Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akibat Ilmu Ajian Arjuna telon
Selama tujuh hari tujuh malam Pranyoto melakukan tirakat di Umbul Plempeng tanpa menggunakan pakaian. Siang hari ia bersemedi di darat, namun pada malam hari ia harus berendam di dalam kolam pemandian hingga pagi menjelang.
Udara terasa dingin di malam hari, karena Umbul plempeng terletak di daerah pegunungan. Rasa dingin begitu menusuk ke tulang, ditambah godaan dari para jelmaan yang terus berdatangan.
Namun semua itu harus di lalui Pranyoto demi mendapatkan ajian Arjuna telon.
Hari pertama hingga hari ketiga, Pranyoto di ganggu dengan kemunculan makhluk gaib seperti kuntilanak, Gondoruwo, buto ijo dan sejenisnya. Mereka datang dengan berbagai wujud yang mengerikan, namun Pranyoto tak bergeming. Baginya mereka bukan apa-apa, mereka tak bisa merubah tekadnya untuk mendapatkan ajian arjuno telon.
Namun berbeda di hari ke empat hingga hari ke enam. Pria itu di datangi wanita-wanita cantik yang bergantian datang menggodanya.
Mereka adalah dari kalangan para peri dan bidadari. Silih berganti datang menggodanya. Mereka biasanya berwujud wanita cantik yang tidak menggunakan pakaian. Untuk memikatnya mereka biasanya berwujud menyerupai wanita yang di cintai Pranyoto.
Hari ke 4 dan ke lima masih aman. Hingga di malam ke enam Pranyoto nyaris tergoda oleh sosok peri yang wajahnya sangat mirip dengan wanita yang di cintainya.
Ia hampir saja naik ke darat untuk menyapa wanita itu. Untungnya saat ia hendak naik, kata-kata eyang kakung terngiang di telinganya.
"Jangan sampai kau tergoda oleh mereka, tunggu sampai Dewi itu datang?"
Pranyoto segera mundur, dan kembali memejamkan matanya. Kali ini ia lebih semangat dalam membaca mentera, guna menghalau makhluk tersebut. Hingga pagi hari di hari ke tujuh Pranyoto lebih bersemangat lagi dalam membaca mentera untuk menebus kesalahannya tadi malam.
Hingga malam ke tujuh tiba.. Seperti yang diberitahukan oleh ayahnya. Malam itu seorang Dewi datang menemuinya. Wanita Jawa berparas ayu menawan dengan pakaian adat khas Jawa datang menghampirinya.
Karena takut wanita yang datang tersebut adalah jin penggoda. Pranyoto pun memberanikan diri bertanya kepadanya.
"Nuwun sewu, nderek tanglet, njenengan sinten nggih??" ( Maaf numpang tanya, anda ini siapa??" tanya Pranyoto
Wanita itu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan tersebut.
Karena tak mau gagal di hari terakhir, Pranyoto pun mengulangi kembali pertanyaan nya.
Kali ini wanita itu menjawab nya dengan suara lembut.
"Punwasta, kulo Dewi Sembada," ( perkenalkan saya Dewi Sembada)
Tidak lama setelah wanita itu memperkenalkan dirinya, tiba-tiba muncul lagi sosok seorang pria tampan yang memperkenalkan dirinya sebagai Raden Arjuna.
Dewi Sembada dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai penunggu Umbul Plempeng sampai sekarang. Dewi Sembada juga merupakan istri dari Raden Arjuna.
Kemunculan Raden Arjuna membuat Pranyoto merasa lega, setidaknya ia tahu jika mereka bukanlah jin penggoda.
Setelah itu mereka pun berbincang. Setelah berbincang, Dewi Sembada memberikan sebuah buang berbentuk kerucut. Bunga ini sangat aneh karena hanya memiliki tiga kelopak saja. Kanan kiri dan belakang. Sesuai bentuknya bunga ini bernama bunga telon. Sebuah bunga ghaib yang dimiliki oleh Dewi Sembada dan akan diberikan kepada mereka yang memiliki keilmuan untuk mengambilnya.
Setelah itu Dewi Sembada memerintahkan kepada Pranyoto untuk memakan bunga tersebut.
"Malam ini aku ijazahkan bunga telon kepadamu. Kedepannya kamu akan memiliki banyak istri. Keilmuan Arjuno telon ini tidak akan pupus sebelum kamu memiliki tujuh belas istri," ucap Dewi Sembada
Setelah menguasai Ajian bunga telon, Pranyoto di wajibkan memiliki tujuh belas istri. Dan dia harus menikah di tahun genap. Itulah kenapa Pranyoto selalu menikah dua tahun sekali.
Ilmu tersebut akan pupus atau putus setelah ia memiliki tujuh belas istri. Dengan kata lain ilmu itu akan terus menempel padanya sebelum ia memiliki tujuh belas istri.
Raden Arjuna juga memberitahu Pranyoto hal-hal apa yang harus dilakukanya setelah mengusahakan ajian tersebut.
Mulai dari mempersiapkan sesaji bunga telon di hari tertentu dan dia harus memakannya. Ia juga harus memiliki kamar peteng yaitu sebuah kamar pribadi yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali oleh dia sendiri untuk melakukan ritual khusus.
Pranyoto menyetujui semua persyaratan yang harus ia lakukan.
Pagi harinya, sang ayah datang. Pria itu kemudian menanyakan tentang tirakatnya.
Pranyoto menjawabnya dengan sumringah.
"Aku selamat pak, Raden Arjuna dan Dewi Sembada sudah memberikan bunga telon itu padaku," ucapnya penuh kebanggaan
"Syukurlah, semoga setelah ini semuanya akan dipermudah,"
Pranyoto tidak lupa memberitahu sang ayah jika setelah memiliki ajian pemikat Arjuno telon itu ia harus memiliki 17 istri.
"Tidak masalah le, karena setelah ini kamu akan bisa memikat wanita manapun yang kamu mau," ucap sang ayah membesarkan hatinya.
Setelah menguasai ilmu tersebut Pranyoto tidak langsung menikah. Ia memilih menjadi pedagang untuk mencari jodohnya. Ia tidak mau terburu-buru.
Hingga pada tahun 1979, saat ia melakukan perjalanan ke Pekalongan untuk berdagang ia bertemu dengan seorang wanita yang membuatnya jatuh hati. Namun meskipun sudah memiliki ajian Arjuna telon rasa trauma masih menghantuinya, hingga ia sempat tak percaya diri untuk mendekati wanita itu.
Ia pun memberanikan diri menggunakan Ajian tersebut setelah melakukan perbincangan batin dengan sang ayah.
Seorang wanita cantik keturunan arab dan keraton Cirebon berhasil di pikatnya. Dia adalah Maryati istri pertama sekaligus ibu dari Joko.
Ternyata memiliki ilmu ajian Arjuna telon membuat hidup Pranyoto tak baik-baik saja. Karena saat sang istri mengandung anaknya, wanita itu selalu melahirkan dengan cara yang tak biasa.
Anak pertama Maryati lahir prematur 7 bulan, satu tahun berikutnya Maryati melahirkan anak ke dua yang juga di lahirkan prematur namun dengan kondisi kaki kiri keluar lebih dulu.
Begitu pun saat ia mengandung Joko. Sast mengandung Joko, Pranyoto merasa aneh karena istrinya tak kunjung melahirkan meskipun usia kandungannya sudah lebih dari sembilan bulan. Hingga usia kandungan Maryati 13 bulan wanita itu tak kunjung melahirkan. Tentu saja hal itu membuat keduanya menjadi panik. Pranyoto kemudian melakukan semedi di kamar peteng untuk mencari solusi.
Ia bertanya kepada para leluhurnya tentang kondisi sang istri dan bagaimana caranya agar istrinya bisa segera melahirkan. Pranyoto kemudian mendapatkan bisikan gaib yang memerintahkan kepada sang istri agar memakan rumput teki yang daunnya hanya berjumlah tiga biji di setiap hari sabtu. Sejak hari itu Pranyoto selalu mencari rumput teki berdaun tiga untuk sang istri
Hingga bulan ke 13 di hari ke 20 Maryati mengalami kontraksi hebat. Ia memberitahu kepada sang suami jika dirinya akan segera melahirkan. Namun bukannya membawa Maryati ke dukun beranak ataupun puskesmas, Pranyoto malah pergi mencari rumput berdaun tiga.
Ia selalu mengingat pesan leluhurnya untuk memberi istrinya makan rumput tersebut agar ia bisa melahirkan bayinya dengan selamat.
Tak butuh waktu lama Pranyoto pun kembali dengan membawa sebatang rumput berdaun tiga. Setelah selesai memakannya Pranyoto mengajak Maryati menaiki sebuah becak. Ia akan membawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Namun baru saja wanita itu melangkahkan kakinya naik ke atas becak tiba-tiba bayinya keluar .
Joko lahir dengan selamat tanpa bantuan dukun bayi ataupun bidan. Namun ada yang aneh dengan bayi itu. Mata kanan Joko terus mengeluarkan darah.
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
kek gtu ya ko
nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃