NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Amarah Dewa

Di tengah kawah Ngarai Guntur, keheningan yang tercipta lebih menakutkan daripada badai itu sendiri.

Asap tebal perlahan tersapu oleh angin dingin yang berhembus dari lembah. Master Sekte Iblis Darah, para Tetua Sekte Pedang Langit, dan petinggi Akademi Jiannan mendarat secara bersamaan di dasar kawah yang tanahnya telah berubah menjadi kaca akibat panasnya petir.

Tidak ada pedang hitam keunguan. Tidak ada Domain Petir. Benda peninggalan dimensi lain yang baru saja membunuh seorang ahli Golden Core itu telah lenyap tanpa sisa.

"MUSTAHIL!" raung pria berambut merah dari Sekte Iblis Darah, auranya meledak menghancurkan sisa-sisa tebing di sekitarnya. "Benda itu memiliki Kehendak Kaisar! Bahkan Nascent Soul tidak bisa memasukkannya ke dalam Cincin Spasial biasa! Siapa yang berani mencurinya dari bawah hidung kita?!"

Tetua dari Sekte Pedang Langit memucat. Ia menatap ruang yang terdistorsi di tengah kawah. "Fluktuasi jimat teleportasi. Ada yang memanfaatkan ledakan petir pelindung pedang itu untuk mengaburkan persepsi kita, lalu membawanya pergi."

Di sudut kawah, Tetua Pedang Gila, Jian Kuang, berjongkok menatap secarik kain abu-abu murahan yang tersangkut di ujung batu tajam. Itu adalah sobekan kain yang tertinggal akibat robekan angin saat proses teleportasi paksa.

Jian Kuang mengambil kain itu, meremasnya hingga menjadi abu. Matanya yang biasanya diwarnai tawa gila kini memancarkan keseriusan yang membunuh.

"Kain serat rami kasar. Pewarna lumpur abu-abu," gumam Jian Kuang pelan, hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. "Itu adalah bahan seragam Murid Luar akademi kita."

Ia memang tidak melihat wajah sosok yang menerjang ke tengah kawah tadi karena silau petir ungu, tetapi seragam itu menceritakan semuanya. Seorang semut fana dari pelataran terendah telah mempecundangi puluhan naga raksasa.

"Tutup seluruh perbatasan benua utara!" teriak Master Sekte Iblis Darah ke udara. "Cari setiap kultivator, setiap pengembara, setiap pengemis! Siapa pun yang membawa pedang aneh atau memancarkan aura petir ungu, bawa kepalanya padaku!"

Malam itu, roda nasib di Benua Utara berputar dengan kejam. Perintah perburuan skala masif diturunkan. Sekte-sekte yang saling bermusuhan mengesampingkan perbedaan mereka untuk mencari satu pencuri misterius.

Sementara langit dipenuhi oleh cahaya pedang terbang yang mencari sang buronan, sebuah gua sempit yang tersembunyi di balik tirai air terjun mati di ujung barat Hutan Pinus menjadi saksi bisu kejahatan tersebut.

Di dalam gua yang lembab itu, Lin Xiaoyu duduk terengah-engah, wajahnya sepucat kertas. Tangannya terus mempertahankan segel ilusi Qi tingkat menengah untuk menyamarkan fluktuasi kehidupan mereka dari dunia luar.

Bao Tuo menggigil di sudut, memeluk lututnya erat-erat. "K-kita mati... kita benar-benar mati kali ini. Seluruh benua mencari kita!"

Zeng Niu duduk bersila di tengah gua. Jubahnya robek besar di bagian dada, dan napasnya sedikit berat. Proses teleportasi paksa sambil menahan tekanan senjata dewa telah merusak beberapa ototnya, meski tubuh fisiknya yang setingkat besi murni menahan sebagian besar dampak.

Tanpa banyak bicara, Zeng Niu melepaskan ikatan kain di punggungnya dan menjatuhkan isinya ke atas lantai batu gua.

KLANG!

Suara logam berat menghantam batu terdengar bergema. Sebuah bilah pedang hitam keunguan sepanjang hampir empat kaki tergeletak di sana. Tidak ada lagi petir ungu yang mengamuk, tidak ada lagi gemuruh yang meruntuhkan tanah. Pedang itu kini tampak seperti potongan besi hitam yang kusam, berat, dan kuno.

Mata Bao Tuo membelalak hingga nyaris copot. "K-kau benar-benar membawanya?! B-benda ini membunuh master Golden Core!"

Zeng Niu mengulurkan tangannya, menyentuh gagang pedang yang sedingin es abadi.

BZZZT!

Sengatan energi liar langsung menyengat telapak tangannya. Namun, kali ini Zeng Niu tidak terlempar menjadi abu. Dantian barunya, yang diisi oleh Qi merah kehitaman dari esensi Bencana, berputar gila-gilaan, melawan sengatan pedang itu.

Tiba-tiba, pemandangan gua memudar. Kesadaran Zeng Niu ditarik paksa ke dalam lautan spiritual pedang tersebut.

Di sana, di tengah ruang gelap yang dipenuhi lautan petir ungu, sepasang mata tak kasat mata menatapnya. Keangkuhan yang melampaui Surga menekan jiwa Zeng Niu.

“Manusia fana dengan Dantian cacat. Tubuhmu sekeras binatang buas, dan jiwamu lebih kelam dari jurang ketiadaan,” suara serak dan kuno itu menggema di benak Zeng Niu. “Kau berani menyentuh wujud siksaku?”

"Kau yang membiarkanku membawamu," jawab Zeng Niu dalam benaknya, tatapannya tidak goyah. "Jika kau tidak setuju, kau sudah mengubahku menjadi debu di kawah itu."

Lautan petir ungu itu bergolak, seakan mendengus marah namun membenarkan ucapannya.

“Aku adalah Pedang Penghakiman. Aku tidak tunduk pada Surga dunia fana ini, dan aku menolak dihancurkan oleh Asura Zhao Xuan dari dimensiku. Para kultivator lurus di luar sana memancarkan aura yang membuatku muak. Mereka adalah anjing-anjing yang patuh pada Langit.”

Suara roh pedang itu merendah, menjadi sebuah dengungan yang menekan jiwa. “Tapi kau... kau memancarkan bau pemberontakan murni. Darahmu mengandung kekacauan Bencana. Qi-mu menolak hukum alam. Berada di dekatmu menutupi auraku dari pelacakan Langit.”

"Jadi, jadilah pedangku," tantang Zeng Niu dingin. "Bantu aku membelah dunia ini."

“Sombong!” raung roh pedang itu, melepaskan gelombang kejut yang membuat jiwa Zeng Niu bergetar. “Kau bahkan belum setara dengan sebutir debu di bawah telapak kakiku! Aku tidak menolakmu, tapi aku tidak akan pernah tunduk padamu! Aku bukan senjata yang bisa kau ayunkan sesukamu. Jika kau mencoba menggunakan kekuatanku untuk memotong semut-semut musuhmu, beratku akan menghancurkan lenganmu sendiri!”

Pedang itu memiliki egonya sendiri. Ia menolak menjadi pelayan. Bagi pedang itu, Zeng Niu hanyalah 'wadah persembunyian' sementara yang kebetulan memiliki aura yang cocok untuk menyamarkan keberadaannya dari musuh-musuh dimensi atas.

“Buktikan kelayakanmu dalam darah dan kematian, Bocah Fana. Sampai hari itu tiba, aku hanyalah sepotong besi mati yang akan menguras tenagamu hanya untuk diangkat.”

Kesadaran Zeng Niu terhempas kembali ke dunia nyata. Ia terengah-engah, melepaskan cengkeramannya dari gagang pedang.

"Pedang sialan," desis Zeng Niu pelan, mengusap keringat di pelipisnya.

Ia memandangi pedang hitam itu. Sesuai perkataan rohnya, benda ini sekarang sama sekali tidak memancarkan aura nya. Pedang ini beratnya nyaris mencapai lima ratus kati (sekitar 250 kg). Bagi manusia biasa, mustahil mengangkatnya. Namun bagi Kultivator Fisik seperti Zeng Niu, ini adalah beban latihan ekstrem yang masih bisa ia tangani, meski butuh usaha keras.

Zeng Niu mengambil sobekan jubahnya, melilit pedang hitam itu kuat-kuat, lalu menyandarkannya di punggung. Beratnya membuat tulang selangkanya berderit, tapi ia memaksakan posturnya tetap lurus.

"A-apa yang pedang itu lakukan padamu?" tanya Xiaoyu cemas melihat wajah Zeng Niu yang sedikit memucat.

"Tidak ada. Dia hanya menumpang tidur di punggungku," jawab Zeng Niu datar.

Ia melangkah ke mulut gua, menatap ke arah hujan gerimis yang mulai turun membasahi Hutan Pinus. Langit di atas diwarnai oleh kilatan pedang para pencari jejak. Faksi-faksi besar sedang menyisir setiap inci hutan. Jika mereka terus bersembunyi di sini, mereka hanya menunggu waktu hingga anjing pelacak menemukannya.

"Kita tidak bisa bersembunyi terus," kata Zeng Niu, menoleh pada dua rekannya. "Jika kita absen terlalu lama atau menghilang, Akademi akan menjadikan kita tersangka utama. Jian Kuang dari akademi ada di kawah itu; jika dia pintar, dia akan menyadari sesuatu."

"L-lalu kita harus apa?!" Bao Tuo menangis meremas rambutnya. "Jika kita keluar dengan pedang ini, kita dipotong jadi ribuan keping!"

"Kita jalankan rencana awal," ucap Zeng Niu mutlak, matanya memancarkan ketenangan seorang psikopat di tengah badai. "Kita adalah Murid Luar rendahan yang sedang menjalankan Misi Tingkat Sulit. Kita akan pergi ke pinggiran Ngarai Guntur, mengambil Teratai Guntur, dan kembali ke Paviliun Misi dengan bangga sebagai murid yang selamat dari kekacauan meteor."

Bao Tuo dan Xiaoyu ternganga. Di saat seluruh dunia sedang kalang kabut mencari pencuri pedang dewa, pemuda iblis di depan mereka ini justru berencana kembali ke akademi dan menukar Poin Kontribusi seolah tidak terjadi apa-apa.

"Tempat paling aman untuk menyembunyikan pedang dewa," lanjut Zeng Niu sambil menyeringai tipis, "adalah di sarang para dewa itu sendiri. Ayo bergerak. Kera Lengan Besi sedang menunggu kita."

1
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
saniscara patriawuha.
gasssdddd polllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!