Leann Audina putri, gadis berlesung pipi dengan wajah cantik dan pintar, mendapatkan kesempatan untuk kuliah di jurusan kedokteran di salah satu universitas negri di kota x. Jalan hidupnya akhirnya mempertemukan nya dengan pengusaha sukses yang kaya raya ,ganteng tapi arogan dan berhati dingin.
perbedaan gaya hidup dan pola pikir menjadi polemik dalam hubungan mereka.
bagaimana kisah mereka? akan kah Leann bisa menakluk kan hati sang bule tampan?
cerita ini akan menemanimu dengan tawa dan kadang ada air mata..
semoga suka...terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak sadarkan diri
Hari-hari berlalu dengan cepat. Daniel semakin dekat dengan Leann. Sejauh ini hubungan yang mereka jalani sangat menyenangkan. Perhatian dan kasih sayang Daniel yang begitu besar pada nya membuat Leann semakin jatuh cinta pada kekasihnya itu.
Bahkan Leann sampai paranoid, takut kehilangan Daniel. Daniel adalah cinta pertamanya, Orang yang mampu menggetar kan hatinya. Leann sadar bahwa hubungan nya dengan Daniel adalah beban berat buatnya, banyak wanita di luar sana yang mengharapkan berakhirnya hubungan mereka. Banyak wanita yang bersedia menggantikan posisinya di sisi Daniel.
Itulah sebabnya, setiap Daniel lama mengangkat telponnya, Leann akan ngambek sepanjang hari, dengan susah payah Daniel akan membujuknya agar mau berbaikan lagi.
Daniel sadar, kekasihnya masih muda, sangat labil, dan dia harus lebih bersabar. Itu sudah resiko dari hatinya yang tertawan dengan seorang gadis yang muda yang emosinya meledak-ledak.
Siang itu, Leann yang sudah tidak ada kegiatan kuliah, memutuskan untuk buat kejutan untuk kekasihnya. Leann bermaksud untuk masak makan malam untuk Daniel di apartemen nya.
Pukul empat sore, Leann sudah mulai sibuk dengan masakan nya di dapur indah apartemen Daniel. Daniel memberitahu akan sampai pukul 7 malam.
Selesai masak, Leann merasa kehausan, dan mengambil minuman bening seperti air mineral di kemasan botol. Menenggak habis minuman itu, lalu di lanjut membaca buku di ruang baca. Lama membaca membuatnya merasa sedikit lelah, dan leann merebahkan tubuhnya di sofa, membaca sambil rebahan. Suhu AC ruangan sudah 18 derajat, tapi anehnya Leann merasa gerah, Dia membuka satu kancing kemejanya, membiarkan dadanya yang terasa panas bisa merasakan sedikit kesejukan.
Belum terasa sejuk, leann membuka kembali kancing kemejanya, dan tanpa sadar semenit kemudian dia sudah terlelap dia sofa.
Daniel bergegas hendak membuka pintu apartemen nya, Dia ingin segera mandi, dan menemui Leann di asramanya. Namun hal itu dibatalkannya, karna mendengar panggilan dari dua pria di belakangnya.
Erik dan Sebastian datang mencarinya.Sudah lama sekali Daniel tidak mengunjungi club seperti biasanya.
"Dan, gila kamu ya, pindah apartemen ga bilang-bilang, sedikitpun ga kamu anggap kami sahabat apa?" ucap Sebastian kesal
"Sorry bro, belakangan ini minatku hilang buat nongkrong di club malam lagi. Dari mana kalian tau alamat apartemen ku? oh ya..lupakan, pasti dari Karen"
Daniel membuka pintu apartemen, mengajak kedua temannya untuk masuk. Begitu mereka masuk, ketiganya terkejut disuguhi pemandangan yang membuat jantung berdebar.
Leann sedang tertidur pulas, dengan kemeja yang aut - aut an. Kancing bajunya terbuka hingga menunjukkan bra yang putih. Dadanya yang mulus menyembul ke atas, sedangkan rok pendeknya tersingkap, memamerkan paha mulusnya.
Daniel secepat kilat berlari ke arah Leann. Membenarkan pakaiannya, dan memapah gadis itu ke kamar tidurnya. Ada bau minuman yang tak asing bagi Daniel menyeruak dari nafas dan bibirnya. Setelah merebahkan Leann diatas tempat tidur, Daniel keluar menemui kedua temannya yang sudah duduk di sofa tempat Leann terlelap tadi.
Kedua sahabatnya tersenyum ke arah Daniel sambil menunjukkan botol minuman ber alkohol kuat yang sudah kosong. Dapat dipastikan Leann meminum habis isi botol itu, dan mengakibatkan gadis itu tak sadarkan diri.
"Gadis cantik dan sexy itu adalah gadis club malam itu kan?" tanya Erik.
"Namanya Leann dan dia adalah calon istriku Erik, aku ga mau mendengar kau menyebutnya gadis club malam" tegas Daniel.
"Ok, baik lah. Maaf kan aku bro. Santai dong"
"Kapan kalian akan menikah??" kali ini Sebastian yang bertanya.
"Keinginan ku setelah Leann selesai koas dulu, tapi kalo dia tidak menolak. Dia ingin selesai kuliah dulu dan lulus jadi dokter"
"Wow, dia calon dokter? mantap dong" sambung Sebastian.
Sejam lebih mereka mengobrol, mulai dari model-model cantik di bahas Erik, hingga membahas mengenai kenaikan saham dan semakin berkembangnya perusahan Daniel.
Akhirnya kedua sahabatnya mohon pamit, tak ingin mengganggu sahabtnya lagi. Daniel mengangguk, dan setelahnya kembali ke kamar melihat keadaan Leann yang kini telah membuka kemeja dan rok nya, hanya memaki bra dan dalaman saja. Daniel menelan Saliva nya dengan susah payah.