NovelToon NovelToon
Cinta Atau Dendam, Suamiku?

Cinta Atau Dendam, Suamiku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Lari Saat Hamil / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Pelakor jahat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: Edelweis Namira

Thalia Puspita Hakim, perempuan berusia 26 tahun itu tahu bahwa hidupnya tidak akan tenang saat memutuskan untuk menerima lamaran Bhumi Satya Dirgantara. Thalia bersedia menikah dengan Bhumi untuk melunaskan utang keluarganya. Ia pun tahu, Bhumi menginginkannya hanya karena ingin menuntaskan dendam atas kesalahannya lima tahun yang lalu.

Thalia pun tahu, statusnya sebagai istri Bhumi tak lantas membuat Bhumi menjadikannya satu-satu perempuan di hidup pria itu.

Hubungan mereka nyatanya tak sesederhana tentang dendam. Sebab ada satu rahasia besar yang Thalia sembunyikan rapat-rapat di belakang Bhumi.

Akankah keduanya bisa hidup bahagia bersama? Atau, justru akhirnya memilih bahagia dengan jalan hidup masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edelweis Namira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENOLAKAN KEDUA

"Aku nggak mau!" Thalia melangkah mundur. Kemudian berbalik membelakangi Bhumi.

Kepalanya berdenyut karena tingkah Bhumi. Thalia bergerak menuju nakas, tempat segelas air minum yang memang sudah ia bawa saat memasuki kamar. Thalia segera meneguknya. Tenggorakannya butuh sesuatu yang segar.

Berhadapan dengan Bhumi sungguh membuat hatinya memanas.

Rasanya Thalia ingin membenturkan kepala pria angkuh itu ke dinding agar berhenti berkata aneh. Setelah apa yang ia lakukan selama mereka menikah, kini ia justru menawarkan Thalia untuk mengumumkan pernikahan.

Terlalu miris. Bhumi yang menyembunyikan, kini Bhumi juga yang ingin membongkarnya.

"Kenapa? Kamu keberatan status menikahmu itu diketahui fansmu di luaran sana?"

Thalia hampir tersedak mendengar tuduhan Bhumi. Dahinya mengernyit. Thalia lekas meletakkan kembali gelas di nakas.

"Maksud kamu?"

Bhumi tersenyum miring. Matanya menyipit samar, membentuk tatapan sinis yang mengejek Thalia.

"Saya tahu semenjak kamu jadi BA di perusahaan Julian, banyak pria di luar sana yang terang-terangan menyukai kamu. Kamu bertingkah seperti orang yang belum menikah."

"Ngarang!" sahut Thalia. Kemudian, mengulas senyum tipis. "Bukannya kamu ya, yang bertingkah seperti pria belum beristri. Pergi berdua dengan wanita lain. Sampai Jemia mengira bahwa kalian adalah sepasang kekasih."

Bhumi menelisik raut Thalia. Tidak pernah Bhumi melihat mimik cemburu dari wajah Thalia saat mengungkit tentang Adelia.

"Ya sudah. Saya akan menjaga jarak dari Adelia dan kamu berhenti dari kantor Julian. Kita mulai semuanya dari awal. Gimana?"

Thalia tertawa pelan. Terlalu jenaka ia dengar, bahkan matanya pun ikut merasa geli dengan solusi asal yang Bhumi tawarkan.

"Kamu benar-benar nggak sadar kalau pernikahan kita nggak normal, ya?"

Satu alis Bhumi terangkat. Ia tidak mengerti dengan kalimat Thalia. Jika memang penolakan Thalia hanya karena perlakuannya selama ini, maka Bhumi akan minta maaf.

"Saya minta maaf, Thalia. Kesalahan saya selama ini memang besar. Tapi ini semua juga karena kamu yang menyembunyikan kebenaran ini."

Thalia menggeleng kepalanya pasrah. Pria di depannya ini terlalu angkuh. Tidak pernah mengucapkan mata maaf dengan tulus.

Menyebalkan!

"Terserah kamu. Keputusan saya tetap sama. Nggak ada pengumuman pernikahan antara aku dan kamu."

Urat-urat di pelipis Bhumi mulai terlihat. "Kenapa? Karena kamu takut orang-orang akan menganggap kamu dan Julian itu berselingkuh?"

"Kenapa bawa-bawa Julian?" Thalia balas menatap Bhumi dengan emosi tertahan. "Dia nggak ada hubungannya dengan ini semua.

Bhumi semakin kesal dengan pembelaan Thalia. Pria itu memijit pelipisnya. Ia juga menarik ulur kerah kaosnya untuk menepis panas dadanya.

"Ada, Thalia. Kamu lupa bagaimana dekatnya kamu dan dia. Bahkan Jemia lebih memilih dia daripada saya. Ayah kandungnya." Bhumi terlihat frustasi dengan hal itu.

Thalia menghela napas pasrah. Ia juga tidak menyangka Jemia akan melakukan itu.

"Jemia tidak terbiasa dengan kamu. Sejak lahir dia hanya kenal Julian. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan."

"Saya keberatan dengan itu. Bagaimanapun Jemia adalah darah daging saya!" Mata Bhumi melotot, setiap kalimat yang keluar penuh dengan penekanan.

"Mau dipaksa juga nggak bisa. Lebih baik kamu tidur. Jangan sampai tidur Jemia nggak nyaman karena kamu yang berisik." Thalia lekas menuju ranjangnya.

Meninggalkan Bhumi yang masih frustasi karena penolakan Jemia.

"Kalau belum mau tidur, lebih baik kamu keluar. Lampunya mau ku matikan." Suara Thalia terdengar lagi meski matanya sudah terpejam.

Bhumi mau tidak mau ikut berbaring. Harapannya besok Jemia bisa lebih bersahabat dengannya.

***

"Nanti kalau sampai di sekolah, Om Galak nggak usah turun!" Jemia menatap ke arah luar jendela. Bibirnya kembali cemberut.

Bhumi menghela napas panjang. Putri kecil yang duduk di kursi barisan kedua itu terus memasang wajah masam. Tadi saja kalau bukan karena paksaan Thalia, Jemia akan menolak diantar oleh Bhumi.

Demi menikmati momen mengantarkan anaknya ke sekolah, Bhumi rela mewakilkan pertemuan penting perusahaa pada bawahannya.

Alih-alih atmosfer pagi ini semakin baik, Jemia justru langsung tantrum saat mengetahui ia akan diantar jemput oleh Bhumi.

Beruntung Thalia bisa menenangkannya. Saat itulah, Bhumi melihat betapa telaten dan lembutnya Thalia dalam menghadapi Jemia.

"Memangnya kenapa? Papa juga mau kenalan dengan teman-teman dan guru kamu."

Setelah diajari Thalia, Bhumi sudah lebih bisa berbicara lembut pada Jemia. Tidak sekaku saat mereka pertama kali bertemu.

"Nggak perlu. Aku nggak mau!" tolak Jemia ketus.

"Mia, jangan teriak begitu. Tidak sopan!" tegur Thalia yang sejak tadi diam. "Kamu kan bisa bicara baik-baik."

"Huh!" Jemia mendengus lagi. "Harusnya tadi aku berangkat dengan Mbak Rina aja. Aku nggak suka di mobil ini."

Bhumi terdiam. Thalia menangkap jelas raut kesedihan di wajah Bhumi. Pria itu berulang kali mengembuskan napas panjang. Perlahan, tangan Thalia mengusap lengan Bhumi.

"Sa-bar!" ucap Thalia tanpa suara. Kemudian menerbitkan senyum tulus menyemangati Bhumi.

Bhumi tertegun. Thalia yang duduk di sampingnya pagi ini terlihat lebih cerah. Matanya yang teduh itu membuat hati Bhumi menghangat.

Sesampainya mereka di sekolah Jemia, Thalia lekas turun dari mobil. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Bhumi memilih untuk tetap di mobil.

Pemandangan di depannya menyentuh hatinya. Thalia merapikan rambut panjang Jemia. Memastikan tidak ada celah pada penampilan cantik putri kecil mereka. Kemudian, Thalia menunjuk pada arah depan mobil-tepat di bagian Bhumi berada.

Thalia lalu menuntun Jemia untuk melambaikan tangan pada Bhumi. Ia juga menarik kedua sudut bibir Jemia agar tersenyum, meski terpaksa.

Bhumi ikut tersenyum, membalas lambaian tangan Jemia.

Saat Jemia sudah berjalan menuju gerbang area sekolah, barulah Thalia kembali masuk ke mobil.

"Terima kasih, Thalia," ucap Bhumi tulus, meski dengan nada datar.

Thalia menoleh singkat. Kemudian terkekeh. "Jangan berharap lebih. Aku melakukannya karena tidak ingin Jemia bersikap tidak sopan, apalagi pada papanya sendiri."

Bhumi terdiam. Setiap kalimat yang keluar itu terasa menyakiti Bhumi.

Mengabaikan perasaan tidak mengenakan itu, Bhumi mulai melajukan mobilnya.

"Siang nanti saya jemput. Eyang dan Mama mau bertemu kamu." Tatapan Bhumi fokus menyetir. Dari sudut matanya, ia bisa melihat Thalia jadi tegang.

Bhumi mengerti ketegangan Thalia. Kemudian, menggenggam tangan Thalia. "Tenang saja. Ini tidak ada hubungannya dengan Jemia. Saya belum menceritakan apapun ke mereka."

Thalia tidak menjawab apapun. Tangannya menyambut genggaman Bhumi. Kehangatan itu mengalir ke hatinya.

"Terima kasih. Karena aku sungguh tidak ingin hidup tenang anakku terganggu."

'Apapun, Thalia. Apapun akan saya lakukan demi kamu bisa bertahan di samping saya.'

*

*

*

Terima kasih yaa semuanya. Rating bintang limanya jangan lupa diklik 😉

1
Teti Hayati
Aman ka... gak ada kedua nama itu..
Uthie
nexxxttt 😍
Bunda Idza
lagian bener2 menggunakan menut dan detik tanpa liat tempat dan situasi... gagal syahdu dong Bhum....😂😂😂
Bunda Idza
Damian siapa Thor???
Bunda Idza: 👍 sama2
total 2 replies
IceQueen
happy new year thorr🥳

ep ini full senyum sama geli liat kelakuan bhumi🤣
Edelweis Namira: Geli banget, kan? Mau muntah rasanya
total 1 replies
Rahayu Ayu
Aq aja senyum " lihat tingkah Bhumi
apalagi Thalia yg kangsung berhadapan.
Bhumi...Bhumi...jangan marah sama mas Aji, yg ada kamu itu harus berterima kasih,karna mas yg udah kasih kamu ilmu cara untuk membuat Thalia berbunga bunga dan yg pasti percaya kalau kamu memang sudah berubah.
Edelweis Namira: random emang🤣
total 1 replies
Santi Seminar
aamiin...sehat selalu,rejeki melimpah buat kak author🌹
merry
ambil rumh lia usir para penghianat dan pelakor serta ank hsil perselingkuhan itu enl x mrkk tgl drmh milik kakekmu itu,, bpkmu gk pyn modal apa buat beli rumh baru buat selingkuh y itu 🤭🤭🤭🤭 ud kyk yg lg viral itu ajjh 🤭🤭🤭🤭
Ma'e Tinok
💪💪lama nunggunya up'y cuman satu🤭😘😘
Edelweis Namira: maunya duaaa. ternyata jariku masih belum terlalu pulih. maaap yaaa. jariku udah jompo🤣
total 1 replies
Uthie
semangat Thor... ditunggu selalu 💪😘
Paon Nini
aku tunggu deh bum
Muffin🧚🏻‍♀️: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 1 replies
Paon Nini
kalau sama adelia kayaknya bumi ini terlalu lemah atau lembek atau lelet atau apalah bahasanya gt ya 🥴
merry
Andra kyky pyn dendam. juga sm adelia mkyy mau bntu bumi
Dina martini
bagus alur nya menarik, makin kesini makin penasaran gimana akhir cerita nya, banyak hal yang tidak di sangka², beeeeeest pokok nya🥰
Edelweis Namira: Terima kasih, Akak😍
total 1 replies
Teti Hayati
Gak tau lahh, belum bisa milih... belum rau juga kan Andra kayak gimana.
Kalo emang Andra orang baik, jelas saya gak rela.. tapi kalo sama jahaaaat dan licik macam Adelia, silahkan aja... 😄
gak relaa bgt hidup Adelia aman tentram bahagia... 😄
Edelweis Namira: Hahahaha.... harus dapat hukuman setimpal ya
total 1 replies
Teti Hayati
Lahh.. Bhumi ikut andil, hmm
kok sama jahatnya sih Bhumi.. gak bisa yaa dibalas pake cara lain, gak harus cara itu..
Jemia juga perempuan Bhumi..
Edelweis Namira: Ini Adelia, Kak🤣
total 1 replies
Rahayu Ayu
Untuk pembalasan awal ga papa lah begitu dulu,
Ternyata oohh ternyata Andra bekerja sama dengan Bhumi
IceQueen
gak sabar liat adelia di geprek papabhum🤣
Edelweis Namira: Sabar ya, masih proses sistem. 🤣
total 1 replies
Bunda
aku pasrah aj kalo thalia dah terima bhumi....toh aku mah tetep ga terima bhumi 🤣🤣
Teti Hayati
Jangan donk Tha, kalo Bhumi bungkam gak ada yg buat saya senyam-senyum sendiri... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!