NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Malam semakin larut. Udara dingin khas pegunungan berembus melewati celah-celah pohon raksasa di Zona Selatan.

Di bawah akar pohon pinus yang tumbang, pemandangan yang terlihat sangat kontras sedang terjadi. Di satu sudut, Xiao Yan tidur dengan sangat damai, napasnya teratur, dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Di sudut lain, tiga temannya sedang bermandi keringat.

"Ugh... Satu! Dua! Tiga! Dorong!" teriak Lin Fan sambil mengerahkan seluruh tenaganya.

Otot-otot kurus di lengan Lin Fan menegang. Dia menempelkan punggungnya ke tubuh beruang sisik yang pingsan itu dan mencoba mendorongnya. Di sebelahnya, Chen Ping juga melakukan hal yang sama sambil menggertakkan giginya.

Namun, bangkai hidup seberat dua ton itu sama sekali tidak bergeser, bahkan tidak satu sentimeter pun.

"Hah... Hah... Mustahil," keluh Chen Ping. Dia menjatuhkan dirinya ke tanah, napasnya terengah-engah. "Monster ini terlalu berat. Kita seperti mendorong dinding beton."

"Ugh... Kalau begitu kita putar saja kepalanya agar tidak menghadap ke tenda kita," usul Lin Fan. Dia mengusap keringat di dahinya dengan lengan jaketnya. "Baunya benar-benar membuatku mual. Song Jia, tolong arahkan lampunya ke sini."

Song Jia mengangguk. Dia mengangkat lampu tenda portabel dan mengarahkannya ke kepala beruang besar tersebut. Cahaya redup menyinari wajah mengerikan monster itu, lengkap dengan mulut yang menganga dan gigi-gigi tajamnya yang masih meneteskan sisa air liur.

Lin Fan mendekati kepala beruang itu. Untuk mendapatkan pijakan yang lebih baik, dia melepaskan kotak pedang dari punggungnya dan menarik Pedang Angin Puyuh seri 3000 miliknya.

"Aku akan menggunakan pedang ini sebagai tuas untuk mencongkel lehernya sedikit, lalu kau dorong dari sisi berlawanan, Chen Ping," instruksi Lin Fan.

"B-Baik," jawab Chen Ping. Dia kembali berdiri dengan kaki gemetar.

Lin Fan menancapkan ujung sarung pedangnya ke tanah, di dekat leher beruang yang tertutup sisik logam. Dia berpegangan pada gagang pedang dengan kedua tangannya, bersiap menarik napas panjang.

Namun, telapak tangan Lin Fan sangat basah oleh keringat dingin akibat kepanikan sebelumnya.

Saat dia memberikan tekanan tubuhnya ke gagang pedang, tangannya tergelincir.

"Sret!"

Genggaman Lin Fan lepas. Keseimbangan tubuhnya hancur. Dia terjatuh ke depan dengan keras.

"Uwaaa!" jerit Lin Fan.

Saat dia terjatuh, tangannya tanpa sengaja menekan tombol pengunci pada sarung pedang. Bilah baja perak yang sangat tajam itu meluncur keluar dari sarungnya akibat gaya gravitasi.

Pedang Angin Puyuh itu melesat jatuh tepat ke arah kepala beruang yang sedang pingsan.

"Cras!"

Ujung bilah pedang menembus mata kanan beruang yang tertutup, lalu terus menancap lurus ke dalam hingga menembus otak kecil hewan buas tersebut. Darah hitam pekat langsung menyembur keluar, membasahi ujung rumput di sekitarnya.

Beruang sisik itu, yang sebelumnya hanya pingsan karena syok mental dari tatapan Xiao Yan, kini tewas seketika tanpa sempat merasakan sakit sama sekali.

Lin Fan yang jatuh tengkurap di tanah perlahan mengangkat kepalanya. Dia melihat pedangnya menancap tegak lurus di kepala monster mengerikan itu. Darah mengalir membasahi gagang pedangnya.

"Ugh..." Lin Fan membelalakkan matanya. Mulutnya terbuka lebar, tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Chen Ping dan Song Jia juga mematung di tempat mereka.

Sebelum mereka sempat memproses apa yang baru saja terjadi, suara desingan angin yang sangat keras terdengar dari arah langit di atas mereka.

"Wuuussh! Wuuussh!"

Tiga buah cahaya biru terang melesat turun dari atas kanopi pohon. Cahaya itu berasal dari pedang terbang kelas militer yang melaju dengan kecepatan penuh. Tiga sosok dewasa melompat turun dari pedang tersebut sebelum pedang itu menyentuh tanah, mendarat dengan suara debuman keras yang membuat tanah sedikit bergetar.

"Brak! Brak! Brak!"

Tiga orang itu adalah Guru Li, Kepala Pengawas Ujian, dan seorang teknisi keamanan berseragam biru. Ekspresi wajah mereka terlihat sangat panik dan tegang. Guru Li bahkan sudah menggenggam pedang besarnya dengan aura energi yang menyala merah di sekeliling tubuhnya.

"Di mana monsternya?! Apakah ada siswa yang terluka?!" teriak Guru Li dengan suara menggelegar. Matanya langsung menyapu area perkemahan yang gelap itu.

Lalu, pemandangan di depan matanya membuat Guru Li menghentikan teriakannya.

Di bawah cahaya lampu tenda portabel yang dipegang oleh Song Jia yang gemetar, Guru Li melihat bangkai Beruang Sisik Hitam yang sangat besar tergeletak di tanah. Di dekat kepala monster itu, Lin Fan sedang dalam posisi setengah berlutut (karena baru saja jatuh), dengan tangannya terulur ke arah gagang pedang yang menancap dalam di mata sang monster. Darah segar masih menggenang.

Di belakang Lin Fan, Chen Ping dan Song Jia berdiri dengan wajah syok. Dan di sudut terjauh, Xiao Yan masih duduk dengan penutup mata, terlihat seperti korban yang sudah pingsan ketakutan.

Kepala Pengawas dan teknisi keamanan berjalan mendekat dengan langkah sangat hati-hati.

"Ugh... Ini... Ini adalah Beruang Sisik Besi yang terinfeksi energi gelap," gumam Kepala Pengawas. Suaranya bergetar karena tidak percaya. Dia memeriksa tablet di tangannya. "Sistem mendeteksi anomali energi setingkat Kondensasi Qi tahap delapan masuk ke Zona Selatan sepuluh menit yang lalu. Kami datang untuk mengevakuasi kalian karena monster ini terlalu berbahaya."

Kepala Pengawas menatap bangkai beruang itu, lalu menatap Lin Fan.

"Tapi... monster ini sudah mati," lanjut Kepala Pengawas. "Satu serangan fatal tepat di saraf optik yang menembus otak. Akurasi yang sangat sempurna."

Guru Li menyimpan kembali pedangnya. Dia menatap Lin Fan dengan pandangan yang benar-benar berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi tatapan meremehkan, yang ada hanyalah kekaguman yang mendalam.

"Lin Fan," panggil Guru Li dengan nada suara yang sedikit bergetar. "Apakah kau yang melakukan ini?"

Lin Fan masih dalam kondisi setengah syok. Dia menatap Guru Li, lalu menatap pedangnya, lalu menatap tangannya sendiri.

"Hah? Ugh... Aku... Maksudku..." Lin Fan tergagap. Otaknya tidak bisa merangkai kalimat yang benar. Dia ingin mengatakan bahwa dia terjatuh dan pedangnya tidak sengaja menancap, tapi pita suaranya kaku akibat panik melihat guru-guru itu muncul tiba-tiba.

"Kau tidak perlu merendah," potong Guru Li. Dia berjalan maju dan menepuk bahu Lin Fan dengan keras.

"Dug!"

"Ini adalah prestasi luar biasa! Kau berhadapan dengan monster tingkat delapan, dan kau tidak mundur. Kau melindungi teman-temanmu yang tidak bisa bertarung!"

"B-Bukan begitu, Guru," bantah Lin Fan dengan suara pelan. "Awalnya monster ini tiba-tiba jatuh pingsan karena—"

"Jatuh pingsan? Hahaha!" Kepala Pengawas tertawa keras, memotong ucapan Lin Fan lagi. "Monster seganas ini tidak mungkin jatuh pingsan tanpa alasan! Kau pasti menggunakan gelombang kejut dari pedangmu untuk menghentikan jantungnya sebentar, lalu mengeksekusinya dengan satu tikaman cepat! Itu adalah teknik tingkat lanjut!"

"Teknisi," perintah Guru Li kepada pria berseragam biru. "Periksa sisa energinya."

Teknisi itu berjongkok di dekat bangkai beruang. Dia mengeluarkan alat pemindai dan mengarahkannya ke mata beruang tersebut.

Tentu saja, karena Xiao Yan hanya menggunakan 0,0001 persen energi mental yang langsung menguap setelah digunakan, alat pemindai itu tidak mendeteksi energi apa pun selain sisa darah.

"Tidak ada jejak Qi mematikan dari luar, Guru," lapor teknisi itu. "Ini murni kematian akibat tusukan benda tajam yang sangat presisi ke titik vital. Pedang siswa ini menembus lapisan tulang tengkorak yang paling tipis."

Guru Li mengangguk-angguk dengan paham.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!