Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengukir Rune Formasi
Pagi hari berikutnya seorang pemuda berusia lima belas tahun tiba di desa Cansu dari arah utara.
Pemuda ini adalah Zhang Ziwen, kakak Zhang Ziyi yang kembali ke Desa Cansu dengan tergesa-gesa saat mendengar kematian adiknya.
Selama ini Zhang Ziwen masuk di Akademi Teratai Putih sejak berusia tiga belas tahun. Saat kemarin dia mendengar adiknya meninggal dengan kepala terpenggal, dia langsung memutuskan untuk datang bersama orang-orang yang memiliki hubungan baik dengannya di akademi.
Tujuannya selain untuk melihat jasad adiknya, dia juga ingin mencari siapa pelaku yang membunuh adiknya.
Zhang Ziwen berjalan masuk ke gerbang desa dengan tiga orang di sampingnya.
Satu adalah pria dengan alis tebal menggunakan jubah putih dan rambut tergerai panjang sampai ke bahu. Dia adalah kakak seperguruannya dari Akademi Teratai Putih.
Dua lainnya juga menggunakan baju putih yang sama seperti Zhang Ziwen. Mereka berdua rekan seangkatan di Akademi Teratai Putih.
Semuanya masing-masing membawa senjata dan fluktuasi Qi yang sangat padat, terutama pemuda dengan rambut panjang sebahu.
Saat mereka sampai di gerbang Desa Cansu, mereka di hadang oleh penjaga gerbang Desa.
Wajah Zhang Ziwen terlihat dingin saat membentak penjaga yang coba menghentikan mereka.
Tanpa bertanya....
Blarr!
Sebuah tendangan menghantam dada penjaga gerbang yang bertugas hingga terlempar puluhan meter. Pengawal itu kejang beberapa kali lalu berhenti bergerak.
"Aku adalah Zhang Ziwen, dan ini adalah murid dari akademi teratai Putih, jadi jangan halangi kami."
Zhang Ziwen menatap beberapa penjaga yang ada di depannya dengan tatapan dingin. Wajahnya tidak menunjukan tatapan hormat meskipun mereka adalah penjaga keluarga Zhang.
"Maaf tuan Ziwen, kami salah. Silahkan masuk!"
Penjaga yang lebih tua membungkuk lalu mempersilahkan mereka berempat masuk.
Meskipun penjaga itu terlihat marah karena rekannya terbunuh, tapi dia berusaha menahannya dan tetap membungkuk pada Zhang Ziwen dan tiga orang lainnya.
Dia tidak berani melakukan kesalahan karena takut nyawanya yang kecil ini akan di ambil karena mereka tidak puas.
. . .
Zhang Tiangxia yang berjalan keluar rumah juga melihat rombongan empat orang masuk dari kejauhan saat sedang berjalan di jalan utama desa.
Wajahnya tampak terkejut karena dia melihat salah satu di antara mereka adalah Zhang Ziwen yang dua tahun lalu masuk di Akademi Teratai Putih.
Akademi Teratai Putih adalah akademi yang hanya menerima murid berusia di bawah lima belas tahun dengan basis kultivasi kesembilan alam pemurnian tubuh.
Dua tahun lalu, Zhang Ziwen yang masih berusia tiga belas tahun berada di tingkat sembilan alam pemurnian tubuh di terima menjadi murid di Akademi Teratai Putih. Sekarang setelah dua tahun berlalu, mungkin dia sudah berada di tingkat alam pembuka meridian atau lebih tinggi.
Zhang Tiangxia mengamati mereka sebentar lalu memalingkan wajah dan terus berjalan.
Tujuannya hari ini adalah Balai Perdagangan Yuan.
Dia ingin membeli rumah.
Rumah keluarganya sudah tua. Dindingnya retak di beberapa bagian, atapnya bocor saat hujan deras, dan yang paling mengganggunya adalah tidak ada halaman untuk berlatih.
Setiap kali ingin melatih teknik bertarung dia harus pergi ke gunung Tuanling. Bolak-balik setiap malam ini bukan solusi jangka panjang.
Pelayan yang menyambut Zhang Tiangxia adalah pelayan yang pertama kali menyambutnya saat dia pertama kali datang ke balai perdagangan Yuan.
"Tuan, lama tidak bertemu." Pelayan itu tersenyum ramah pada Zhang Tiangxia.
"Umm." Zhang Tiangxia mengangguk kecil dan berkata, "Aku ingin bertemu manager Wen."
Tak lama kemudian manager Wen datang dengan senyum ramah.
"Tuan Muda Zhang, ada yang bisa dibantu?" Manager Wen berjalan membawa Zhang Tiangxia ke lantai dua sembari bertanya.
"Aku ingin membeli rumah." Zhang Tiangxia berkata langsung. "Jika ada, aku ingin yang memiliki halaman luas dan lokasinya tidak perlu di pusat desa. Yang penting juga tidak terlalu jauh."
Manager Wen tidak menunjukkan ekspresi terkejut meskipun yang berbicara adalah anak tujuh tahun untuk membeli rumah. Jika itu adalah anak lain, dia mungkin akan menamparnya sampai mati karena tidak mungkin anak berusia tujuh tahun memiliki uang untuk membeli rumah, terlebih lagi itu adalah rumah dengan halaman yang luas.
Tapi jika itu Zhang Tiangxia, dia tidak khawatir.
Manager Wen tersenyum sembari berkata, "Balai kami kebetulan memiliki beberapa properti di desa Cansu." Dia mengangguk.
"Izinkan saya mengajak Tuan Muda melihat langsung."
Manager Wen mengajak Zhang Tiangxia melihat tiga rumah yang sesuai keinginan Zhang Tiangxia.
Setelah melihat ketiga rumah, Zhang Tiangxia menolak dua rumah lain karena yang pertama terlalu dekat dengan kediaman utama keluarga Zhang, satu lainnya halamannya tidak cukup luas.
Yang ketiga adalah yang paling sesuai dengan yang dia inginkan.
Bangunannya berdiri di sisi timur desa, agak menjauh dari keramaian. Halamannya luas hampir seperempatnya kediaman keluarga Zhang jika di gabungkan.
Halaman ini cukup untuknya berlatih teknik pedang penuh tanpa khawatir merusak apapun. Bangunan utamanya dua lantai dengan beberapa kamar.
Yang paling penting, rumah ini sudah dilengkapi formasi pelindung dasar yang sudah terpasang di dindingnya. Esensi Qi langit dan bumi di lokasi ini juga lebih padat jika di bandingkan dengan keluarga Zhang.
Bukan hanya lebih padat, ini bahkan lebih baik dari kediaman utama keluarga Zhang yang ditempati Zhang Feng.
"Manager Wen, aku akan membeli rumah ketiga. Berapa harganya?" Zhang Tiangxia bertanya.
"Sebenarnya harga asli rumah ini bernilai dua juta keping perak." Manager Wen tersenyum, "Namun karena tuan Zhang ingin membeli rumah ini, kami akan memberikan diskon lima puluh persen. Jadi harganya satu juta keping perak saja."
Zhang Tiangxia menatap manager Wen yang begitu ramah padanya saat pertama kali bertemu sampai saat ini, dia merasa hatinya tidak enak padanya.
"Sampaikan pada nona muda, aku mengucapkan terima kasih padanya."
Zhang Tiangxia membungkuk pada manager Wen.
Dia mengeluarkan kartu penyimpanan milik Jendral Wei Changfeng lalu menyerahkan kartunya pada manager Wen lalu melakukan pembayaran di tempat.
Manager Wen menyerahkan kunci rumah dengan kedua tangan, "Jika ada yang perlu tuan muda perlukan lagi, jangan ragu mencari ku."
"Baik, aku akan datang jika ada hal lain." Zhang Tiangxia mengangguk lalu menerima kunci.
Dia masuk ke halaman rumah baru itu sendirian dan menutup pintu.
Dia berdiri di tengah halaman menatap sekelilingnya sebentar. Lalu mengeluarkan empat benda dari cincin penyimpanannya. ini adalah inti jiwa binatang monster yang sebelumnya diambil dari kantong Zhang Ziyi dan dua pengawalnya.
Total saat itu dia mendapatkan kurang lebih selusin inti jiwa binatang monster dan satu inti jiwa binatang monster tingkat enam.
Dia juga mengeluarkan sebongkah batu sumber yang dia ambil dari dasar kolam di lembah gunung Tuanling.
Kali ini, Zhang Tiangxia ingin mengukir sebuah rune formasi pengumpul Qi.
Di kehidupan sebelumnya, formasi pengumpul Qi adalah sesuatu yang hampir semua kultivator mengetahui prinsip dasarnya dan bisa membuatnya. Tapi di desa Cansu, bahkan di kediaman utama keluarga Zhang sekalipun, tidak ada satu pun bangunan yang memiliki formasi pengumpul Qi.
Entah mungkin wawasan mereka tidak cukup atau karena apa dia juga tidak tahu. Bahkan di lembah tempatnya menemukan Warisan Teknik Dewa Ashura tidak memiliki formasi pengumpul Qi.
Zhang Tiangxia jongkok dan mulai mengukir rune di tanah menggunakan ujung jarinya yang dialiri Qi.
Membentuk rune formasi memerlukan konsentrasi penuh dan syarat yang sangat ketat, karena saat pengukiran rune, aliran Qi dari tubuh tidak boleh terputus.
Setiap Rune yang di ukir harus terhubung satu sama lain dengan setiap rune yang di tulis di aliri qi saat proses penulisan rune.
Satu jam berlalu, rune-rune kecil mulai membentuk pola yang saling terhubung di empat sudut halaman dan di setiap sisi bangunan.
Setiap satu sisi selesai, Zhang Tiangxia akan meneguk satu tetes cairan spiritual untuk mengembalikan Qi di tubuhnya.
Setelah setengah hari kemudian, rune akhirnya selesai diukir.
"Hufff!"
Zhang Tiangxia mengusap keringat di dahinya dan terduduk di tanah dengan wajah terengah-engah.
"Akhirnya selesai juga." Wajah Zhang Tiangxia di penuhi dengan ekspresi bahagia karena meskipun dia baru berada di alam Pemurnian tubuh tingkat enam namun bisa mengukir formasi pengumpul Qi dengan lancar.
Jika bukan karena di kehidupan sebelumnya dia menguasai cara membuat formasi pengumpul Qi, tidak mungkin dia akan berhasil dengan sekali percobaan.
Di kehidupan sebelumnya, syarat membuat formasi ini harus berada di alam pembuka Meridian ke atas, namun dia saat ini bisa membuatnya meskipun baru berada di alam Pemurnian tubuh. Jika hal ini di ketahui oleh orang-orang di dunia tempatnya sebelumnya, mereka semua mungkin akan menjadi heboh.
Satu jam berlalu, energi Zhang Tiangxia kembali pulih lalu dia menggali empat lubang kecil di sudut halaman dan mengubur satu inti jiwa binatang monster masing-masing di setiap sudut. Ini berfungsi sebagai pilar untuk menarik Qi dari lingkungan sekitar ke arah pusat formasi.
Terakhir, dia menggali lubang sedalam satu meter di tengah halaman lalu meletakkan batu sumber di lubang yang ada di tengah halaman.
Di tengah halaman adalah inti dari formasi ini.
Zhang Tiangxia mengamati semua dengan cermat untuk memastikan tidak ada yang salah, lalu dia mundur dua langkah kemudian mengalirkan Qi ke pusat formasi
Tak butuh waktu lama...
Wusshhhhh!
Rune-rune di tanah menyala secara berurutan dari sudut ke sudut seperti rantai yang tersambung satu per satu. Saat rune terakhir menyala dan terhubung ke batu sumber di tengah, sesuatu berubah di udara.
Qi langit dan bumi dari seluruh penjuru empat arah mata angin mulai bergerak dengan kecepatan yang mengerikan.
Mereka bergerak dengan cepat tersedot ke arah rumah ini seperti anak kecil yang melihat ibunya.
Hanya dalam hitungan menit, Qi yang padat mulai mengembun menjadi kabut berwarna putih kehijauan yang mengambang di udara. Siapapun yang menghirupnya akan merasakan kesegaran yang tidak bisa didapat dari udara biasa, ini seperti menghirup Qi langit dan bumi secara langsung tanpa perlu bermeditasi.
Zhang Tiangxia menghirup udara itu merasakan perasaan paru-parunya merasa segar, dia mengangguk pelan.
"Ini sudah cukup."
Dia memasukkan kunci rumah ke dalam bajunya lalu berjalan keluar.