NovelToon NovelToon
DROWNED SOULS Jiwa Jiwa Yang Tenggelam

DROWNED SOULS Jiwa Jiwa Yang Tenggelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: NABILA_08.p

"masukkan kartu penyegelnya sekarang, atau kita akan mati di tempat ini!,
saat satu persatu siswa lenyap misterius dan hanya memisahkan debu hitam, itsuki ikawasi dan teman temannya terjebak oleh siluman pemangsa manusia, situasi menjadi gila ketika sahabat mereka berbalik menyerang di bawah sihir hitam!
dipojokkan oleh amukan api dari raja siluman pemangsa manusia dan penyanderaan di atas kawah lava gunung valerius, itsuki terpaksa meledakkan rahasia terbesarnya: kebangkitan murni kekuatan 7 elemen.
berhasilkah mereka menyegel monster legendaris tersebut, ataukah ini awal dari perang dimensi yang jauh lebih besar? .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NABILA_08.p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Bayang-Bayang Masa Lalu Dan Benih Badai Baru

   Kedamaian seolah seperti barang mewah datang dari tenggat waktu. Bagi Itsuki, ketenangan yang kini menyelimuti koridor sekolah tersayang semu.

    Seperti lapisan es tipis yang berada di dalam danau yang dalam, yang siap retak kapan saja, langkah kaki anak-anak yang riang dan gelak tawa yang memenuhi area kantin tidak mampu mengikis kabut tebal yang menyelimuti pikirannya.

    Di pojok kelas, dekat jendela yang menatap langsung ke jajaran bukit hijau, Itsuki duduk termenung. Tatapan matanya kosong, namun benaknya bekerja keras untuk memproses bait demi bait peringatan kuno di gabung Ambarawa.

   "Raja Bawah Tanah Kini Telah Bangkit...."

  Peringatan itu terus terang, berputar-putar seperti melodi kutukan yang menolak untuk pergi . Duluan lamunan yang kian laru, atmosfer di sekitarnya seolah mendadak membeku.

    Kebisingan ruang kelas perlahan memudar, di ganti dengan gema dari ruang memori yang paling gelam dan paling di hindarinya selama ini. Itsuki terlempar kembali ke masa lalunya.

   Masa kecil yang seharusnya di penuhi kebahagiaan, namun terukir darah dan pecahan takdir yang hancur.

   Ada sesosok wajah seseorang yang terlihat kabur dan sangat familiar di ingatannya yang perlahan melupakan sosok tersebut. Ternyata Itsuki adalah putra kandung dari kedua pangan pemburu makhluk legendaris yaitu para kesatria bayangan yang mendedikasikan hidup untuk menjaga keseimbangan dunia dari ancaman kegelapan.

    Namun, kejayaan itu runtuh dalam satu malam jahanam, Dalam ingatan yang mendadak terputar jelas itu. Itsuki melihat kembali pusaran energi yang teramat besar.

     Sebuah dimensi yang merebut semua hidupnya di malam kelam itu, kakak angkatnya yang sangat ia sayangi terhisap ke dalam pusaran tersebut, menghilang tanpa jejak seolah-olah keberadaannya di hapus dari semesta.

    kilasan ingatan itu berganti ke koridor rumahnya yang bersumpah darah. Detak jantung Itsuki terpacu cepat saat memori kematian sang ibu terangkat ke permukaan ingatannya.

     Dada Itsuki terasa sesak mengingat pakta mengerikan bahwa ibunya tewas di tangan ayahnya sendiri. Sang ayah merupakan seorang pemburu makhluk terkuat yang pernah ada, yang kehilangan kendali atas tubuh dan jiwanya.

   Kegelapan kuno telah merebut paksa kesadarannya, mengubah sosok pelindung menjadi monster tak berotak yang aus darah.

    Tragedi ganda itu, kehilangan kakak, kematian sang ibu, dan kejatuhan sang ayah meninggalkan trauma yang mendalam yang mengakar di lubuk jiwa Itsuki.

 "Itsuki!"

   Sebuah tepukan cukup keras di bahu yang mengejutkannya, menarik kesadaran Itsuki kembali realitas dalam sekejap. Ia mengedipkan mata mendapati detak jantungnya masih berdetak kencang dan keringat dingin yang membasahi pelipis.

    Di hadapannya, berdiri Roy dan Hinata keduanya menatap Itsuki dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas.

 "Kau melamun lagi", kata Roy sambil menyilangkan tangan di dada, " kami sudah memanggil mu tiga kali sejak bel pulang berbunyi." Hinata mengangguk kecil, membenarkan perkataan Roy.

   "kami berencana menjenguk Kaguya sore ini ke rumahnya, kondisinya sudah jauh lebih baik tapi dia masih harus beristirahat, kau mau ikut kan, Itsuki?".....

    Itsuki menghembuskan napas panjang, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya, lalu mengangguk pelan. " Ya, tentu saja, ada hal yang mau ku selesaikan dengan kalian semua".

   Sore itu, langit barat mulai merona jingga saat ketiganya tiba di kediaman Kaguya, rumah itu terasa hangat, kontras dengan hawa dingin yang sepat di rasakan Itsuki di sekolah.

    Mereka di sambut hangat oleh ibu Kaguya sebelum di persilahkan masuk ke kamar tempat Kaguya berbaring. Kaguya tampak bersandar pada tumpukan bantal, wajahnya yang semula pucat kini mulai menampakkan rona kehidupan.

    Begitu pintu di tutup dan mereka semua berkumpul, atmosfer ruangan berubah menjadie.osional. Itsuki maju satu langkah, menundukkan kepalanya dalam-dalam di depan ketiga sahabatnya, keheningan sempat merayap beberapa saat sebelum Itsuki membuka suara dengan nada yang bergetar penuh kekesalan.

    "Kaguya, Roy, Hinata...., aku minta maaf sebesar besarnya," ucap Itsuki suaranya sarat akan bersalah. "Terutama kepadamu, Kaguya, saat kesadaranku di ambil alih oleh kekuatan hitam yang tak terkendali, aku....telah menghajar mu".

    "Aku hampir mencelakakan dan yang lain, Aku benar-benar menyesal telah membiarkan kegelapan itu menguasai diriku," Kaguya tertegun sejenak melihat ketulusan Itsuki. Ia tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya

   "Jangan bodoh, Itsuki. Angkat kepalamu, itu bukan dirimu yang sebenarnya. Tanpa kebangkitan kekuatanmu, kita semua mungkin sudah jadi abu di kaki gunung Ambarawa itu. Kami sudah memaafkan mu bahkan sebelum kamu memintanya."

  Roy menepuk pundak Itsuki dengan bertenaga. "Benar, kawan" Lagipula, pukulanmu saat keras merasuki itu membuatku tahu seberapa jauh jarak kekuatan kita sekarang. Jadi, lupakan saja."

Mendengar respon hangat tersebut, Itsuki mengangkat kepalanya, rasa hangat yang asing berjalan di dadanya. Sebagai bentuk tebusan terima kasih karena mereka selalu ada untuk menopangnya.

Itsuki meletakkan sebuah kotak kayu berukir kuno di atas meja, saat kotak itu dibuka, tiga benda yang memiliki aura spiritual yang kuat terpancar ke seluruh penjuru ruangan.

"Aku mengedukasi beberapa benda dari sisa energi magma core Sovereign dan pengetahuan dari mendiang orang tuaku". Jelas Itsuki sambil membagi hadiah tersebut.

Hadiah pertama di berikan kepada Hinata, sebuah kacamata berbingkai perak tipis. "Hinata, aku mengganti pistol lamamu dengan kacamata taktis ini. Benda ini bukan sekadar kacamata . Saat kau mengenakannya, aliran energi spiritual di dalamnya akan langsung menganalisis struktur tubuh dan energi musuh.

Melihatkan titik lemah fatal mereka secara instan, kau bisa memandu kami dari lini belakang".

Hinata menerima kaca mata itu dengan mata berbinar, mengagumi dari keindahan dan keunikan fungsinya.

Selanjutnya Itsuki menatap Kaguya lalu menyerahkan sebuah cincin perak, bertata kan batu delima merah yang membara. "Kaguya, ini untuk mu. Cincin ini mengandung energi esensi energi api murni. Benda ini memiliki kemampuan luar biasa untuk membangkitkan dan memangil makhluk-makhluk mistis yang telah di segel di dalam kartu spritual. Namun, kau harus mendengarkan peringatan ku dengan sangat serius: kekuatan ini terlarang, jika kau memanggil makhluk yang tingkatnya terlalu tinggi, ada resiko besar mereka akan berbalik menyerang mu. Gunakan hanya saat hidup dan mati mu di pertaruhkan".

Kaguya memegang cincin itu erat-erat merasakan kehangatan menjalar di dadanya. "Aku mengerti, Itsuki aku akan menjaga nya dengan nyawaku".

Terakhir, Itsuki mendesain sebuah pistol futuristik dengan ukiran jimat kuno di sepanjang Laras nya. "Dan untukmu, Roy. Ini adalah pistol yang telah di pahat dengan jimat khusus pelumpuh kutukan.

Tembakannya tidak hanya mampu menetralisir dan melumpuhkan musuh dari jarak jauh, tetapi juga memiliki mode sekunder. Jimat di dalamnya dapat menembakkan energi penuh vitalitas yang mampu menyembuhkan luka luar maupun dalam.

Roy langsung menimang pistol baru itu dengan seringai di wajahnya. "Luar biasa, ini baru senjata yang cocok untuk ku!".

Dengan persenjataan dan ikatan batin yang kian erat, mereka kini bukan lagi sekadar sekelompok remaja yang terjebak dalam insiden supranatural . Mereka kini telah bertransportasi menjadi satu pasukan yang telah menetralisir yang siap saling menopang, melindungi, dan siap melengkapi satu sama lain di Medan pertempuran manapun.

Namun, momen haru dan kebangkitan tim baru itu tidak berlangsung lama, kedamaian yang baru saja mereka raut hancur berkeping- keping dalam hitungan detik.

"Tidakkk! PERGI DARI SiNI!

TOLONGGG!"........

(Bersambung)

1
Alia Kelara
mangkin seru ni aksinya, lanjut terus dong BAB 23 👍👍👍
Alia Kelara
mangkin seru ni adegannya sangat mengharukan, lanjut terus dong autor bab 22🙏🙏🙏
Alia Kelara
wah sepertinya elemen Itsuki kali ini enggak asal keluar, pasti karena perubahan wujud zad dari kalor ke kristal, langsung embat Itsuki jangan kasih ampun lagi, 💪💪💪💪,lanjut dong autor bab 21 🙏🙏🙏
Alia Kelara
memang dasar enggak tau ucapan terima kasih, masih mending ia di beri kesempatan kedua dan tidak di habisi, terus dia pulak yang nusuk dari belakang, memang dasar pagar makan tanaman 🪏🪏🪏
FITRI HIDAYATI
memang enggak tau malu, Uda mau mati baru ia minta maaf, jangan kasih ampun lagi Itsuki, orang kayak gitu memang udah sangat pantas untuk di binasakan,👍👍👍, lanjut terus dong autor bab 21 mangkin seru ni ceritanya 🙏🙏🙏
FITRI HIDAYATI
orang kayak gitu seharusnya tidak perlu di kasihani Itsuki, kalau udah sipat watak asli tidak mungkin berubah, Uda di kasih kesempatan ke dua malah dia yang nusuk dari belakang memang enggak tau malu, mending masih di kasih hidup
fitri Hidayati
Idihh di saat udah mau sakaratul maut baru mohon-mohon di kasihani, memang nggak tau malu, hajar terus Itsuki jangan kasih ampun lagi balaskan dendammu💪💪💪💪, lanjut dong autor bab 21, mangkin penasaran ni👍👍🙏🙏🙏
fitri Hidayati
dasar manusia tidak tau malu, di kasihani malah nusuk dari belakang, memang musuh terbesar itu adalah seseorang yang sudah kita percayai sejak awal.
FITRI HIDAYATI
wah tidak menyangka ternyata musuh terbesar bukanlah makhluk melainkan teman sahabat seperguruan kita🤔🤔🤔, memang benar benar air susu di balas dengan air tuba, lanjut dong autor bab 19 mangkin penasaran ni 🙏🙏🙏🙏
Alia Kelara
jangan menyerah Itsuki kami selalu mendukungmu bangkit dan lawan kau pasti bisa, 💪💪💪, lanjut dong Ator bab 19 mangkin penasaran ni 👍👍👍
Alia Kelara
mangkin bagus ni adegannya semangkin mendebarkan, 👍👍👍
fitri Hidayati
wah mangkin seruni, enggak nyangka ternyata seorang yang terlihat baik di depan dapat menusuk di belakang 🤔🤔🤔, lanjut terus dong autor bab 19 🙏🙏🙏
fitri Hidayati
wah jangan-jangan ini raja bawah tanah yang di ramalkan itu 🤔🤔🤔, lanjut terus dong autor bab 18 🙏🙏🙏
FITRI HIDAYATI
wah mangkin seru banget nih episodenya lanjut terus dong autor bab 17 kami akan selalu mendukung dan setia membaca 🙏🙏🙏🙏
Alia Kelara
bangkitlah tim itsuki kalian pasti bisa jangan mau kalah dengan kegelapan,💪💪💪,lanjut dong autor bab 17 🙏🙏🙏
Alia Kelara
wah hebat banget persahabatan mereka walaupun sudah berdarah-darah tetap bangkit untuk saling menopang satu sama lain dan saling menjaga dengan sesama👍👍👍, lanjut terus dong autor bab 16 udah enggak sabar ni pengen tau ke lanjutannya
FITRI HIDAYATI
wah mangkin seru ni aksinya, lanjut terus dong BAB 16 autor udah penasaran ni 🙏🙏🙏
FITRI HIDAYATI
jangan-jangan ini memang suatu kejadian yang memang di rencanakan oleh sesuatu yang tidak menyukai Itsuki, lanjut terus dong BAB 17 Uda mangkin penasaran ni 🙏🙏🙏
fitri Hidayati
wah mangkin seru banget ni episode nya 👍👍👍 enggak buat bosen ni , lanjut dong autor bab 17 🙏🙏🙏
fitri Hidayati
bangkitlah Itsuki kamu pasti bisa, lanjut dong bab 16🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!