NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Hanya Sampah Dunia Tengah

Sore hari yang semula tenang perlahan berubah menjadi tegang. Di tengah desa yang sunyi itu, seluruh perhatian penduduk kini tertuju pada halaman tempat kedua belah pihak saling berhadapan. Sebagian warga mengintip dari balik jendela, sementara yang lain memperhatikan dari celah pintu yang hanya terbuka sedikit. Tidak ada seorang pun yang berani mendekat, tetapi tidak ada pula yang ingin melewatkan apa yang akan terjadi.

Di tengah halaman berdiri Jian Yi dengan pedang yang telah terhunus. Aura energi spiritual mengalir keluar dari tubuhnya tanpa berusaha ia sembunyikan sedikit pun. Tatapannya yang tajam dipenuhi permusuhan saat mengamati lawan-lawannya satu per satu.

Sebagai tangan kanan kedua Penguasa Benua Timur, ia terbiasa menghadapi para pemberontak dan orang-orang yang berani menentang kekuasaan tuannya. Namun kali ini, entah mengapa, ia merasakan sedikit keganjilan saat memandang kelompok yang berdiri di hadapannya.

Di seberangnya berdiri Xu Kong dengan tongkat panjang di tangan. Wajah Siluman Kera itu terlihat jauh lebih serius dibandingkan biasanya. Setelah bertahun-tahun menjadi buronan dan hidup bersembunyi, ini bukan pertama kalinya ia menghadapi bawahan Penguasa Benua Timur. Namun kali ini situasinya berbeda karena ia tidak lagi bertarung sendirian.

Di sampingnya, Ling Yue memegang pedangnya dengan tenang. Energi biru tua yang menyelimuti bilah pedang perlahan berdenyut mengikuti aliran energi spiritual di tubuhnya. Meski wajahnya terlihat tenang, sorot matanya menunjukkan bahwa ia sudah siap bertarung kapan saja.

Sementara itu, Cang Xuan menggenggam pedangnya erat. Ini adalah pertama kalinya ia akan bertarung bersama rekan-rekannya sebagai sebuah tim. Jantungnya memang berdegup lebih cepat dari biasanya, tetapi tekad di matanya tidak sedikit pun berkurang.

Tidak jauh dari mereka, Tuan Xin masih duduk santai di atas batu besar yang berada di pinggir halaman. Dengan kendi arak di tangan, ia bahkan terlihat seperti seseorang yang sedang menikmati sebuah pertunjukan menarik. Sesekali ia menyesap araknya sambil memperhatikan medan pertempuran dengan santai, seolah hasil pertarungan ini sudah ia ketahui sejak awal.

Di tengah ketegangan yang semakin meningkat, Xu Kong akhirnya melangkah maju. Siluman Kera itu memutar tongkat besarnya beberapa kali hingga menghasilkan suara desingan yang berat sebelum menghentikannya tepat di samping tubuhnya.

"Kalau begitu... aku yang mulai."

Begitu kata-kata itu keluar, aura spiritual langsung mengalir ke seluruh tubuhnya. Energi yang kuat menyelimuti kedua lengannya dan bergerak menuju tongkat yang ia pegang.

Tanpa ragu, Xu Kong menghantamkan tongkat tersebut ke tanah.

"Teknik Tingkat 3: Gada Penggetar Tanah!"

Booom!

Ledakan keras mengguncang halaman.

Gelombang energi spiritual langsung merambat di bawah permukaan tanah seperti ular raksasa yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Retakan demi retakan muncul di sepanjang jalurnya, menghancurkan batu dan tanah yang dilewatinya.

Dalam sekejap, gelombang penghancur itu melesat lurus menuju Jian Yi.

Namun sebagai bawahan langsung Penguasa Benua Timur, Jian Yi jelas bukan lawan yang mudah dikalahkan.

Sesaat sebelum serangan itu mencapainya, tubuhnya bergerak ringan ke belakang.

Wuussh!

Ia melompat mundur dengan kecepatan tinggi.

Detik berikutnya, ledakan dahsyat meletus tepat di tempat ia berdiri sebelumnya.

Booom!

Tanah hancur berkeping-keping.

Debu dan batu beterbangan ke segala arah.

Namun Jian Yi sudah berada beberapa meter di belakang lokasi ledakan tanpa mengalami luka sedikit pun.

Melihat hal itu, ia hanya mendengus dingin.

"Hmph."

Tatapannya tertuju pada Xu Kong.

"Kau masih menggunakan teknik yang sama."

Nada suaranya menunjukkan bahwa ia sudah sangat mengenal gaya bertarung Siluman Kera tersebut.

Jelas sekali bahwa pertarungan di antara mereka bukanlah yang pertama kali terjadi.

Di sisi lain, Xu Kong tidak terlihat terkejut karena serangannya berhasil dihindari. Sejak awal ia memang tidak berharap lawannya akan tumbang hanya dengan satu teknik.

Di tengah pertempuran yang baru saja dimulai, Tuan Xin masih duduk santai di atas batu besar sambil meminum araknya. Dari luar, ia terlihat sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi. Namun sebenarnya, matanya terus mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Ketika melihat wajah lawan mereka dengan lebih jelas, lelaki tua itu tiba-tiba menyipitkan mata seolah mengingat sesuatu.

"Kalau tidak salah..."

Ia menatap Jian Yi beberapa saat sebelum akhirnya mengenalinya.

"Namanya Jian Yi."

Kemudian sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.

"Tangan kanan kedua Murong Ye."

Setelah mengatakan itu, ia kembali meneguk araknya dengan santai.

Beberapa saat kemudian, ia melanjutkan pengamatannya.

"Kalau tidak salah, ranahnya masih Ling Yuan Bintang 1."

Meskipun suaranya tidak terlalu keras, ketiga rekannya tetap dapat mendengarnya dengan jelas.

"Kalau berdasarkan tingkatan kultivasi saja, Ling Yue memang lebih kuat."

Tatapannya beralih sejenak ke arah gadis berambut panjang itu.

"Namun pengalaman bertarung Jian Yi jauh lebih banyak dibandingkan dirinya."

Kembali ke medan pertempuran, Jian Yi baru saja mendarat setelah menghindari serangan Xu Kong ketika Cang Xuan dan Ling Yue langsung memanfaatkan kesempatan tersebut. Keduanya bergerak hampir bersamaan, melesat dari dua arah berbeda dengan pedang yang sudah terhunus.

Energi biru tua segera menyelimuti pedang Ling Yue, membuat bilah senjatanya memancarkan tekanan yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Sementara itu, Cang Xuan mengerahkan seluruh energi spiritual yang mampu ia keluarkan untuk memperkuat serangannya.

Serangan dari dua arah sekaligus seharusnya cukup merepotkan lawan mana pun.

Namun Jian Yi sama sekali tidak terlihat panik.

Tatapannya tetap tenang saat ia segera memutar pedangnya di depan dada.

"Teknik Tingkat 4: Perisai Sayap Melingkar!"

Wuussh!

Energi spiritual berkumpul dengan cepat di hadapannya sebelum berubah menjadi dua sayap burung transparan berukuran besar. Kedua sayap itu menutup rapat dan membentuk perisai yang kokoh.

Dentang!

Dentang!

Serangan Cang Xuan dan Ling Yue menghantam perisai tersebut hampir bersamaan. Namun bukannya menembus pertahanan lawan, kedua serangan itu justru terpental.

Mata Cang Xuan langsung membesar.

"Apa?!"

Ia tidak menyangka teknik pertahanan itu mampu menahan serangan mereka dengan mudah.

Namun Jian Yi sama sekali tidak memberi kesempatan kepada mereka untuk terkejut lebih lama.

Begitu serangan mereka tertahan, ia langsung membalas.

Pedangnya berayun berkali-kali dengan kecepatan tinggi.

"Teknik Tingkat 5: Berondongan Bulu Silet!"

Wuussh! Wuussh! Wuussh!

Puluhan siluet bulu tajam yang terbentuk dari Qi langsung melesat keluar dari pedangnya. Setiap bulu bergerak secepat anak panah dan memenuhi ruang di depan mereka.

Wajah Cang Xuan langsung berubah.

Serangan itu terlalu cepat.

Jarak mereka juga terlalu dekat.

Baik dirinya maupun Ling Yue tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.

Namun tepat pada saat yang kritis itu, sebuah bayangan melesat dari belakang.

Wuussh!

Sebuah tongkat besar terbang melewati mereka dengan kecepatan tinggi.

Brukk!

Tongkat tersebut menancap kuat di tanah tepat di depan Cang Xuan dan Ling Yue.

Detik berikutnya, energi kuning terang meledak keluar dari permukaannya.

Sebuah perisai besar berwarna kuning segera terbentuk.

Boom! Boom! Boom!

Puluhan serangan Jian Yi menghantam perisai tersebut tanpa henti.

Ledakan demi ledakan mengguncang tanah di sekitarnya.

Debu dan pecahan batu beterbangan ke segala arah hingga menutupi seluruh area pertempuran.

Beberapa saat kemudian, ketika asap dan debu mulai menghilang, sosok Cang Xuan dan Ling Yue kembali terlihat.

Keduanya sudah mundur beberapa langkah dari posisi semula.

Xu Kong segera menghampiri Cang Xuan dan Ling Yue setelah berhasil menahan serangan berbahaya Jian Yi. Tatapannya menyapu keduanya dengan cepat sebelum ia bertanya, "Apakah kalian baik-baik saja?"

Cang Xuan segera mengangguk.

"Kami baik-baik saja."

Ling Yue juga tidak mengalami luka apa pun, meskipun ekspresinya terlihat jauh lebih serius dibandingkan sebelumnya.

Tak lama kemudian, tongkat besar yang tadi berubah menjadi perisai perlahan bergetar sebelum melayang kembali melewati udara.

Wuussh!

Tongkat itu terbang lurus menuju arah Tuan Xin dan mendarat tepat di tangannya.

Pemandangan tersebut kembali membuat Cang Xuan kagum.

"Tuan Xin..."

Matanya berbinar.

"Kau luar biasa."

Namun lelaki tua itu hanya melambaikan tangannya dengan santai seolah pujian tersebut tidak berarti apa-apa.

"Anak muda, fokus saja bertarung."

Kemudian ia menunjuk ke arah Jian Yi yang masih berdiri tidak jauh dari sana.

"Jangan lengah seperti tadi."

Mendengar teguran itu, Cang Xuan langsung menganggukkan kepala dengan serius.

"Aku mengerti."

Tatapannya kembali mengarah ke medan pertempuran.

"Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi."

Sementara itu, Jian Yi yang sejak tadi mengamati situasi akhirnya mulai memperhatikan Tuan Xin dengan lebih serius. Semakin lama ia melihat lelaki tua tersebut, semakin besar rasa tidak nyamannya.

Tatapannya menjadi tajam.

"Orang tua."

Suara Jian Yi terdengar dingin.

"Sebenarnya siapa kau?"

Kemudian ia mengangkat pedangnya.

"Kalau berani, hadapi aku satu lawan satu."

Mendengar tantangan tersebut, Tuan Xin hanya meneguk araknya terlebih dahulu sebelum menjawab dengan nada santai.

"Kalau aku melawanmu dengan serius..."

Ia tersenyum tipis.

"Kau akan kalah dalam hitungan detik saja."

Ucapan itu langsung membuat wajah Jian Yi menggelap.

"Perkataanmu sama sekali tidak meyakinkan."

Nada suaranya dipenuhi kemarahan.

"Kau hanya pandai bicara."

Kemudian ia melirik ke arah Cang Xuan dan yang lainnya.

"Kau bahkan bersembunyi di balik anak-anak ini."

Mendengar itu, Tuan Xin justru tertawa kecil.

"Anak-anak ini?"

Tatapannya beralih kepada Cang Xuan, Ling Yue, dan Xu Kong.

"Di masa depan mereka mungkin jauh lebih kuat darimu."

Lalu ia mengangkat jarinya dan menunjuk ke arah Ling Yue.

"Bahkan gadis itu saja kultivasinya lebih tinggi darimu sekarang."

Senyumnya semakin lebar.

"Padahal usianya masih sangat muda."

Kalimat tersebut langsung menusuk harga diri Jian Yi.

Aura marah meledak dari tubuhnya.

Tekanan energi spiritual yang keluar membuat debu di sekitarnya beterbangan.

"Kau sangat berisik!"

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Jian Yi langsung melesat ke depan.

Brukk!

Tanah di bawah kakinya retak saat tubuhnya meluncur menuju Tuan Xin.

Pedangnya terangkat tinggi dengan niat membunuh yang tidak lagi disembunyikan.

Melihat itu, Cang Xuan langsung panik.

"Tuan Xin!"

Namun lelaki tua tersebut tetap terlihat tenang.

Bahkan saat Jian Yi semakin mendekat, ekspresinya tidak berubah sedikit pun.

"Tenang saja."

Ia memutar tongkatnya dengan santai.

"Yang kita hadapi ini hanyalah seorang sampah dari Dunia Tengah."

Kalimat itu hampir membuat Jian Yi memuntahkan darah karena marah.

Brukk!

Tuan Xin akhirnya berdiri dari batu besar tempatnya duduk selama ini.

Gerakannya terlihat sederhana.

Namun tepat ketika Jian Yi tiba di hadapannya, tongkat dan pedang mereka langsung bertemu.

Clang!

Suara benturan keras menggema di seluruh area.

Gelombang energi menyebar ke segala arah dan mengguncang tanah di sekitar mereka.

Mata Cang Xuan langsung membesar.

Ia tidak menyangka Tuan Xin yang biasanya terlihat malas bisa bergerak secepat itu.

Sementara itu, Jian Yi terus menyerang tanpa henti.

Pedangnya berubah menjadi bayangan-bayangan tajam yang memenuhi udara.

Namun Tuan Xin menahan semuanya dengan tongkatnya.

Clang!

Clang!

Clang!

Dalam waktu yang sangat singkat, keduanya sudah bertukar puluhan serangan.

Percikan energi spiritual terus bermunculan setiap kali pedang dan tongkat saling berbenturan.

Penduduk desa yang mengintip dari kejauhan hanya bisa menahan napas.

Bahkan Xu Kong dan Ling Yue mulai memperhatikan pertarungan itu dengan serius.

Karena semakin lama mereka menyaksikannya, semakin jelas terlihat bahwa Tuan Xin masih belum menggunakan kekuatan sesungguhnya.

Sementara Jian Yi sudah mulai mengerahkan seluruh kemampuannya hanya untuk menahan tekanan yang diberikan oleh lelaki tua misterius tersebut.

End Chapter 25

1
asri_hamdani
Sepertinya terulang dari Bab sebelumnya
.: oh iya benar terima kasih koreksinya
total 1 replies
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!