NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

****

"Tentu saja aku berbeda," Aditya melangkah maju, memojokkan Mayang hingga punggung wanita itu menempel pada rak buku kayu yang dingin. "Aris membelimu karena ego. Gunawan karena obsesi. Baskara karena harta. Tapi aku... aku menginginkanmu karena aku ingin melihat 'Dewi Kelahiran' ini melahirkan darah dagingku. Aku ingin merasakan sensasi yang dipuja-puji pria-pria itu... saat kau berjuang melahirkan secara normal di depanku."

Mayang terperangah. Napasnya memburu. "Kau... kau gila."

"Mungkin," bisik Aditya, tangannya kini merayap ke pinggang Mayang, menarik tubuh wanita itu agar merapat padanya. "Tapi pikirkanlah. Dengan satu tanda tanganku pada dokumen audit ini, Baskara akan lenyap selamanya. Dia akan masuk penjara lagi dengan kasus baru yang tidak akan pernah bisa ia selesaikan. Ibumu akan aman. Anak-anakmu akan tetap menjadi pewaris tahta Rahayu Group. Harganya sederhana, Mayang. Berikan aku satu anak. Satu anak laki-laki yang akan kujadikan pimpinan masa depan di negeri ini."

Mayang mencoba mendorong dada Aditya, namun pria itu seperti tembok baja. Ia sudah terlalu mapan, terlalu kuat. "Aku baru saja pulih dari persalinan Rani, Adit! Kau gila jika berpikir aku akan menyerahkan tubuhku lagi untuk kepentingan pria!"

Aditya tidak marah. Ia justru menatap wajah Mayang dengan penuh pemujaan yang mengerikan. "Kau tidak menyerahkannya untuk kepentingan pria, Mayang. Kau menyerahkannya untuk kemerdekaanmu sendiri. Bayangkan... rumah tanpa Baskara. Tidak ada lagi parasit yang minta makan di sofamu. Hanya kau, anak-anakmu, dan aku yang sesekali datang untuk memujamu."

"Aku tidak bisa..." rintih Mayang.

"Kau bisa," Aditya mencium leher Mayang, sebuah ciuman yang terasa seperti jerat sutra—lembut namun mematikan. "Kau sudah menjadi mahakarya bagi monster-monster itu. Mengapa kau tidak menjadi mahakarya bagi pria yang benar-benar memujamu sejak kau masih mengenakan seragam sekolah?"

Mayang memejamkan mata. Di dalam benaknya, ia melihat wajah Aira dan Rani. Ia melihat wajah ibunya di kampung yang selalu bangga padanya. Jika Baskara berulah lagi dan sindikat kriminal itu datang ke rumahnya, semuanya akan hancur.

"Jika aku menyetujuinya... apa jaminannya Baskara pergi?" tanya Mayang, suaranya hampir hilang.

Aditya menjauhkan wajahnya sedikit, menatap mata Mayang dengan kemenangan yang tertahan. "Besok pagi, tim penyidik akan menjemputnya di penthouse. Dia akan didakwa atas kasus penipuan surat berharga dan keterlibatan sindikat narkoba penjara. Dia tidak akan pernah kembali, Mayang. Selamanya."

Aditya kemudian berbisik di telinga Mayang, "Dan setelah dia pergi... aku akan menemuimu di vila pribadiku di Puncak. Kita akan memulai 'proyek' kita di sana. Aku ingin melihatmu hamil, Mayang. Aku ingin melihat perutmu membesar dengan benihku. Aku ingin melihatmu merintih saat melahirkan anakku nanti, tanpa obat bius, tanpa dokter yang campur tangan... hanya kau dan aku."

Mayang merinding. Rasa sakit di rahimnya seolah berdenyut kembali, sebuah trauma yang kini dipicu oleh pria yang ia kira akan menjadi penyelamatnya.

Tengah malam, Mayang kembali ke penthouse. Langkah kakinya terasa berat. Di ruang tengah, Baskara masih terjaga, ia tampak sedang mencoba mengais sisa-sisa makanan di dapur.

"Mayang! Kau dari mana saja? Aku lapar sekali! Asistenmu belum membawakan bahan makanan!" protes Baskara dengan wajah memelas yang kini justru terlihat sangat menjijikkan bagi Mayang.

Mayang menatap Baskara dengan tatapan yang sangat kosong. Pria di depannya ini adalah sampah yang harus segera dibersihkan. Dan ironisnya, pembersihnya adalah monster lain yang jauh lebih elegan.

"Makanlah sepuasmu malam ini, Baskara," ujar Mayang dingin sembari berjalan menuju kamarnya. "Karena besok, kau tidak akan butuh makan di sini lagi."

"Apa maksudmu? Kau mau membuangku? Aku suamimu sah!" teriak Baskara.

Mayang berhenti di depan pintu kamarnya, tidak berbalik. "Suami? Kau hanyalah parasit yang lupa cara bersyukur. Tidurlah, Baskara. Nikmati sofa empuk itu untuk terakhir kali."

Mayang masuk ke kamarnya, mengunci pintu, dan jatuh terduduk di balik pintu. Air mata menetes di pipinya yang dipoles makeup mahal. Ia telah berhasil mengusir satu setan, namun ia baru saja menandatangani kontrak dengan iblis yang mengenakan setelan jas sutra.

Ia meraba perutnya yang masih datar dan ramping. Pikiran tentang harus hamil lagi, harus melahirkan lagi di bawah tatapan obsesif pria seperti Aditya, membuatnya mual. Namun, ambisinya sebagai Rahayu, sang penguasa, membisikkan sesuatu yang lain:

“Hanya satu kali lagi, Rahayu. Berikan dia apa yang dia mau, ambil kekuasaannya, dan setelah itu... kau akan benar-benar menjadi penguasa tunggal yang tidak tersentuh oleh siapapun.”

Di kegelapan malam, rencana baru mulai tersusun. Mayang tidak akan membiarkan Aditya memilikinya sepenuhnya. Ia akan melayani fetish pria itu, ia akan melahirkan anaknya, namun ia akan memastikan bahwa anak itu adalah paku terakhir untuk peti mati kekuasaan para pria di hidupnya.

Besok, Jakarta akan melihat Baskara diseret dalam kehinaan. Dan setelah itu, permainan baru antara Rahayu dan sang Auditor Negara akan dimulai sebuah permainan di mana rahim Mayang kembali menjadi taruhan, namun kali ini, sang dewi kelahiran telah belajar cara untuk mematikan lawannya di akhir babak.

****

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!