NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Twis G

Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.

Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"

Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 25

Saat mereka masuk di dalam rumah, suasana hangat langsung terasa meskipun bangunan itu sederhana dan mulai rapuh di beberapa bagian.

Lin Mei Hua segera menyalakan lampu minyak agar lebih terang, lalu memandang suami dan putrinya dengan penuh rasa penasaran

"Sekarang ceritakan kabar baik apa? kalian membuatku khawatir seharian."

Yin Guo Shan tertawa kecil, masih sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.

"Kabar baiknya adalah kita sekarang bekerja sama dengan Paviliun Anggrek di kota Qinghe."

Lin Mei Hua tertegun, "Apa? K-kalian berkerja sama dengan restoran besar itu?" Lin Mei Hua tertegun.

Yin Yin yang duduk di kursi kayu mengangguk pelan, sambil menuangkan air hangat ke dalam gelas.

"Iya, Bu, bahkan kita sekarang mulai memasok menu baru ke sana."

Lin Mei Hua menutup mulutnya, jelas dia tidak menyangka.

"Ini benar-benar kabar baik!"

Tak lama kemudian, tiga anak kecil berlari keluar dari kamar.

"Kakak! Ayah!" seru Yin Chen dengan semangat, diikuti Xiao Lan dan Lin Meli yang masih setengah mengantuk.

Yin Yin tersenyum lembut melihat mereka.

"Kalian belum tidur?"

"Kami menunggu kakak pulang," jawab Xiao Lan polos.

"Iya, kakak bawa oleh-oleh kan?" sambung Lin Meli berbinar.

Hati Yin Yin menghangat melihat mereka senang, Dia kemudian berjalan ke arah keranjang belanja lalu membuka kain penutup di dalam ada beberapa permen dan kue manis yang Dia bungkus waktu di restoran.

"Ini ada permen sama kue, bagi-bagi ya! Jangan rebutan." kata Yin Yin tersenyum

"Wah! banyak sekali! nanti Meli yang bagiin."

ucap Lin Meli sambil memberi beberapa permen untuk Yin Chen dan Xiao Lan. Mereka langsung membuka bungkusan permen dan melahapnya, aroma manis permen membuat mereka tak berhenti makan.

"Kalian harus cepat besar, ya, kakak punya rencana untuk kalian."

Yin Chen mengedip penasaran.

"Rencana apa kak?"

Yin Yin menatap mereka dengan serius namun lembut.

"Kamu dan Xiao Lan akan masuk akademi di kota Qinghe."

"Apa?!" keduanya berseru bersamaan.

"Iya, itu sudah kami rencanakan" balas Yin Guo Shan menatap mereka.

Lin Mei Hua pun ikut terkejut.

"Akademik? Tapi biayanya sangat mahal, Mas."

Yin Yin tersenyum percaya diri.

"Ibu tenang saja, aku dan ayah sudah menanyakan, disana ada jalur beasiswa, kalau mereka lulus ujian, tidak perlu membayar uang sekolah."

Yin Chen langsung mengepalkan tangan kecilnya.

"Aku akan belajar giat, Ayah! Ibu! Kakak!, aku pasti bisa."

Xiao Lan juga mengangguk-angguk cepat.

"Aku juga!"

Yin Guo Shan menatap Lin Meli yang terdiam.

"Kalau Meli cita-cita mau jadi apa?"

Meli mengangkat wajahnya sambil berpikir.

"Ayah, Meli ngk sekolah ya! Meli mau seperti kakak menghasilkan uang."

"Baik baik, nanti kakak mu akan mengajarimu membaca, agar kamu bisa berbisnis seperti kakakmu" lanjut Yin Guo Shan tersenyum.

"Oke ayah, aku akan punya banyak uang seperti kakak Yin Yin." kata Lin Meli sambil mengangkat tangan tinggi.

Melihat semangat mereka, Yin Guo Shan tertawa bahagia.

"Bagus! Anak-anak ayah memang hebat."

DING!

[Target baru, membantu Yin Chen dan Xiao Lan lulus ujian akademik]

[Hadiah, 20 poin kontribusi+ buku pembelajaran dasar]

Yin Yin sedikit terkejut, tapi segera tersenyum.

"Sepertinya aku tidak akan repot-repot, melihat sistem juga ikut membantu."

Malam itu, mereka makan dengan suasana yang jauh lebih hangat dari biasanya, meskipun hanya makanan sederhana, hati setiap anggota keluarga terasa penuh harapan.

Keesokan paginya, kabut tipis menyelimuti desa Shanyin, udara dingin menusuk tanda musim dingin benar-benar sudah dekat.

Yin Yin bangun lebih awal dari keluarganya, Dia membuka toko sistem untuk melihat bahan-bahan bangunan rumah.

"Sistem, Aku ingin melihat bahan-bahan bangunan rumah di toko sistem."

DING!

[Baik Yin Yin]

[Toko sistem terbuka]

[Item yang direkomendasikan, bahan bangunan, paket renovasi rumah sederhana dan minimalis dengan sedikit desain modern]

Yin Yin duduk bersila di atas ranjang, matanya berbinar melihat desain rumah minimalis di toko sistem.

"Baiklah, saatnya belanja besar."

Di depannya, tampilan toko sistem muncul dengan berbagai macam bahan-bahan bangunan, ada kayu berkualitas tinggi, batu bata merah, genteng tahan dingin, bahkan peralatan kerja semuanya tersedia dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di kota.

Yin Yin berpikir cepat, "Aku harus beli secukupnya dulu, jangan sampai terlalu mencolok akan mencurigakan."

Yin Yin kemudian memilih beberapa bahan yang di perlukan saat pembangunan rumah.

*Kayu berkualitas tinggi

*Batu bata merah

*Genteng

*Beberapa alat tukang

Silahkan klik disini ✓

DING!

[Pembelian berhasil]

[Semua barang disimpan di ruang penyimpanan sistem]

Yin Yin tersenyum puas melihat hasil belanjanya.

"Selesai, tinggal mencari alasan kalau ada yang bertanya."

Yin Yin segera keluar rumah dan melihat ayahnya Yin Guo Shan sedang menyiapkan alat untuk ke hutan.

"Ayah, hari ini kita jadi ke kota kan?"

Yin Guo Shan sedikit bingung.

"Nak, kemarin kamu bilang mau pesan bahan bangunan kan? Ayah kira masih menunggu beberapa hari lagi."

Yin Yin mengangguk cepat, "Iya Ayah, maunya begitu, tapi kalau dipikir-pikir lebih baik kita pesan hari ini saja."

Lin Mei Hua yang mendengar dari dalam rumah ikut menimpali.

"Itu benar, lebih baik dipercepat pembagunan rumah, rumah ini sudah tidak tahan angin malam."

Yin Guo Shan akhirnya setuju.

"Baik, kita berangkat setelah sarapan."

Yin Yin tersenyum tipis, dalam hatinya, semuanya sudah berjalan sesuai rencana

"Tahap pertama, perbaiki rumah segera selesai, tahap berikutnya, meningkatkan pengaruh di kota Qinghe, lebih tepatnya menjalin kerjasama dengan Mo Xuan."

Bersambung.....

1
Ai
semangat yin yin
@Mita🥰
lanjut seru banget 😍😍
Ai
crazy Up donk thor
@Mita🥰
bagus ceritanya thor 🥰🥰
Ai
aku suka cerita spt ini ada kehangatan dlm keluarga wlaupun tdk hidup bergelimang harta tp ttp bahagia😍
Twis G
siap, sebentar 2 bab yaa
Dewiendahsetiowati
panen besar
Dewiendahsetiowati
hadir thor,ini MC nya gak ada jari emas kah
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble dnk kak
Ani Ashari
bagus bngt,fiks lanjut Thor jangan berhenti di tengah jalan
yani nys nys
njut thoor.. kereeen...👏👏💪💪
Twis G: siap ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!