NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Song Aran tidur nyenyak, tapi hanya penampakan luarnya saja. Sebab, kesadaran gadis itu sedang berada didalam ruang saji.

Sebidang tanahnya subur didalam ruang saji terbingkai dinetra lentik Aran, begitu ia memasukinya.

Song Aran berjongkok, mengambil segenggam tanah, menelitinya dengan cermat.

"Sangat bagus..!" ucapnya riang.

"Aku tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan keajaiban seperti ini."

Song Aran bangkit, mengambil benih palawija lalu menaburkannya.

Langkah awal, Aran cuma menggunkan tanah itu untuk menanam setengah gandum dan separuhnya lagi padi. ​

Tak lagi harus membajak, membuang gulma dengan susah payah. Cukup menabur benih, lalu menyiraminya dengan mata air spiritual. Semudah itu cara kerja di dalam ruang dimensi tersebut.

Sangat menakjubkan sekali.

"Dulu aku bermain dengan pistol dan pisau, sekarang beralih menjadi petani." Aran terkikik.

Song Aran menoleh, melihat tanah yang memiliki kontur berbeda disisi ladang, ia pun memutar otak.

Lahan itu padat dengan mengandung material batu halus.

"Ah, mungkin bisa aku manfaatkan untuk memelihara ternak." pekik Aran antusias.

Song Aran mengobrak-abrik ingatan si pemilik tubuh asli. Ia butuh informasi untuk bisa membeli hewan ternak.

Song Aran menghela napas. Pemilik tubuh asli ini benar-benar naif. Mau-maunya diperdaya dan di manfaatkan.

"Apa sih bagusnya bajingan itu..? cuma sarjana gagal, ck..!"

Song Aran menggerutu, dalam ingatan si pemilik asli diperlihatkan, bagaimana gadis itu menjilat dan berusaha menyenangkan hati nyonya Kang, cuma demi perhatian Kang Yance.

"Oke, kalau tidak bisa membeli, aku akan mencuri ayam-ayam itu. Toh mereka memang milikku kan..?"

Song Aran kembali memandangi ladang yang sudah ia tanami, menyusun rencana untuk memanfaatkan berkah ini sebaik mungkin.

"Dari ketua mafia beralih profesi menjadi juragan sayur dan telur, sepertinya tidak buruk..?"

Bicara sendiri, ditanggapi juga oleh diri sendiri. Seperti orang gila saja.

"Karena tidak ada hujan, aku cuma butuh bambu dan kayu untuk membuat pagar."

Benar, di dalam ruang saji tidak ada hujan. Udaranya juga berbeda dari dunia luar. Lebih sejuk, damai, dan suci.

Ketika bangun keesokan paginya, Aran dibuat tercengang oleh keajaiban baru lagi.

Padi dan gandum yang disemai semalam, sudah tumbuh seukuran satu jengkal tangan bayi.

"Wow, keren sekali...!"

Kalau seperti ini, gandum dan padi akan matang dalam waktu sekitar setengah bulan saja. Sepuluh kali lebih cepat dari pada di dunia luar.

Fakta baru ini membuat Song Aran melompat kegirangan.

"Aku kaya, aku kaya....!"

Meski pun panen musim gugur telah berakhir dan ini sudah awal Oktober, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di ladang. Menggemburkan tanah, membuat kompos, dan mempersiapkan penanaman gandum musim dingin.

Song Aran akan segera menikah, jadi ia tidak diminta untuk melakukan pekerjaan apa pun.

Zhao Jiao sudah mempermalukan dirinya sendiri kemarin, jadi gadis itu ditinggalkan di rumah.

Namun begitu keluarganya pergi, Zhao Jiao menyelinap keluar untuk mencari Kang Yance.

Bagaimana pun Jiao masih dilanda kecemasan, ia takut Kang Yance tidak datang untuk melamarnya.

Song Aran tidak perduli, ia kembali fokus dengan ruang sajinya.

Selesai masa panen nanti, Aran akan menanam bermacam sayuran.

Jika pertumbuhannya sepuluh kali lebih cepat, maka ia bisa menghasilkan banyak sayuran hanya dalam dua atau tiga hari.

Terlebih dimusim dingin, harga sayuran akan melonjak naik. Itu adalah kesempatan emas untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin.

Song Aran tahu berapa harga yang dikenakan oleh para pejabat dan restoran besar di daerah itu untuk sayuran musim dingin.

Hal itu di ketahui Aran berkat cerita dari kakaknya.

Meski pun semua orang di desa mengatakan kalau Song Qing Bao pemalas, Aran tahu semua itu tidak benar.

Faktanya, sang kakak tak pernah melewatkan musim tanam. Rumor jelek itu disebarkan oleh ibu tiri mereka.

Semua hal buruk yang terjadi pada kakak beradik itu disebabkan oleh ulah si nenek tua Zhao Jie untuk merusak reputasi mereka.

Melihat kenyataan ini, Song Aran semakin membenci Zhao Jie.

Jika bukan karena reputasi kakaknya yang sudah di rusak, mana mungkin sampai sekarang tidak ada yang mau melamar pemuda sebaik itu.

Song Qing Bao pria yang rajin dan bertanggung jawab, baik, serta penuh kasih.

Dimasa depan, Song Aran bersumpah akan mencarikan gadis yang baik untuk kakaknya.

Sudah cukup, Aran kembali kedunia, mandi, sarapan, lalu kehutan untuk mencari bambu dan kayu bakar.

Dengan semangat empat lima, bibir berdendang riang, Song Aran menyusuri jalan yang sejuk dan asri menuju hutan pegunungan dibelakang desa.

Dengan mengandalkan ingatan pemilik tubuh asli, Aran terus melangkah ringan.

Saat melewati kediaman keluarga Kang, Aran kontan saja meludah. Ia marah dan benci, mengingat bagaimana si pemilik tubuh asli diperbudak dan dimanfatkan.

"Ah, lebih baik aku curi saja ayam-ayam itu."

Aran menoleh kekanan-kiri, lalu kesekitaran. Sepi, semua penduduk desa sedang diladang.

Song Aran mengendap-endap begitu sampai dipekarangan rumah keluarga Kang.

Disana ia melihat lima ayam betina yang sebelumnya Aran pelihara dengan susah payah.

Wajah Aran berseri merona, ayam-ayam itu menyayanginya, serta begitu patuh.

Tak heran, begitu mencium aroma tubuh Song Aran, kelima ekor ayam itu langsung menghampirinya. Salah satunya bahkan berputar-putar di sekeliling Aran, seolah sedang memainkan tarian penyambutan.

Lihat saja, bahkan ayam pun tahu caranya bersikap pada orang yang sudah memberikan mereka kebaikan. Tidak seperti keluarga Kang yang tak tahu berterima kasih.

Song Aran gegas beraksi, menangkap satu terlebih dulu.

Saat dilempar kedalam ruang saji, ayam itu tidak masuk ke ruang penyimpanan.

Sepertinya makhluk hidup memiliki tempat berbeda jika di dalam ruang saji itu.

Buktinya, ayam-ayam tadi tidak bisa melewati batas ladang yang sudah ditanami semalam.

Song Aran melambaikan tangan, mengumpulkan empat ayam yang tersisa ke dalam ruangnya, bersama dengan telur-telur yang baru mereka letakkan.

Ayam-ayam betina itu awalnya sedikit panik dengan perubahan lingkungan yang tiba-tiba, tapi mereka dengan cepat beradaptasi, berlarian bebas di dalam ruang tersebut.

Lahan pertanian itu tampak terlindungi, tidak seekor pun ayam berani masuk ke dalamnya.

Song Aran menepuk tangannya puas, ia tidak perlu khawatir hewan-hewan peliharaan itu merusak tanaman.

Tapi akan lebih baik jika membangun kandang, sebab akan merepotkan kalau nanti mengumpulkan telur yang berserakan.

Setelah menyikat habis semua ayam dan telur, Aran kembali melangkah menuju ke gunung di belakang desa.

Saat memasuki area ladang dan sawah, Aran baru bertemu beberapa penduduk.

Mereka pun bertegur sapa.

Di pinggiran hutan, dibalik pohon akasia yang tinggi menantang langit, Aran melihat Jiao dan Yance berpelukan.

Sungguh tidak tahu malu.

Aran tak mau menonton pasangan yang berzina itu. Ia hendak berbalik pergi ketika mendengar Zhao Jiao menyebut namanya.

Song Aran mengurungkan niatnya. Ia mendekat pelan, bersembunyi di balik pohon guna mencuri dengar obrolan kedua bajingan tersebut.

1
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
chataleya
Wang Lian ini ternyata lebih buruk daripada tuan crab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!