( upload dalam seminggu 5 sampe 6 kali )
( jam upload 5 sore )
The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny
Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.
Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.
Ater. Mala. Angis. Evir.
Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.
Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.
Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.
Kemudian semuanya berubah.
Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.
Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 }:{secret journey }
Semua mata menatap ke arah Zeo. Wajah Zeo yang datar tersenyum lembut.
“Apa kau yakin tidak ingin menjadi raja selanjutnya?”
“Iya, aku yakin, Ketua.”
Zeo melihat tatapan pemuda itu dengan penuh keyakinan.
“Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Pergilah ke tempat yang membuatmu damai.”
Namun bangsa Negeri Api yang mendengar hal itu serempak bersujud kembali.
“Jadilah raja kami. Bangsa ini butuh seorang raja seperti mu. Kami yakin kau tidak sama seperti Raja Api yang kejam itu.”
Tanah yang tadinya kering kini basah oleh air mata. Hingga beberapa bangsa Api memohon di kaki pemuda itu.
“Aku juga mohon, berdirilah. Aku akan menerima gelar raja ini.”
Teriakan haru terdengar di setiap sudut Negeri Api. Dewi Bunga dan Zeo hingga meneteskan air mata.
“Aku akan menjadi raja dan rakyat yang adil untuk Negeri Api ini.”
Suara semangat terdengar hingga tanah seperti bergetar.
“Aktor, kemarilah.”
Zeo langsung memeluk dan memberikan semangat.
“Aktor, kami semua keluarga mu, jadi jangan pernah merasa sendirian. Negeri ini rumahmu. Pertahankan prinsipmu, Aktor.”
Semua rakyat Negeri Api mulai bergerak menghiasi negeri mereka.
“Semua rakyat Negeri Api, hiasilah negeri ini hingga sudut-sudut Negeri Api.”
Rakyat Negeri Api berlarian ke arah rumahnya untuk menyambut raja baru.
“Sambut raja baru kita. Kita bebas, kita merdeka dari penjajahan. Kita hidup.”
Dewi Bunga yang melihat itu langsung pergi. Zeo menatap Dewi Bunga berkaca-kaca.
Sesampainya di tempat yang sepi, Dewi Bunga menangis.
“Mengapa alam memberikan takdir begitu menyakitkan kepada pemuda dan bangsa negeri ini?”
“Aku salah. Aku berpikir hanya seorang dewi saja yang lahir tanpa orang tua. Yang sangat menyakitkan bagiku. Tetapi ada yang lebih menyakitkan. Saat kita dilahirkan oleh orang yang akan pergi di kemudian hari.”
Dewi Bunga bersandar di batang pohon. Tetesan air matanya membuat tanah menumbuhkan bunga.
“Aktor, tunggu di sini.”
“Baik, Ketua Zeo.”
Zeo mendatangi Dewi Bunga. Dewi Bunga yang melihat Zeo datang langsung berlari dan memeluknya.
“Cukup, Bunga. Jangan menangis. Kamu kekuatanku. Jika kamu lemah, aku pun akan lemah.”
Zeo langsung memeluknya erat.
Di tempat yang kini bunga-bunga mulai tumbuh.
Musik mulai terdengar.
“Bunga, apa kamu sudah mulai tenang? Kita harus cepat kembali untuk melantik Aktor sebagai raja baru di negeri ini.”
Zeo dan Dewi Bunga kembali ke tempat rakyat berkumpul.
“Lihat itu, Bunga, semua rakyat sedang berbahagia.”
“Iya, benar, Zeo. Aku sesaat merasa sedih yang tak mampu aku kendalikan. Sudah, kita lanjutkan pembahasan ini nanti. Ketua Zeo, datang kemari! Kita menari.”
Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah rakyat Negeri Api. Terdengar teriakan dari keramaian.
“Akhirnya kita bebas dari kekejaman keserakahan selama ini!”
“Zeo, aku akan menyembuhkan luka dari pemuda dan rakyat.”
“Iya, Bunga, aku pun akan menyiapkan beberapa keperluan dalam pelantikan ini.”
“Baiklah, Zeo.”
Beberapa waktu pun berlalu.
“Aktor, bagaimana? Kamu sudah mengerti dengan sistem kerajaan?”
“Aku sudah cukup mengerti, Ketua Zeo.”
“Bagus kalau kamu sudah mengerti. Kamu sudah siap untuk menjalankan kerajaanmu sendiri. Tapi ingat ini, Aktor, jangan sampai kamu membuka pintu di balik perpustakaan Api Abadi. Kalau bisa, kamu jangan sampai mendekati tempat itu.”
Aktor hanya mengikuti perkataan Zeo, tanpa tahu apa alasannya.
“Ingat itu, Aktor. Jangan sampai melanggar hal itu.”
Beberapa bulan berlalu. Aktor semakin pintar mengelola kerajaannya sendiri. Rakyat mulai melihat perubahan di Negeri Api.
“Ketua Zeo, aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semua ini.”
“Berterima kasihlah pada rakyat yang percaya padamu. Dan berterima kasih juga pada alam ini yang mempertemukan kita.”
“Tentu, Ketua Zeo. Aku akan menjadi raja yang baik pada rakyat Negeri Api.”
“Jangan lupa kata-kataku ini. Jadilah orang bijak dan terhormat di hari ketika Zeo akan meninggalkan Negeri Api.”
Kondisi Negeri Api sudah membaik. Wajah rakyat mulai dipenuhi senyuman, dan kehidupan kembali berjalan dengan damai.
“Ketua Zeo, aku ingin berterima kasih lagi atas kebaikan yang Ketua Zeo berikan.”
Aktor melipat tangannya di hadapan Zeo. Zeo yang melihatnya hanya tersenyum dengan tatapan haru.
“Andai Sora kau ada di sini, kau akan merasakan kebahagiaan yang sama aku rasakan.”
“Tidak, Aktor. Ini adalah takdirmu. Ini hakmu. Tetaplah jadi raja yang bijaksana dan mencintai rakyatnya. Aku akan selalu mendukungmu, Aktor. Dan ingat ini, Aktor, berdamailah dengan masa lalumu. Jangan sampai masa lalumu mengganggumu, Aktor.”
“Iya, Ketua Zeo. Aku akan mulai berdamai dengan tragedi masa laluku.”
“Aktor, aku sudah selesai membimbingmu menjadi seorang raja. Aku akan pergi ke dua negeri untuk memastikan mereka baik-baik saja.”
Aktor ingin menyiapkan kereta kuda untuk Ketua Zeo, namun Zeo menolaknya. Zeo hanya menatap sekali lagi ke arah Negeri Api, lalu pergi membawa Dewi Bunga.
jangan putus di tengah jalan ya💪💪💪
buat yang mau baca mampir
💪💗💗
dan maaf bilah kurang haku
ayo teman teman kita dukung setiap ada karya baru. biar mereka bisa berkembang dalam setiap langkah nya . dan meningkatkan alur cerita nya