NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Luar Rencana?

“Maksudku, kapan kamu berakting? Saat berada di rumah atau saat di luar rumah? Yang mana sandiwaramu? Suami yang penuh perhatian di rumah atau pria asing nggak berperasaan di luar rumah?”

Ares terdiam seribu kata, ingin sekali memberitahu Lyra bahwa ia sangat mencintai wanita itu, mencintai dengan tulus, mencintai sejak ia masih berusia 17 tahun, tidak ada sandiwara. Akan tetapi, tak ada satu kata pun yang mampu ia ucapkan, membuat Lyra hanya bisa tersenyum kecewa.

Sesampainya di rumah, Lyra langsung mandi secepat kilat lalu tidur, ia mengabaikan Ares yang sejak tadi selalu menatapnya seakan ingin mengatakan sesuatu. Sorot mata dan raut mata pria itu tampak berbeda, seperti orang yang sedang terganggu oleh sesuatu.

Mungkinkah … ia khawatir padanya?

“Kamu sudah benar, Lyra. Abaikan … abaikan … abaikan.” Lyra mengingatkan diri sendiri agar tak lengah dan menaruh rasa yang tak seharusnya pada sang suami.

Walaupun sepertinya sudah terlambat.

Mau bagaimana lagi, meski di luar rumah pria itu seperti robot yang tak mengenalinya, tetapi di dalam rumah ia adalah sosok yang begitu lemah lembut, memperlakukannya bak tuan puteri.

Lalu malam ini, Ares datang padanya hanya dengan satu panggilan telepon.

Wanita mana yang tak tersentuh dengan semua itu?

Menyadari Lyra tak ingin berbicara dengannya, Ares pergi ke ruang kerja lalu menghubungi Vano.

“Bukannya sudah kuperingatkan jangan terlalu mencolok karena itu pasti akan menakuti Lily?” tegur Ares saat panggilannya terjawab.

“Saya janji hal seperti ini tidak akan terulang, Tuan Ares.” Vano berkata dengan suara rendah dari Seberang telepon. “Lalu bagaimana keadaan Nyonya sekarang? Apa dia menyadari bahwa kami mengikutinya?”

Ares menarik napas panjang sambil memijat pangkal hidungnya. Jika saja Barga tidak keluar dari penjara secepat ini, pasti ia masih memiliki sedikit ketenangan dan tak perlu mengutus orang untuk selalu mengawasi Lyra. Cepat atau lambat, Lyra pasti akan menyadari bahwa ada orang-orang yang mengawasinya hampir 24 jam.

“Saat ini sepertinya dia belum menyadari apa pun tapi kejadian itu membuat Lily cukup ketakutan. Jika lain kali ada kesalahan lagi, katakan pada mereka, kepala mereka bayarannya.”

“Baik, Tuan Ares.”

Setelah mengakhiri panggilan, Ares memijit kepalanya yang berdentum. Akhir-akhir ini ada banyak hal yang harus ia lakukan.

Saat Ares kembali ke kamar, ia melihat sang istri sudah tertidur pulas.

Ia memandangi wajah tenang Lyra yang terlelap. “Apa yang harus kulakukan, Lily?” Ia membelai pipi sang istri dengan penuh kasih sayang.

“Kamu berada di luar direncanaku tapi aku justru nggak bisa melepaskanmu. Katakan padaku, Sayang.” Ares menggenggam tangan mungil Lyra lalu membawa tangan lembut itu ke bibirnya. “Apa yang harus kulakukan untuk mempertahankanmu di sisiku tanpa membuatmu celaka?”

Saat Lyra mengatakan takut karena ada yang mengikuti, Ares sangat panik, ia menyetir seperti orang gila hanya untuk menyusul sang istri padahal ia tahu yang mengikuti Lyra adalah orang suruhannya sendiri.

Hanya satu laporan dari Lyra, Ares sudah lepas kendali. Lantas, bagaimana jika nanti wanita itu benar-benar terancam karenanya?

“Tunggulah sebentar lagi, Lily.” Ares membenarkan selimut Lyra lalu memberikan kecupan hangat di kening istrinya itu. “Akan kuselesaikan dendam dengan keluarga Tama dan keluargaku, setelah itu aku akan membawamu pergi ke tempat yang lebih baik.”

***

“Untuk menjadi orang yang bisa bertahan di puncak tertinggi itu, kamu hanya boleh punya kekuatan dan tidak boleh memiliki kelemahan sedikit pun. Boleh saja memiliki seorang wanita, tapi jangan pernah mencintai mereka. Jika ingin memiliki anak, milikilah seorang anak yang bisa kamu jadikan senjata dan perisai, alih-alih jadi beban dan kelemahan. Ingat, Ares. Perasaan adalah sesuatu yang paling tidak berguna di dunia ini dan juga paling menyiksa.”

Ares memainkan pena di jari-jarinya sedangkan pikirannya melayang pada kejadian beberapa tahun lalu. Sejak kecil, ia diajarkan untuk menjadi kuat, tidak boleh memiliki kelemahan apa pun. Ia dibesarkan sebagai pria yang hanya boleh menggunakan otak dan harus menyingkirkan perasaan.

Namun, Ares tidak tumbuh sebagaimana ia dibesarkan dan semua itu karena Lily-nya.

Jika saja lima belas tahun yang lalu ia tak bertemu gadis kecil itu, apakah sekarang ia akan menjadi orang yang benar-benar tidak memiliki perasaan dan kelemahan?

Karena terus melamun, Ares sampai tak menyadari kehadiran Vano yang sejak tadi memanggilnya.

“Tuan Ares?” Kali ini Vano memanggil dengan lebih keras membuat Ares tersentak kaget. “Lima menit lagi meeting dengan dewan direksi, Tuan.”

Ares melirik jam tangannya lalu berkata, “Batalkan saja,” titah Ares yang membuat Vano mengerutkan dahi.

“Apa Anda sakit, Tuan Ares? Apa perlu saya memanggil dokter Leo?”

Ares menarik napas panjang. Akhir-akhir ini ia memang sering merasa pusing dan sakit kepala tapi Ares merasa semua itu terjadi karena terlalu sibuk dan banyak pikiran.

“Nggak perlu.” Ares beranjak dari kursi sambil membenarkan jasnya. “Aku akan menemui Lian dan Leo sekarang.”

Saat Ares hendak keluar dari ruang kerjanya, Ryan justru menerobos masuk seperti sebelumnya tapi kali ini pria itu terlihat sedikit lebih tenang meski sorot matanya seperti pemburu yang siap menerkam targetnya.

“Ada yang sangat penting?” tanya Ares dengan wajah dingin.

Ryan tersenyum samar lalu duduk di sofa dengan tenang, bahkan ia menyalakan rokok membuat Vano langsung menegur, tetapi Ares memberi isyarat agar dibiarkan saja.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Ares kembali ke kursinya, ia memandangi sang adik yang tampaknya masih tidak ingin mengatakan apa pun.

“Kamu nggak mungkin datang ke sini hanya untuk merokok, kan?” Ares mengambil pena dari saku jasnya lalu memainkan benda kecil itu di antara jarinya, memutarnya dengan santai.

Ryan memperhatikan tindakan itu dan ingatannya kembali pada hari kecelakaan.

Sebelumnya ingatan itu masih samar tapi sekarang jauh lebih jelas, Ryan bisa dengan yakin mengatakan pria yang ada di Lokasi kecelakaan adalah Ares.

“Pada hari aku kecelakaan, kamu di mana?” Ryan bertanya dengan tenang meski amarahnya bergejolak, menuntut untuk dilampiaskan.

“Aku_”

“Kamu ada di Lokasi kecelakaanku, kan?” sela Ryan dengan seringai tipis.

Ares memandangi adiknya itu lekat-lekat dan itu membuatnya menyadari Ryan telah mengetahui sesuatu. Saat ini, Ryan seperti ingin menguji atau menjebaknya.

Berbohong di saat seperti ini tentu akan sangat tidak berguna, pikirnya.

“Berhenti main kucing-kucingan, kita sudah sama-sama dewasa,” kata Ryan sembari menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa. “Aku juga nggak pandai bersandiwara, nggak seperti kamu.”

Ares menaikkan alis, satu sudut bibirnya terangkat. “Terima kasih,” ucapnya dengan nada datar.

Ryan terkekeh kecil. “Selain pandai bersandiwara, kamu juga sangat pandai Menyusun siasat.” Ryan mencondongkan tubuhnya ke depan lalu melanjutkan. “Bukan hanya terhadap keluargaku tapi juga keluarga Lyra. Dengan bakatmu itu, aku sampai merasa nggak ada kata-kata yang pantas untuk memuji.”

Ares menarik napas panjang, raut wajah tenangnya perlahan berubah dingin. “Langsung saja pada intinya,” pintanya.

“Jadi kamu benar-benar nggak mau pura-pura lagi, Kakak?”

“Seperti katamu, kita sama-sama dewasa.” Ares meletakkan penanya di meja, ia menegakkan punggung dan pundaknya. “Nggak perlu main-main.”

Raut wajah Ryan juga berubah dingin dan dengan sorot mata yang tajam, ia mengepalkan tangan. “Aku, Papa dan Lyra hanya bidak caturmu,” desis Ryan yang sama sekali tidak disangkal oleh Ares. “Orang yang sebenarnya menculikku adalah kamu, orang yang membuatku kecelakaan juga kamu. Satu hal lagi, sebenarnya aku nggak dirawat di rumah sakit melainkan dikurung di sana. Semua itu kamu lakukan bukan hanya untuk mendapatkan Lyra, kan?”

Ares tak menjawab tapi sorot matanya sudah mengatakan semua jawaban yang Ryan inginkan, hal itu membuat Ryan semakin emosi.

“Kamu tahu bahwa Papa adalah ayah kandungmu. Kamu juga tahu kekabaran di panti asuhan yang menyebabkan ibumu meninggal adalah kesalahanku. Jadi kamu datang ke keluargaku, menghancurkan pernikahanku, merebut Lyra, hanya untuk balas dendam, kan?”

Ares mengepalkan tangan, dadanya bergejolak saat Ryan mengungkit kebakaran itu, matanya berapi-api, rahangnya mengetat. Akan tetapi, ia tetap berusaha mengendalikan diri dan tak terbawa emosi.

“Kamu cukup pintar menguraikan benang merah dari semuanya.” Ares berkata diiringi seringai licik. “Tapi kamu sudah sedikit terlambat.”

Ryan menggebrak meja, emosinya tak lagi bisa ditahan melihat kepuasan di wajah Ares. “Aku bisa mengerti kalau kamu ingin balas dendam padaku dan Papa, Ares. Tapi apa salah Lyra, huh?” Ia berteriak marah. “Dia nggak tahu apa-apa, dia nggak bersalah.”

“Dia ….” Ares tersenyum miring. “Awalnya memang nggak ada dalam rencanaku.”

Ryan tertawa sumbang, ia menatap pintu lalu berkata dengan keras. “Kamu dengar itu, Lyra?”

Ares langsung menoleh pada pintu yang perlahan terbuka dan ia bisa terbelalak melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.

“Lily?”

1
yulithong
lyra tdk bs berword word....
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
kejutan yg luar biasa dan semoga lyra sanggup menghadapi nya
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ya cinta emang gila, tapi itu cara Ares mencintai lyra walaupun rada extrim🤭
Nata Abas
lanjut kak
💥💚 Sany ❤💕
Padahal Ryan waktu itu masih bocil tapi otaknya dah licik
💥💚 Sany ❤💕
Ternyata kematian Mamanya Resa dan juga Resa karena ulah Ayah kandungnya, dan Ryan emang sengaja ingin melenyapkan kakaknya. Ngeri...
yulithong
ternyata bgtu ya sadis nya tuan tama n ryan panteslah ares bgtu membenci mrka
Milla
Wah oke thor satu persatu benang kusut sudah mulai bisa terpisahkan memang pasangan ayah dan anak yang klop sama2 kadi pembunuh pantas aja ares begitu benci dan sakit hati terhadap orang asing yanv di bilang keluarga 😔🥺 lanjut thorrrrr ayo dong lagi seru inii 🤗
💥💚 Sany ❤💕
Ryan mungkin mencari pembenaran atas kejahatannya sedangakan Ares ingin menegakkan keadilan meskipun caranya salah. Terus, napa si Barga dendam ma Ares?.
💥💚 Sany ❤💕
Jadi Ares nyamar jadi anaknya Tama yang hilang gitu, buat balas dendam?. Terus si Ryan yang katnya gak sengaja bakar panti, boongan?.
Arsyad Algifari.
ga mungkin kan .Ares mau balas dendam kalau cerita Ryan benar
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ohhh jadi versi Ryan yg bilang jika gak sengaja membakar panti asuhan itu bohong, dan ya mungkin Ryan tau jika Tama punya anak kandung dan dia sengaja membakar nya hidup2 agar Ares kakak kandungnya meninggal hmmm pantas Ares balas dendam
Milla
Yaaaa yaaaaaa othor gitu deh emang boleh di cut pas sedang on on nyaaaaa othor mahh lanjut thorrrr nanggung inii 🥺😔🤗
🌺 Tati 🐙
lanjut jangan di gantung,ares blm selesai bercerita😅
💥💚 Sany ❤💕
Part ini berasa kayak nonton live, bikin nahan napas padahal aktornya gak kelihatan, jantung pun ikut dag dig dug, takut Vano dan Lian napa2. Jadi teringat kisah Gabriel Thoor, aku paling suka cerita yg ada actionnya 😁🤭. Maksih ya Athoor Skay, dah bikin karya yg keren dan luar biasa. Sukses selalu buat karya2 mu Thoor 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕: Sama2 Athoor Skay..., semangat terus dan sukses selalu buat karya2 mu 🥰🥰🥰
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Nah kan... Lyra jadi salah paham ma Liana, wajar sih... kan Ares gak pernah jujur.
💥💚 Sany ❤💕: heum...., bener banget Thoor. Padahal jujur aja napa.
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Meskipun sakit tapi otak Ares tetap encer, gercep melindungi istri tercinta 😁
💥💚 Sany ❤💕
Ares dan Lyra sama2 terluka, begitulah dendam. Pasti banyak yang dirugikan. Napa Ares gak cari bukti dan tuntut di pengadilan?, gak perlu menjadi hakim dan membuat hukum sendiri Ar.
💥💚 Sany ❤💕
Penasaran napa si Barga begitu dendam ma Ares?.
💥💚 Sany ❤💕
Barga bagai iblis pemburu darah, ngeri....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!