NovelToon NovelToon
Memetik Cinta Dari Sisa Air Mata

Memetik Cinta Dari Sisa Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Kebahagiaan yang pernah utuh runtuh seketika oleh duri pengkhianatan. Rosella terpaksa menelan pil pahit saat suami dan sahabatnya mengkhianati kepercayaan. Derita sepenuhnya belum usai, takdir kembali mencabik hati dengan kepergian adiknya yang mengenaskan demi sebuah rahasia.

Di saat air mata belum kering, Hengki justru melepas ikatan cinta tanpa sisa rasa, meninggalkannya sendirian di tengah reruntuhan duka.

Namun, Tuhan selalu menyisakan pelangi di balik awan gelap. Di tengah reruntuhan harapan, hadir seberkas cahaya. Hariz, sosok yang tak disangka, menjadi penopang di kala rapuh. Di antara sisa air mata dan luka yang belum kering, tumbuh benih cinta yang baru. Rosella belajar bahwa hati yang patah tak berarti mati. Ia berani melangkah, memetik harapan baru dan menanam bahagia di tanah yang pernah basah oleh tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Agung Sang Sutradara

[POV: VERONICA]

"Dunia ini hanyalah papan catur, dan manusia hanyalah bidak-bidak yang bisa diatur sesuka hati. Bagi mereka yang lemah, takdir adalah sesuatu yang diterima dengan pasrah. Namun bagiku... takdir adalah sesuatu yang diciptakan, dipahat, dan dipaksa berjalan sesuai keinginanku. Tidak ada kebetulan, tidak ada takdir. Hanya ada perencanaan yang matang, dan eksekusi yang kejam demi mempertahankan singgasana."

...****************...

Sudah bertahun-tahun rasa iri dan benci itu menggerogoti hatiku. Melihat Abraham mencurahkan kasih sayangnya pada wanita lain, pada Rizna... rasanya darahku mendidih. Aku adalah istri pertama, aku yang mendampinginya dari nol, tapi kenapa dia harus mencari wanita baru?

Dan yang paling menyakitkan... Rizna melahirkan Hariz yang cerdas, kuat, dan berkarisma. Sementara anakku, Hengki... dia selalu tertinggal. Aku tahu, jika dibiarkan, suatu saat nanti warisan, kekuasaan, dan cinta Abraham akan jatuh sepenuhnya ke tangan anak wanita itu. Aku tidak bisa membiarkannya. Aku harus bertindak.

Tahun-tahun pertama setelah Rizna menikah dengan Abraham, aku sudah mulai mencari cara. Aku butuh alat untuk ku pergunakan di masa depan. Aku butuh sesuatu yang bisa aku kendalikan sepenuhnya.

Saat itulah mataku tertuju pada seorang bayi mungil di panti asuhan. Seorang bayi perempuan yang wajahnya memiliki kemiripan samar dengan Rizna. Sempurna!

"Dia yang akan kuambil," pikirku dalam hati dengan senyum puas.

Aku tidak mengadopsinya untuk kubawa pulang ke rumah utama. Itu terlalu berisiko. Aku menyerahkannya kepada pasangan bawahanku yang paling setia, selama ini mereka tidak mempunyai anak. Aku membiayai segalanya, aku mengatur segalanya dari balik layar.

Aku menamainya Rosella Freesia.

"Kau akan menjadi cerminannya, Rosella..." bisikku setiap kali melihat foto pertumbuhannya. "Kau akan menjadi salinan yang indah dari wanita yang paling aku benci. Dan kelak, kau akan menjadi alat terhebatku."

Aku membesarkannya dengan baik, membuat sifat dan perilakunya seindah Rizna. Aku menjadikannya sebagai wanita yang percaya bahwa dia dicintai, padahal sebenarnya dia hanyalah proyek seni yang sedang aku pahat.

Waktu berlalu, dan kabar buruk bagiku datang lagi. Rizna hamil. Dia akan melahirkan anak laki-laki lagi.

Rasa takut mulai menjalar. Jika anak ini lahir, posisi anakku akan semakin terdesak. Rizna akan semakin kuat.

Maka, keputusan bulat sudah kuambil. Wanita itu harus hilang. Tapi harus dilakukan dengan cara yang elegan, tanpa jejak.

Saat dia baru saja selesai melahirkan seorang anak laki-laki, kondisinya masih lemah, saat tubuhnya masih dalam masa pemulihan... saat itulah aku bergerak.

Aku datang menjenguk dengan wajah penuh kasih sayang, membawa sup dan obat-obatan yang aku siapkan sendiri.

"Minumlah, Rizna... biar cepat pulih," ucapku lembut, sementara di dalam hati aku tertawa puas.

Di dalam cairan itu, tercampur racun perlahan yang akan merusak organ tubuhnya secara diam-diam, membuat jantungnya lemah, dan dapat menghentikan detak hidupnya.

Dia meminumnya. Dia mempercayaiku. Bodoh sekali.

Setelah berhasil memberi Rizna racun dengan rapi, tugasku belum selesai. Masih ada satu halangan kecil yang bergerak-gerak di dalam daster, bayi itu.

Bayi laki-laki itu baru saja menangis. Tangisnya keras, menandakan dia akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat. Justru karena itulah... dia semakin berbahaya.

Jika dibiarkan, dia akan tumbuh menjadi pewaris yang sah dan kuat. Aku tidak bisa membiarkannya. Tapi membunuh bayi yang baru lahir akan terlalu mencurigakan, apalagi setelah ibunya meninggal mendadak.

Maka, aku menyusun rencana brilian lainnya.

Pada suatu malam yang gelap, saat rumah besar ini lengang dan semua orang terlelap, aku bertindak.

Dengan tenang, aku mengambil bayi Arkan dari ranjangnya. Dia masih begitu mungil, begitu polos, tak tahu apa-apa bahwa dia sedang diculik oleh wanita yang seharusnya menjadi ibu sambungnya.

Aku menyerahkannya kepada pasangan bawahan yang paling setia, orang yang sama yang sudah aku percayakan untuk mengasuh Rosella sejak bayi.

"Bawa dia." perintahku dingin. "Sembunyikan dia baik-baik. Jangan biarkan siapa pun tahu keberadaannya."

Keesokan harinya, aku membuat keributan besar. Aku berpura-pura panik, aku menangis histeris.

"Bayi laki-laki itu hilang! Rizna meninggal! Sekarang anaknya dicuri orang jahat!" teriakku seolah aku adalah seorang ibu yang paling terpukul.

Aku mengatur segalanya. Aku menyebarkan berita palsu, aku mengatur bukti palsu bahwa bayi itu diculik lalu dibunuh dan mayatnya dibuang ke sungai atau tempat yang tidak bisa ditemukan.

Aku membuat seluruh dunia, termasuk Abraham, percaya bahwa Arkan meninggal dunia mengiringi kepergian ibunya. Keluarga itu musnah sepenuhnya.

Abraham hancur lebur. Dia berduka yang sangat dalam. Dan di saat dia lemah dan hancur... akulah yang ada di sisinya, memeluknya, menghiburnya. Semakin dia sedih, semakin besar rasa percayanya padaku. Sempurna.

Aku memandang Rosella yang kini sudah tumbuh sedikit lebih besar, wajahnya semakin mirip Rizna. Dan di sisinya, ada Arkan Faiz, bayi yang baru kehilangan ibunya.

Namun, masalah baru muncul. Pasangan yang mengasuh mereka itu tahu terlalu banyak. Mereka tahu asal-usul Rosella, mereka tahu Arkan adalah anak Abraham, dan mereka tahu aku membunuh Rizna.

Orang yang tahu terlalu banyak... adalah musuh terbesar.

Aku tidak bisa membiarkan mereka hidup. Kesetiaan bisa berubah, mulut bisa terbuka.

Maka, pada suatu malam yang dingin, aku memberi perintah terakhir. Mereka "dihilangkan" dengan cara yang dianggap sebagai kecelakaan atau sakit mendadak. Tidak ada yang mencurigakan. Mereka mati membawa semua rahasia ke dalam kubur.

Sekarang, tidak ada saksi lagi yang hidup selain diriku.

Tapi anak-anak kecil itu masih butuh pengasuh. Aku tidak bisa membawa mereka langsung ke rumah utama saat itu.

Aku mencari orang lain. Orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang masa lalu mereka. Orang-orang yang hanya tahu cara mematuhi perintah tanpa bertanya banyak. Aku mengangkat mereka sebagai pengasuh baru, membayar dengan mahal, dan mengawasi ketat.

Mereka membesarkan Rosella dan Arkan hingga dewasa di bawah aturanku. Menjaga mereka, mendidik mereka, hingga tiba waktunya aku merasa siap untuk "mengambil" mereka kembali, membawa mereka pulang ke rumah besar ini, dan memasukkan mereka ke dalam permainan akhirku.

Ide jenius.

Mereka berdua tumbuh di bawah atap yang sama, di bawah pengawasanku yang ketat. Rosella menjadi boneka yang sempurna, dan Arkan menjadi pangeran yang tak sadar kalau dia hidup di dalam sangkar emas milikku.

Semua berjalan sesuai skenario. Hingga akhirnya tiba saatnya aku menikahkan Rosella dengan anakku, Hengki. Mengikat mereka sepenuhnya. Mengubah ikatan kakak-adik menjadi ipar, agar kendaliku atas mereka berdua menjadi mutlak dan tak terputus.

Aku telah merancang segalanya sejak mereka baru lahir. Aku yang menulis naskah hidup mereka. Aku yang menjadi sutradara di panggung sandiwara ini.

 

1
Daisy
keren.
Rocean: terima kasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!