Jeslin seorang wanita cantik dan baik hati,harus mengorbankan Cita - cita nya untuk menjadi seorang pelukis setelah menyelesaikan kuliah S1 nya.
Iya harus turun kedunia bisnis demi keinginan sang Ayah,karena ia adalah putri satu - satu nya.
Suatu hari,Perusahaan Ayah nya menjalin Kontrak Bisnis dengan sebuah perusahaan seorang pria yang sangat ia kenal.
Pria yang bernama Max,yang selalu membuat nya kesal dengan panggilan gadis jutex akhir nya berhasil membuat nya merasakan jatuh Cinta,tapi siapa sangka,setelah ia sudah menaruh hati nya pada Max,pria itu tiba - tiba berubah karena sebuah alasan.
Akan kah Max dan Jeslin dipersatukan di sebuah pernikahan.Yuk Disimak Kisah perjalanan Jeslin dan Max.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 - Ke Pantai
keesokan harinya
di hari Minggu jeslin tidak tahu harus kemana, Ia memutuskan untuk pergi ke pantai dan membawa peralatan lukis nya.
sesampai di pantai, Jeslin melihat sekelilingnya ia mencari sosok Gilang yang kemarin ia temui di sini.
" Nyariin aku ya?." Suara Gilang terdengar berada di belakang nya,Saat Jeslin sedang mencari sosok itu.
"Bikin kaget saja, jangan kepedean,aku hanya sedang melihat - melihat."ketus Jeslin.
"Oh gitu,kamu mau melukis?." tanya Gilang.
"Yupz."jawab jeslin.
Jeslin lalu melukis bersama Gilang sembari melihat sejuk nya pantai.
saat sedang melukis jeslin mendapat sebuah pesan dari Marcel.
"Jeslin bisakah kita bertemu nanti di luar?."isi pesan Marcel.
Jeslin melihat ponselnya dan membaca isi pesan dari Marcel itu.
"untuk papa ya marcel mengajakku bertemu apa ada hal yang penting."Gumam Jeslin melamun.
"Kenapa melamun pesan dari pacar ya?."Tanya Gilang saat melihat Jeslin melamun.
"Bukan,dari teman."Jawab Jeslin.
"Oh... Aku beli minum dulu ya?" kata Gilang.
"Iya." Jawab Jeslin tersenyum.
Saat Gilang pergi,Jeslin melanjutkan melukis nya,Tiba - tiba Max datang menghampiri nya.
"Max."
"Kau sedang apa Jeslin?." Tanya Max.
"A-aku sedang melukis." jawab Jeslin dengan gugup, seolah ia takut kalau Max tahu kalau ia sedang bersama Gilang,karena berfikir Max akan cemburu.
"Boleh aku duduk disini?" Tanya Max.
"Tentu saja boleh,sejak kapan kau harus bertanya dulu untuk duduk di samping ku?." Jawab Jeslin.
"Jeslin,pria itu siapa?." Tanya Max.
"Yang mana?."
"yang bersamamu tadi?."
"kau mengikutiku?."tanya Jeslin dengan tatapan penuh selidik.
"aku hanya kebetulan datang dan melihat kau dengan seorang pria, apa dia kekasihmu??.Jawab Max.
"Kalau iya kenapa, kau cemburu?." tanya aja Jeslin tersenyum.
"Tidak."Jawab Max.
"benarkah?."
"Tapi sayang dia hanya teman baruku."cowok Jeslin dan tertawa.
saat mendengar jawaban terakhir Jeslin merasa ada kelegaan di dalam hatinya karena berpikir Jeslin benar-benar sudah mempunyai pacar.
Gilang yang sudah membawa 2 botol minum,melihat Jeslin sedang bersama seorang pria dan tertawa, Gilang pun tersenyum tak lagi menghampiri Jeslin dan melanjutkan memotret di tempat lain.
Jeslin merasa Gilang tak kunjung kembali,karena hari mulai sore Jeslin pun memutuskan untuk pulang bersama Max.
"Kemana perginya temanmu Kenapa tidak terlihat lagi?." tanya Max saat di parkiran.
"Aku juga tidak tahu mungkin dia terkejut dan takut saat melihatmu." jawab Jeslin dan tertawa.
"Apa aku semenyeram kan itu?.Jawab Max tersenyum.
"Iya tentu saja " Jawab Jeslin.
Max sangat senang melihat senyum dan tawa Jeslin hari ini,sebelum Masuk Mobil masing - masing Max ingin lebih lama melihat senyum itu.
.
.
.
.
Menjelang Malam.
Jeslin sudah bersiap untuk keluar dengan Marcel.
Saat Jeslin menuruni tangga,ia menghampiri Ayah dan Ibu nya yang sedang duduk menonton di ruang keluarga.
"Papa,Mama Jeslin mau izin keluar sama Marcel." Kata Jeslin.
"Kamu ini sebenarnya suka sama Marcel Apa Sama Max?, Sebentar - sebentar jalan sama Max,nanti sama Marcel,Papa tidak ingin kamu seperti ini Jeslin,kalau kamu sudah siap menikah,pilih salah satu nya dan menikah." Kata Pak Joko yang tak ingin Putri nya bermain - main dengan laki - laki,karena takut terjadi sesuatu yang tak di ingin kan.
"Papa jangan gitu dong,Jeslin juga pasti sedang memilih mana yang terbaik untuk diri nya." Kata Bu Vika.
Jeslin pun membuang nafas dengan kuat dan hanya diam saja dengan wajah cemberut ia melangkah keluar menuju pintu.
"Jeslin Papa belum selesai bicara."Kata Pak Joko.
"Apa lagi Pa?." Tanya Jeslin membalikan badan.
"Kalau kamu masih tidak jelas mau dengan Marcel atau Max,bulan depan Papa akan mulai membicarakan perjodohan kamu dengan Marcel." Kata Pak Joko lagi.
"Jeslin tidak suka dengan Marcel." Jawab Jeslin cemberut.
"Jadi kamu suka nya sama Max?." Tanya Bu Vika tersenyum.
Jeslin pun membalikan badan nya dan melangkah keluar.
"Jeslin pergi dulu,Marcel sudah datang." Pamit Jeslin saat mendengar mobil Marcel sudah di depan.
"Dasar anak ini." Pak Joko mengeleng- gelengkan kepala sembari melihat putri nya melangkah keluar.
"Tapi Papa setuju kan,kalau dia sama Max,?" tanya Bu Vika.
"Tentu saja,Max kan anak yang baik dan pekerja keras, Papa sangat suka sosok pria seperti itu." Jawab Pak Joko.
.
.
.
.
.
Bersambung