NovelToon NovelToon
Di Ujung Asa

Di Ujung Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Baim

Amira wanita cantik itu, menatap suaminya dengan perasaan yang sulit di artikan. bagaimana tidak, dua tahun yang lalu, dia melepaskan kepergian Andika untuk bekerja ke kota, dengan harapan perekonomian rumah tangga mereka akan lebih mapan, keluar dari kemiskinan. tapi harapan itu hanyalah angan-angan kosong. suami yang begitu di cintanya, suami yang setiap malam selalu di ucapkan dalam sujudnya, telah mengkhianatinya, menusuknya tanpa berdarah. bagaimana Amira menghadapi pengkhianatan suaminya dengan seorang wanita yang tak lain adalah anak dari bos dimana tempat Andika bekerja? ikuti yuk lika-liku kehidupan Amira beserta buah hatinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Baim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

       Bu Susi, terdiam. Dia melirik ke arah Amira, yang masih di peluk Bu Sinta. Dia cuma melirik. Tapi hatinya tidak tersentuh sama sekali. Bu Susi melengos. Tersenyum sinis. Memang benar kata Bu RT, hati Bu Susi ternyata sudah menjadi batu. Matanya pun sudah buta.

       "Huhhh, lebay."Batinnya mengumpat.

       Sedangkan Pak RT, cuma bisa menggelengkan kepalanya, mendengar omongan istrinya yang suka ceplas-ceplos.

        "Nak Mira, Bapak punya usul, gimana kalau nak Mira dan Alif, ikut saja Andika ke kota. Bapak kira itu solusi yang tepat untuk kebaikan nsk Mira sendiri. Kasihan anakmu. Mau ya nak? Soalnya biaya, kamu tidak usah khawatir, Bapak yang urus semuanya."Ucap Pak RT.

     Pak RT memang tidak tega kalau Amira harus bercerai dengan suaminya. Dia sungguh sangat kasihan dengan perempuan malang itu. Mengingat Amira tidak punya siapa-siapa lagi selain keluarga suaminya.

       Amira memang berasal dari luar kampung ini. Dia dibawah Andika untuk dinikahi. Dan Amira menikah menggunakan wali hakim. Karena keluarganya tidak ada yang mau menjadi walinya. Untuk itu dia terus berupaya membujuk Amira agar tidak meminta cerai dari suaminya.

       "Iya nak, maunya Ibu juga seperti itu. Lebih baik ikut suamimu ke kota saja.."Bu Sinta ikut menimpali. Sama seperti Pak RT, Bu Sinta juga merasa kasihan dengan Amira. Bu RT juga menyetujui usulan suaminya.

       Bu Susi tersenyum sinis, menatap wajah mereka satu persatu. "Jangan harap kamu ikut anakku tinggal bersama dengannya. Tidak akan ku biarkan itu terjadi. Kamu akan menderita Amira. Aku pastikan itu."Batinnya bertekad.

      "Maafkan aku Pak, Bu. Terima kasih atas perhatian dan kebaikan kalian sama aku dan anakku. Tapi kalau aku pergi mengikuti Mas Dika, apakah penderitaan ku berakhir? Apakah aku akan bahagia bila berkumpul dengan suamiku?"Amira menggelengkan kepalanya perlahan

     "Aku juga ingin mengikuti Mas Dika ke kota, tinggal berkumpul bersama suami dan anak, sungguh sangat membahagiakan bagi seorang istri."Amira menjeda ucapannya.

       Air mata yang masih tersisa, kini kembali bercucuran. Dia benar-benar tidak tahan dengan semua itu. Sungguh di hati kecilnya yang paling dalam, dia ingin tinggal bersama suami dan anaknya. berkumpul bersama, membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah. Tapi tidak semudah itu. Kalau masih ada mertua yang menjadi duri dalam rumah tangga mereka. Amira menghapus pipinya yang basah. Dia duduk dengan badan ditegakkan.

       "Tapi maaf Pak, aku tidak bisa menjalankan semua itu. Demi Allah Pak, aku benar-benar nggak bisa. Aku tidak mau menyiksa diriku sendiri, dengan mempertahankan rumah tangga, yang nggak direstui. Sudah dua tahun aku diperlakukan seperti ini. Aku sudah nggak sanggup lagi. Aku juga ingin hidup tenang, melanjutkan hidup ku dengan anak ku. Kalau Ibu ingin Mas Dika menceritakan aku, demi Allah aku ikhlas Pak."Sambungnya mantap.

       Tidak ada keraguan sedikitpun dari ucapannya. Amira sudah yakin dengan keputusannya. Dia ingin terbebas dari kedzaliman Ibu mertuanya. Walau dia akui, suaminya sangat mencintai dirinya. Tapi cinta suami saja tidak cukup untuk membina rumah tangga bahagia. Kalau dirinya merasa tersiksa lahir maupun batin diperlukan tidak adil oleh Ibu dari suaminya itu.

     Ketiganya mendesah pasrah. Mendengar keputusan yang diambil Amira. Mereka cuma ingin yang terbaik untuk Amira. Tapi wanita itu bersikukuh ingin bercerai dari suaminya.

......................

    "Ibu-ibu lagi ngapain?"Tanya seseorang yang baru tiba di depan rumah Bu Susi. Dan mendapati ada beberapa Ibu-ibu yang sedang mengintip dari jendela rumah Bu Susi.

       "Ehhh..Pak Sobari. Mas Dimas. Baru tiba Pak?"Salah satu Ibu-ibu terkejut saat menengok ke belakang dan melihat Pak Sobari dan Dimas yang baru saja tiba.

    "Aku tanya, kalian lagi ngapain ngintip di jendela rumah orang."

    "Lagi nonton drama Pak."Jawab Ibu itu sekenanya. Yang lain tertawa cekikikan.

    "Terus gimana jalan ceritanya?"

    "Lagi seru-serunya Pak."

     Pak Sobari dan Dimas menggelengkan kepala. Ibu-ibu yang sangat luar biasa. Selalu kepo dengan urusan yang beginian.

     "Ayo Pak, Mas Dimas, silahkan masuk. Akhiri drama secepatnya. Kami udah nggak sabar nunggu endingnya."

       Pak Sobari dan Dimas melangkah masuk.

      "Assalamu'alaikum."

      "Wa'alaikumsalam..akhirnya datang juga. Ayo masuk!"Pak RT bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Pak Sobari dan Dimas. Keduanya melangkah masuk. Diikuti tatapan Bu Sinta dan bu RT. Bu Susi membuang mukanya ke samping. Tidak ingin melihat wajah Dimas. Jantungnya berdetak. Rasa takut, cemas dan malu, tiba-tiba menghantui pikirannya.

Dimas menatap Amira, yang sedang menundukan kepalanya. Rasa kasihan dan iba, pada istri sahabatnya itu, membuatnya sangat marah pada Bu Susi.

      Sementara Amira menundukan wajahnya, meremas-remas jari-jarinya. Dia kelihatan sangat gugup dan tidak enak hati. Permasalahan yang dihadapinya melibatkan orang luar.

     "Langsung saja Pak RT, manggil Dimas kesini ada apa ya? Kayaknya saya lihat serius amat muka-muka Ibu-ibu ini, ada apa?"Tanya Pak Sobari tanpa basa-basi. Setelah duduk.

     "Iya Pak Sobari. Saya langsung saja ya? Jadi begini Pak Sobari dan nak Dimas. Kita semua tau gosip yang beredar beberapa hari belakangan ini, yang di sebarkan oleh Bu Susi, mengenai perselingkuhan nak Dimas sama nak Amira. Jadi kami memanggil nak Dimas kesini, untuk meluruskan gosip itu. Tujuannya untuk membersihkan nama kalian berdua pada Andika suaminya nak Amira. Kalau memang apa yang dituduhkan oleh Bu Susi tidak benar. Kalian tidak pernah berselingkuh. Ayo nsk Mira, segera hubungi suamimu sekarang.!"

     Amira, Bu RT, Bu Sinta, terbengong-bengong. Apa yang disampaikan Pak RT, di luar skenario yang di rencanakan. Apa lagi Amira. Dia terkejut bukan main.

     "Pak.."

     Pak RT mengangkat tangannya, meminta istrinya untuk diam.

       Pak Sobari dan Dimas duduk diam. Dimas melirik Amira sekilas. Dia sangat iba melihat keadaan istri dari sahabatnya itu. Perempuan yang sudah difitnah berselingkuh dengannya, oleh Ibu mertuanya sendiri.

     Bu Susi jadi gelagapan. Ini di luar rencana. Dia langsung berdiri dari duduknya, menatap ke arah Pak RT dengan tatapan kecewa.

    "Maaf Pak RT. Maksudnya bagaimana ini? Kita mau mendengar anakku menalak Amira, kenapa jadi mereka berdua yang mau meluruskan apa yang mereka lakukan? Mereka itu berselingkuh."Katanya ngotot. Bu Susi tidak mau rencana yang sudah di atur sedemikian rupa, untuk memisahkan Andika dari Amira, jadi gagal karena ucapan Pak RT. "Jangan sampai itu terjadi."Batinnya geram.

  Bu Susi..maaf ya. Sebagai orang tua, seharusnya kita tidak usah terlalu ikut campur dengan rumah tangga anak-anak kita. Setahu saya, bukan saya saja, tapi seluruh kampung ini tau, rumah tangga Amira dan Andika itu, baik-baik saja selama mereka menikah dua tahun yang lalu. Lalu kenapa sekarang Ibu segitu ngototnya ingin Andika menceraikan Amira? Apa yang sudah Amira lakukan sama Ibu, selama dia menjadi istri Andika, Apa dia memperlakukan kamu dengan buruk? Apa dia tidak pernah masak untuk kamu makan? Apa dia sering membentak kamu? Atau hal-hal yang tidak pantas. Dia itu terlalu baik sama kamu. Tapi dengan teganya kamu ingin memisahkan dia dari suaminya. Dimana hati mu sebagai seorang Ibu?"

Bersambung......

1
tanpa nama
Dsni perannya amira trlalu bodoh, trllu lemah. Udah bener d belain suami, mlah bersikap bodoh.
Jd gmes bcanya bkin emosi

Thor jgn bkin amira jd org bego. Toh itu cm mertua bkn ibu kndungnya
tanpa nama
Smngt nulis kryanya thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!