap",

Si sulung dan si bungsu mengambil segala bahan dan jenis persenjataan.

Mereka berdua akan bertarung melawan pasukan setan dari hutan belantara.

Unang dan Sabdo keluar.

Di halaman depan rumah mereka sudah ditunggu.

Mereka adalah gabungan pasukan kuyang dan para suwanggi yang tersisa dari pemukiman setan yang tinggal di dalam gua hutan belantara.

Semuanya ikut berangkat ke kampung dalam demi satu tujuan.

Untuk melenyapkan darah keturunan para penjaga selamanya.

"Mana saudara kalian yang satu lagi?",

"Apakah dia takut?",

"Atau sudah jadi pengecut?",

Kelakar pemimpin Suwanggi yang begitu sesumbar.

Sabdo dan Unang menghitung jumlah musuh.

Total lawan yang akan mereka hadapi adalah empat puluh setan.

Terdiri dari tiga belas suwanggi dan dua puluh satu kuyang yang diperhitungkan kesaktiannya.

Sisanya satu suwanggi yang masih muda dan lima kuyang yang terbilang anak.

Mereka semua sekarang berada di udara.

Melayang di atas tanah leluhur tetua para penjaga.

Sabdo membalas psywar.

Sabdo mengeluarkan sepasang pakaian dari wadah plastik hitam.

Melemparkan baju-baju yang berbau khas itu ke tanah yang tergenang air butek.

"Itu adalah sisa dari suruhan kalian",

"Begitu mudahnya aku menaklukkan mereka",

Dua pakaian itu adalah milik dua tamu asing yang bertandang ke rumah Samuel malam-malam.

Tujuan mereka adalah untuk menemukan Wina.

Mereka merupakan sepasang suwanggi dan kuyang yang ditugaskan untuk menghabisi keturunan darah penjaga.

Kuyang dan Suwanggi terprovokasi.

Suasananya menjadi semakin memanas.

Mereka langsung menyerang Sabdo dan Unang dengan membabi buta.

Strategi kakak beradik itu adalah melakukan pertarungan satu lawan satu.

Unang akan melawan para suwanggi.

Sedangkan Sabdo memilih menghadapi para kuyang.

Mereka berdua membuat jarak.

Berlari menjauh ke arah berlawanan untuk memisahkan sekutu dua pasukan setan.

Unang vs Suwanggi

Unang masuk ke dalam hutan yang lebat.

Ia memanfaatkan pohon-pohon besar untuk berlindung dari serangan musuh dan mengecoh pergerakan lawan.

Bersenjatakan tongkat bermata pisau tajam. Unang mampu mengalahkan suwanggi satu demi satu.

Tapi begitu ia kelelahan dan kecepatannya berkurang.

Para Suwanggi yang masih tetap unggul dalam jumlah. Bisa menjatuhkan anak tertua dari keturunan langsung darah penjaga.

Pemimpin Suwanggi melukai tangan kanan Unang yang menggenggam erat tongkat.

Begitu senjata andalan Unang itu terlepas dan jauh dari jangkauan.

Unang menjadi bulan-bulanan.

Tiga setan suwanggi membawanya terbang ke langit.

Lalu menjatuhkannya kembali ke bumi.

Unang roboh dengan tulang-tulang yang retak dan patah.

Ia tidak bisa lagi memberikan perlawanan.

Yang bisa ia gerakkan tinggal dua lubang hidungnya untuk bernafas.

Nafas Unang mungkin tidak akan panjang.

"Selesaikan sekarang",

"Bunuh aku",

Pinta Unang untuk mengakhiri kesakitan.

Tapi para Suwanggi yang tinggal berjumlah sembilan, tidak mau manusia musuh bebuyutan mereka itu mati dengan mudah.

Mereka ingin terus melakukan penyiksaan.

"Argh... ",

"Argh... ",

"Apa itu?",

Mata para Suwanggi membelalak.

Mereka baru saja melihat dua saudara suwanggi mereka ditebas kepalanya sampai putus.

"Maafkan aku terlambat",

Itu adalah mighty Karyo yang langsung beraksi menggunakan pedang berkilau emas yang bernama Paring.

Tujuh Suwanggi yang tersisa segera terbang ke udara untuk menghindari serangan Karyo yang tiba-tiba.

Tapi mereka tidak tahu.

Kaki kanan Karyo menapak ke bumi.

Kaki kirinya ditekuk ke depan.

Kedua tangannya mengepak bagaikan sayap-sayap.

Itu adalah jurus bangau terbang yang sudah lama menghilang.

Dengan pedang berkilau emas, Karyo terbang tinggi memburu para Suwanggi.

Para Suwanggi itu berusaha melakukan perlawanan.

Namun kekuatan jumlah mereka bukanlah tandingan bagi seorang pendekar sejati yang tengah terlahir kembali.

Mighty Karyo Pendekar Reborn

Yang terjadi berikutnya kepala-kepala Suwanggi terjun bebas dari atas langit ke tanah bumi.

Tamatlah riwayat hidup enam Suwanggi.

Termasuk pemimpin Suwanggi yang konon katanya paling sakti.

Karyo membelah kepala dan badannya menjadi dua.

Satu manusia Suwanggi yang masih muda berhasil kabur, pulang ke hutan belantara.

Karyo tidak mengejarnya. Ia menghampiri Unang.

"Selamat kan Sabdo",

"Ia melawan para kuyang di sungai bening",

"Aku akan ke sana",

"Bertahanlah",

Sabdo vs Kuyang

Sabdo membawa para kuyang ke sungai bening.

Sabdo yang cerdas memanfaatkan air sungai untuk melawan dua puluh enam kuyang sekaligus.

Begitu kuyang-kuyang itu terkena tembakan bola-bola karet.

Mereka langsung jatuh ke dalam air.

Mereka tidak bisa bangkit lagi, lalu hanyut dan tenggelam sampai mati.

Tapi siasat tempur itu hanya berlaku kepada kuyang-kuyang yang tidak begitu kuat dan lambat.

Kuyang-kuyang yang kuat, cepat dan berpengalaman. Memberikan perlawanan yang sangat sengit.

Sabdo sampai jungkir balik.

Kewalahan.

Demi menghindari serangan kuyang yang ganas. Sabdo harus menyelam sepenuh badan ke dalam air sungai.

Masih ada dua belas kuyang-kuyang yang melayang-layang di udara.

Mereka menunggu Sabdo keluar dari dalam air untuk melakukan serangan yang mematikan.

Tujuan mereka Sabdo harus mati.

"Sabdo... ",

"Keluarlah... ",

Teriakan suara itu menyalakan api semangat dalam diri Sabdo.

Panggilan itu sangat jelas adalah suara Karyo.

"Maaf, aku terlambat",

"Unang selamat",

"Para Suwanggi sudah tamat",

"Sekarang mari kita bunuh semua kuyang-kuyang itu",

Sabdo mentas dari dalam air.

Dengan wajah segar yang siap untuk kembali bertarung.

Melihat Sabdo dan Karyo yang berdiri bebas.

Kuyang-kuyang datang menyerang.

"Argh... ",

"Argh... ",

Kuyang-kuyang yang menyerang Karyo, sama saja melakukan hal bunuh diri.

Mereka tidak tahu siapa Mighty Karyo Pendekar Reborn.

Karyo membunuh kuyang-kuyang dengan tebasan pedang Paring.

Dengan melakukan gerakan-gerakan jurus mematikan yang bervariasi.

Jurus kutu meloncat.

Satu lompatan Karyo bisa memecahkan rekor lompat galah tertinggi.

Jurus kibasan ekor ular naga.

Karyo dengan pedang berkilau emas melakukan tebasan ke arah belakang seperti melancarkan pukulan back hand yang sangat telak.

Jurus gorila punggung perak.

Serangan serudukan kuyang-kuyang dari arah belakang sama sekali tidak mempan alias sia-sia.

Jurus-jurus itu yang Karyo lihat demonya waktu di dekat kolam air mancur yang ada patung burung bangau nya.

Dan masih banyak lagi jurus-jurus yang lain yang sengaja dirahasiakan.

Delapan kuyang-kuyang tua yang menyerang Karyo semuanya berakhir binasa.

Sekarang ia tinggal membantu Sabdo yang tampak belum selesai.

Begitu Karyo mendekat. Tiga kuyang-kuyang yang masih terbilang anak pergi menjauh.

Mereka kabur, pulang ke dalam hutan belantara.

Sekarang Sabdo duel satu lawan satu melawan kuyang tua.

Tapi sebuah pemandangan yang tidak biasa sungguh-sungguh terjadi.

Di atas kertas seharusnya Sabdo sanggup untuk mengakhirinya sebagai pemenang.

Apa yang terjadi sangat diluar dugaan.

Kuyang itu menggigit leher Sabdo sampai urat nadinya terputus.

Darahnya muncrat-muncrat.

Sabdo ambruk dengan darah yang mengucur deras terbawa aliran arus sungai.

Tidak heran.

Rupanya itu alasannya.

Kuyang itu Lentik.

Karyo menebas nya sampai benar-benar mati.

Memisahkan kepala dari sambungan jeroan tubuhnya.

Meremukkan tulang leher.

Tidak mau melihat senyum mengerikan dari paras wujud kuyang ibunya.

Karyo mencacah wajah Lentik sampai menjadi bubur darah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!